Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Mutu Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien Maranggi, Octavianus; Bacthiar, Adang; Oktamianti, Puput
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 6 (2024): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-imperatif.v4i6.304

Abstract

Latar belakang: Kepuasan pasien merupakan komponen integral dari kualitas layanan kesehatan dan telah diadopsi sebagai proksi untuk menilai kualitas dan meningkatkan keberlanjutan layanan kesehatan di banyak negara. Tujuan: Tinjauan pustaka sistematis ini bertujuan untuk mengkaji faktor- faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit. Metode: Systematic Literature Review menggunakan metode sistematis PRISMA 2020 dengan database perpustakaan online Scopus, Sage Journal, Proquest, Pubmed, dan Willey dengan tema pencarian Hospital service quality indicators, patient satisfaction, patient loyalty. Penilaian dilakukan terhadap Artikel Jurnal.Hasil: Metode SERVQUAL paling banyak digunakan oleh peneliti (n=13), metode HEALTHQUAL (n=4), dan metode lainnya yang dikembangkan oleh masing-masing peneliti (n=11).Kesimpulan: Didapatkan beberapa metode analisa mutu pelayanan rumah sakit di berbagai negara dengan loyalitas pasien dan kepuasan pasien, baik yang bersifat langsung ataupun yang tidak langsung
MANAJEMEN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI DALAM PENYELENGGARAAN PELAYANAN MEDICAL CHECK UP Setyawati, Maya; Oktamianti, Puput
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1653

Abstract

Rangkaian pemeriksaan di pelayanan instalasi medical check up (MCU) berpotensi mengakibatkan memanjangnya waktu tunggu pelayanan, maupun dalam mendapatkan hasil pemeriksaan. Penggunaan sistem informasi MCU akan mempermudah dan mempercepat user dalam melakukan pendataan sehingga penginputan, pengolahan, maupun pembuatan laporan MCU lebih cepat, dan potensi terjadinya kesalahan dalam penginputan, pengolahan maupun pembuatan laporan juga dapat diturunkan. Hingga saat ini belum banyak rumah sakit yang menerapkan penggunan sistem informasi MCU secara holistik mulai dari pendaftaran hingga mendapatkan hasil MCU. Untuk itu perlu diketahui bagaimana prinsip manajemen perancangan sistem informasi pelayanan MCU yang dapat dilakukan oleh rumah sakit untuk menjawab tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan MCU yang efisien. Penelitian ini menggunakan metode literature review, dengan menganalisis beberapa artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian terkait perancangan sistem informasi dalam pelayanan MCU. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perancangan sistem informasi menyesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi maupun penelusuran dokumen. Tahapan dalam manajemen perancangan sistem informasi MCU terdiri dari analisis kebutuhan, tahap perancangan, implementasi dan uji coba. Tahap perancangan meliputi perancangan bagan alir pelayanan, rancangan input dan output, basis data dan perancangan model. Tahap implementasi dan uji coba merupakan tahapan yang penting untuk melihat kesesuaian sistem yang diujikan dengan tujuan yang telah ditentukan
GAMBARAN KEBIJAKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN TENAGA DOKTER SPESIALIS DI INDONESIA Dewi, Rizza Norta Villeny Rosita; Oktamianti, Puput; Muliawati, Dian
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1661

Abstract

Tenaga dokter spesialis merupakan faktor penting dalam pelayanan kesehatan spesialistik. Saat ini Indonesia masih kekurangan dokter spesialis baik dalam hal jumlah maupun distribusi. Dokter spesialis masih terkonsentrasi pada ibu kota provinsi, kota-kota besar dan kota dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Untuk meningkatkan jumlah dan distribusi tenaga dokter spesialis dilakukan berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah mulai dari mekanisme penyediaan hingga pendayagunaan. Dengan semakin banyaknya dan meratanya tenaga dokter spesialis diharapkan dapat meningkatkan akses dan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan kebijakan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter spesialis di Indonesia. Studi ini menggunakan metode literature review terhadap data sekunder yaitu peraturan perundang-undangan sebanyak 11 peraturan dan 3 artikel yang diperoleh dari mesin pencarian Google Scholar. Hasil studi ini menunjukkan bahwa setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah didasari oleh Peraturan perundang- undangan namun perlu upaya-upaya dari Pemerintah Daerah agar kebijakan tersebut dapat memberikan manfaat secara optimal
FAKTOR PENGHAMBAT KEBERHASILAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA PERSALINAN SESAR Nasution, Rizki Santy; Oktamianti, Puput
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1725

