Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kebijakan Penyelenggaraan Pelatihan Tenaga Kesehatan Di Indonesia Indra Tiara Kusuma, Novrita; Oktamianti, Puput; Rachmawati, Esti
Journals of Ners Community Vol 13 No 5 (2022): Jurnal of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i5.2401

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam segala aspek di kehidupan ini bahkan salah satu misi utama Presiden Indonesia yaitu membangun sumber daya manusia yang bekerja keras, dinamis, dan produktif sehingga dapat didayagunakan dalam rangka transformasi di wilayah Indonesia. Tenaga kesehatan adalah pelaku seluruh program kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah. Untuk meningkatkan kompetensi para tenaga kesehatan di Indonesia dilakukan upaya pelatihan yang sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan dapat dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat umum lainnya. Makin banyaknya jumlah tenaga kesehatan di Indonesia dan berkembangnya institusi penyelenggara pelatihan maka ketersediaan kebijakan sebagai pedoman penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan perlu diupayakan secara optimal. Tujuan dari studi ini adalah menggambarkan ketersediaan dan kesesuaian kebijakan yang ada dengan siklus penyelenggaraan pelatihan. Studi ini menggunakan metode literature review terhadap data sekunder berupa peraturan perundang-undangan maupun peraturan kebijakan sebanyak 17 serta 4 artikel yang diperoleh dari mesin pencarian Proquest, PubMed, dan Google Scholar. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa di setiap tahapan dalam siklus penyelenggaraan pelatihan telah diterbitkan peraturan perundang-undangan maupun peraturan kebijakan namun karena terdapat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini perlu dilakukan peninjauan dan penyesuaian kembali terhadap poin-poin yang dijabarkan dalam kebijakan tersebut
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Fitra Hara, Jihan; Wibowo, Adik; Oktamianti, Puput
Journals of Ners Community Vol 13 No 6 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i6.2425

Abstract

Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah karena jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal dan menggambarkan status nutrisi dan kesehatan yang buruk. Faktor yang mempengaruhi anemia yaitu usia, penghasilan, pekerjaan, paritas, tingkat pendidikan, dan status gizi. Pengaruh anemia untuk ibu yaitu terjadi pendarahan postpartum dan kematian ibu. Sedangkan untuk janin BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), perkembangan malformasi kongenital pada bayi dan kematian pada bayi. Tahun 2018 kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Prambanan pada tahun 2018 meningkat dari tahun 2017 yaitu sebanyak 25,74% ibu hamil yang anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ibu hamil Trimester III di Puskesmas Prambanan. Jenis Penelitiannya adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini yaitu semua ibu hamil Trimester III yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Prambanan tahun 2018 yaitu sebanyak 703 ibu hamil. Teknik pengambilan sampling yaitu Simple Random Sampling dan jumlah sampel yaitu 195 responden. Dari hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, usia, paritas, pendidikan, dan penghasilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III.
Pelatihan Terkait Penyakit Tidak Menular Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi (KJSU) di Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan Susanti, Rini; Oktamianti, Puput; Permata3, Febrina Dwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42518

Abstract

Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan berperan penting dalam meningkatkan efektivitas penanganan penyakit di layanan kesehatan. Penelitian ini menganalisis tren pelatihan penyakit tidak menular, khususnya kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU), di institusi penyelenggara pelatihan terakreditasi selama tahun 2023–2024. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan penyakit jantung memiliki jumlah peserta dan frekuensi tertinggi, dengan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) mencatat 17.958 peserta dalam 1.486 sesi. Pelatihan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara juga memiliki jumlah peserta tinggi, mencapai 2.692 peserta dalam 141 sesi. Sementara itu, Pelatihan Code Stroke cukup diminati dengan 419 peserta dalam 16 sesi, namun pelatihan terkait stroke dan uronefrologi secara umum memiliki jumlah peserta yang lebih rendah. Beberapa pelatihan dengan tingkat partisipasi rendah, seperti Pelatihan EEG bagi Tenaga Medis dan Pelatihan Keperawatan Perioperatif Transplantasi Ginjal, menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan aksesibilitas. Tren penurunan pelatihan pada paruh kedua tahun 2024 kemungkinan dipengaruhi oleh keterbatasan anggaran dan kebijakan. Oleh karena itu, strategi pelatihan berbasis daring, hybrid, serta kerja sama dengan rumah sakit rujukan diperlukan untuk memastikan kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan tenaga kesehatan.
Implementation of the Remuneration System on the Level of Job Satisfaction of Nurses in Hospitals Putra, Erdiansyah; Oktamianti, Puput
Jurnal Health Sains Vol. 6 No. 5 (2025): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v6i5.2554

