Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH VARIASI JARAK TULANGAN VERTIKAL TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER DENGAN PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Allo, Jonathan; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.382 KB)

Abstract

Bangunan bertingkat sangat rentan terhadap gaya lateral seperti gaya angin dan gempa bumi. Kondisi ini membutuhkan sebuah struktur yang mampu menahan gaya lateral. Dinding geser adalah salah satu alternatif struktur penahan gaya lateral dan dapat meningkatkan kekakuan struktur. Banyak bangunan bertingkat yang telah mengaplikasikan dinding geser, namun tidak sebanding antara jumlah biaya dan kapasitas dari dinding geser. Maka dilakukan variasi jarak tulangan vertikal pada penulangan dinding geser. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas setiap dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang berbeda. Pada penelitian ini dinding geser diberikan beban aksial konstan (3000 kg) dan pembebanan siklik (quasi-statis) dengan nilai drift yang telah ditentukan, kemudian didapatkan besarnya beban lateral yang diterima dinding geser dan juga pola retak pada setiap nilai drift. Nilai beban lateral yang didapat dipakai untuk menghitung momen kapasitas dari dinding geser.Dalam penelitian ini terdapat 3 variasi dinding geser yaitu dinding geser tanpa variasi yaitu SW-50 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan spasi bagian tengah dinding sebesar 65 mm) dan dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat yaitu SW-40 (jarak antara tulangan vertikal 50 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 105 mm) dan SW-30 (jarak antara tulangan vertikal 30 mm dan 40 mm serta spasi bagian tengah dinding sebesar 165 mm). Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dinding geser dengan variasi jarak tulangan vertikal yang lebih rapat dapat menghasilkan momen kapasitas yang lebih besar, dan juga semakin besar spasi bagian tengah dari dinding geser maka akan menghasilkan retak yang lebih panjang. Untuk pola retak yang terjadi selalu diawali retak lentur kemudian diikuti oleh retak geser. Kata kunci: Dinding geser, drift, momen ultimit, panjang retak, pola retak
ANALISIS VARIASI KONFIGURASI STRUKTUR PORTAL TIGA DIMENSI TERHADAP BEBAN GEMPA Hadinata, Ivan Agus; Nurlina, Siti; Simatupang, Roland Martin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.714 KB)

Abstract

Keterbatasan lahan menyebabkan beberapa gedung bertingkat tinggi dibangun dengan bentuk yang tidak sederhana atau ireguler. Bangunan ireguler akan menghasilkan perilaku atau karakteristik yang berbeda ketika mengalami gempa dibandingkan dengan bangunan yang reguler. Pada penelitian ini dilakukan proses analisis dengan metode time history terhadap 3 model bentuk konfigurasi bangunan, yaitu bentuk persegi, persegi panjang, dan segi delapan dengan menggunakan material MDF (Medium Density Fiberboard). Analisis dilakukan menggunakan bantuan software SAP2000 dengan membandingkan beberapa parameter output yang ditinjau dalam 2 arah gempa yaitu arah X dan arah Y. Berdasarkan hasil analisis, bentuk segi delapan menghasilkan perpindahan terbesar daripada bentuk persegi dan persegi panjang. Namun bentuk segi delapan menghasilkan gaya dalam struktur yang lebih kecil daripada 2 model lainnya. Kata kunci: konfigurasi, gempa, time history, MDF, SAP2000
STUDI ANALISIS SAMBUNGAN BALOK-KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG KAMPUS FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA Prihatmojo, Lazuardi; Hidayat, M. Taufik; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.855 KB)

