Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementasi Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Perundungan Pada Remaja Awal (12-15 tahun) Tohari, Sabit; Prasetia, Muhammad Eka
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Desember 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v9i2.8719

Abstract

This study aims to determine the Implementation of Guidance and Counseling Teacher Strategies in Overcoming Bullying Behavior in Early Adolescents (12-15 years). The approach in this study uses a qualitative approach with a phenomenological research design. The method used in this study in collecting data is to use interview and documentation techniques, which will then be analyzed and seen for the validity of the data using data triangulation techniques. The output target of this research is as intellectual material on strategies to overcome bullying behavior, as consideration for guidance and counseling teachers. The results obtained are based on data from interviews with 2 BK teachers and 4 students as well as data from documentation. From these results it was found that the implementation of the BK teacher's strategy in overcoming bullying behavior was going well, this was proven to have greatly reduced the bullying behavior that occurred at SMPN 17 Banjarmasin. although there are obstacles in implementing these strategies, these obstacles come from the parents of students, from the students themselves, and lack of time. to provide individual counseling services and information service.
GAMBARAN PERILAKU MEROKOK PADA USIA REMAJA AWAL (10-14) DENGAN TINGKAT MOTIVASI BERPRESTASI SISWA Sri Eka Handayani; Muhammad Eka Prasetia
AL-ULUM : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 6, No 1 (2020): Edisi April
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/alsh.v6i1.3021

Abstract

This research is a qualitative descriptive study which aims to describe the smoking behavior of early adolescents (10-14) with the level of achievement motivation of Students SMPN XX in Banjarmasin. The research subjects were Guidance and Counseling Teachers at SMPN XX in Banjarmasin, The students of SMPN XX in Banjarmasin and Home room teacher of SMPN XX in Banjarmasin. Data was collected using interview, observation and documentation methods after the data was obtained and then analyzed descriptively qualitatively and also matched the answers of each informant from the results of interviews with informants then the data was validated using triangulation techniques. The target of this study is expected to be able to do community service, especially early adolescents (10-14) so that they understand that smoking not only affects physical health but also affects brain performance, which can cause decreased thinking power so that motivation for achievement also decreases.
MANAJEMEN PERENCANAAN KARIER BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Muhammad Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Endang Pratiwi
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16049

Abstract

Sumber daya manusia merupakan hal yang penting karena individu (manusia) inilah yang akan menggerakkan seluruh komponen yang berbeda dalam kehidupan. Setiap individu dapat mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh dan memiliki hak untuk mengembangkan potensi perencanaan kariernya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas, seperti halnya anak normal lainnya, juga mempunyai kesempatan yang baik dalam melakukan pendidikan ataupun dalam hal memasuki dunia kerja.  Keterbatasan fisik yang dialami penyandang disabilitas tidak selamanya bergantung kepada orang lain, mereka juga dapat hidup seperti orang normal pada umumnya baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja serta menghasilkan karya kecuali penyandang disabilitas berat. Dengan itu sebelum melaksanakan karir yang sebenarnya maka diperlukan perencanaan karir terlebih dahulu guna mempersiapkan karir saat usia kerja. Salah satu perencanaan karir yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas salah satunya adalah keterampilan (kecakapan) untuk upaya mewujudkan nilai tambah bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan memberikan support dan arahan dari beberapa pihak (keluarga, kerabat, organisasi, lembaga, masyarakat, dll) kepada anak berkebuthan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kemampuan keterampilan (skill) agar dapat bersaing sehat di dunia pendidikan ataupun dunia kerja.Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang remaja disabilitas yang hadir pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan Workshop Manajemen Perencanaan Karier Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin menghasilkan: (1) Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin dapat melakukan manajemen perencanaan karier; (2) Hasil Pretes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah disabilitas borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Rendah (1,63); dan (3) Hasil Posttes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Sedang (4,4)  Kata kunci: Manajemen, perencanaan karier      
WORKSHOP PELAYANAN PENGUATAN KARIER REMAJA DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Sanjaya Sanjaya
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.16037

