Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TAHU BULAT (STUDI KASUS DI PABRIK TAHU BULAT SONGKHA KECAMATAN CIPAKU KABUPATEN CIAMIS) Ryan Agnia Pamungkas; Dedi Herdiansah Sujaya; Tiktiek Kurniawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23720

Abstract

Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi suatu komoditas melalui proses perubahan bentuk produk. Salah satu bentuk pengolahan kedelai yang berkembang di masyarakat adalah pengolahan kedelai menjadi tahu bulat. Proses pengolahan tersebut menyebabkan terjadinya nilai tambah karena adanya penggunaan bahan penunjang, tenaga kerja, serta perubahan bentuk produk yang meningkatkan nilai jual di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, serta menganalisis besarnya nilai tambah dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat di Pabrik Tahu Bulat Songkha Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha dan data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Hayami untuk menghitung nilai tambah serta analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total dalam satu kali proses produksi sebesar Rp4.180.102,09 dengan penerimaan sebesar Rp7.600.000 dan pendapatan sebesar Rp3.419.897,91. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan kedelai menjadi tahu bulat sebesar Rp17.663,88 per kilogram (per 125 butir) dengan rasio nilai tambah sebesar 58,10%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengolahan kedelai menjadi tahu bulat mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan meningkatkan nilai ekonomi kedelai sebagai bahan baku.
Vegetation Diversity in the Agroforestry System of Kuta Traditional Village, West Java, Indonesia: Vegetation diversity in the agroforestry system of Kuta Traditional Village Adnan, Bahana Aditya; Erlin, Euis; Dadi; Kurniawati, Tiktiek
Journal of Tropical Life Science Vol. 16 No. 01 (2026)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.16.01.02

Abstract

This study investigates vegetation diversity within the agroforestry system of Kuta Traditional Village, West Java, Indonesia, a community renowned for its long standing integration of ecological principles and cultural traditions in land management. Twenty plots (20 m × 20 m) were purposively established to assess vegetation structure across four growth stages: trees, poles, saplings, and seedlings. Data collection includes the number of species and the number of individuals of each species, followed by the calculation of the Important Value Index (IVI), Shannon–Wiener diversity index (H′), Margalef species richness index (R), and Pielou’s evenness index (E). Results indicated that Cocos nucifera and Arenga pinnata dominated the mature tree stage, while Coffea canephora prevailed at the pole stage. High diversity (H′ = 2.91–3.41) and richness (R = 5.13–6.23) were observed in trees, poles, and saplings, reflecting balanced community structures and sustainable regeneration. The seedling stage exhibited lower diversity (H′ = 2.67, R = 2.96) despite high evenness (E = 0.96), suggesting selective recruitment patterns. Principal Component Analysis revealed soil pH as the most influential environmental factor shaping species distribution. These findings underscore the importance of traditional agroforestry in sustaining biodiversity, supporting livelihoods, and maintaining ecological resilience, thereby highlighting its significance as a model for sustainable land use and biodiversity conservation in culturally significant landscapes.