Abstract

Pembangunan tiada henti-hentinya untuk terus dikembangkan. Akan tetapi dengan Banyaknya gedung – gedung yang dibangun membuat lahan yang tersedia semakin lama semakin sempit. Oleh karena itu, banyak daerah yang mulai membangun gedung–gedung bertingkat untuk mengatasi kekurangan lahan yang semakin sempit. Pembangunan gedung bertingkat saat ini  sebagian besar masih tetap menggunakan metode beton bertulang konvensional dengan menggunakan bekisting yang dicor di tempat yang akan menelan biaya lebih mahal karena membutuhkan banyak sekali bekisting serta akan memakan waktu yang lebih lama. Akan tetapi sekarang ada trobosan baru untuk mengurangi penggunaan bekisting yang banyak dan mengurasi lamanya durasi pengerjaan, yaitu dengan menggunakan metode pracetak yang dibuat di pabrik atau di lokasi proyek kemudian dirakit. Konsep pembangunan mengacu ke dalam SNI 03-2847-2002 dan SNI 03-1726-2002 sehingga acuan kedua peraturan tersebut akan didapatkan struktur yang tahan gempa, efektif, dan efisien. Dalam studi ini merupakan analisis gedung Kuliah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya Malang dengan zona gempa 4 yang di rencanakan kembali dengan menggunakan metode pracetak. Dari hasil studi didapatkan bahwa dimensi balok induk berukuran 40 cm x 60 cm dengan tulangan lentur digunakan D22 dan tulangan geser ∅ 10 harus memenuhi syarat aman terhadap kapasitas momen yang ada. Untuk struktur kolom lantai 1 hingga lantai 7 berukuran 80cm x 100 cm dengan menggunakan tulangan lentur D25 dan tulangan geser ∅ 10 harus bisa menahan berat beban yang ada diatasnya. kata kunci : Pracetak, sambungan, balok-kolom
PENGARUH ASPEK RASIO (Hw/Lw) TERHADAP DAKTILITAS DAN KEKAKUAN PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIZONTAL BERJARAK RAPAT DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Rahmayani, Nida; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.371 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar.Maka dari itu di Indonesia rawan terjadi gempa bumi.Keadaan ini mempengarui keadaan struktur di Indonesia sehingga menuntut adanya adaptasi dari struktur bangunan di Indonesia.Dinding geser adalah dinding yang dirancang untuk menahan gaya lateral akibat gempa bumi serta gaya aksial dari struktur.Salah satu parameter yang mempengaruhi kekuatan-deformasi pada dinding geser adalah aspek rasio (Hw/Lw).Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai pengaruh dari aspek rasio pada dinding geser terhadap daktilitas dan kekakuan.Pada penelitian inidinding geser diuji dengan pembebanan siklik.  Terdapat 2 variasi dinding geser pada penelitian ini, yaitu dinding geser dengan tulangan horizontal tunggal dan dinding geser dengan tulangan horizontal ganda.  Dinding geser diberi beban aksial konstan sebesar 3000 kg,kemudian diberi beban lateral pada ketinggian 0,6 m hingga mencapai drift yang telah ditentukan. Hasil pengujian ini didapatkan bahwa beban lateral yang dapat ditahan oleh dinding geser SW – 50 – 1.5 adalah sebesar 8500 kg dengan daktilitas perpindahan sebesar 1.2213, kekakuan secan sebesar 384.497 kg/mm dan kekakuan tangen sebesar 737.2073 kg/mm. Pada dinding geser SD – 150 – 1.5 dapat menahan beban lateral sebesar 8330 kg dengan daktilitas perpindahan sebesar 1.0497, kekakuan secan sebesar 291.476 kg/mm dan kekakuan tangen sebesar 366.153 kg/mm. Sedangkan pada dinding geser SD – 150 – 2 beban lateral yang dapat ditahan adalah sebesar 7080 kg dengan nilai daktilitas perpindahan sebesar 2.9333 dan kekakuan secan sebesar 351.6809 kg/mm. KataKunci: Aspek Rasio, Dinding Geser, Drift, Daktilitas, Kekakuan
PENGARUH ASPEK RASIO (HW/LW) TERHADAP POLA RETAK DAN MOMEN KAPASITAS PADA DINDING GESER BERTULANGAN HORIONTAL DENGAN KEKANGAN DI BAWAH PEMBEBANAN SIKLIK (QUASI-STATIS) Suli, Vivi Novita; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.294 KB)

