Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Reels Instagram sebagai Media Pembelajaran Digital Asriani Asriani Thahir; Sri Wahyuni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6975

Abstract

Teknologi telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan, mengubah paradigma masyarakat menjadi lebih konsumtif dalam menyampaikan dan mencari informasi. Dalam bidang pendidikan, perlu adanya penyesuaian dengan perkembangan teknologi agar proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menarik, terutama untuk memenuhi kegemaran milenial sebagai peserta didik. Sementara itu, penggunaan media sosial, terutama Instagram, oleh siswa masih terbatas pada hiburan dan komunikasi tanpa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan pelatihan penggunaan media pembelajaran digital, khususnya melalui fitur Reels Instagram. Reels, dengan durasi video satu menit, dapat dijadikan alat kreatif untuk menyampaikan materi pembelajaran secara singkat dan menarik. Melalui pelatihan ini, diharapkan guru dapat lebih melek teknologi dan inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kegemaran siswa. Pelaksanaan kegiatan PKM di SMP AL Irsyad Kota Ternate melibatkan beberapa tahapan yang berhasil diselesaikan dengan baik. Antusiasme dan dukungan dari mitra, terutama guru-guru, sangat tinggi, menunjukkan bahwa kegiatan ini dianggap positif dan bernilai. Pelatihan menggunakan Reels Instagram dalam pembelajaran diharapkan dapat membuka ruang kreativitas bagi gurudan siswa, meningkatkan motivasi belajar, serta memberikan penyegaran ilmu dan wawasan. Pemanfaatan Reels Instagram, sebagai alat pembelajaran dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital dan merespons tuntutan program Merdeka Belajar.
KETIDAKADILAN GENDER DALAM JANGAN PULANG JIKA KAMU PEREMPUAN KARYA RIYANA RIZKI Hubbi Saufan Hilmi; Sri Wahyuni; Adriani; Darlisa Muhamad
MABASAN Vol. 16 No. 1 (2022): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v16i1.519

Abstract

Ketidakadilan gender merupakan produk dari adanya kuasa dan budaya patriarki dalam kehidupan bermasyarakat. Ketidakadilan gender ini juga tercermin dalam karya sastra, karya sastra merupakan dunia rekaan atas realitas yang ada. Karya sastra tersebut salah satunya ialah kumpulan cerita pendek Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan karya Riyana Rizki. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang terlahir oleh dan dalam kuasa dan budaya patriarki yang ada dalam semesta kumpulan cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kritik sastra feminis yang membaca karya sastra dari perempuan sebagai pembaca (woman as reader), dan menjadikan kumpulan cerpen sebagai sumber datanya. Sementara yang menjadi data dalam penelitian ini ialah kutipan-kutipan dalam kumpulan cerpen yang mengindikasikan masalah dan tujuan penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis data model analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi, penyajian, dan penarikan simpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan gender dalam kumpulan cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan karya Riyana Rizki termanifestasikan dalam sejumlah bentuk ketidakadilan gender, seperti marginalisasi, subordinasi, stereotip, dan juga dalam bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TERNAK MELALUI PEMBUATAN SILASE UNTUK PEMENUKAN PAKAN Tuti Handayani Arifin; Sri Wahyuni; Haris Mahmud; Nur Pratiwi Taufika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5701

