Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Pembelajaran berbasis Entreprenuership bermuatan Kearifan Lokal Hairida Hairida; Masriani Masriani; Eny Enawaty; Rini Muharini; Ira Lestari; Andi Ifriany; Erlina Erlina; Rachmat Sahputra; Maria Ulfah; Eni Mayasari; Risya Sasri; Muhammad Farras Leonasa Agusta
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4617

Abstract

ABSTRACTImplementing entrepreneurship as part of the Merdeka Curriculum is considered suboptimal due to the numerous challenges schools face. This is consistent with the survey results among chemistry educators in the Singkawang, which showed that while most have implemented entrepreneurship in their teaching, it has not yet incorporated local wisdom and has not been included in their teaching tools. The purpose of this community service program (PKM) is to enhance educators' ability to develop entrepreneurship-based learning that incorporates local wisdom and to describe educators' responses to the training activities conducted. The method used in this PKM is a training method for 24 chemistry educators in Singkawang, consisting of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the PKM activities showed increased knowledge and helped Singkawang's chemistry educators integrate these two concepts into their teaching.Keywords: Learning Development, Entreprenuership, Local Wisdom  ABSTRAKPelaksanaan kewirausahaan sebagai implementasi kurikulum merdeka dirasa belum optimal dikarenakan terdapat banyak kendala yang harus dihadapi oleh sekolah. Hal tersebut sesuai dengan hasil survei pada pendidik kimia Kota Singkawang yang sebagian besar sudah mengimplementasikan kewirausahaan dalam pembelajarannya akan tetapi belum bermuatan kearifan lokal dan belum dituangkan dalam perangkat pembelajarannya. Tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kemampuan pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang berbasis entrepreneurship bermuatan kearifan lokal serta untuk mendeskripsikan respon pendidik terhadap kegiatan pelatihan yang dilakukan. Metode yang digunakan pada PKM ini ialah metode pelatihan untuk 24 pendidik kimia Kota Singkawang yang terdiri dari 3 tahap. Tahapan yang dilakukan pada PKM ini ialah tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM diketahui dapat meningkatkan pengetahuan dan membantu pendidik kimia Kota Singkawang dalam mengintegrasikan kedua konsep tersebut ke dalam pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan Pembelajaran, Entreprenuership, Kearifan Lokal
Analisis Karakter Kolaborasi dan Kreatif Siswa Kelas X SMA Mujahidin Pontianak melalui Project Based Learning pada Materi Sistem Koloid Tasya Maydika; Hairida Hairida; Rini Muharini; Eny Enawaty; Rachmat Sahputra
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4447

Abstract

Karakter kolaborasi dan kreatif dapat membantu siswa menjadi individu yang lebih baik. Terhambatnya kolaborasi siswa akan berdampak pada kreativitasnya, sehingga guru perlu mendorong dan memfasilitasi siswa untuk berkolaborasi, misalnya melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter kolaborasi dan kreatif yang dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan partisipan 162 siswa kelas X SMA Mujahidin Pontianak yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan karakter kolaborasi dan kreatif yang telah divalidasi oleh dua orang ahli di bidang pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kolaborasi siswa berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan karakter kreatif berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Nilai rata-rata persentase karakter kolaborasi seperti: berkontribusi pada diskusi kelompok (88,43%), bekerja secara efektif dalam kelompok (94,52%), dan berkomunikasi dalam kegiatan kelompok (83,13%) berada dalam kriteria sangat berkembang, sedangkan memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas kelompok (78,24%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan. Sementara nilai rata-rata persentase karakter kreatif seperti menghasilkan gagasan yang orisinal (74,13%) dan menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal (74,79%) berada dalam kriteria berkembang sesuai harapan, sedangkan memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi (55,02%) berada dalam kriteria mulai berkembang. Oleh karena itu, karakter kolaborasi dan kreatif dapat dibentuk melalui pembelajaran berbasis proyek pada materi sistem koloid. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk menganalisis kendala yang dihadapi siswa dalam berkreativitas, meskipun telah menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam kelompok.