Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengomposan Limbah Pertanian Di Kawasan Hortikultura Desa Gumantar, Kabupaten Lombok Utara Dalam Rangka Mensukseskan Program Germas I Komang Damar Jaya; Sudirman Sudirman; I Wayan Sudika
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.548 KB)

Abstract

Gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat. Salah satu fokus kegiatan GERMAS adalah meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Buah dan sayur merupakan produk hortikultura yang segar sehingga membutuhkan air yang banyak untuk memproduksinya. Desa Gumantar di Kabupaten Lombok Utara yang akan dijadikan Kawasan Pengembangan Tanaman Hortikultura, lahannya kebanyakan kering dan berpasir sehingga biaya produksi, khususnya air menjadi mahal. Oleh karena itu efisiensi penggunaan air harus ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air di lahan kering pasiran adalah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah. Sumber bahan organik cukup berlimpah tersedia di wilayah tersebut, seperti biomassa tanaman jagung, kacang hijau, kacang tanah, melon, dan kotoran ternak. Permasalahannya petani belum memiliki pengetahuan dan teknologi untuk merubah secara cepat biomassa tanaman dan kotoran ternak menjadi bahan organik. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan teknologi tentang penggunaan BioCompound untuk mempercepat proses dekomposisi limbah pertanian menjadi kompos untuk selanjutnya dijadikan bahan organik tanah. Di masa yang akan datang masyarakat desa Gumantar diharapkan menjadi lebih sehat karena mengonsumsi banyak buah dan sayur dengan terjadinya efisiensi dalam biaya produksi.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 21 Ampenan Baiq Aulia Wulandani; Sudirman Sudirman; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.827

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajaran literasi, dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Program ini merupakan suatu terobosan oleh Kemendikbud dalam menumbuhkkembangkan budaya literasi dan budi pekerti siswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 21 Ampenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Milles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan GLS, terdiri dari perencanaan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, sumber pendanaan, perencanaan program, dan menetapkan indikator keberhasilan; (2) pelaksanaan GLS, terdiri dari bentuk kegiatan pelaksanaan GLS di SDN 21 Ampenan, yaitu program 15 menit membaca, Kupon Membaca Berhadiah (Kubacadah), pengoptimalan perpustakaan, dan penyediaan pojok baca, serta terdapat keunggulan dan kelemahan dari pelaksanaan GLS, meliputi keunggulan yaitu berhasil melaksanakan program Go Samba dan Kubacadah, timbulnya motivasi dan minat membaca siswa, sarana promosi dan kerjasama, sementara kelemahan yaitu tidak adanya pustakawan atau petugas khusus perpustakaan; (3) evaluasi pelaksanaan GLS, dimana pelaksanaan GLS berjalan dengan baik dan sudah sesuai dengan perencanaan yang didukung oleh adanya faktor pendukung dari pelaksanaan GLS. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan faktor penghambat. Terdapat solusi dalam bentuk evaluasi sebagai upaya mengurangi hambatan yang dilakukan dengan evaluasi di dalam kelas oleh guru secara langsung, evaluasi setiap bulan, dan evaluasi di akhir semester. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan program  literasi di SDN 21 Ampenan telah berjalan sesuai dengan rencana dan dikoordinir oleh penanggung jawab yang telah diberi wewenang pada kegiatan literasi, sehingga hal ini membuat kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan.
Pelaksanaan Pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS) Berbasis Technological, Pedagogical And Content Knowledge (TPACK) dI SDN 4 Kilang, Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur Dini Rosyida; Sudirman Sudirman; Heri Setiawan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.829

Abstract

Kempuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sangat penting di miliki pada abad 21. Salah satu kerangka kerja yang dapat merangsang kempuan berpikir HOTS peserta didik, dengan menerapkan TPACK dalam pembelajaran. Tetapi pada kenyataannya guru jarang menggunakan alat bantu media teknologi, dikarenakan banyak guru yang tidak melek teknologi. Padahal teknologi merupakan komponen penting TPACK. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan persiapan, perencanaan dan evaluasi pembelajaran HOTS berbasis TPACK di SDN 4 Kilang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data mulalui pengumpulan data, mereduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan pada tahap persiapan dilihat dari RPP, guru kelas IV dan VI belum merencanakan pembelajaran HOTS berbasis TPACK dengan baik, guru kelas V sudah merencanakannya dengan baik. Tahap pelaksanaan, kelas IV dan V sudah melaksanakan pembelajaran HOTS berbasis TPACK dengan baik, sedangkan kelas VI belum terlaksana dengan baik. Terakhir, evaluasi pelaksanaan pembelajaran sudah di laksanakan dengan baik dengan memanfaatkan teknologi. Soal-soal evaluasi juga sudah bersifat HOTS walupun ada yang bersifat LOTS. Dapat dismpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran HOTS berbasis TPACK di SDN 4 Kilang belum terlaksana secara maksimal.
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN 1 Penujak Tahun Ajaran 2021/2022 Yuyun Sumbawati; Muhammad Tahir; Sudirman Sudirman
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.846

