Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

PERFORMA REPRODUKSI IKAN MOLLY (POECILIA SP.) YANG DIBERIKAN HORMON OODEV MELALUI PAKAN Andre Rachmat Scabra; Muhammad Marzuki; Sudirman Sudirman
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.352

Abstract

Ikan molly merupakan ikan hias air tawar yang memiliki berbagai jenis dan keunikan tersendiri, termasuk dalam jenis ikan yang disebut “pembawa hidup” atau memiliki kemampuan untuk melahirkan. Masalah yang dihadapi oleh pembudidaya ikan molly saat ini adalah rendahnya produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Hal ini menyebabkan kurangnya kemampuan untuk mencapai target produksi yang diinginkan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pemberian Oodev melalui pakan terhadap jumlah produksi larva ikan molly Poecilia sp. dengan dosis yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan dosis Oodev yang berbeda yaitu A (0 ml/kg ikan), B (0,5 ml/kg ikan) C (1,0 ml/kg ikan) dan D (1,5 ml/kg ikan) masing-masing diulang tiga kali. Hormon oodev diberikan melalui pakan dua kali sehari dengan feeding rate (FR) 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah larva, waktu melahirkan, SR larva, TKG, IKG jantan dan betina, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter persentas induk bunting dan persentase induk melahirkan. Jumlah larva tertinggi terjadi pada perlakuan B, yaitu 31 ekor. Waktu melahirkan tercepat terjadi pada perlakuan B dan C, yaitu 4,3 dan 4,7 minggu. Nilai SR larva tertinggi terjadi pada perlakuan B, yaitu 96%. Nilai TKG tertinggi terjadi pada perlakuan B, yaitu 4. Nilai IKG induk jnatan dna betina tertinggi terjadi pada perlakuan B, yaitu 3,2 dan 9,6. Kesimpulan yang diambil pada penelitian ini, pemberian hormone Oodev pada induk ikan Molly memberikan pengaruh nyata terhadap aktifitas reproduksi. Dosis terbaik yang didapatkan adalah 0,5ml/kg induk.