Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Fitra Hara, Jihan; Wibowo, Adik; Oktamianti, Puput
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2425

Abstract

Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah karena jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal dan menggambarkan status nutrisi dan kesehatan yang buruk. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu usia, penghasilan, pekerjaan, paritas, tingkat pendidikan, dan status gizi. Pengaruh anemia untuk ibu yaitu terjadi pendarahan postpartum dan kematian ibu. Sedangkan untuk janin BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), perkembangan malformasi kongenital pada bayi dan kematian pada bayi. Tahun 2018 kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambanan pada tahun 2018 meningkat dari tahun 2017 yaitu sebanyak 25,74% ibu hamil yang anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil Trimester III di Puskesmas Prambanan. Jenis Penelitiannya adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu semua ibu hamil Trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Prambanan tahun 2018 yaitu sebanyak 703 ibu hamil. Teknik pengambilan sampling yaitu Simple Random Sampling dan jumlah sampel yaitu 195 responden. Dari hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, usia, paritas, pendidikan, dan penghasilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III.
Implementation of the Remuneration System on the Level of Job Satisfaction of Nurses in Hospitals Putra, Erdiansyah; Oktamianti, Puput
Jurnal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v6i5.2554

Abstract

Nurse job satisfaction is critical for healthcare quality, yet existing research often narrowly focuses on remuneration without considering its interplay with organizational culture, leadership, and post-pandemic demands. This study examines how pay systems interact with non-financial factors to influence nurse satisfaction, aiming to identify context-specific strategies for hospitals. A narrative review analyzed 10 years of literature from PubMed, ScienceDirect, and EBSCOhost using keywords like "remuneration," "nurse satisfaction," and "hospital compensation." Competitive wages boost morale and retention, but holistic satisfaction requires supportive leadership, career growth opportunities, and mental health support. Gaps persist in qualitative insights and regional adaptability. Hospitals should adopt flexible, data-driven pay models aligned with nurses' needs, while future research must employ mixed methods and cross-regional comparisons to refine policies.
Implementation of Electronic Medical Records and its Implications for the Effectiveness of Health Services in Indonesia: Narrative Review Hansen, Leonardo; Oktamianti, Puput
Jurnal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v6i9.2704

Abstract

Digitizing the health system through the implementation of Electronic Medical Records (RME) is one of the strategic steps in improving the effectiveness of health services in Indonesia. RME enables digital recording, management, and access of patient medical data, replacing manual systems that are less efficient and error-prone. This article aims to narratively review the literature that discusses the implementation of RME and its impact on the effectiveness of health services in Indonesia. The study was conducted through a narrative review approach utilizing data from various scientific articles obtained through databases such as Google Scholar and Scopus. Article selection was carried out based on certain inclusion and exclusion criteria, with a publication range of 2020–2025. The results of the review of six articles show that RME contributes positively to improving operational efficiency, documentation quality, interprofessional coordination, and patient safety. RME speeds up the service process, minimizes medical errors, and supports more accurate clinical decision-making. However, the implementation of RME also faces challenges such as limited technology infrastructure, data security issues, and the readiness of human resources that still varies. The implementation of RME in Indonesia has a significant impact on the effectiveness of health services. To maximize its benefits, strong regulatory support, ongoing training, and the development of an integrated and user-friendly system are needed.
PERAN JKN UNTUK ELIMINASI TUBERKULOSIS DI INDONESIA Karima, Khaula; Oktamianti, Puput
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24969

Abstract

Global TB Report tahun 2023 mencatatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak ke-dua di dunia. Indonesia berkomitmen menuju eliminasi TBC di tahun 2030.  Program JKN yang salah satunya diselenggarakan BPJS Kesehatan telah mengalami perkembangan dan menerapkan sentralisasi dalam implementasinya.   Peran dan capaian JKN membuat dukungan BPJS Kesehatan berpotensi untuk mendorong percepatan eliminasi TBC di tahun 2030. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dan upaya yang dilakukan oleh JKN bersama Program TBC Nasional untuk mendukung eliminasi TBC. Metode penelitian menggunakan scoping review dengan mengelaborasi data sekunder, kemudian dilakukan analisis isi.  Hasil penelitian menunjukkan JKN berpotensi untuk mendorong eliminasi TBC yang juga akan berkontribusi pada keberlanjutan finansial program JKN.  Potensi dan upaya yang dilakukan untuk mendukung eliminasi TBC diantaranya melalui penguatan promotif preventif TBC, penguatan kualitas pengobatan TBC melalui Strategic Health Purchasing, penguatan kerja sama dengan pihak swasta, dan peningkatan kualitas.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DROP OUT PASIEN PADA PELAYANAN FISIOTERAPI : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Ramadhani, Gita; Oktamianti, Puput
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.29677