Abstract

ABSTRACTFeed is a crucial factor in increasing livestock productivity, but its availability often faces obstacles, especially during the dry season. One potential solution is silage technology, which is a method of preserving forage through fermentation. This Community Service (PkM) activity aims to improve the knowledge and skills of livestock groups in processing complete silage-based fermented feed. The main problems faced by partners include a lack of understanding of fermented feed processing, traditional livestock management, and limited feed production tools. The activity was carried out with the participation of the Barokah Malik livestock group in Tidore, North Maluku Province. This activity took place from June to September 2025 and was attended by 30 participants consisting of lecturers from the Faculty of Agriculture, students, and goat farmers. Keywords: Fermented Feed, Technology Application, Farmer Empowerment, Silage, Goat Farming ABSTRAKPakan merupakan faktor krusial dalam meningkatkan produktivitas ternak, namun ketersediaannya seringkali mengalami kendala terutama pada musim kemarau. Salah satu solusi yang potensial adalah teknologi silase, yaitu metode pelestarian pakan hijauan melalui proses fermentasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak dalam memproduksi pakan fermentasi berbasis silase lengkap. Permasalahan utama yang dihadapi mitra antara lain kurangnya pemahaman tentang pengolahan pakan fermentasi, manajemen usaha ternak yang masih tradisional, serta keterbatasan alat produksi pakan. Kegiatan dilakukan dengan mengikutsertakan kelompok ternak Barokah Malik di Tidore Provinsi Maluku Utara. Kegiatan ini berlangsung mulai bulan Juni-September 2025 dan selama kegiatan ini diadakan diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Dosen Fakultas Pertanian, mahasiswa dan peternak kambing.Kata Kunci: Pakan Fermentasi, Penerapan Teknologi, Pemberdayaan Peternak, Silase, Ternak Kambing
Aplikasi Kacang Koro Pedang ( Canavalia ensiformis L.) Terfermentasi Rhizopus oligosporus terhadap Kinerja Produksi dan Kualitas Telur Burung Puyuh Sri Utami; Sariffudin Fatmona; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.8407

Abstract

Scarcity and high cost of raw materials for poultry feed are the main problems that can hamper poultry production. An alternative ingredient that can be used in feed is koro beans. The aim was to determine the effect of rations containing fermented jack beans, Rhizopus oligosporus, on the production performance and quality of quail eggs. The analysis used a completely randomized design consisting of 5 treatments; Each treatment was repeated 4 times and each replication consisted of 15 quail. Four types of rations contained fermented sword bean at 7.5, 15, 22.50 and 30% and the control ration did not contain fermented sword bean. The parameters observed included feed consumption, egg production, feed conversion, shell thickness, egg yolk color and egg yolk cholesterol. The level of fermented sword bean in the ration of laying quail did not have a significant effect (p>0.05) on feed consumption and eggshell thickness. However, egg weight, daily egg production, feed conversion, yolk color intensity and yolk cholesterol were significantly influenced by fermented treatment (p<0.05). Sword beans fermented by R. oligosporus can be used as a food ingredient in egg-laying quail feed formulations to increase the quantity and quality of quail eggs.
Program Injeksi Vitamin B-Kompleks pada Ternak Sapi di Desa Bulo-bulo, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Sri Wahyuni; Sri Utami; Sri Lestari; Tutik Lusyta Aulyani; Soraya Faradila; Nur Rahmah Razak
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.2.241-249

