Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh employee relation terhadap motivasi kerja karyawan di u pashaa seminyak I Gusti Agung Ayu Nita Setianingsih; Agus Muriawan Putra; Putu Ratih Pertiwi
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 5 No 2 (2021): Vol.5,No.2,2021
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2021.v05.i02.p03

Abstract

As a hotel with an occupancy rate above 50% every year, U Paasha Seminyak in its operations certainly does not escape complaints. Based on recorded data, the number of complaints has increased in the past year. This indicates that the quality of employee performance has decreased, and employee discipline is still lacking in relation to absenteeism and working time so that management seeks to increase employee motivation to improve employee productivity and discipline through employee relations. The aims of this study was to determine the application of employee relations and their influence significantly on employee work motivation. Data collection techniques used were observation, interviews, questionnaires, literature study and documentation. The sampling technique uses proportional stratified sampling with a sample of 80 respondents. The data is processed using SPSS 24. Data analysis techniques are validity, reliability, simple regression analysis, and t-test with a significant level of 5 percent. Employee relations programs implemented to improve employee motivation include the Education and Training Program, the Award Program, Special Program Programs, the Employee Communication Program, the Profit Share, and the Employee Attitude Survey. Hypothesis test results state that the employee relations variable has a positive and significant effect on employee work motivation variables because a significance value of 0,000 <0.05 is obtained, a regression coefficient of 0.626 is positive and the t value is greater than t table 9.726> 1.991. Therefore the employee relations program needs to be implemented because it has succeeded in increasing the work motivation of employees at U Paasha Seminyak. Keywords :Employee Relation, Employee Motivation, Hotel
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan the legian bali hotel Ni Nyoman Irnanti Anindya; Nyoman Ariana; Agus Muriawan Putra
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 1 No 1 (2017): Vol.1,No.1,2017
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.079 KB)

Abstract

Kepuasan kerja merupakan penilaian yang memberikan gambaran seseorang atas perasaan sikapnya senang atau tidak senang, puas atau tidak puas dalam bekerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di The Legian Bali Hotel Seminyak dan faktor apa saja yang dominan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan di The Legian Bali Hotel Seminyak. Metode penentuan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratifield Random Sampling, dan menggunakan rumus Slovin dengan memperoleh 78 orang responden yang diberikan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di The Legian Bali Hotel Seminyak adalah terdiri dari tiga faktor yaitu : faktor sosial, faktor financial serta faktor organisasi dan manajemen. Faktor dominan yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja adalah faktor sosial yang memiliki nilai eigenvalue 8.762 dan memiliki variance sebesar 58.413%. Berdasarkan hasil penelitian kesimpulannya yaitu faktor sosial, faktor financial serta faktor organisasi dan manajemen secara bersama-sama perlu mendapat perhatian dalam usaha untuk lebih meningkatkan kepuasan kerja karyawan, karena faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh yang cukup bermakna dan juga hendaknya faktor-faktor lainnya seperti fisik dan psikologis perlu mendapat perhatian, hal ini dikarenakan faktor tersebut juga mampu mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. Kata Kunci: analisis faktor, kepuasan kerja, karyawan.
Persepsi karyawan food & beverage culinary terhadap kinerja butcher di hotel six senses uluwatu Adryan Evaldo Anwar; Agus Muriawan Putra; Ni Made Ariani
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 5 No 1 (2021): Vol.5,No.1,2021
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2021.v05.i01.p08