Abstract

Membaca adalah salah salah satu kemampuan yang paling mendasar yang harus dimiliki setiap individu.  Membaca merupakan suatu proses kognitif yang dilakukan untuk memperoleh berbagai informasi dan wawasan yang terdapat (Dalman, 2017:5). ”Solusi yang diterapkan guru untuk mengatasi permasalahan siswa dalam kesulitan membaca permulaan dikelas I SDN 1 Penujak, yaitu guru mengadakan jam tambahan bagi siswa yang masih kesulitan membaca permulaan, Guru memberikan perhatian lebih dan khusus untuk siswa yang masih tidak bias membaca permulaan, guru mengajari siswa mengenal huruf dengan beberapa Teknik, misalnya huruf dijadikan bahan nyanyian, menampilkan huruf dan mendiskusikan bentuk (karakteristiknya) khususnya huruf-huruf yang memiliki kemiripan bentuk (misalnya p, b, dan d), menggunakan bacaan yang tingkat kesulitannya rendah, serta siswa diminta menulis kalimat dan membacanya dengan keras. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dimana disusun untuk mendeskripsikan gambaran terhadap objek yang hendak diteliti. Penelitian ini mengambil data di kelas 1 di SDN 1 Penujak Lombok Tengah tahun ajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara,dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Kesulitan membaca adalah gangguan atau hambatan yang menyebabkan terhambatnya kemampuan membaca seseorang. Bentuk bentuk kesulitan dalam membaca tersebut sangat beragam. Bentuk kesulitan membaca yang dialami akan berbeda antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. hasil tes yang dilakukan pada siswa kelas I SDN 1 Penujak 5 dengan jumlah 12 anak, menunjukkan kemampuan membaca permulaan siswa. Setelah peneliti melakukan Tes dan wawancara kepada siswa kelas 1 ,dan hasil dokumentasi, maka diperoleh data tentang kesulitan-kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDN 1 Penujak. Berdasarkan hasil analisis terhadap 12 siswa diperoleh data 5 siswa menghadapi kesulitan membaca permulaan tersebut dapat diketahui bahwa tingkat membaca permulaan pada siswa kelas 1 SDN 1 Penujak tergolong“Belum Baik”.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH DAN PUBLIKASI ARTIKEL BAGI GURU GURU SD GUGUS V KECAMATAN SELAPARANG KOTA MATARAM Sudirman Sudirman; Ida Bagus Kade Gunayasa; I Ketut Widiada; Moh. Irawan Zain; Lalu Wira Zain Amrullah
Jurnal Warta Desa (JWD) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Warta Desa (JWD)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The most important part that can be done to improve the quality of education is by improving the quality of teachers because teachers are the spearhead of education so teachers must have different abilities from other professions, one of which is the ability to write scientific papers. By having the ability to write scientifically, the teacher gains many things, besides that his work can be read nationally and internationally, the teacher also gets points to be used as a requirement for promotion, class promotion, and promotion. The counseling entitled Assistance in Writing Scientific Papers and Publishing Articles for Teachers of SD Gugus 5, Selaparang District, Mataram City is part of the community service of FKIP University of Mataram, majoring in Education, which aims to improve the quality of teachers, especially in compiling scientific papers for publication . The method applied in this counseling activity is a combination of lecture, question and answer, demonstration and assignment methods. The lecture method is used when delivering counseling material, and the question-and-answer method and demonstrations are used for teachers to discuss their scientific work in their respective groups. While demonstrations are carried out when each group presents the results of scientific work that has been compiled. There are 2 targets for this dedication, namely: (1) Providing assistance in the preparation of scientific articles with the stages according to the standards and rules for writing articles; (b) Review scientific articles that have been compiled by teachers and end with publication in national journals accredited Sinta index 4.
Kinerja Manajerial Kepala Sekolah Dasar di Kota Mataram Muhammad Makki; Sudirman Sudirman; Muhammad Tahir; Abdul Kadir Jaelani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.294