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Pelaksanaan IMD pada ibu dengan persalinan secara sesar memiliki tantangan tersendiri karena kondisi ibu dan bayi yang berbeda dengan ibu yang melahirkan secara normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan tantangan pelaksanaan IMD pada persalinan sesar. Studi ini menggunakan literature review terhadap data sekunder yang diperoleh dari mesin pencarian Google Scholar, Pubmed dan Scopus. Hasil studi ini menunjukkan bahwa persalinan sesar memiliki implikasi langsung dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini, sehingga dibutuhkan kearifan dan kebijakan dari praktisi kesehatan dan ibu untuk memilih metode persalinan yang tepat.
Factors Associated with Work Performance and Mental Health of Healthcare Workers During Pandemics In Asia : a Systematic Review Almira Dova, Syarifah; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.405 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11507

Abstract

COVID-19 is highly contagious and the transmission dynamics are associated with intercontinental spread. The pandemic’s short-term and long-term impact on healthcare worker’s mental health and well-being remains largely unknown. This systematic review used preferred reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). The articles were searched from PubMed, the reviewers had screened 729 abstracts, 372 full-text publications, and ultimately included 11 systematic reviews. The review found ten factors associated with the work performance and mental health of healthcare workers in Asia, including experiencing feelings of anxiety, having inadequate support, depression, experiencing occupational stress, loneliness, lack of workplace preparedness, financial concerns associated with changes in income and daily living, fear of transmission, burnout/fatigue and sleep disturbance. This systematic review can be used as input for governments and employers as a reference to develop strategies to support healthcare workers’ mental health, well-being and work productivity.
Gambaran Strategi Bauran Pemasaran Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit X di Jakarta Selama Pandemi Covid-19 Ramadia, Osi; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.234 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i3.11547

Abstract

Selama pandemi COVID-19 terjadi perubahan perilaku masyarakat dalam mencari pelayanan kesehatan yaitu semakin menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi, aman, cepat, dan dapat diandalkan. Pandemi COVID-19 juga menyebabkan penurunan jumlah kunjungan pasien yang akan mengganggu keuangan rumah sakit karena akan mengurangi jumlah pemasukan rumah sakit, sedangkan biaya operasional rumah sakit cenderung meningkat dikarenakan terdapat pelaksanaan prosedur baru untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satu cara untuk dapat bersaing dan bertahan dengan menggunakan strategi pemasaran yang sesuai dengan keadaan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran strategi pemasaran berupa bauran pemasaran RS X yang dikaitkan dengan unsur pemasaran yaitu produk, harga, lokasi dan promosi selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara kepada narasumber terkait. Strategi pemasaran RS X dengan menggunakan bauran pemasaran sudah menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19. Bauran produk yang dilakukan RS X yaitu membedakan gedung pelayanan, melakukan screening pasien, menambah layanan pemeriksaan penunjang screening COVID-19 dan membuat paket layanan khusus untuk pasien COVID-19. Bauran harga yang dilakukan RS X yaitu menetapkan harga sesuai dengan aturan pemerintah dan memberikan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan rumah sakit sekitar serta memberikan kemudahan cara pembayaran. Selanjutnya bauran promosi RS X lakukan adalah melakukan promosi melalui media digital dan memanfaatkan media digital untuk melakukan visitasi denagan rekanan rumah sakit. Sedangkan lokasi RS X yang berada di jalan besar utama dan strategis sehingga mudah untuk ditemukan serta melakukan pelayanan telemedicine dilakukan untuk memastikan produk layanan tersampaikan kepada konsumen.
Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Pertiwi, Revita Anisa; Sjaaf, Amal Chalik; Andriani, Helen; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16455

Abstract

Terkait keselamatan pasien, rumah sakit sangat rentan karena merupakan organisasi yang rumit dengan sumber daya terbatas di berbagai bidang seperti teknologi, layanan, pemasaran, sistem mutu, dan bahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis kejadian yang mungkin terjadi di rumah sakit yang dapat dihindari: Sentinel, Potential Injury Conditions (KPC), Near Injury Events (KNC), Non-Injury Events (KTC), Adverse Events (KTD), dan divisi Farmasi memiliki potensi kecelakaan tertinggi. Satu rumah sakit di Jakarta telah melihat peningkatan laporan masalah keselamatan pasien, dan penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebabnya. Penelitian ini dilakukan antara Januari dan Maret 2024 dan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan meninjau dokumen sekunder yang berkaitan dengan insiden keselamatan pasien. Informan terdiri dari kepala bidang penunjang medis, Ketua Keselamatan Pasien Rumah Sakit, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan laporan insiden keselamatan pasien sebesar 660% setelah di lakukan perubahan sistem saat 2023. Setelah di lakukan penyuluhan kepada seluruh tenaga kesehatan di tahun 2024 terdapat peningkatan laporan ada 101% di bandingkan tahun 2023. Penyuluhan kepada semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyebabkan peningkatan angka pelaporan insiden yang menandakan mutu kesalamatan pasien di rumah sakit tersebut berjalan baik dan pasien mendapatkan pelayanan prima.
Employee-Based Brand Equity: Investasi Jangka Panjang Dalam Daya Saing Rumah Sakit Jus, Caslyn; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60378

