Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Skala Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Teknik Rebozo Pada Ibu Hamil Trimester III Indrayani, Komang Ninis; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Ariyani, Ni Wayan
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.342

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan ibu hamil trimester III yang dapat mengganggu aktivotas sehari-hari akibat perubahan biomekanik tubuh, pertambahan berat badan, dan pergeseran pusat gravitasi. Metode nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik rebozo, yakni suatu teknik tradisional dari Meksiko yang dapat memberikan relaksasi pada otot-otot panggul dan punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri punggung bawah sebelum dan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 28 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Teknik rebozo shake the apple tree yang dilakukan satu kali selama 5 menit, yang kemudian diukur kembali menggunakan NRS di hari yang sama 15 menit setelah dilakukan teknik rebozo. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nyeri sebelum intervensi adalah 4,8571 dan setelah intervensi menurun menjadi 2,5357. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan dengan nilai Z = -4,744 dan p < 0,001. Kesimpulannya, teknik rebozo efektif dalam menurunkan nyeri punggung bawah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk menangani nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III.
Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan dengan Pijat Tui Na Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Rahayu, Sri
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.344

Abstract

Pijat Tui Na merupakan salah satu metode terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah banyak digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan nafsu makan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan berat badan bayi usia 6–12 bulan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na di Yayasan Bali Baby Home. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home, Gianyar. Intervensi Pijat Tui Na diberikan sebanyak empat kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum intervensi dan setelah setiap sesi pijat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan bayi pada pretest sebesar 7,35 kg yang termasuk dalam kategori berat badan rendah. Setelah pemberian intervensi, rata-rata berat badan bayi pada posttest I, II, dan III mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 7,83 kg, 8,03 kg, dan 8,36 kg. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu, Pijat Tui Na dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan komplementer yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat.
PERBEDAAN TINGKAT INTENSITAS NYERI HAID PRIMER SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT PADA REMAJA PUTRI Purnami, Ida Ayu Kade Tania Nandika; Sri Erawati , Ni Luh Putu; Dwi Purnamayanti , Ni Made; Kompiang Sriasih, Ni Gusti; Gunapria Darmapatni, Made Widhi
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 13 No. 2A (2025): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan (Special Issue)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v13i2A.4121

Abstract

Pubertas pada remaja putri ditandai perubahan fisik dan hormonal, termasuk menstruasi yang sering disertai nyeri. Nyeri haid dapat mengganggu proses belajar, menurunkan semangat, mempersulit konsentrasi, hingga menyebabkan materi pelajaran sulit dipahami secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis intensitas nyeri haid primer sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Besar sampel yang terlibat adalah 30 responden, yang dipilih dengan cara yang memberi kesempatan yang sama kepada setiap anggota populasi untuk menjadi bagian dari sampel (cluster random sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan metode Skala Penilaian Numerik (NRS) didapatkan pretest dengan skor median (5), minimum (3), maksimum (6), didapatkan hasil posttest hari pertama dan kedua dengan skor median (3,2). Untuk analisis bivariat, digunakan uji Wilcoxon, yang menunjukkan hasil nilai p sebesar 0,000 (α < 0,05) dengan nilai Z sebesar - 5.002. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah pemberian kompres hangat pada remaja putri. Diharapkan remaja, khususnya perempuan dapat menjadikan kompres hangat sebagai salah satu alternatif non-obat dalam mengurangi nyeri menstruasi yang mereka alami.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DALAM MENCEGAH ANEMIA PADA IBU HAMIL Ni Luh Widiastiti; Gusti Ayu Tirtawati; Gusti Ayu Marhaeni; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Listia Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Husada Gemilang Vol 9 No 1 (2026): JURNAL KESEHATAN HUSADA GEMILANG
Publisher : STIKES HUSADA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61129/jkhg.v9i1.157