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan fakta kepala sekolah dasar di Kota Mataram belum mampu merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan lembaga mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari program sekolah yang masih terkesan rutinitas. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kualitas kinerja manajerial kepala sekolah dasar yang ada di Kota Mataram. Indikator kinerja manajerial adalah: (a) Kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah, (b) kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan program sekolah, (c) kemampuan kepala sekolah dalam melakukan evaluasi program sekolah. Jenis penelitian ini adalah eksplanatory karena berupaya untuk menjelaskan praktek manajerial kepala sekolah. Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan angket kinerja manajerial kepala sekolah kepada semua kepala sekolah dasar di Kota Mataram. Jumlah kepala sekolah dasar di Kota Mataram adalah sejumlah 172 orang, dan yang mengisi angket kinerja adalah 100 orang . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kemapuan kepala sekolah dalam menyusun program sekolah sudah terlaksana dengan melakukan musyawarah bersama semua steak holder, melibatkan guru dan komite dalam menyusun visi, misi dan strategi capaian, merencanakan sumber daya secara proporsional, 2) pelaksanaan program sekolah belum terlaksana secara keseluruhan, terdapat beberapa program yang sudah direncanakan dalam perencanaan sekolah belum terlaksana secara maksimal, kepala sekolah belum dapat menggali sumber- sumber dana yang diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin maupun pembangunan sekolah, 3) kegiatan evaluasi program sudah dapat terlaksana dengan cukup baik, jadwal evaluasi berjalan sesuai perencanaan, namun belum melengkapinya dengan instrument yang memadai, evaluasi program dilaksanakan setiap akhir semester secara rutin, dan kepala sekolah sudah Menggunakan hasil evaluasi kinerja untuk melalukan perbaikan berkelanjutan. 4) hambatan yang dialami kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, yaitu belum sesuai antara kompetensi guru dengan tugas mengajar, disiplin guru yang masih kurang dalam mengajar, sehingga kepala sekolah melakukan supervis di setiap awal dan akhir semester. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah dasar di Kota Mataram membutuhkan pendampingan dalam melaksanakan program sekolah dan evaluasi program melalui kegiatan supervisi dan pola pengawasan lainnya.
Strategi Orang Tua Membimbing Anak Belajar dari Rumah pada Masa Pandemi Covid-19 Haqul Siddiqi; Sudirman Sudirman; Muhammad Turmuzi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.311

Abstract

Belajar di rumah menjadi solusi untuk memutus rantai penyebaran covid-19. Dalam menerapkan sistem belajar dari rumah, orang tua sangat berperan penting dalam proses belajar siswa selama sistem daring dalam pembelajaran dari rumah sekarang ini. Jadi dengan adanya belajar dari rumah, orang tua sangat berperan penting untuk menjadi pendidik di rumah sebagai pengganti guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan orang tua membimbing anak mereka ketika belajar dari rumah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif. Subyek penelitian adalah beberapa orang tua peserta didik di SDN 1 Tetebatu. Hasil penelitian secara umum menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi dan peran orang tua untuk membimbing anaknya belajar dari rumah diantaranya mendampingi dan mengawasi anak dalam belajar, mengajar anak di rumah, memberikan motivasi, menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dan membantu kesulitan anak belajar.
Pengaruh Penerapan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Melalui Pendekatan Discovery Learning Berbasis Cerita Bergambar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV di SDN 32 Cakranegara Annisa Fitriani; Sudirman Sudirman; Baiq Niswatul Khair
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.534