Abstract

Cattle farming in Bulo-bulo Village has been practiced for generations. Although it is still a sideline activity, it is managed in a traditional and extensive manner. Farmers in this village need guidance in terms of cattle rearing and management, because one of the main obstacles faced is farm management that needs more attention so that their cows can grow optimally and healthily. One solution that can be implemented to overcome this problem is to provide nutrient-rich feed and add the necessary mineral and vitamin intake. The purpose of this activity is to increase the knowledge of farmers about cattle health maintenance patterns and the importance of providing vitamin B complex to cattle. The target group of this program is the Multi Agro cattle group, which consists of 20 members. Community serviceCattle farming in Bulo-bulo Village has been practiced for generations. Although it is still a sideline activity, it is managed in a traditional and extensive manner. Farmers in this village need guidance in terms of cattle rearing and management, because one of the main obstacles faced is farm management that needs more attention so that their cows can grow optimally and healthily. One solution that can be implemented to overcome this problem is to provide nutrient-rich feed and add the necessary mineral and vitamin intake. The purpose of this activity is to increase the knowledge of farmers about cattle health maintenance patterns and the importance of providing vitamin B complex to cattle. The target group of this program is the Multi Agro cattle group, which consists of 20 members. Community service activities are carried out with a variety of diverse methods, including: 1) Counseling on cattle health management; 2) Distribution of materials in pamphlet format; 3) Implementation of comprehensive cattle health checks; and 4) Injection of vitamin B complex in cattle. The whole series of community service activities went well and were enthusiastically received by local farmers. The delivery of material on the symptoms of vitamin deficiency in cattle, as well as the benefits and content of vitamin B complex, was enthusiastically followed by Multi Agro farmers and cattle groups. The vitamin B complex injection process was carried out on 30 cattle by directly visiting farmers' cages, including those in the garden or in the field. In addition, it is recommended that disease prevention is carried out through efforts to maintain cleanliness, ensure good sanitation, and provide vitamins and dewormers regularly. activities are carried out with a variety of diverse methods, including: 1) Counseling on cattle health management; 2) Distribution of materials in pamphlet format; 3) Implementation of comprehensive cattle health checks; and 4) Injection of vitamin B complex in cattle. The whole series of community service activities went well and were enthusiastically received by local farmers. The delivery of material on the symptoms of vitamin deficiency in cattle, as well as the benefits and content of vitamin B complex, was enthusiastically followed by Multi Agro farmers and cattle groups. The vitamin B complex injection process was carried out on 30 cattle by directly visiting farmers' cages, including those in the garden or in the field. In addition, it is recommended that disease prevention is carried out through efforts to maintain cleanliness, ensure good sanitation, and provide vitamins and dewormers regularly.
PELATIHAN PEMBUATAN BROTOWALI SEBAGAI OBAT CACING UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SAPI DI KAMPUS IV UNKHAIR Sri Wahyuni; Sri Lestari; Sri Utami
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3610-3619

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak maupun mahasiswa di Kampus IV Universitas Khairun (Unkhair) mengenai pemanfaatan tanaman brotowali (Tinospora crispa) sebagai obat cacing alami pada ternak sapi. Permasalahan cacingan pada sapi masih menjadi kendala serius yang dapat menurunkan produktivitas ternak akibat menurunnya kesehatan, pertumbuhan, dan efisiensi pakan. Penggunaan obat kimia sintetis secara berlebihan juga memiliki risiko resistensi dan dampak residu pada hasil ternak. Melalui metode penyuluhan, demonstrasi pembuatan ramuan brotowali, dan praktik pemberian kepada sapi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang manfaat tanaman obat lokal sebagai alternatif pengobatan cacingan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pengetahuan baru, mampu mempraktikkan pembuatan obat cacing alami, dan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan metode ini di lapangan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan angka infeksi cacing pada ternak sapi dapat ditekan sehingga kesehatan ternak lebih terjaga dan produktivitas sapi dapat meningkat. Selain itu, penggunaan brotowali dapat mendukung kemandirian peternak dan memaksimalkan potensi tanaman lokal secara berkelanjutan.
Eco-Simbolisme dalam Narasi Kaba Siti Baheram: Perspektif Ekokritik terhadap Alam dan Manusia Ananda Putriani; Syihabuddin Syihabuddin; Destiani Destiani; Sri Wahyuni; Yusrawati Jr Simatupang; Dewi Sari Sumitro
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 2 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i2.8423