Abstract

Kadar zat besi yang tinggi dapat ditemukan pada olahan daun kelor dengan manfaat yang baik sebagai pencegah anemia, namun tidak semua masyarakat mengetahui manfaat daun kelor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk mengetahui Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Dalam Mencegah Anemia pada Ibu Hamil. Metode penelitian merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat pada bulan Februari – April Tahun 2025 dengan jumlah populasi 56 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel menggunakan total populasi yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian didapatkan 89,3% berumur antara 20 – 35 tahun, 50% berpendidikan menengah dan 51,2% merupakan primigravida. Responden memiliki pengetahuan baik sebesar 83,9%. Responden yang memiliki pengetahuan baik 87,2% berumur 20 – 35 tahun, 38,3% berpendidikan tinggi dan 51,1% merupakan primigravida. Bidan diharapkan terus memberikan informasi terkait pemanfaatan daun kelor untuk mencegah anemia pada ibu hamil, sehingga dapat menurunkan angka anemia pada ibu hamil khususnya di provinsi Bali.   High iron levels can be found in processed moringa leaves with good benefits as a prevention of anemia, but not all people know the benefits of moringa leaves. The purpose of this study was to determine the Level of Knowledge of Pregnant Women about the Utilization of Moringa Leaves (Moringa Oleifera) in Preventing Anemia in Pregnant Women. Research method is a type of quantitative research with a descriptive research design and using a cross-sectional approach. The study was conducted at the UPTD Puskesmas II, West Denpasar District Health Office in February - April 2025 with a population of 56 pregnant women and the sampling technique used the total population that met the inclusion and exclusion criteria. The results of the study showed that 89.3% were between 20 - 35 years old, 50% had secondary education and 51.2% were primigravida. Respondents had good knowledge of 83.9%. Respondents who had good knowledge were 87.2% aged 20 - 35 years, 38.3% had higher education and 51.1% were primigravida. Midwives are expected to continue to provide information regarding the use of Moringa leaves to prevent anemia in pregnant women, so that it can reduce the number of anemia in pregnant women, especially in the province of Bali
Gambaran Pengetahuan Ibu dan Praktik Pemberian Makan Pada Anak Usia 12-24 Bulan Dengan Malnutrisi di Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan Tahun 2022 Luh Ayu Adnyani; Gusti Ayu Marhaeni; Made Widhi Gunapria Darmapatni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2147

Abstract

The increasing number of case of malnutrition in Selemadeg District shows that nutritional problem are still a public health problem. The incidence of malnutrition occurs due to ignorance and/or inability to prepare complementary food that can provide the needs of balanced and hygienic nutrition. The purpose of this study was to identify how the description of mother knowledge and feeding practices among children aged 12-24 months with malnutrition in Selemadeg District. This research is a descriptive research with cross-sectional approach. The population of this study were all mother who had children aged 12-24 months in Selemadeg District. The sampling technique is non probability sampling namely total sampling with total sampel 63 responden. The study found that the level of knowledge of responden in a good category was 90,47 %, most of practice levels (60,3 %) were in medium category and 54 % of respondens with a good knowledge have medium level of practice. Suggestion for health worker to organize councelling and demonstration of feeding practices esspesially about how to serve the foodsKeywords : Knowledges, child feeding practices, children aged 12-24 months, malnutrition.
Perbedaan Keluhan Sesak Nafas Pada Ibu Hamil Trimester II dan III Sebelum dengan Sesudah Melakukan Prenatal Yoga Formulasi Creating Space Di Puskesmas dan Praktik Mandiri Bidan Kota Denpasar Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Ketut Somoyani; Ni Nyoman Suindri; Ni Gusti Kompiang Sriasih
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2458

Abstract

Penatalaksanaan sesak nafas saat kehamilan bervariatif, salah satu penanganan non farmakologis dengan Prenatal Yoga formulasi Creating Space yang dapat membantu menciptakan ruang yang lebih luas sehingga  meningkatkan kenyamanan tubuh ibu dan posisi bayi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan keluhan sesak nafas pada ibu hamil trimester II dan III sebelum dengan sesudah melakukan Prenatal Yoga formulasi Creating Space.Penelitian akan dilaksanakan di Puskesmas dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) di Kota Denpasar yang memiliki kegiatan Prenatal Yoga pada bulan Juli-Oktober  2020. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil Timester II dan III yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest posttest design. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar wawancara dan observasi . Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon, Hasil penelitian menunjukkan tingkat pencapaian median denyut nadi setelah latihan lebih kecil dibandingkan sebelum (84,00 v.s. 78,50). Tingkat pencapaian median frekuensi nafas setelah latihan lebih kecil dibandingkan sebelum (24,00 v.s. 20,00). Terdapat perbedaan yang signifikan denyut nadi dan frekuensi nafas sebelum dengan sesudah melaksanakan prenatal yoga formulasi creating space.  Simpulan penelitian ini, terdapat penurunan denyut nadi dan frekuensi pernafasan ibu hamil dengan keluhan sesak sehingga terjadi kenyamanan selama kehamilan.
Overview of HIV, Syphilis and Hepatitis B Screening for Pregnant Women at the Selemadeg Community Health Center, Tabanan Regency, 2019-2021 Luh Gede Erawati; Made Widhi Gunapria Darmapatni; I Nyoman Wirata; Gusti Ayu Marhaeni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2559