Abstract

This research is based on guest complaints regarding poor food quality, employees must make new food to handle guest complaints so that kitchen operations are disrupted. Butcher is a section contained in the food & beverage organization, tasked with maintaining food ingredients will later be cooked by employees in charge of the restaurant. The purpose of study was to determine the characteristics of food & beverage culinary employees and perceptions of food & beverage culinary employees on the performance of Butcher in the Six Senses Uluwatu hotel. Data collection methods are observation, interviews, questionnaires, literature study and documentation. The sampling technique uses saturated sampling because all members of the population are used as research samples, namely all employees who work at Rocka and Crudo restaurant with a total of 30 people. The data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative, then the data were analyzed using a Likert scale to determine the perception employees on Butcher performance. The results showed that the perception of culinary employees on the performance of Butcher in the Uluwatu Six Senses hotel was categorized in Good criteria with an average total questionnaire score of 4.09. According to the results of the interview Butcher has followed the applicable duties and responsibilities. However, there are several problems faced by Butcher namely difficulties in recruiting employees who understand food handling, therefore Butcher only uses contract or training employees to complete his work so that when not monitored there are still often errors in food processing.
Tingkat Kepuasan Wisatawan Terhadap Kualitas Pelayanan Karyawan pada Restoran Jemme Dining di Seminyak Bali panca adi noverlis; Ni Ketut Arismayanti; Agus Muriawan Putra
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 2 No 3 (2018): Vol.2,No.3,2018
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9190.477 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2018.v02.i03.p14

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Wisatawan Terhadap Kualitas Pelayanan Karyawan pada Restoran Jemme Dining di Seminyak Bali. Pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan metode Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah observasi, dokumentasi, kuesioner, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan analisis tingkat kepentingan kerja (importance performance analysis). Dari 100 responden faktor-faktor yang dianggap penting oleh wisatawan sedangkan tingkat kinerja /pelaksanaannya masih belum memuaskan adalah perlengkapan fasilitas pada restoran, penampilan dan kerapian karyawan restoran Jemme Dining dalam berpakaian, ketepatan dan ketelitian dalam membersihkan restoran, karyawan restoran Jemme Dining mampu berkomunikasi dengan baik dan menguasai bahasa asing dengan baik dan efektif jika berinteraksi dengan tamu, pemahaman karyawan restoran Jemme Dining dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan, karyawan Restoran Jemme Dining selalu bersikap rendah hati dalam berinteraksi. Faktor yang perlu dipertahankan adalah karyawan restoran Jemme Dining mampu menyiapkan meja makan yang nyaman, bersih, indah serta rapi, kecepatan karyawan restoran Jemme Dining dalam mengatasi keluhan yang disampaikan oleh tamu dan dapat diselesaikan dan keamanan atas barang-barang tamu yang berada di restora. Faktor yang perlu diperbaiki yaitu penampilan dan kerapian karyawan Restoran Jemme Dining dalam berpakaian, karyawan Restoran Jemme Dining mampu berkomunikasi dengan baik dan menguasai bahasa asing dengan baik dan efektif jika berinteraksi dengan tamu dan karyawan Restoran Jemme Dining selalu bersikap rendah hati dalam berinteraksi. Berdasarkan perhitungan tingkat kepuasan diperoleh hasil sebesar 96,20 persen. Sehingga dapat dikatakan bahwa wisatawan puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh karyawan Restoran Jemme Dining Seminyak Bali. Kata kunci : Kinerja, kepentingan, dan Restoran Jemme Dining di Seminyak Bali
Faktor-faktor yang mempengaruhi wisatawan dalam pemilihan akomodasi di Kabupaten Jembaran Ni Putu Krisnadevi; Anak Agung Putri Sri; Agus Muriawan Putra
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 5 No 2 (2021): Vol.5,No.2,2021
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2021.v05.i02.p08

