Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis Entreprenuership bermuatan Kearifan Lokal Hairida Hairida; Masriani Masriani; Eny Enawaty; Rini Muharini; Ira Lestari; Andi Ifriany; Erlina Erlina; Rachmat Sahputra; Maria Ulfah; Eni Mayasari; Risya Sasri; Muhammad Farras Leonasa Agusta
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4617

Abstract

ABSTRACTImplementing entrepreneurship as part of the Merdeka Curriculum is considered suboptimal due to the numerous challenges schools face. This is consistent with the survey results among chemistry educators in the Singkawang, which showed that while most have implemented entrepreneurship in their teaching, it has not yet incorporated local wisdom and has not been included in their teaching tools. The purpose of this community service program (PKM) is to enhance educators' ability to develop entrepreneurship-based learning that incorporates local wisdom and to describe educators' responses to the training activities conducted. The method used in this PKM is a training method for 24 chemistry educators in Singkawang, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the PKM activities showed increased knowledge and helped Singkawang's chemistry educators integrate these two concepts into their teaching.Keywords: Learning Development, Entreprenuership, Local Wisdom  ABSTRAKPelaksanaan kewirausahaan sebagai implementasi kurikulum merdeka dirasa belum optimal dikarenakan terdapat banyak kendala yang harus dihadapi oleh sekolah. Hal tersebut sesuai dengan hasil survei pada pendidik kimia Kota Singkawang yang sebagian besar sudah mengimplementasikan kewirausahaan dalam pembelajarannya akan tetapi belum bermuatan kearifan lokal dan belum dituangkan dalam perangkat pembelajarannya. Tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis entrepreneurship bermuatan kearifan lokal serta untuk mendeskripsikan respon pendidik terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Metode yang digunakan pada PKM ini ialah metode pelatihan untuk 24 pendidik kimia Kota Singkawang yang terdiri dari 3 tahap. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini ialah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan membantu pendidik kimia Kota Singkawang dalam mengintegrasikan kedua konsep tersebut ke dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, Entreprenuership, Kearifan Lokal
Analisis Karakter Kolaborasi dan Kreatif Siswa Kelas X SMA Mujahidin Pontianak melalui Project Based Learning pada Materi Sistem Koloid Tasya Maydika; Hairida Hairida; Rini Muharini; Eny Enawaty; Rachmat Sahputra
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4447

Abstract

Karakter kolaborasi dan kreatif dapat membantu siswa menjadi individu yang lebih baik. Terhambatnya kolaborasi siswa akan berdampak pada kreativitasnya, sehingga guru perlu mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berkolaborasi, misalnya melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter kolaborasi dan kreatif yang dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan partisipan 162 siswa kelas X SMA Mujahidin Pontianak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan karakter kolaborasi dan kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang ahli di bidang pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kolaborasi siswa berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan karakter kreatif berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Nilai rata-rata persentase karakter kolaborasi seperti: berkontribusi pada diskusi kelompok (88,43%), bekerja secara efektif dalam kelompok (94,52%), dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompok (83,13%) berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas kelompok (78,24%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Sementara nilai rata-rata persentase karakter kreatif seperti menghasilkan gagasan yang orisinal (74,13%) dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal (74,79%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan, sedangkan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi (55,02%) berada dalam kriteria mulai berkembang. Oleh karena itu, karakter kolaborasi dan kreatif dapat dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis kendala yang dihadapi siswa dalam berkreativitas, meskipun telah menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam kelompok.
Development of E-module Based on Guided Inquiry in Chemical Bonding Topic for Class X Student Learning Materials Nur Arneta Pawestri; Erlina Erlina*; Andi Ifriany Harun; Rachmat Sahputra; Ira Lestari
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 11, No 4 (2023): OCTOBER 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v11i4.30677

Abstract

The lack of teaching materials that are able to explain the formation of chemical bonds causes students difficulties in learning. Therefore, this study focused on developing guided inquiry-based e-module of chemical bonding. This study aims to determine the feasibility and students response to guided inquiry-based e-module of chemical bonding. This study employs research and development (RD) using ADDIE model which is limited to development stage. The due diligence was carried out by material, media and language experts. The respondents involved were 31 students of class XI MAN 2 Pontianak. The research instruments were the feasibility sheets, media, language, and response questionnaires. The results of the feasibility of e-module test is k=1 (very high validity) and student response tests k=0.85 (very interesting). Those findings indicate that the E-module is very feasible to use
Keterlibatan Belajar Peserta didik (Learning Engagement) dalam Pembelajaran Kimia terhadap Prestasi Akademik: Kajian Literatur Aimi Zulaika; Erlina Erlina; Rachmat Sahputra
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.1998

Abstract

Pentingnya keterlibatan belajar peserta didik dalam pembelajaran, terutama dalam konteks pendidikan yang semakin berkembang dan digital. Keterlibatan belajar termasuk komponen yang berperan penting dalam psikologi pembelajaran mencakup aspek kognitif, emosional, dan perilaku yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pendidikan dan hasil yang diperoleh dalam proses pembelajaran. Pada artikel ini peneliti ingin menganalisis artikel-artikel yang berkaitan dengan aspek-aspek keterlibatan belajar, interaksi peserta didik dengan lingkungan dan pengaruh keterlibatan belajar terhadap hasil akademik yang dikembangkan untuk mengetahui permasalahan dan solusi dalam peningkatan keterlibatan belajar khusunya pada materi laju reaksi sering dianggap sulit oleh peserta didik karena kompleksitasnya yang melibatkan representasi makroskopis, mikroskopis, dan simbolis sehingga penting untuk menerapkan model pembelajaran aktif yang dapat mendorong partisipasi dan keterlibatan belajar peserta didik dan mengurangi miskonsepsi Tinjauan dilakukan dengan menggunakan metode pencarian sistematis PRISMA, penelitian ini menganalisis artikel-artikel yang relevan dari database PubMed dan Science Direct dengan rentang waktu terbit 2020-2024 yang menghasilkan 26 artikel terpilih dan di saring sesuai kelayakan dan ketentuan yang dikaji oleh peneliti sehingga menyisakan 8 artikel yaitu 2 artikel yang membahas keterlibatan belajar dari aspek perilaku, kognitif dan emosional, 5 artikel tentang keterlibatan peserta didik yang mencakup interaksi dengan teman sebaya, guru, dan proses pembelajaran terhadap kesehatan mental serta 1 artikel mengenai pengaruh keterlibatan pengaruh keterlibatan peserta didik terhadap hasil akademik. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik berhubungan erat dengan interaksi sosial di sekolah, dukungan guru, serta kesehatan mental peserta didik. Selain itu, perlunya strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan keterlibatan belajar peserta didik dan mengurangi stres akademis. Tinjauan juga ini menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan belajar dapat berkontribusi pada hasil akademik yang lebih baik dan kesejahteraan peserta didik secara keseluruhan.