Abstract

Dinding geser salah satu elemen struktur yang kaku yang dapat menahan beban lateral dan dapat digunakan sebagai salah satu elemen penting pada bangunan bertingkat. Perencanaan dinding geser serupa dengan kolom namun berbeda pada tulangan horizontalnya. Tulangan horizontal pada kolom dapat sekaligus berfungsi sebagai sengkang, berbeda pada dinding geser. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini merupakan benda uji  yang awalnya beraspek rasio 2 yang kemudian dipotong menjadi aspek rasio 1,5. Pengaruh aspek rasio pada pola retak, DGK-150-1,5 memiliki jarak antar retak yang lebih renggang  dan lebih menyebar di bagian dinding geser dibanding DGK-150-2. Ditinjau dari momen kapasitas, DGK-150-1,5 memiliki nilai yang yang hampir mendekati antara keduanya. Untuk benda uji beraspek rasio sama, pola retak pada DGK-150-1,5 menghasilkan retak yang lebih panjang dikarenakan adanya kekangan dan didominasi oleh retak baru ataupun pertambahan panjang retak. Sedangkan SW-50-1,5 retak yang terjadi tidak sepanjang DGK-150-1,5 dan didominasi oleh petambahan retak dan penyambungan antar retak. Berdasarkan momen kapasitas, DGK-150-1,5 dan SW-50-1,5 ditinjau dengan jarak yang sama dan mutu beton yang berbeda, dimana DGK-150-1,5 menghasilkan momen kapasitas yang lebih besar dibanding dengan SW-50-1,5. Kata kunci:  dinding geser, aspek rasio, pengekang, pola retak, momen kapasitas, beban siklik.
KORELASI NILAI KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN NON-DESTRUCTIVE TEST DAN DESTRUCTIVE TEST Wirotama, I Nengah Gandi; Nurlina, Siti; Firdausy, Ananda Insan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.255 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menentukan nilai korelasi dari hasil pengujian kuat tekan beton di laboratorium dengan menggunakan alat compression strength machine (destructive test) dan pengujian yang bersifat tidak merusak (non-destructive test) dengan menggunakan alat hammer test dan UPV test. Pengujian dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder dan kubus dengan perbedaan variasi mutu beton yaitu 20 Mpa, 25 Mpa, 30 Mpa, dan 35 Mpa. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai koefisien determinasi dan persamaan regresi yaitu , di mana a,b,c adalah konstanta, Y adalah nilai kuat tekan dari compression test, X1 adalah nilai kuat tekan dari hammer test dan X2 adalah nilai kuat tekan dari UPV test. Untuk benda uji silinder dengan mutu beton gabungan didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 71,9% dengan persamaan regresi yaitu . Sedangkan, untuk benda uji kubus dengan mutu beton gabungan didapatkan nilai koefisien determinasi sebesar 63,2% dengan persamaan regresi yaitu .Dari nilai korelasi ini diharapkan dapat digunakan untuk menentukan nilai kuat tekan beton jika destructive test tidak dapat dilakukan sehingga mampu meningkatkan penerapan metode NDT (non-destructive test) di Indonesia. Kata Kunci: Kuat tekan beton, Non-Destructive Test, Destructive Test, Hammer Test, UPV Test, Compression Test
P M, N; Arifi, Eva; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P
PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG MIPA CENTER TAHAP 1 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM NON KOMPOSIT Niago, Alex; Hidayat, M. Taufik; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertambahan dan perkembangan jumlah penduduk di indonesia, khususnya di kota Malang. Maka diperlukan infrastruktur yang memadai, seperti tersediannya pemukiman, perkantoran, gedung sekolah, gedung kuliah, gedung olahraga untuk menunjang aktifitas masyarakat di indonesia. Sehingga dari pesatnya perkembangan ini mengakibatkan suatu permasalahan baru yaitu terbatasnya lahan yang tersedia. Bangunan tinggi yang ada di wilayah Kota Malang hampir seluruhnya, termasuk Gedung MIPA CENTER tahap 1 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang dibangun menggunakan struktur beton bertulang, karena struktur beton bertulang lebih mudah di kerjakan dalam pelaksanaanya. Sedangkan untuk struktur baja belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi, adapun yang belum banyak digunakan untuk bangunan tinggi ialah struktur baja dengan profil Wide Flange dengan berat yang sama. Dalam analisis dan evaluasi ini akan dilihat perhitungan struktur dari profil Castellated Beam. Kata kunci: Castellated Beam, Struktur Baja, LRFD
Studi Analisis Struktur Living Quarter Pada Floating Production System di Perairan Lepas Pantai Indonesia Pramana, Dewa Ketut Surya; Nurlina, Siti; Waluyohadi, Indra; Hidayat, M. Taufik
Rekayasa Sipil Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2018.012.02.8