Abstract

Transmission of HIV, Syphilis, and Hepatitis B from mother to child is a vertical transmission. Transmission occurs during pregnancy, during childbirth and during breastfeeding. A strategy is needed to prevent the transmission of HIV, Syphilis and Hepatitis B from mother to child. To overcome this, the government makes PMTCT policy in an effort to eliminate the transmission of triple elimination. The purpose of the study was to determine the description screening of HIV, Syphilis and Hepatitis B in pregnant women at the Selemadeg Health Center. This type of research is descriptive. The research was conducted at the Selemadeg Health Center in May 2022. The type of secondary data, the instrument of collection with data collection sheets. The characteristics of pregnant women are 82.1% aged 20-35 years, 53.1% working mothers, 50.8% have high school education, 49.3% have one child. The results of the screening in pregnant women are one person (0.2%) HIV reactive, six persons (1%) Syphilis reactive, and two persons (0.3%) Hepatitis B reactive.  Pregnant women with HIV reactive results are 100% in the age group 20-35 years,100% housewife,100% high school education, and 100% primipara. Syphilis reactive results are 83.3%, in the age group 20-35 years, housewife (66,7%), high school education (66.7%) and multipara (66.7%). Hepatitis B reactive results are 50% in the age gruop 20-35 years, 50 % in the age group > 35 years, 50%, 50% housewife, 50% working mom, 50% high school education 50% and overall multipara. For primary health center to optimize health promotions regarding Prevention of Mother to Child Transmission (PMTCT) at the Selemadeg Health Center.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Pemanfaatan Buku KIA di Puskesmas Buleleng I Indrayani Indrayani; Regina Tedjasulaksana; Made Widhi Gunapria Darmapatni
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2599

Abstract

The KIA Handbook is a health record book containing maternal and child health records as well as various information on how to maintain and care for maternal and child health. In fact, utilization for pregnant women is still low. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of pregnant women about the use of KIA Handbook at the Buleleng I Public Health Center. The study design used a cross sectional study. The research sample was pregnant women, totaling 73 people. The data collection instrument was in the form of a questionnaire regarding knowledge and attitudes about the use of KIA Handbook. The data were analyzed by the Kendall tau test b. The results showed that 43 pregnant women (58.9%) had a good level of knowledge about  use of KIA Handbook. A total of 50 pregnant women (68.5%) had a positive attitude towards the use of KIA Handbook. The results of the bivariate analysis using the Kendall tau b test and the p value = 0.000. This means that there is a relationship between knowledge and attitudes of pregnant women about the use of KIA Handbook at the Buleleng I Public Health Center. The results of this study are expected that health workers always inform mothers about the use of KIA Handbook.
Co-Authors Ade Widyaningtyas , Listina Angelina Felany Gandi Ariyani, Ni Wayan Ariyanti, Ni Wayan Aryani, Ni Wayan Asep Arifin Senjaya Dwi Purnamayanti , Ni Made Gusti Ayu Made Murtiniasih Gusti Ayu Marhaeni Gusti Ayu Marhaeni Gusti Ayu Surati Gusti Ayu Tirtawati Gusti Ayu Tirtawati, Gusti Ayu Gusti Kompiang Sriasih, Ni I Gusti Ayu Surati I Komang Lindayani I Nyoman Wirata IGAA Novya Dewi Indah , I Gusti Agung Ayu Cahyani Indrayani Indrayani Indrayani, Komang Ninis Kusumasari, Ni Made Indah Lindayani, I Komang Listia Ade Widya Ningtyas Luh Ayu Adnyani Luh Gede Erawati Luh Masrini Murti Made Dita Argya Prabaswari Maharani, Luh Gede Mutra Mayanti, Ni Wayan Erna Mertasih, Ni Made Nelly Mudani, Ni Wayan Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Yuniasih Ni Ketut Siarni Ni Ketut Somoyani Ni Komang Erny Astiti Ni Luh Putu Suandewi Ni Luh Sri Aravianti Ni Luh Sukraeni Ni Luh Widiastiti Ni Made Ayu Sariani Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Purnamayanthi Ni Nyoman Budiani Ni Nyoman Budiani Ni Nyoman Budiani, Ni Nyoman Ni Nyoman Suindri Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Aryani Ningtyas, Listina Ade Widya Novya Dewi, IGAA Nuarsi, Ni Wayan Lilik Nyoman Suindri, Ni Purnamayanti , Ni Made Dwi Purnamayanti, Ni Made Dwi Purnami, Ida Ayu Kade Tania Nandika Putri, Ni Kadek Wilandari Andika Putri, Salsadila Putu Dyah Pramesti Cahyani Regina Tedjasulaksana Riniasih, Ni Kadek Senjaya, Asep Arifin Sri Erawati , Ni Luh Putu Sri Rahayu Suarmiasih, Ni Made Surati, Gusti Ayu Susanti, Ni Wayan Tedjasulaksana, Regina Utarini, Gusti Ayu Eka Valentina, Dewa Ayu Putu Pebri Wiartin, Inna Regal Wijaya, Made Novi Astri Wirata, I Nyoman Yoga, Ida Ayu Putu Pradya Kirana