Abstract

Dalam industri pelayanan kesehatan yang semakin kompetitif, rumah sakit dituntut untuk membangun dan mempertahankan keunggulan kompetitif jangka panjang. Keberlanjutan serta daya saing rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kualitas fasilitas medis atau teknologi canggih, tetapi juga oleh kekuatan internal yang signifikan seperti ekuitas merek berbasis karyawan (Employee-Based Brand Equity/EBBE). Kajian naratif ini membahas Employee-Based Brand Equity (EBBE) sebagai fondasi strategis untuk mencapai tujuan tersebut. EBBE didefinisikan sebagai nilai intrinsik yang ditambahkan oleh seluruh karyawan rumah sakit mulai dari staf medis hingga non-medis melalui pengetahuan merek, sikap, dan perilaku mereka yang selaras dengan janji dan identitas merek rumah sakit. Studi ini menguraikan tiga dimensi fundamental EBBE yaitu perilaku konsisten merek (karyawan mewujudkan nilai merek dalam tindakan), dukungan merek (karyawan secara aktif mempromosikan rumah sakit), dan kesetiaan merek (karyawan memiliki komitmen emosional tinggi terhadap merek). Diskusi lebih lanjut menyoroti bagaimana pengembangan EBBE, didorong oleh faktor seperti kejelasan peran, komitmen, manajemen merek internal, dan kepemimpinan transformasional, secara signifikan memengaruhi persepsi dan pengalaman pasien. Investasi pada EBBE memungkinkan rumah sakit membangun reputasi yang kuat dan otentik, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas pasien, memicu word-of-mouth positif, dan memperkuat posisi di pasar. Melalui penguatan EBBE, rumah sakit tidak hanya meningkatkan kinerja finansial, tetapi juga menumbuhkan budaya organisasi yang berpusat pada nilai merek, memastikan keberlanjutan daya saing di masa depan.
Training Needs Analysis (TNA) for Nurses at Ilaga Regional Hospital, Puncak Regency, Central Papua Suhendra, Erik; Oktamianti, Puput; Ayuningtyas, Dumilah
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i3.1592

Abstract

Nurse training at Ilaga Regional Hospital aims to improve nurses' quality, but its implementation does not have a significant impact. This must be addressed immediately, because the failure of ineffective, inefficient and irrelevant training to the needs of nurses at Ilaga Regional Hospital can hinder efforts to improve the quality of service at Ilaga Regional Hospital. This study aims to identify training needs at Ilaga Regional Hospital, using quantitative methods of survey data from the Hennesy-Hick’s questionnaire (n = 29, purposive sampling), consisting of 25 questions (five categories). Qualitative methods use semi-structured interview data (n = 14) consisting of 42 questions (organizational analysis, task analysis, personal analysis). Training needs according to education level, agency of origin, age and length of service, namely administration and clinical skills. However, the competency gap is smaller in respondents S1 + Profession, the highest in IRNA, tends to decrease with age. and there is a variation in the gap in each category of length of service. The results of the organizational, task and personal analysis, there is a need for RME training, clinical skills, SOP training, and motivational training.
Faktor yang Memengaruhi Kinerja Verifikasi Dokter Verifikator Internal Medis dalam Proses Klaim Pasien Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Tarigan, Immanuel Natanael; Oktamianti, Puput; Darmawan, Ede Surya
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 9, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since the implementation of the National Health Insurance, hospitals must be able to manage JKN claims properly. One way to properly manage the situation is by employing a medical internal verification doctor. This study aims to determine the factors that influence the performance of medical internal verification doctor based on the percentage of claim eligibility that has been verified. The research was conducted using a case study method with a qualitative and quantitative approach. The study was conducted on 16 medical internal verification doctors using questionnaires and in-depth interviews. The results of the study found that the performance of medical internal verification doctors in January-June 2022 was 81.45%, lower than other hospital owned by the ministry of health (85-94%). This study also found that the factors related to the verification performance of medical internal verification doctors were demographic in the form of years of service as medical internal verification doctors and other workloads, knowledge, job satisfaction in general, satisfaction with salary, benefits and rewards for work, satisfaction with the nature of work, as well as satisfaction with the operational situation of work and colleagues. Other factors in medical internal verification doctors verification performance is organizational support, such as standard operating procedures, training and education opportunities and opportunities for communication with external parties. Other factors related to the verification performance of VIM doctors are the passion as a medical internal verification doctor, tasks assignment, feedback on performance and criteria or standards for becoming a medical internal verification doctors.