Abstract

Nurse job satisfaction is critical for healthcare quality, yet existing research often narrowly focuses on remuneration without considering its interplay with organizational culture, leadership, and post-pandemic demands. This study examines how pay systems interact with non-financial factors to influence nurse satisfaction, aiming to identify context-specific strategies for hospitals. A narrative review analyzed 10 years of literature from PubMed, ScienceDirect, and EBSCOhost using keywords like "remuneration," "nurse satisfaction," and "hospital compensation." Competitive wages boost morale and retention, but holistic satisfaction requires supportive leadership, career growth opportunities, and mental health support. Gaps persist in qualitative insights and regional adaptability. Hospitals should adopt flexible, data-driven pay models aligned with nurses' needs, while future research must employ mixed methods and cross-regional comparisons to refine policies.
Implementation of Electronic Medical Records and its Implications for the Effectiveness of Health Services in Indonesia: Narrative Review Hansen, Leonardo; Oktamianti, Puput
Jurnal Health Sains Vol. 6 No. 9 (2025): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v6i9.2704

Abstract

Digitizing the health system through the implementation of Electronic Medical Records (RME) is one of the strategic steps in improving the effectiveness of health services in Indonesia. RME enables digital recording, management, and access of patient medical data, replacing manual systems that are less efficient and error-prone. This article aims to narratively review the literature that discusses the implementation of RME and its impact on the effectiveness of health services in Indonesia. The study was conducted through a narrative review approach utilizing data from various scientific articles obtained through databases such as Google Scholar and Scopus. Article selection was carried out based on certain inclusion and exclusion criteria, with a publication range of 2020–2025. The results of the review of six articles show that RME contributes positively to improving operational efficiency, documentation quality, interprofessional coordination, and patient safety. RME speeds up the service process, minimizes medical errors, and supports more accurate clinical decision-making. However, the implementation of RME also faces challenges such as limited technology infrastructure, data security issues, and the readiness of human resources that still varies. The implementation of RME in Indonesia has a significant impact on the effectiveness of health services. To maximize its benefits, strong regulatory support, ongoing training, and the development of an integrated and user-friendly system are needed.
Efisiensi Waktu Pelayanan Pasien dengan Metode Lean Management : Literature Review: The Eficiency Patient Service Time With Lean Management : Literature Review Djawa, Dolly Linneke; Puput Oktamianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i12.4059

Abstract

Latar Belakang : Efisiensi waktu layanan adalah salah satu penentu tingkat kepuasan pasien di sebuah rumah sakit. Lean management sebagai salah satu metode efektif yang dapat diimplementasikan di rumah sakit dengan mengidentifikasi kegiatan yang bernilai dan tidak bernilai, untuk dilakukan perbaikan sistem pelayanan. Tujuan : Tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui penggunaan metode lean management dalam mengurangi waktu tunggu pasien dan efisiensi waktu layanan yang diberikan. Metode : Pencarian menyeluruh tinjauan literatur ini dengan kata kunci di basis data Pubmed, ProQuest, Scopus, Science Direct dan Sage Journals. Dilakukan ekstraksi data dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Metode PRISMA digunakan untuk proses pemilihan jurnal. Hasil : Pencarian menghasilkan sembilan artikel menggunakan analisis dengan konsep lean thinking dengan pemetaan aliran nilai baik nilai tambah (value added) dan non value added. Berdasarkan hasil penelitian metode lean thinking telah banyak diterapkan di berbagai negara dan dapat dipakai di berbagai layanan rumah sakit. Seluruh artikel bahwa menunjukkan bahwa metode lean dapat menurunkan waktu layanan, menurunkan waktu tunggu pasien, meningkatkan kepuasan pasien, dan meningkatan jumlah kunjungan pasien ke rumah sakit. Kesimpulan : Penggunaan metode lean management di rumah sakit dapat mengurangi waktu tunggu pasien, mengurangi lama waktu perawatan pasien, efisiensi penggunaan sumber daya, meningkatkan jumlah kunjungan pasien, meningkatkan kepuasan sehingga kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien dapat mengalami peningkatan.
Mutu Layanan dan Kepuasan Pasien pada Layanan Kesehatan Gigi dan Mulut Pemerintah dan Swasta : Literature Review: Quality of Services and Patient Satisfaction in Public and Private Dental Health Services : Literature Review Simanjuntak, Haspeni; Puput Oktamianti; Cicilya Candi
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2: FEBRUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4303

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari kesehatan umum yang berperan dalam mendukung setiap individu ketika bersosialisasi dalam masyarakat dan dalam mencapai potensi tertinggi diri mereka. Untuk mencapai Universal Health Coverage untuk kesehatan mulut diperlukan kesetaraan mutu layanan kesehatan gigi dan mulut di pelayanan kesehatan. Tujuan: untuk mengetahui mutu pelayanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada penyedia layanan baik di sektor pemerintah maupun swasta. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur (litrature review) dengan pencarian artikel ilmiah melalui ProQuest, Taylor & Francis dan Medline. Hasil: Didapati 634 artikel ilmiah kemudian dilakukan seleksi sehingga didapatkan 12 artikel ilmiah yang peneliti review. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan siginifikan baik mutu dan kepuasan pasien pada layanan gigi publik/pemerintah maupun swasta.
Dukungan Regulasi terhadap Pengembangan Karier Tenaga Kesehatan Non Aparatur Sipil Negara : Literature Review: Regulatory Support for Career Development of Non-State Cvil Servant Health Workers : Literature Review Nella Savira Liani; Puput Oktamianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 2: FEBRUARY 2024 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4449