Abstract

Minat pasien untuk menggunakan layanan fisioterapi mencerminkan keinginan atau ketertarikan mereka dalam memanfaatkan fisioterapi sebagai solusi untuk mengatasi kondisi kesehatan atau masalah fisik yang sedang dialami. Minat kunjungan pasien pada pelayanan fisioterapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang beragam yang menyebabkan terjadinya pasien drop out . Memahami faktor-faktor ini penting untuk meningkatkan akses, kualitas pelayanan fisioterapi, dan dapat membantu meningkatkan kelangsungan program pengobatan sehingga berdampak positif pada hasil pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pasien drop out pada pelayanan fisioterapi. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review melalui pencarian literatur di database Pubmed dan Google Scholar dengan kata kunci "Physiotherapy Patient”AND”Prevention”OR”Preventive”OR”Prevent”AND”Factors of Drop Out”OR”Drop Out”. Dari 703 artikel yang ditemukan, 8 artikel memenuhi kriteria inklusi berdasarkan penyaringan artikel menggunakan metodologi PRISMA. Analisis literatur mengidentifikasi beberapa faktor utama yang mempengaruhi pasien drop out , termasuk kualitas pelayanan, ketersediaan informasi, sikap, keterampilan terapis, fasilitas klinik dan biaya perawatan, kondisi kesehatan juga berperan penting. Faktor-faktor yang mempengaruhi pasien drop out pada pelayanan fisioterapi berkorelasi satu sama lain. Kualitas layanan yang lebih baik, komunikasi yang efektif, pengelolaan biaya dan aksesibilitas semuanya dapat membantu meningkatkan minat kunjungan pasien. Hasil ini dapat membantu penyedia layanan fisioterapi membuat rencana yang meningkatkan kunjungan pasien dan kualitas perawatan
Evaluasi Pelatihan Bidang Kesehatan Menggunakan Model Evaluasi Kirkpatrick: Systematic Review Tinurbaya, Afriani; Bachtiar, Adang; Oktamianti, Puput
GEMA EKONOMI Vol 12 No 4 (2023): GEMA EKONOMI
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/gemaekonomi.v12i4.2835

Abstract

In relation to the importance of health for every human being, the Ministry of Health provides a large enough budget for improving the quality of health workers through training. However, the evaluations commonly used to measure training effectiveness are generally limited to pre-test and post-test to assess participants' knowledge before and after training (Kirkpatrick level 2 evaluation model). The Kirkpatrick evaluation model is a training evaluation model that is often used to measure the effectiveness of training, namely by measuring the achievement of results based on four levels (level 1 – level 4). Therefore, the authors intend to investigate various literature related to the evaluation model from various levels, which can be developed to evaluate the training of health workers by the Ministry of Health. This literature review follows PRISMA guidelines. Database searches were carried out through PubMed, Scopus and ProQuest search channels in the last 5 years (2017-2022). The results show that level 2 evaluation is most often used to assess the effectiveness of health training outcomes, namely by assessing the improvement of participants' knowledge and skills after training. Fewer level 3 and level 4 evaluations are conducted due to limited time, funds, experience, and tools. However, since each level in Kirkpatrick's evaluation model is interrelated, it is important to be able to evaluate each level sequentially so that information related to training effectiveness can be clearly depicted. Therefore, the Ministry of Health needs to prepare all the necessary resources to be able to assess the effectiveness of training at each level.
ANALISIS HUBUNGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KINERJA BIDAN DESA DI KABUPATEN SUMEDANG TAHUN 2023 Wahidatul, Vilcka; Oktamianti, Puput
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.17583

Abstract

Pentingnya peran tenaga Kesehatan dalam peningkatan derajat Kesehatan. Salah satu Tindakan yang diambil oleh pemerintah adalah memeperluas cakupan pelyanan bidan di fasilitas Kesehatan dasar. Dalam melaksanakan tugasnya bidan harus memenuhi standar yang menjamin kualitas pelayanan yang diberikan. Tingkat efektifitas dan efesiensi layanan Kesehatan ibu dan anak dapat diukur melalui indicator cakupan K1, K4, KF3 dan pertolongan persalinan oleh tenaga Kesehatan.  Peran kinerja bidan desa di Kabupaten Sumedang belum maksimal sehingga perlu dilakukan analisis hubungan kualitas kehidupan kerjja dengan kinerja Bidan Desa di Kabupaten Sumedang tahun 2023 sebagai tujuan penelitian. penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh Bidan Desa Kabupaten Sumedang dengan sampel penelitian sebanyak 80 responden. Variabel independent yaitu kinerja bidan desa dan variable dependennya yaitu Kualitas Kehidupan Kerja. Penelitian ini menggunakan kuesioner dengan metode analisis data chi square. Hasil tidak ada hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kinerja bidan desa. Tidak ada hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan kinerja bidam desa di Kabupaten Sumedang tahun 2023
PATIENTS SATISFACTION ANALYSIS OF PRIMARY HEALTHCARE SERVICE QUALITY IN BONDOWOSO, INDONESIA Nazhifah, Naurah; Bachtiar, Adang; Oktamianti, Puput; Candi, Cicilya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20120