Abstract

Tourist accommodation is one of the supporting activities of tourism in Jembrana Regency. However, there are many accommodations that fail to operate due to the small number of tourist arrivals. The purpose of this study is to determine the factors that influence tourists choosing accommodation in Jembrana Regency and the dominant factors affecting tourists in choosing accommodation in Jembrana Regency so it can use as input for accommodation providers to manage tourist accommodation in Jembrana Regency. Methods of collecting data are through observation, questionaire, documentation and literature study method. Method for data analysis are use descriptive qualitative method through validity test, reliability test, and analysis factor using SPSS program version 22. The result of the study show that according to validity and reliability test done by SPSS version 22 all 21 indicators are valid and reliable that mean it can be continued to factor analysis. Based on the results of factor analysis, there are 4 factors consisting of 14 indicators that influence tourists in the selection of tourist accommodation in Jembrana Regency such as Service Quality Factors, Reputation Factors, Location Factors and Price Factors. The dominant factor influencing tourists in choosing accommodation in Jembrana Regency is the Service Quality Factor which is formed on 4 indicators, such as choosing accommodation due to the ability of staff to communicate well, choosing accommodation due to the completeness of room facilities, choosing accommodation based on the design of the accommodation building, choosing accommodation based on a friend or colleague’s reference
Pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan pada food and beverage service department di hotel artotel sanur bali I Made Megananda Pranadika; Ni Made Ariani; Agus Muriawan Putra
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 4 No 1 (2020): Vol.4,No.1,2020
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2020.v04.i01.p08

Abstract

Abstrak: Penelitian ini didasari dengan begitu besarnya peranan sumber daya manusia untuk pencapaian tujuan organisasi, maka kehadiran sumber daya manusia yang memiliki kecakapan dan ketrampilan sangat dibutuhkan. Pelayanan yang harus diberikan kepada tamu dan kendala yang dihadapi tentunya diperlukan organisasi yang solid mulai dari karyawan yang berhadapan langsung dengan tamu sampai dengan pimpinan yang mengambil keputusan dan kebijakan dalam memahami kebutuhan karyawan sehingga dapat memberikan kinerja yang baik bagi karyawan. Dengan kondisi tersebut tentunya organisasi membutuhkan keberadaan sumber daya manusia yang baik, handal dan professional agar mampu memberi kinerja yang diinginkan organisasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan pada food and beverage service department di Hotel Artotel Sanur, Bali. Populasi dari penelitian ini adalah karyawan tetap dan kontrak food and beverage service department di Hotel Artotel Sanur, Bali sejumlah 40 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan food and beverage service department di Hotel Artotel Sanur, Bali. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga sampel adalah seluruh populasi yang berjumlah 40 orang. Pada penelitian ini terdapat satu variabel independen yang dianalisis yaitu beban kerja, sementara variabel dependen adalah kinerja. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis hipotesis pertama tentang pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan diperoleh nilai thitung sebesar 4,325 memiliki nilai lebih besar dari ttabel sebesar 2,024 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kinerja kayawan food and beverage service department di Hotel Artotel Sanur, Bali. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini selaras dengan temuan beberapa peneliti terdahulu yang membuktikan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Kata kunci: Beban kerja, Kinerja
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan Swiss BelResort Bali Hotel Pecatu Agesedio Wahyu Putra Rusdy; Agus Muriawan Putra; Putu Ratih Pertiwi
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 3 No 1 (2019): Vol.3,No.1,2019
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.339 KB) | DOI: 10.24843/JKH.2019.v03.i01.p011

