Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERAN PESANTREN MODEREN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER DAN PENDIDIKAN INKLUSIF Ahmad Farid; Alya Fatunnisa; Jeslin Simson Stiawan; Lifiyanti Lifiyanti; Jumanah, Jumanah; Shinta Juliana Putri; Siti Nurlina
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 2 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v2i4.304

Abstract

Modern Islamic boarding schools have an important role in Islamic education in Indonesia, especially in character formation and implementing inclusive education. This research aims to analyze the role that exists in modern Islamic boarding schools, as well as the challenges and strategies implemented. This research method uses qualitative methods by managing Islamic boarding schools in the interests of inclusive education. In the context of inclusive education, modern Islamic boarding schools develop inclusive learning methods. This research concludes that modern Islamic boarding schools have great potential in character building by providing inclusive education
Environmental Management Through the Implementation of the Waste-sorting Program in Desa Kurungkambing Maman Rumanta; Siti Hadianti; Hidayah Hidayah; Teguh Prakoso; Dewi Elfriwaty Br Simamora; Siti Nurlina
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 2 (2025): Mei: Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v4i2.4028

Abstract

Environmental management through implementation of a waste sorting program in Desa Kurungkambing aims to raise public awareness of environmental issues and improve environmental conditions by applying the Reduce, Reuse, and Recycle (3R) concept. The methods employed in this program include ecological awareness training for the community, enhancement of waste-sorting infrastructure, and the development of a more efficient waste-sorting system. In this activity, the Community Service (PkM) team from Universitas Terbuka conducts training sessions to enhance the community’s understanding of the 3R concept while also improving infrastructure related to waste sorting. The implementation stages of this program include preparation, execution, evaluation, documentation, and dissemination. The outcomes of this PkM activity include a cleaner environment in Desa Kurungkambing, increased awareness and active participation of the community in waste sorting, and the establishment of Desa Kurungkambing as a positive example for neighboring villages.
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME DAN FLY ASH TERHADAP PENYUSUTAN KERING (DRYING SHRINKAGE) MORTAR MENGGUNAKAN RECYCLED FINE AGGREGATE (RFA) Thalita Azzah Alifyah Akbar; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya perkembangan infrastruktur di Indonesia meningkatkan akan kebutuhan material bangunan yang ramah lingkungan dan efektif. Kebutuhan akan solusi ramah lingkungan dalam industri konstruksi, khususnya menggunakan pemanfaatan agregat halus daur ulang atau RFA untuk mengurangi limbah konstruksi yang berdampak pada ekologis lingkungan. RFA memiliki kekuatan yang lebih rendah daripada NFA dikarenakan memiliki penyerapan air yang lebih tinggi, sedangkan NFA tingkat penyerapan air hanya sekitar ≤3%. Maka dari itu, perbaikan terhadap RFA diperlukan untuk meningkatkan kualitas mortar dengan tambahan variasi silica fume sebesar 0%, 7%, 10%, 15% dan 15% fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen. Pada penelitian ini parameter utama yang diamati ialah laju penyusutan kering (drying shrinkage) mortar selama 56 hari dengan benda uji balok berdimensi 4 x 4 x 16 cm. Mortar dengan variasi RFA–SF15 memiliki laju penyusutan meningkat (2,63%) dibandingkan dengan variasi RFA tanpa perlakuan apapun. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi persentase silica fume yang digunakan akan memperbesar laju penyusutan kering mortar. Hasil pengujian ini juga menunjukkan bahwa kombinasi SF7-FA15 dan SF10-FA15 mampu menurunkan nilai penyusutan kering (20,18%) dan (9,65%) dibandingkan dengan RFA tanpa bahan tambah tersebut. Penurunan penyusutan ini berkaitan dengan peningkatan reaksi pozzolanik yang bereaksi dengan Kalsium Hidroksida (Ca(OH)2) membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (C-S-H) dan pembentukan struktur mikro yang lebih rapat, sehingga mengurangi rongga dan retak akibat penguapan air.Penelitian ini memfokuskan pentingnya proporsi optimal kedua bahan tambahan tersebut agar diperoleh keseimbangan antara kekuatan, keawetan, dan laju penyusutan kering pada mortar. Kata Kunci: agregat halus daur ulang, silica fume, fly ash, mortar, penyusutan kering mortar.