Abstract

This research originates from the global ecological crisis and Indonesia’s alarming rate of deforestation, highlighting the need to reinterpret traditional literary works as sources of ecological awareness. Kaba Siti Baheram was chosen because it reflects the Minangkabau philosophy of alam takambang jadi guru and contains rich ecological symbolism, yet has seldom been examined through a contemporary ecocritical framework. This study aims to identify the forms of ecological symbolism in Kaba Siti Baheram, map ecological representations using Garrard’s five ecocritical themes pastoral, wilderness, dwelling, pollution, and apocalypse and analyze how natural phenomena function as narrative agents that shape conflict and plot progression. The research employs a qualitative descriptive method, using close reading and content analysis of the Kaba Siti Baheram text published by the Balai Bahasa of West Sumatra, supported by theoretical triangulation involving ecocriticism and Minangkabau ecological cosmology. The findings show that pastoral and dwelling are the most dominant themes, represented through agrarian landscapes, the rumah gadang, rice fields, fish ponds (tabek), and the nagari as ethical–ecological living spaces. Wilderness appears as a liminal zone and the site of violence that signifies the severance of human–nature relations, while pollution and apocalypse emerge through floods, damaged rice fields, and the collapse of the nagari, functioning as metaphors for ecological and social degradation caused by destructive human behavior. Overall, ecological symbolism in the kaba serves as a moral structure, a narrative driving force, and an educational medium grounded in local wisdom, contributing to cultural preservation and the strengthening of contemporary environmental awareness. Abstrak Penelitian ini bertolak dari krisis ekologis global dan tingginya laju deforestasi di Indonesia, serta kebutuhan membaca ulang karya tradisional sebagai sumber kesadaran ekologis. Kaba Siti Baheram dipilih karena merepresentasikan filosofi alam takambang jadi guru dan menyimpan simbolisme alam yang kuat, namun belum banyak dikaji melalui perspektif ekokritik kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk simbolisme ekologis dalam Kaba Siti Baheram, memetakan representasi ekologis berdasarkan lima tema ekokritik Garrard pastoral, wilderness, dwelling, pollution, dan apocalypse, serta menjelaskan fungsi fenomena alam sebagai agen naratif dalam pembentukan konflik dan alur cerita. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik close reading dan analisis isi terhadap teks Kaba Siti Baheram edisi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, yang diperkuat dengan triangulasi teori ekokritik dan kosmologi ekologis Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema pastoral dan dwelling paling dominan melalui representasi lanskap agraris, rumah gadang, sawah, tabek, dan nagari sebagai ruang hidup etis-ekologis. Wilderness hadir sebagai ruang liminal dan lokasi kekerasan yang menandai pemutusan relasi manusia–alam, sedangkan pollution dan apocalypse terwujud dalam banjir, kerusakan sawah, dan runtuhnya nagari sebagai metafora kehancuran ekologis dan sosial akibat perilaku destruktif manusia. Simbolisme alam dalam kaba berfungsi sebagai struktur moral, penggerak alur, sekaligus media pendidikan ekologis berbasis kearifan lokal yang relevan bagi pelestarian budaya dan penguatan kesadaran lingkungan kontemporer.
The perversion of local novel morality and its implementation of learning faces a demographic bonus Deri Wan Minto; Ananda Putriani; Sri Wahyuni; Eleonor Francisco
SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 10 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : LP2M Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/sosio.v10i1.16246

Abstract

The background is based on the phenomenon of deviating aspects of morality which often color Minangkabau novels. As a result, there are writers who criticize especially social problems that occur in local communities. The purpose of this research is to describe aspects of deviating aspects of morality in local novels, especially Ismet Fanany's Bulan Susut by Ismet Fanany and their implementation towards learning in schools in the face of the demographic bonus era. Qualitative and analytical descriptive methods form the basis of this research type and method. Based on the findings (1) Aspects of conscience with a total of 9 data findings with a percentage of 21.96%. (2) Aspects of freedom and responsibility with a total of 11 data findings with a percentage of 26.83%. (3) Aspects of rights and obligations with a total of 8 data findings with a percentage of 19.51%. (4) Aspects of values and norms with a total of 13 data findings with a percentage of 31.70%. Implications in this research are interpreted not to be taught research that is obtained openly which is direct in nature, but this research will utilize positive values as an effort to form good character for learning challenges in the era of demographic bonuses.