Abstract

Swiss BelRessort Bali hotel Pecatu merupakan salah satu hotel bintang 4 (empat) di bawah naungan PT. Tujuh Havenindo yang berlokasi di daerah Pecatu, Bali. sistem Sumber Daya Manusia yang diterapkan turut mengalami ketidakstabilan dalam menggunakan potensi yang ada dalam karyawan seperti pengurangan jumlah karyawan dikarenakan supervisi, sistem organisasi yang masih baru, lingkungan pekerjaan, adanya mutasi karyawan dan lainnya. Hal – hal tersebut kemudai sudah di atasi dengan berbagai tunjangan- tunjangan untuk mengurangi ketidak puasan karyawan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan karyawan Swiss BelRessort Bali Hotel Pecatu, serta mengetahui faktor – faktor apa sajakah yang lebih dominan. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Sedangkan sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan studi kepustakaan. Teknik penentuan responden yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan sampling Jenuh/sensus merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk teknik analisis data, digunakan analisis deskriptif kualitatif, dan untuk penelitian kuantitatif menggunakan analisis skala likert yang diuji terlebih dahulu dalam pengujian validitas dan realibilitasnya, serta menggunakan perhitungan analisis faktor. Hasil dari analisis data yang didapatkan menunjukan bahwa dari lima faktor awal dengan total 15 sub-indikator, maka diperoleh tiga faktor terbentuk yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di Swiss BellRessort Bali Hotel Pecatu yaitu, faktor fnansial dengan nilai eigenvalue 7.017 dan variance sebesar 46.780%, faktor organisasi dan manajemen dengan nilai eigenvalue 1.664 dan variance 11.094%, dan faktor psikologis dengan nilai eigenvalue 1.131 dan variance 7.543%. Saran yang diberikan untuk pihak manajemen Swis BelRessort Bali Hotel Pecatu adalah faktor finansial, faktor organisasi dan manajemen serta faktor psokologis patut mendapatkan perhatian khusus, karena secara langsung dan transparan dapat menentukan kepuasan serta kesejahteraan karyawan, disarankan untuk manajemen agar lebih memberikan dampak yang positif untuk karyawan dalam menyeimbangkan segala tekanan yang tidak hanya berasal dari faktor finansial, namun juga berasal dari berbagai aspek lainya. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Analisis Faktor, Kepuasan Kerja, Finansial.
Memilih Akomodasi, Online Travel Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumen Memilih Akomodasi pada Situs Tiket.com di Wilayah Kuta Selatan Teodora Cikita Oktapiani Putri; Agus Muriawan Putra; Agung Sri Sulistyawati
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 5 No 1 (2021): Vol.5,No.1,2021
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2021.v05.i01.p02

Abstract

The travel sector is one of the products or services that are widely accessed through the internet today which are provided for inter-regional mobilities such as tourism and work trip. Therefore, more companies are emerging startups in Indonesia that are engaged in the field of airline ticket booking and hospitality accommodation. PT. The Global Ticket Network or commonly called Tiket.com is one of the online travel agent companies that provides hotel reservation services, airplane tickets and trains online. The purpose of this research is to to find out the factors that influence consumers to make decisions to choose accommodation and the dominant factors that contribute to influencing consumers to make decisions on Tiket.com sites in the South Kuta. The method of data collection is done by questionnaire, documentation, and library study. The sampling technique uses the Cochran formula with a sample error rate (sampling error) of 10%, the sample taken is 96.04 respondents and rounded up to 100 respondents and uses confirmatory factor analysis. The results of this study explain that there are five factors that influence consumers to make a decision to choose accommodation on Tiket.com sites in the South Kuta area and named as follow: convenience and information systems (45.978%), site visual appeal (7.196%), customer service (6.117%), company image (4,530%), and purchase motivation (4,057%). The dominating factors are convenience factors and the site information system which consists of 13 variables: (1) convenience when searching for a website, (2) time spent accessing the web, (3) company domain name used, (4 ) ease when ordering, (5) complete information, (6) accurate information, (7) information presented is interesting, (8) exposure to appropriate information, (9) availability and accessibility, (10) competitive prices , (11) overall experience, (12) security of personal data, and (13) security when making payments.
Manfaat pengembangan desa wisata dari aspek alam, sosial budaya, spiritual, dan ekonomi di kabupaten tabanan Agus Muriawan Putra; I Nyoman Jamin Ariana
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 5 No 2 (2021): Vol.5,No.2,2021
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2021.v05.i02.p13