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Beton Bertulang pada Gedung X akibat Variasi Mutu dan Konfigurasi Tulangan Rafarel Nawaf Dzaki Basofie; Retno Anggraini; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi mutu dan konfigurasi tulangan terhadap momen-kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Variasi mutu dan konfigurasi tulangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari mutu 420 MPa dan 500 MPa serta konfigurasi 1 layer dan 2 layer. Analisis momen-kurvatur balok dilakukan untuk mengetahui perubahan sudut regangan balok terhadap momen pada tiga kondisi, yaitu sebelum retak, saat leleh, dan pada kondisi ultimit. Hubungan momen-kurvatur dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mutu dan konfigurasi tulangan berpengaruh terhadap nilai momen–kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Peningkatan mutu baja tulangan dari fy 420 MPa menjadi 500 MPa menyebabkan kenaikan kapasitas momen akibat meningkatnya kuat leleh baja, namun diikuti oleh penurunan nilai kurvatur karena baja bermutu tinggi cenderung memiliki kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas. Sebaliknya, perubahan konfigurasi tulangan tarik dari 1 layer menjadi 2 layer cenderung menurunkan nilai momen tetapi meningkatkan nilai kurvatur karena perbedaan distribusi gaya serta posisi garis netral. Berdasarkan hasil perhitungan daktilitas, peningkatan mutu maupun konfigurasi tulangan tarik mengakibatkan penurunan nilai daktilitas kurvatur, meskipun pengaruh konfigurasi tulangan terhadap daktilitas tidak dianggap memengaruhi perilaku lentur balok karena penurunannya kurang dari 5%.Kata Kunci: balok beton bertulang, momen-kurvatur, daktilitas kurvatur
Pengaruh Heat Treatment pada Penggunaan Geopolimer sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang terhadap Kuat Tekan dan Cepat Rambat Gelombang Beton Samodra, Zahra; Eva Arifi; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kebutuhan agregat alam akibat pesatnya pembangunan infrastruktur mendorong pemanfaatan agregat kasar daur ulang (recycled coarse aggregate/RCA) dari limbah bongkaran beton sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Namun, RCA memiliki pori yang lebih banyak akibat sisa mortar lama pada permukaannya sehingga daya serap airnya tinggi dan kekuatannya cenderung lebih rendah dibandingkan agregat alami (NCA). Penelitian ini mengkaji efektivitas pelapisan (coating) RCA menggunakan geopolimer berbahan dasar fly ash dengan variasi heat treatment (suhu ruang, 30°C, 60°C, dan 90°C) terhadap kuat tekan dan cepat rambat gelombang ultrasonik beton. Benda uji silinder dibuat menggunakan larutan NaOH 10 M dan rasio Na2SiO3:NaOH sebesar 2,5:1, dengan pengujian pada umur 28 hari melalui hammer test, ultrasonic pulse velocity (UPV), dan uji tekan destruktif. Hasil penelitian menunjukkan pelapisan geopolimer memperbaiki kualitas fisik RCA, ditandai oleh naiknya berat isi dan turunnya penyerapan air, dengan hasil paling optimal pada heat treatment 30°C. Perbaikan ini sejalan dengan meningkatnya kuat tekan beton RCA geopolimer dibandingkan RCA konvensional pada seluruh variasi. Meski demikian, kuat tekan beton RCA geopolimer masih di bawah capaian beton NCA, sementara nilai cepat rambat gelombangnya tidak menunjukkan perbedaan kualitas yang signifikan.
