Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Umbi Bawang Dayak Eleutherine palmifolia L. Merr. Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniae Julianti Julianti; Wilmar Maarisit; Nerni Potalangi; Jabes Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.48 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.273

Abstract

Bawang Dayak Eleutherine palmifolia L. Merr. mempunyai potensi sebagai senyawa bioaktif seperti anti-bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Umbi Bawang Dayak terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang Dayak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiela pneumoniae yaitu pada konsentrasi 6.25%, 12,5%, 25% 50% 12.6, 75 %, dan 100% dengan nilai zona hambat secara berturutturut yaitu 10.3, 11. 5, 11. 5, 12.6, 13, 6, dan 15, 6 mm.
Uji Efektivitas Sediaan Gel Ekstrak Batang Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Penyembuh Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus). Esterlina J. Watung; Wilmar Maarisit; Christel N. Sambou; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.926 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i2.278

Abstract

Tanaman obat berkembang pesat dikalangan masyarakat karena tanaman obat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman obat yang berkembang adalah tanaman batang pohon pepaya (Carica papaya L.) yang terbukti mampu mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian gel ekstrak batang pepaya terhadap proses penyembuhan luka sayat pada tikus putih (Rattus novergicus). Hewan uji yang digunakan adalah tikus berjumlah 15 ekor, berjenis kelamin jantan. Luka sayat sepanjang 1 cm dibuat pada punggung tikus menggunakan pisau bedah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, yaitu 1 kontrol positif (bioplacenton gel), 1 kontrol negatif (basis gel), dan 3 konsentrasi bertingkat yaitu gel ekstrak konsentrasi 3%, gel ekstrak konsentrasi 7% dan gel ekstrak konsentrasi 9% dengan masing-masing 3 kali pengulangan. Perlakuan dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari selama tujuh hari. Hasil Pengukuran Diameter Luka pada Tikus berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak batang papaya konsentrasi 9% dan kontrol positif (basis gel) memberikan efek penyembuhan yang lebih efektif dibandingkan dengan gel ekstrak konsentrasi 3%, gel ekstrak konsentrasi 7% dan kontrol negatif (basis gel).
Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian Di Apotek Telemedika Farma 14 Manado Deby Mongi; Douglas Pareta; Wilmar Maarisit; Jabes kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.647 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i2.286

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh bagaimana sistem pelayanan kefarmasian di Apotek Telemedika Farma 14 Manado. Responden dalam penelitian ini adalah Apoteker Pengelolah Apotek (APA), Tenaga Teknis Kefarmasian. Berdasarkan hasil penelitian maka di dapatkan hasil bahwa standar pelayanan kefarmasian yang ada di Apotek Telemedika Farma 14 Manado belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan. Standar pelayanan kefarmasian pada pelayanan informasi obat tidak dilakukan informasi kepada konsumen terkait farmakokinetik. Pada saat konseling tidak dilakukan konseling yang terdokumentasi. Pelayanan kefarmasian dirumah belum sepenuhnya dilaksanakan. Pemantauan terapi obat tidak melakukan pemilihan pasien sesuai kriteria, dan tidak melakukan dokumentasi pelaksanaa pemantauan terapi obat. Pelayanan Kefarmasian Di Rumah dan Monitoring Efek Samping obat belum dilakukan sepenuhnya.
Evaluasi Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Dian K. Ta’au; Douglas N. Pareta; Jabes W. Kanter; Silvana L. Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.059 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i2.287

Abstract

Pengelolaan obat merupakan rangkaian kegiatan yang menyangkut aspek perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan. Perencanaan dan pengadaan obat yang tidak baik dapat mengakibatkan ketersediaan obat tidak dapat dipenuhi sehingga membuat pelayanan kesehatan tidak berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sistem perencanaan dan pengadaan obat di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengambilan data secara restropektif. Hasil penelitian diperoleh data alokasi pengadaan obat 96,49%, ketersediaan obat sesuai kebutuhan 100%, kesesuaian obat yang tersedia dengan DOEN 84,33%, ketepatan perencanaan 150% dan kesesuaian permintaan obat 69,57%. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi sistem perencanaan dan pengadaan Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang belum sesuai standar Kemenkes RI yaitu Alokasi Dana Pengadaan Obat, Kesesuaian Item Obat Yang Tersedia Dengan DOEN, Kesesuaian Permintaan, dan yang sesuai dengan standar Kemenkes RI yaitu Ketersediaan Obat Sesuai Kebutuhan dan Ketepatan Perencanaan Obat.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Awar-Awar Ficus septica Burm.F Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Jesica N. Bawondes; Wilmar Maarisit; Amal Ginting; Jabes Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.128 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.304