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus pada manfaat desa wisata dari aspek alam, sosial budaya, spiritual, dan ekonomi dari 3 (tiga) desa wisata sebagai lokasi penelitian, yaitu: Desa Wisata Tista, Desa Wisata Bongan, dan Desa Wisata Penatahan, Kabupaten Tabanan. Dengan mengetahui manfaat pengembangan desa wisata, sehingga dapat berkelanjutan (sustainable) serta dapat menjaga kelestarian aset-aset yang dimiliki oleh desa wisata. Pendekatan kualitatif dengan perpaduan Focus Group Discussion (FGD) digunakan untuk menemukan model secara naturalis sesuai dengan keadaan serta manfaat desa wisata berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Hasil analisis data ditampilkan secara deskriptif kualitatif yang menyajikan manfaat pengembangan desa wisata, hasil observasi, dan hasil studi lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat manfaat yang signifikan pengembangan desa wisata terhadap aspek alam, aspek sosial budaya, aspek spiritual, dan aspek ekonomi, di mana dari analisis data menyatakan bahwa manfaat terbesar dari aspek alam adalah ”kesadaran masyarakat dalam membuang sampah” sebesar 78%, manfaat terbesar dari aspek ekonomi adalah ”tumbuhnya UMKM” sebesar 71%, manfaat terbesar dari aspek spiritual adalah ”perawatan Tempat Suci” sebesar 88%, dan manfaat terbesar dari aspek sosial budaya adalah ”menghormati tradisi dan budaya” sebesar 83%. Desa wisata dapat menjaga dan mempertahankan kehidupan masyarakat. Pengembangan desa wisata berdampak positif terhadap alam, sosial/budaya, spiritual, ekonomi.[1] Kata Kunci: Desa Wisata, Manfaat Pengembangan, Pariwisata Kerakyatan Berkelanjutan, Partisipasi Masyarakat
Pengaruh brand equity dan brand image terhadap keputusan wisatawan menginap di artotel sanur bali Meisya Ridha Maghfira; Agus Muriawan Putra; I Gusti Ngurah Widyatmaja
Jurnal Kepariwisataan dan Hospitalitas Vol 4 No 1 (2020): Vol.4,No.1,2020
Publisher : DIPLOMA IV TOURISM PROGRAM STUDY, TOURISM FACULTY,UDAYANA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKH.2020.v04.i01.p04

Abstract

Abstrak Artotel Indonesia merupakan salah satu perusahaan hotel manajemen, Artotel memiliki properti hotel yang berlokasi di Kawasan Sanur, Bali yaitu Artotel Sanur Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek dan citra merek terhadap keputusan menginap wisatawan di Artotel Sanur Bali. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dalam pemilihan responden dengan menggunakan metode incidental sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 100 wisatawan yang sedang menginap di Artotel Sanur Bali. Pengumpulan data primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara dengan narasumber. Pada penelitian ini terdapat dua variabel independen yang dianalisis yaitu ekuitas merek dan citra merek sementara variabel dependen adalah keputusan menginap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan pengukuran Skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis statistik inferensia menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa ekuitas merek berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan menginap wisatawan di Artotel Sanur Bali dengan nilai rata-rata tertinggi adalah 4,29 dengan kriteria sangat baik yaitu wisatawan memiliki komitmen untuk terus menginap di Artotel termasuk ARTOTEL Sanur Bali (X1.15). Hasil berikutnya adalah Artotel Sanur Bali memiliki merek berciri khusus yang tidak dimiliki hotel bitang 4 lainnya di Sanur sebesar 4,22 (X2.2). Hal ini menunjukan bahwa Artotel Sanur Bali memiliki merek berciri khusus yang tidak dimiliki hotel bitang 4 lainnya di Sanur dan dapat dipastikan segala aspek dalam merek tersebut mulai dari fisik hotel hingga pelayanan lebih berciri khas dibandingkan hotel sejenis lain di Sanur, hal tersebutlah yang mempengaruhi wisatawan dalam menentukan keputusan menginap. Kata kunci: Ekuitas Merek, Citra Merek, Keputusan Menginap.