Pengaruh Penggunaan Metakaolin sebagai Pengganti Semen terhadap Permeabilitas Beton Norma Hutauruk, Alexander; Waluyohadi, Indra; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alexander Dionisius Hutauruk, Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Juli 2026, Pengaruh Penggunaan Metakaolin sebagai Pengganti Semen terhadap Permeabilitas Beton Normal, Dosen Pembimbing: Indra Waluyohadi dan Siti Nurlina. Beton merupakan material yang paling sering digunakan karena memiliki kuat tekan yang tinggi, fleksibel dan relatif ekonomis dibanding material lainnya. Meningkatnya kebutuhan infrastruktur menyebabkan penggunaan beton juga semakin meningkat. Penggunaan semen berkontribusi dalam emisi gas karbon dioksida (CO2). Permasalahan lainnya adalah penetrasi air dan serangan sulfat yang sangat sering ditemukan dalam infrastruktur beton. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah penggunaan supplementary cementitious material (SCM) dengan contoh zat metakaolin. Metakaolin adalah pozzolan dari proses kalsinansi mineral kaolin pada temperatur 650-800°C. Metakaolin mengandung lebih dari 90% silika dan alumina hingga dapat membentuk senyawa kalsium silikat hidrat (C-S-H) tambahan. Selain itu, partikelnya yang sangat halus dapat memperbaiki ITZ beton sehingga strukur lebih padat dan mengurangi permeabilitas beton.  Pada penelitian ini digunakan benda uji kubus dengan sisi 15 cm. Digunakan metakaolin sebagai pengganti semen dengan variasi kadar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen dan diberi superplasticizer 0,5% dari berat semen. Benda uji dicuring selama 7 hari dan setelah itu diuji pada umur 28 hari. Pengujian dilakukan dengan water permeability apparatus selama 72 jam dan dibelah setelah 10 menit pengeringan. Data tersebut kemudian dianalisa menggunakan turunan rumus Darcy untuk menentukan koefisien permeabilitas beton tiap kadar penggunaan metakaolin. Hasil penelitian menunjukkan substitusi metakaolin 10% menurunkan kedalaman penetrasi dan koefisien permeabilitas paling drastis (43% untuk kedalaman penetrasi dan 96% untuk koefisien permeabilitas). Pada kadar 15% kedalaman penetrasi dan koefisien permeabilitas kembali meningkat dibanding dengan kadar 10%. Hal ini menunjukkan kandungan pozzolan reaktif pada semen tidak cukup mengikat seluruh metakaolin untuk membentuk ikatan C-S-H tambahan.  Kata Kunci: metakaolin, pozzolan, permeabilitas beton, water permeability apparatus, supplementary cementitious material
Pengaruh Kadar Metakaolin sebagai Substitusi Sebagian Semen terhadap Mutu Beton Berdasarkan Pengujian dengan Merusak (Destructive Test) serta Pengujian tanpa Merusak (Non-Destructive Test) Aziz, Dzaki Abdul; Firdausy, Ananda Insan; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan karena kuat tekannya tinggi, mudah diperoleh, dan ekonomis, namun produksi semen Portland sebagai bahan pengikat utamanya berkontribusi besar terhadap emisi karbon dioksida serta menuntut konsumsi energi dan eksploitasi sumber daya alam yang besar (Habeeb et al., 2007). Kondisi ini mendorong pemanfaatan metakaolin, yaitu pozzolan hasil kalsinasi kaolin dengan kandungan silika dan alumina aktif tinggi, sebagai substitusi sebagian semen. Reaksi pozzolanik metakaolin dengan kalsium hidroksida hasil hidrasi semen menghasilkan gel pengikat tambahan, tetapi korelasi pengaruh variasi kadarnya terhadap parameter uji tanpa merusak (Non-Destructive Test/NDT) masih jarang dikaji bersamaan dengan uji kuat tekan langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi kadar metakaolin terhadap kuat tekan beton, hasil uji NDT, serta korelasi antara kedua metode tersebut. Benda uji silinder 150×300 mm dibuat dengan kadar metakaolin 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen (tiga sampel per variasi), menggunakan faktor air semen konstan 0,35 dan superplasticizer 1%. Pada umur 28 hari, setiap benda uji diuji dengan Hammer Test dan Ultrasonic Pulse Velocity (UPV) sebelum diuji kuat tekan menggunakan Compression Testing Machine (CTM); estimasi kuat tekan non-destruktif dihitung dengan metode Sonic Rebound (SonReb) menggunakan spreadsheet Proceq, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis dengan regresi linier berganda (SPSS) dan divisualisasikan dengan MATLAB. Hasil menunjukkan substitusi metakaolin 10% memberikan kinerja paling optimum: kuat tekan meningkat dari 40,5 MPa menjadi 43,0 MPa, diikuti kenaikan angka pantul hammer (48,05→50,5), UPV (3.964,5→4.079,0 m/s), dan estimasi SonReb (40,72→43,16 MPa), sebelum seluruh parameter menurun pada kadar 15% dan 20%. Model regresi langsung menghasilkan R2=0,856 namun belum signifikan (Sig.=0,144), sedangkan model SonReb menghasilkan korelasi lebih kuat dan signifikan (R2=0,984; Sig.=0,016) dengan rata-rata deviasi terhadap kuat tekan aktual hanya 2,072%, sehingga SonReb terbukti akurat sebagai alat estimasi kuat tekan beton di lapangan. Kata Kunci: metakaolin, kuat tekan beton, hammer test, ultrasonic pulse velocity (UPV), sonic rebound (SonReb)