Abstract

Latar belakang: Salah satu hak tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menjalankan praktik adalah kesempatan mengembangkan karier di bidang keprofesiannya. Kesenjangan pengembangan karier antara tenaga kesehatan non-ASN dengan ASN didorong adanya kekosongan regulasi dalam pelaksanaan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, sehingga pengembangan kariernya belum terstandar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai dukungan regulasi terhadap pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah dan pemangku kepentingan dalam penyusunan kebijakan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN yang berkeadilan. Metode: Penelitian dilakukan dengan tinjauan literatur berupa dokumen regulasi atau peraturan perundang-undangan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan yang bersumber dari database produk hukum Kementerian Kesehatan, JDIH BPK, dan Google online. Kriteria inklusi mencakup regulasi tahun 2012-2023 dengan status “berlaku”, jenis peraturan perundangan-undangan berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri, dan Keputusan Menteri dengan tema pengembangan karier tenaga kesehatan. Kriteria eksklusi meliputi peraturan pelaksanaan terkait pengembangan karier ASN. Hasil: Peraturan perundang-undangan terkait pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN yang ditinjau berjumlah sebelas dokumen. Dokumen tersebut terdiri dari tiga Undang-Undang, dua Peraturan Pemerintah, satu Peraturan Presiden, empat Peraturan Menteri, dan satu Keputusan Menteri. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan mengamanahkan sejumlah hak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Terdapat keterkaitan dan dukungan dalam muatan berbagai peraturan perundang-undangan terhadap pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN, namun peraturan pelaksanaan yang menaungi penerapan pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN belum tersedia. Kesimpulan: Dukungan regulasi saat ini terbatas pada regulasi di level makro, sehingga mendorong implementasi pengembangan karier tenaga kesehatan non-ASN menjadi tidak standar.
Implementation Value-Based Health Care in Low-Middle Income Countries Healthcare Services: A Scoping Review Sulistyanto, Adi; Oktamianti, Puput
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6318

Abstract

Global health expenditure has doubled in the last two decades. Health expenditure in low-middle-income countries accounts for around 4.9% of global GDP, which increases the possibility of out-of-pocket (OOP) payments. The proportion of OOP expenditure in low- and middle-income countries accounts for 40% of total health expenditure. Volume-based service delivery also contributes to this problem; therefore, value-based healthcare (VBHC) is introduced, focusing on increasing patient value through cost efficiency and optimal care outcomes. This study aims to determine the implementation of VBHC in low-middle-income countries. The design study used a scoping review based on the PRISMA-ScR guidelines. Data searches were conducted through Google Scholar, PubMed, SpringerLink, and ScienceDirect, covering publications from January 2019 to April 2024. The initial search identified 1,121 research articles. A total of 11 articles were synthesized in the final review after being adjusted to the research criteria. From 11 articles, originated from Colombia, Africa, India, Sierra Leone, Kenya, Brazil, Lebanon, and Latin America. They were then synthesized based on the six components of the VBHC approach developed by Peter and Teisberg. Organize care into Integrated Practice Units (IPUs) is implemented in 7 articles, measure outcomes and costs for every patient is widely implemented in 10 articles, move to bundled payments for care cycles is only implemented in 2 articles, integrate care delivery across separate facilities is implemented in 7 articles, expand excellent services across geography is only implemented in 4 articles, and build an enabling information technology platform is only implemented in 1 article. The implementation of the VBHC concept in each country takes a different approach but shares a common goal with the VBHC concept: improving patient outcomes while achieving significant cost savings.
PERAN JKN UNTUK ELIMINASI TUBERKULOSIS DI INDONESIA Karima, Khaula; Oktamianti, Puput
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.24969

Abstract

Global TB Report tahun 2023 mencatatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita TBC terbanyak ke-dua di dunia. Indonesia berkomitmen menuju eliminasi TBC di tahun 2030.  Program JKN yang salah satunya diselenggarakan BPJS Kesehatan telah mengalami perkembangan dan menerapkan sentralisasi dalam implementasinya.   Peran dan capaian JKN membuat dukungan BPJS Kesehatan berpotensi untuk mendorong percepatan eliminasi TBC di tahun 2030. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dan upaya yang dilakukan oleh JKN bersama Program TBC Nasional untuk mendukung eliminasi TBC. Metode penelitian menggunakan scoping review dengan mengelaborasi data sekunder, kemudian dilakukan analisis isi.  Hasil penelitian menunjukkan JKN berpotensi untuk mendorong eliminasi TBC yang juga akan berkontribusi pada keberlanjutan finansial program JKN.  Potensi dan upaya yang dilakukan untuk mendukung eliminasi TBC diantaranya melalui penguatan promotif preventif TBC, penguatan kualitas pengobatan TBC melalui Strategic Health Purchasing, penguatan kerja sama dengan pihak swasta, dan peningkatan kualitas.