Abstract

Buah awar-awar Ficus septica Burm.F memiliki kandungan senyawa bioaktif yang potensial sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah awar-awar (Ficus septica Burm.F). Buah awar-awar diekstrasi dengan etanol, selanjutnya di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode sumur. Dalam penelitian ini juga dilakukan skrining senyawa fitokimia ekstrak buah awar-awar (Ficus septica Burm.F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan senyawa yang terkandung dalam Buah Ficus septica Burm.F yaitu senyawa alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan fenolik. Ekstrak etanol Buah Ficus septica Burm.F memiliki aktivitas anti bakteri yang kuat pada kosentrasi 175mg.
Uji Efektivitas Antidiabetes Ekstrak Bunga Centrosema Centrosema Pusbescens B. Pada Tikus Putih Rattus norvegicus Yang Diinduksi Aloksan Geyza O. Samalagi; Jeane Mongi; Randy Tampa’i; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.44 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.306

Abstract

Bunga Centrosema (Centrosema pusbescens B.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid yang berperan sebagai antidiabetes. Flavonoid jenis quercetin memiliki kemampuan antidiabetes yang bekerja dalam proses regenerasi dari sel beta pankreas yang meningkatkan produksi insulin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari lima perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ekor hewan uji sebagai ulangan. Perlakuan A kontrol negatif, Perlakuan B ekstrak bunga centrosema dosis 75 mg/kgBB, Perlakuan C ekstrak bunga centrosema dosis 150 mg/kgBB, Perlakuan D ekstrak bunga centrosema dosis 300 mg/kgBB, perlakuan E kontrol positif metformin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bunga centrosema dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan percobaan. Dosis ekstrak 75 mg/kgBB dengan nilai rata-rata penurunan 19,06%, 150 mg/kgBB dengan nilai 20,75% dan 300 mg/kgBB dengan nilai 23,34%.
Uji Efek Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona muricata Linn.) Sebagai Antidiabetes Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan Tenci Lie Sarbunan; Olvie S. Datu; Wilmar Maarisit; Sonny D. Untu; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.279 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.357

Abstract

Tanaman yang digunakan dalam pengobatan herbal salah satunya adalah sirsak yang termasuk dalam famili Annonaceae. Annonaceae memiliki keanekaragaman kimia, sifat-sifat biologi dan farmakologi, seperti antimikroba, antifungal, sitotoksik, antitumor, dan insektisida dari alkaloid benzilisokuinolin, asetogenin, senyawa-senyawa C-benzilflavonoid, dan diterpenoid yang dihasilkan oleh tumbuhan ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol kulit buah sirsak sebagai antidiabetes pada tikus putih yang diinduksi aloksan untuk membuat diabetes.Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium, Dengan menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi dalam 5 perlakuan dengan 3 pengulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah sirsak memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah pada dosis 50, 75 dan 150 karena dalam kulit buah sirsak terdapat senyawa-senyawa aktif yang berpontesi sebagai antidiabetes.
Studi Penggunaan Obat Diare Pada Pasien Balita Di Puskesmas Rurukan Giska P. Mandagi; Joke L. Tombuku; Fransisco Sumalong; Hetty V. Tulandi; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.018 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.358

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar dari biasanya, disertai perubahan bentuk konsistensi tinja dari lembek menjadi cair. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui studi penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan, apakah penggunaan obat diare di Puskesmas Rurukan sudah sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang ada.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu melakukan penelusuran terhadap tindakan yang dilakukan oleh tenaga medis kepada pasienbalita dalam memberikan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan. Hasil penelitian ini menunjukan penggunaan obat diare pada pasien balita di Puskesmas Rurukan belum sesuai dengan pedoman Kemenkes RI 2011 yang dimana seluruh pasien diare pada balita bulan januari sampai Agustus 2014 masih diberikan antibiotic walaupun tanpa disertai dengan indikasi seperti kotoran berdarah yang disertai demam dan juga belum ditemukan penggunaan zink karena belum ada persediaan dari Dinas Kesehatan.
Pola Peresepan Antidepresi Pada Pasien Rawat Jalan Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado Giseli Margareth Tampa; Jabes Kanter; Jeane Mongie; Vlagia I. Paat
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v5i2.198