Abstract

Offshore Unit is one of vital infrastructure in gas and oil production. There are many kind of offshore structure which use in gas and oil industry, one of it is a Floating Production System. Floating Production System is system where a modified tanker ship uses by the company of gas and oil to process hydrocarbon, nature gas, and oil. Technically FPS is a tanker ship that produce gas and oil nut can not storage directly while producting, that’s why there must be another storage ship while the tanker ship producing. In this living quarter structure analysis constitute on structure analysis in transportation condition. In this living quarter structure analysis utilize SAP2000 V.19 software which obtain bigest moment, shear, and axial from 8 different wave direction that accepted by the ship’s hull. Output software analysis and manual analysis shown that main steel structure of living quarter capable hold the loads that applied, which is structure load, dead and live load, wind load, and acceleration load.
PENGARUH SEMEN GROUND GRANULATED BLAST FURNACE SLAG (GGBFS) PADA KOMPOSISI CAMPURAN SEMEN TERHADAP KUAT LENTUR BETON MUTU TINGGI Herdianto, Muhammad Irfan; Dewi, Sri Murni; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen Portland merupakan material yang sangan penting dalam proses produksi beton, namun tingginya produksi semen Portland dapat berdampak buruk terhadap lingkungan. Oleh karena itu banyak ditemukan material-material ramah lingkungan yang bersifat seperti semen maupun bersifat pozzolan yang bertujuan untuk mengurangi tingkat konsumsi semen Portland. Pada umumnya material yang digunakan dalam campuran beton  yaitu Fly Ash, slag (semen GGBFS), dan Silika Fume. Digunakannya material-material tersebut tentunya berpengaruh pada kualitas beton yang dihasilkan seperti kekuatan beton, kecepatan pengerasan, kepadatan, dan lainnya. Pada penelitian ini, semen GGBFS dan Silika Fume digunakan sebagai bahan subtitusi pada komposisi semen suatu campuran beton.  Variasi material yang digunakan yaitu kadar semen GGBFS 25% (A1); 45% (A2); 55% (A3); 65% (A4) dan kadar Silika Fume 0% (B1); 10% (B2). Menggunakan benda uji berupa balok dengan dimensi (15 x 15 x 53) cm dan dilakukan pengujian menggunakan prosedur uji kuat lentur pada benda uji mencapai umur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian pada benda uji berumur 28 hari, penggunaan semen GGBFS dan Silika Fume berpengaruh terhadap kuat lentur beton, dan kekuatan yang dihasilkan mampu mencapai mutu tinggi. A1B1>A2B1>A3B1>A4B1. Pada campuran beton berikutnya dengan kandungan Silika Fume 10% (B2), kuat lentur tertinggi terjadi pada kadar semen GGBFS 25% (A1)dan 45% (A2) dengan kuat lentur rata-rata 6,67 MPa, lalu kuat lentur mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya kadar semen GGBFS dengan urutan A1B1=A2B1>A3B1>A4B1. Berdasarkan kedua campuran tersebut, campuran dengan kadar Silika Fume 0% (B1) memiliki kuat lentur yang cenderung lebih besar dibanding campuran dengan kadar Silica Fume 10% (B2).   Kata kunci: Semen GGBFS, Silica Fume, Kuat Lentur, Beton Mutu Tinggi.