Abstract

Indicators of efficiency and quality in healthcare often include patient satisfaction with the care they received. Health managers and policymakers may benefit greatly from the information gleaned from patient satisfaction surveys when conducting analyses of the existing state, awareness, quality, and quantity of process improvement initiatives and quality improvement. Improving patient satisfaction and providing patient-centered care relies heavily on meeting and even exceeding patients' expectations of the health care they get. There is still limited data about patients’ satisfaction and service quality in Bondowoso’s Primary Health Care. Therefore, this study was made to measure patients' satisfaction toward service quality in Bondowoso‘s Primary Healthcare. This is quantitative cross-sectional primary research. The data was collected using a questionnaire with 22 pairs of questions (organized in two aspects of service importance and performance) in 5 dimensions of tangibility, reliability, responsiveness, assurance and empathy. The importance-performance analysis (IPA) was used to determine the weaknesses of service quality and prioritizing the aspects requiring improvement. Data was collected at Primary Health Care Raider 514 Bondowoso from February to March 2023. Samples were filtered with several inclusion criteria based by age, residence, and their status as a patients in Primary Health Care Raider 514 Bondowoso. From 72 respondents, 54.2% (n=39) was Male, 81.9% (n=59) age were under 46 years old, 37.5% (n=27) had university degree, and 65.3% (n=47) were employed. The result of IPA showed that the Assurance in the QI (concentrate here), and reliability and responsiveness in the Q II (keep up the good work). tangible in the Q III (low priority), empathy was located in the Q IV (possible overkill). According to our findings, assurance was an aspect which was prioritized for improvement. A more comprehensive operational standard could improve assurance. Results are limited only to 1 primary health care site from February to March 2023 and limited to first level health facility patients only.
Gambaran Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kesehatan Di Indonesia Indra Tiara Kusuma, Novrita; Oktamianti, Puput; Rachmawati, Esti
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2401

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam segala aspek di kehidupan ini bahkan salah satu misi utama Presiden Indonesia yaitu membangun sumber daya manusia yang bekerja keras, dinamis, dan produktif sehingga dapat didayagunakan dalam rangka transformasi di wilayah Indonesia. Tenaga kesehatan adalah pelaku seluruh program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan di Indonesia dilakukan upaya pelatihan yang sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan dapat dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat umum lainnya. Makin banyaknya jumlah tenaga kesehatan di Indonesia dan berkembangnya institusi penyelenggara pelatihan maka ketersediaan kebijakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan perlu diupayakan secara optimal. Tujuan dari studi ini adalah menggambarkan ketersediaan dan kesesuaian kebijakan yang ada dengan siklus penyelenggaraan pelatihan. Studi ini menggunakan metode literature review terhadap data sekunder berupa peraturan perundang-undangan maupun peraturan kebijakan sebanyak 17 serta 4 artikel yang diperoleh dari mesin pencarian Proquest, PubMed, dan Google Scholar. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa di setiap tahapan dalam siklus penyelenggaraan pelatihan telah diterbitkan peraturan perundang-undangan maupun peraturan kebijakan namun karena terdapat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini perlu dilakukan peninjauan dan penyesuaian kembali terhadap poin-poin yang dijabarkan dalam kebijakan tersebut
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Fitra Hara, Jihan; Wibowo, Adik; Oktamianti, Puput
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2425

Abstract

Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah karena jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal dan menggambarkan status nutrisi dan kesehatan yang buruk. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu usia, penghasilan, pekerjaan, paritas, tingkat pendidikan, dan status gizi. Pengaruh anemia untuk ibu yaitu terjadi pendarahan postpartum dan kematian ibu. Sedangkan untuk janin BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), perkembangan malformasi kongenital pada bayi dan kematian pada bayi. Tahun 2018 kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambanan pada tahun 2018 meningkat dari tahun 2017 yaitu sebanyak 25,74% ibu hamil yang anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil Trimester III di Puskesmas Prambanan. Jenis Penelitiannya adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu semua ibu hamil Trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Prambanan tahun 2018 yaitu sebanyak 703 ibu hamil. Teknik pengambilan sampling yaitu Simple Random Sampling dan jumlah sampel yaitu 195 responden. Dari hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, usia, paritas, pendidikan, dan penghasilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III.