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang banyak terjadi di masyarakat, depresi dapat diobati dengan terapi farmakologi. Terapi farmakologi dapat berupa pemberian obat antidepresan dan juga obat lainnya. Penelitian ini untuk melihat gambaran dari resep yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode desktriptif dan mengambil data seacara retrospektif. Data yang akan diteliti berjumalah 100 sampel, dengan hasil menunjukkan pada pasien dengan jeni kelamin perempuan memiliki presentasi yang lebih besar yaitu berjumlah 51 pasien dan kelompok umur 20 – 60 tahun dengan jumlah 60 pasien. Terapi yang paling sering diberikan adalah terapi kombinasi 98% dengan obat yang banyak diberikan ada fluoxetine dan diazepam sebanyak 13%.
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Lirung Talaud Adinda Bee; Jeane Mongie; Jabes W Kanter; Sonny D Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.387

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang serius yang secara signifikan meningkatkan risiko jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Seseorang dikatakan mengalami penyakit hipertensi memiliki tekanan darah berada di atas 140/90mmHg. Hipertensi merupakan penyakit yang diartikan sebagai meningkatnya tekanan darah secara menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi yang diresepkan kepada pasien di Puskesmas Lirung Talaud. Peneltian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Kemudian data akan dikelolah sesuai dengan variabel yang diamati di Puskesmas Lirung Talaud Periode bulan Juli-Desember 2021. Hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh pola peresepan obat antihipertensi menunjukkan subyek penelitian lebih banyak mendapatkan monoterapi dibanding pololiterapi. Pada terapi pengobatan, obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan di Puskesmas Lirung yaitu Amlodipin dengan persentase 92,06% dengan kombinasi hipertensi terbanyak yaitu kombinasi antara Amlodipin dan HCT dengan persentase 3,17%.
Co-Authors Adinda Bee Amal Ginting Amal Ginting Anti, Reski Besin, Cecilia S. M. Carolina, Saroinsong F. Charly J. Watung Christin, Andriany M. Debora Christy Palit Deby Mongi Dian K. Ta’au Douglas N. Pareta Esterlina J. Watung Fadly Steven Jefry Rumondor Filia Krisna Wilar Fina Feronica Kotangon Fransisco Sumalong Friska Mery Montolalu Geyza O. Samalagi Gideon A. R. Tiwow Ginting , Amal Giseli Margareth Tampa Giska P. Mandagi Hanna M. Rumagit, Hanna M. Hariyadi Hariyadi Hariyadi, Hariyadi Hetty V. Tulandi Inggrid G. Pondaag Irsaline Womsiwor Jeane Mongi Jesica N. Bawondes Jihan Marina Safitri Julianti Julianti Kalangi, Only Imando Karauwan, Ferdy Keno , Aprillia Vincensia Korua, Sammy Rommy Novie Lengkey, Yessie Manoppo, Amalia J. Michaela P Pauran Montolalu , Friska Mery Natanel , Andri Natanel, Andri Nerni Potolangi Olvie S. Datu Paat, Vlagia Indira Padoma, Chintya Pakingki, Priska Palandi, Reky Royke Pareta , Douglas Pareta, Douglas N Pareta, Douglas Natan Pelealu, Nancy C. Polii, Ruland Potalangi, Nerni Olvi Priska C. Londoran Rahmat S. Santoso Randy Tampa'i Randy Tampa’i Renault Marsidi Royke R. Palandi Runtu , Alter Yantje Ryan Offeis Kolondam Sambou , Christel Nataniel Sambou, Christel N. Santoso , Rahmat Sarah Sambow Sasambe Naka Indriyani Sawilan, Frensiska Severalen E. Saruan Silvana L. Tumbel Sindhy Ovellia Ofa Sonny Untu Tabita R. S. Rongkonusa Tampa'i, Randy Tenci Lie Sarbunan Tewu, Tewsi M. Tombuku , Joke Luis Tombuku, Joke Luis Tresya Anuku Tuda , Aletheia Marvla Windi Tulandi, Selvana Stien Wantah, Kezia T. Wilmar Maarisit wong, kevin