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) adalah alat bantu belajar yang dibuat oleh guru dalam kegiatan yang disusun dan dirancang sesuai dengan kondisi dan situasi di dalam kelas, yang memuat petunjuk pelaksanaan praktik di kelas, serta percobaan yang dapat dilakukan. di kelas maupun di rumah, serta memuat materi diskusi, dan latihan soal dengan petunjuk agar siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran dan menciptakan lingkungan yang menyenangkan yang dapat membantu siswa berhasil dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan pengaruh LKPD berbasis Discovery Learning dengan LKPD yang biasa digunakan di sekolah terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pre-test-post-test control group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster-random-sampling, dan sampelnya adalah kelas IV A. Soal tes, observasi, lembar wawancara, dan angket tentang keefektifan LKPD digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan pengaruh penggunaan LKPD berbasis Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan dengan LKPD yang biasa digunakan di sekolah, dan (2) pembelajaran IPS dengan LKPD berbasis Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dari pada LKPD yang banyak digunakan di sekolah Penelitian ini menyimpulkan berdasarkan temuan penelitian yaitu : hasil penilaian kelayakan LKPD dan implementasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPS melalui pendekatan discovery learning. (LKPD) memperoleh skor rata-rata 4,56 dengan kategori layak. Sedangkan hasil uji keefektifan produk yang dilakukan oleh guru kelas IV terkait Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) IPS melalui pendekatan discovery learning berbasis cerita bergambar yaitu 80% dengan kategori efektif.
Standar Isi, Bahasa, dan Penyajian Buku Tematik Terbitan Mediatama Tema 4 “ Berbagai Pekerjaan “ dan Tema 5 “ Pahlawnku “ Seri HOTS Kelas IV Kurikulum 2013 Arizal Septian Salam; Sudirman Sudirman; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.642

Abstract

Dalam perkembangan era globalisasi saat ini banyak buku teks yang beredar dipasaran dengan berbagai macam jenis dan karakteristik yang berbeda-beda. Jenis buku yang diterbitkan baik oleh pemerintah dan swasta dari tahun ketahun terus diperbarui sesuai dengan tuntutan zaman dan kurikulum yang berkembang, tidak menutup kemungkin dari banyaknya jenis buku yang dapat digunakan oleh masyrakat sebagai acuan sumber belajar belum memenuhi standar isi, bahasadan penyajian. Oleh seabab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian standar isi, standar bahasa, dan standar penyajian yang ditetapkan oleh BSNP dengan materi yang disajikan dalam Buku Tematik Terbitan Mediatama Tema 4 Berbagai Pekerjaan dan Tema 5  Pahlawanku Seri HOTS Kelas IV Kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada tema 4 menunjukkan kesesuaian standar isi memperoleh persentase 93,05% pada kategori sangat sesuai, keseuaian standar bahasa memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai dan kesesuaian standar penyajian memperoleh persentase 91,6% pada kategori sangat sesuai. Sedangkan pada tema 5 menunjukkan kesesuaian standar isi memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai, keseuaian standar bahasa memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai dan kesesuaian standar penyajian memperoleh persentase 91,6% pada kategori sangat sesuai. Buku siswa Tema 4 dan 5 seri HOTS kelas IV kurikulum 2013 berada pada kategori sangat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BSNP.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 21 Ampenan Baiq Aulia Wulandani; Sudirman Sudirman; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.827

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai komunitas pembelajaran literasi, dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Program ini merupakan suatu terobosan oleh Kemendikbud dalam menumbuhkkembangkan budaya literasi dan budi pekerti siswa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 21 Ampenan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Milles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan GLS, terdiri dari perencanaan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, sumber pendanaan, perencanaan program, dan menetapkan indikator keberhasilan; (2) pelaksanaan GLS, terdiri dari bentuk kegiatan pelaksanaan GLS di SDN 21 Ampenan, yaitu program 15 menit membaca, Kupon Membaca Berhadiah (Kubacadah), pengoptimalan perpustakaan, dan penyediaan pojok baca, serta terdapat keunggulan dan kelemahan dari pelaksanaan GLS, meliputi keunggulan yaitu berhasil melaksanakan program Go Samba dan Kubacadah, timbulnya motivasi dan minat membaca siswa, sarana promosi dan kerjasama, sementara kelemahan yaitu tidak adanya pustakawan atau petugas khusus perpustakaan; (3) evaluasi pelaksanaan GLS, dimana pelaksanaan GLS berjalan dengan baik dan sudah sesuai dengan perencanaan yang didukung oleh adanya faktor pendukung dari pelaksanaan GLS. Namun dalam pelaksanaannya ditemukan faktor penghambat. Terdapat solusi dalam bentuk evaluasi sebagai upaya mengurangi hambatan yang dilakukan dengan evaluasi di dalam kelas oleh guru secara langsung, evaluasi setiap bulan, dan evaluasi di akhir semester. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan program  literasi di SDN 21 Ampenan telah berjalan sesuai dengan rencana dan dikoordinir oleh penanggung jawab yang telah diberi wewenang pada kegiatan literasi, sehingga hal ini membuat kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan.