Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Merokok Pada Remaja Di SMA 2 Dan SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang solihin; Mappeaty Nyorong; Nur’aini; Dian Maya Sari Siregar
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 1 No. 1 (2023): Januari : Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1071.213 KB) | DOI: 10.55606/termometer.v1i1.1095

Abstract

Smoking behavior is something that someone does in the form of burning and smoking it and causing smoke that people around him can  inhale. Smoking behavior is indeed difficult to avoid in adolescents, and this caused by several factors such as behavior that is still very difficult to change and the environment around adolescents. The aim of the study was to determine the factors that influence smoking behavior in adolescents at SMA 2 and SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari, Medan Selayang District. The research design uses a quantitative method which is carried out by an analytical survey with a Cross Sectional Study approach. The population in this study were all male students at SMA 2 and SMK 8 Muhammadiyah, with a total of 559 students. The sample used the Purposive Sampling technique, as many as 85 male students. Data analysis used univariate, bivariate and multivariate analysis. The results showed that there was an influence of knowledge, beliefs, exposure to cigarette advertisements, the availability of cigarettes, the role of parents, the role of teachers, the role of peers on smoking behavior in adolescents at SMA 2 and SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari, Medan Selayang District. While the most dominant factor is knowledge. The study concludes that all variables influence smoking behavior in adolescents at SMA 2 and SMK 8 Muhammadiyah Tanjung Sari, Medan Selayang District. It is suggested to the school to overcome smoking habits among adolescents that it is hoped that the school will conduct counselling about the dangers of smoking, implement KTR and carry out routine raids for smokers throughout the school environment.
Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Tatanan Rumah Tangga Di Kelompok Pengajian Masjid Taqwa Muhammadiah Nyorong, Mappeaty; muhammad crystandy; Maryanti, Endang
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/hrt53365

Abstract

Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam memengaruhi Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan promosi kesehatan untuk mendorong PHBS di rumah tangga  seperti, Pendidikan dan Informasi. Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam memengaruhi Perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga. Berbagai faktor memengaruhi keberhasilan promosi kesehatan untuk mendorong PHBS di rumah tangga  seperti pendidikan dan informasi, Ibu-bu menjadi salah satu bagian penting dari perubahan perilaku pada tatanan keluarga. Maka penting untuk memeberikan edukasi kepada kelompok tersebut. Kegiatan yang dilakukan adalah pemahaman tentang Promosi Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga di Kelompok Pengajian. Diharapkan dengan pemberian edukasi, wawasan, keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sampai kapanpun dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan juga dapat membagikan informasi ini Kembali kepada lingkungan sekitar. Tujuan kegiatan Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan pada ibu-ibu dalam kelompok pengajian. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan membangun komunitas ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian Dari kegiatan pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya penyuluhan tetang PHBS memberikan pengetahuan lebih kepada ibu-ibu yang menjadi bagian perubahan perilaku keluarga, diharapkan dengan pemberian edukasi, wawasan dan keterampilan dan pengalaman yang diperoleh dapat dimanfaatkan sampai  kapanpun dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari dan juga dapat membagikan informasi ini Kembali kepada lingkungan sekitar.
Faktor yang Memengaruhi Peran Orang Tua Terhadap Personal Hygiene Pada Balita di Kelurahan Pulau Simardan Kota Tanjung Balai Hubairoh, Hubairoh; Nasution, Zuraidah; Nyorong, Mappeaty
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3551

Abstract

Personal hygiene yang baik harus mulai diterapkan sejak dini pada anak, karena apabila sejak dini diberikan pengetahuan tentang personal hygiene maka pengetahuan anak akan lebih matang. Berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada 10 orang tua balita menunjukkan bahwa 6 balita (60%) memiliki personal hygiene tidak baik sedangkan 4 balita (40%) lainnya memiliki personal hygiene baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang memengaruhi peran orang tua terhadap personal hygiene pada balita. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 716 orang dan sampel yang diambil dengan cara stratified sampling yaitu sebanyak 88 orang. Metode pengumpulan data yaitu data primer, data sekunder dan tersier. Analisa data yang digunakan yaitu uji regresi binary logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religius memiliki nilai sig-p 0,033 < 0,05, pembimbing sig-p 0,008 < 0,05, motivasi sig-p 0,036 < 0,05 dan fasilitator sig-p 0,025 < 0,05, yang artinya memiliki pengaruh terhadap personal hygiene pada balita, sedangkan protektif sig-p 0,697 > 0,05 yang artinya tidak memiliki pengaruh terhadap personal hygiene pada balita. Kesimpulan dalam penelitian ini ada pengaruh religius, pembimbing, motivasi dan fasilitator memiliki pengaruh terhadap personal hygiene pada balita, sedangkan protektif tidak memiliki pengaruh terhadap personal hygiene pada balita. Saran bagi tempat penelitian diharapkan sebagai masukan dalam meningkatkan kesehatan balita khususnya untuk memberikan informasi pada orang tua tentang pentingnya menjaga kebersihan diri (personal hygiene) balita berupa dukungan informasi berupa penyuluhan, sehingga dengan kebersihan diri yang baik maka balita akan terhindar dari berbagai penyakit.Kata Kunci : Peran Orang Tua, Personal Hygiene dan BalitaGood personal hygiene must be applied from an early age in children, because if early knowledge of personal hygiene is given, the child's knowledge will be more mature. Based on a preliminary survey conducted on 10 parents of toddlers, it was shown that 6 toddlers (60%) had poor personal hygiene, while the other 4 toddlers (40%) had good personal hygiene. The purpose of this study was to determine the factors that influence the role of parents on personal hygiene in toddlers. The research design used in this study was an analytic survey with a cross sectional approach. The population of this study was 716 people and the sample was taken by stratified sampling as many as 88 people. Data collection methods are primary data, secondary data and tertiary data. The data analysis used was the binary logistic regression test. The results showed that religious has a sig-p value of .033 < .05, supervisor sig-p .008 < .05, motivation sig-p .036 < .05 and facilitator sig-p .025 < .05, which means that it has significant influence. on personal hygiene in toddlers, while protective sig-p .697 > .05, which means it has no effect on personal hygiene in toddlers. The conclusion in this study is that religious, mentor, motivation and facilitator have an influence on personal hygiene in toddlers, while protective has no influence on personal hygiene in toddlers. Suggestions for research sites are expected as input in improving the health of toddlers, especially to provide information to parents about the importance of maintaining personal hygiene for toddlers in the form of information support in the form of counseling, so that with good personal hygiene, toddlers will avoid various diseases.Keywords : The Role of Parents, Personal Hygiene and Toddlers
PENYULUHAN KESEHATAN YANG MEMENGARUHI TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 LEMBAH SORIK MARAPI KABUPATEN MANDAILING NATAL Khadijah, Futri; Nyorong, Mappeaty; Aini, Nur; Anggraini, Indah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 7, No 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v7i2.1768

Abstract

ABSTRAKUpaya pencegahan HIV/AIDS dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu pencegahan primer dimana pencegahan yang dapat dilakukan dengan memberikan edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang HIV dan AIDS melalui penyuluhan, pelatihan pada kelompok risiko tinggi maupun rendah. Salah satu contohnya dengan memberikan edukasi, salah satu cara untuk upaya pencegahan HIV/AIDS yaitu pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi kasus HIV/AIDS dengan menghindari faktor risiko dan transmisinya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis faktor penyuluhan kesehatan yang berpengaruh Terhadap Perilaku Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja  Di SMK Negeri 1 Lembah Sorik Marapi  Kabupaten Mandailing Natal.Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini  adalah Populasi dalam penelitian ini adalah  seluruh siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi tahun 2021  yaitu berjumlah 102 orang. Tehnik pengambilan sampel  menggunakan simple random sampling. Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  50 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariate dengan uji regresi logistic berganda.Hasil penelitian  variabel Pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,001, Sikap = 0,002, Tindakan = 0,001 artinya ada pengaruh antara Pengetahuan, Sikap dan tindakan penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Pengetahuan dengan nilai Exp (B) 26.000.Ada hubungan, Pengetahuan, Sikap dan tindakan penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa remaja SMK N 1 Lembah Sorik Marapi, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor penyuluhan kesehatan yang paling dominan adalah variabel Pengetahuan. Diharapkan kepada pihak sekolah agar pengetahuan siswa remaja tentang HIV/AIDS dapat bertambah dan menjadi media diskusi yang dapat menambah daya tarik siswa dalam mempelajari ilmu tentang kesehatan reproduksi secara komprehensif.Kata kunci                 : Perilaku Pencegahan HIV/ADIS, Pengetahuan, Sikap,                                       TindakanDaftar Pustaka          : 14 buku (1995-2020) dan 49 jurnal (2018-2021
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Perilaku Pencegahan Jajan di Luar Kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Sari, Donna Permata; Nyorong, Mappeaty; Nasution, Zuraidah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1966

Abstract

Menurut data BPOM tahun 2019 sekitar 40-45% jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat. Hal ini dapat memperburuk status gizi anak yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak sekolah. Makanan jajanan yang mengandung zat berbahaya dan tercemar oleh mikrooba dapat menimbulkan reaksi akut pada  tubuh, yaitu berupa batuk, diare, alergi, kesulitan buang air besar atau bahkan keracunan. Tujuan penelitian untuk menganalisis perilaku jajan anak Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas Desain penelitian yang digunakan adalah  survei analitik  dengan rancangan cross sectional. Populasi  dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas yaitu berjumlah 102 orang. Tehnik pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Jumlah  sampel yang akan diteliti adalah  50 orang.  Analisa data dilakukan  dengan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square dan multivariate. Hasil penelitian  variabel Pengetahuan diperoleh nilai p-value = 0,001, Sikap = 0,002, Tindakan = 0,001 artinya ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas. Hasil analisis  multivariat didapatkan  variabel yang paling  berpengaruh dalam penelitian ini adalah variabel Pengetahuan dengan nilai Exp (B) 26.000. Ada hubungan penyuluhan kesehatan dengan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku pencegahan jajan diluar kantin Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas, dari hasil analisis multivariat menunjukkan hasil bahwa faktor penyuluhan kesehatan yang paling dominan adalah variabel pengetahuan. Diharapkan kepada pihak sekolah agar pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri 060925 Kecamatan Medan Amplas dapat bertambah dan menjadi media diskusi yang dapat menambah daya tarik siswa dalam mempelajari ilmu tentang kesehatan jajanan secara komprehensif.Kata Kunci: Perilaku Pencegahan Jajan Diluar Kantin Sekolah, Pengetahuan, Sikap, TindakanAccording to BPOM data in 2019, around 40-45% of school children's snacks do not meet the requirements. This can worsen the nutritional status of children which can affect the growth of school children. Snack foods that contain harmful substances and are contaminated by microbes can cause acute reactions in the body, namely coughing, diarrhea, allergies, difficulty defecating or even poisoning. The purpose of the study was to analyze the snacking behavior of children at State Elementary School 060925, Medan Amplas District. The research design used was an analytic survey with a cross sectional design. The population in this study was the population in this study were students of the State Elementary School 060925 Medan Amplas District, which amounted to 102 people. The sampling technique used purposive sampling. The number of samples to be studied is 50 people. Data analysis was performed with univariate analysis, bivariate with Chi Square and multivariate tests. The results of the study of the Knowledge variable obtained p-value = 0.001, Attitude = 0.002, Action = 0.001 meaning that there was an influence between health education on Knowledge, Attitude and action on preventing snacking behavior outside the school canteen in State Elementary School students 060925 Medan Amplas District. The results of multivariate analysis showed that the most influential variable in this study was the Knowledge variable with an Exp (B) value of 26,000. There is a relationship, health education with knowledge, attitudes and actions towards preventing snacking behavior outside the school canteen for students at State Elementary School 060925 Medan Amplas District, from the results of multivariate analysis, it shows that the most dominant health education factor is the Knowledge variable. It is hoped that the school will increase the knowledge of State Elementary School 060925 Medan Amplas Subdistrict students and become a discussion medium that can increase the attractiveness of students in learning about the health of snacks in a comprehensive manner. Keywords : Behavior of preventing snacks outside the school canteen, Knowledge, Attitude, Action 
Evaluasi Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu dan Anak Zainab Pekan Baru Defriani, Nidia Wahyuni; Nyorong, Mappeaty; Nasution, Ramadhani Syafitri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i1.1954

Abstract

Penyebab dari munculnya berbagai keluhan pasien terkait dengan kinerja perawat di ruang rawat inap dihubungkan dengan kepemimpinan kepala ruang, ditinjau dari aspek gaya kepemimpinannya. Kepala ruangan merupakan jabatan yang penting karena kemampuan perilaku kepemimpinan kepala ruangan ikut menentukan keberhasilan pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala ruangan, kinerja perawat pelaksana dan pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di  ruang rawat inap sebanyak 33 orang. Pengumpulan data primer melalui kuesioner dan data sekunder melalui studi dokumentasi. Teknis analisis data secara univariat dilakukan untuk memperoleh gambaran setiap variabel, bivariat untuk menganalisis hubungan antar variabel dan multivariat untuk melihat pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruang adalah gaya demokratis, partisipatif, otoriter dan bebas tindak. Kinerja perawat pelaksana mencakup tahap pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi dikategorikan baik. Ada pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif, otoriter dan bebas tindak kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana. Kesimpulan hasil penelitian bahwa ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di Ruang Rawat Inap RS Ibu dan Anak Zainab Pekanbaru. Kepala ruang agar menerapkan gaya kepemimpinan yang baik yang disesuaikan kondisi kerja dan kebutuhan. Para perawat pelaksana agar berupaya meningkatkan kinerja pelayanan asuhan keperawatan di ruang rawat.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan, Kepala Ruangan, Perawat Pelaksana                                                The cause of the emergence of various patient complaints related to the performance of nurses in the inpatient room is associated with the leadership of the head of the room, in terms of the aspect of his leadership style. The head of the room is an important position because the leadership behavior of the head of the room also determines the success of nursing services. The purpose of this study was to determine the leadership style of the head of the room, the performance of the implementing nurse and the influence of the leadership style of the head of the room on the performance of the nurse in the Inpatient Room of Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru. This type of research is quantitative with associative correlative descriptive research design. The population in this study were all nurses in the inpatient room as many as 33 people. Primary data collection through questionnaires and secondary data through documentation studies. The technique of data analysis was univariate to obtain an overview of each variable, bivariate to analyze the relationship between variables and multivariate to see the influence between variables. The results showed that the leadership style applied by the head of the room was democratic, participatory, authoritarian and free of action. The performance of the implementing nurse includes the stages of assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation is categorized as good. There is an influence of participatory, authoritarian and free-flow leadership style on the performance of the implementing nurse. The conclusion of the research is that there is an influence of the leadership style of the head of the room on the performance of the implementing nurse in the Inpatient Room of Zainab Mother and Child Hospital Pekanbaru. Head of the room to apply a good leadership style that is adapted to working conditions and needs. Implementing nurses are to try to improve the performance of nursing care services in the ward.Keywords: Leadership Style, Head of Room, Implementing Nurse