Abstract

 Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perubahan baik secara fisiologis, psikologis, emosi, minat, pola prilaku  dan prioritas. Anak tunarungu dapat diartikan anak yang tidak dapat mendengar. Tidak dapat mendengar atau kemungkinan kurang mendengar atau tidak mendengar sama sekali. Anak tunarungu berbicara tanpa suara atau dengan suara kurang jelas atau bahkan tidak berbicara sama sekali. Tak jarang anak anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas tunarungu mendapatkan deskriminasi di dunia kerja. Mereka dianggap sebelah mata karena keterbatasan yang mereka miliki. Mereka dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik karena kondisi fisik, intelegensi, serta hubungan sosialnya yang tidak normal. Padahal, mereka juga berhak untuk mendapatkan hak pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, serta sebuah pekerjaan.Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 11 orang disabilitas yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM     Dari hasil analisis data pretes evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa penguatan karier remaja disabilitas yayasan borneo banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (3,27). Hal ini tentunya merupakan hal yang wajar, dikarenakan selama ini remaja disabilitas belum pernah diberikan pelayanan penguatan karier. dan Dari hasil analisis data posttes evaluasi keseluruhan kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa pemberian pelayanan penguatan karier remaja disabilitas borneo Banjarmasin tergolong dalam kategori kategori Sedang (4,39). Hal ini tentunya hal yang baik, karena adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan workshop pengabdian kepada masyarakat.   
WORKSHOP BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BANJAR PADA MGBK SMA DI KOTA BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Farial Farial; Hegen Dadang Prayoga
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.12309

Abstract

Setiap Permainan tradisional dapat dijadikan sebuah inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Permainan tradisional dapat dikolaborasikan dengan layanan bimbingan dan konseling sehingga menjadi sebuah teknik atau metode di dalam pelaksanaan layanan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Untuk mewujudkan ini tentu harus ada kreativitas guru BK dalam melakukan inovasi terhadap layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di sekolah. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa guru BK SMA di Kota Banjarmasin masih memerlukan wawasanan ilmu pengetahuan, kreativitas/ inovasi dalam layanan BK dan  keterampilan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Khususnya pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah. Permasalahan mitra yang menjadi prioritas utama adalah dirinci sebagai berikut: (1) Terdapat guru BK yang kurang memiliki kreativitas dalam mengembangkan inovasi dalam  layanan  bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Terdapat guru BK yang belum mengetahui tahapan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Dari fenomena permasalahan dan alternatif solusi, maka pelaksana memilih prioritas solusi diantaranya ialah: (1) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa kreativitas dan inovasi konselor sekolah professional dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa pelatihan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 32 orang guru BK yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM dari analisis data pre test evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa kreativitas guru BK di SMA Kota Banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (2,92) dan hasil kegiatan PKM dari analisis data post test kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi meningkat dengan kategori Tinggi (7,45). Hal ini tentunya merupakan hal yang baik, setelah diberikannya kegiatan workshop sehingga dapat meningkatkan kreativitas guru BK dalam inovasi layanan BK di sekolah.Kata kunci: Bimbingan, konseling, permainan tradisional banjar 
WORKSHOP KETERAMPILAN TEKNIK KONSELING ASERTIF TRAINING PADA MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA DI KOTA BANJARMASIN Muhammad Eka Prasetia; Ainun Heiriyah; Irfan Fitriadi; Fitrah Yuridka
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.12103

Abstract

Di setiap sekolah khususnya SMA tentu memiliki guru BK yang berperan penting dalam keberhasilan setiap peserta didik menjalani proses pendidikan di sekolah dengan baik. Guru BK melakukan berbagai pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di sekolah untuk keberlangsungan perkembangan perseta didik agar dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri serta dapat menyelesaikan permasalahannya sesuai dengan tugas perkembangannya. Pelayanan Bimbingan dan konseling di sekolah sangat penting untuk membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya, salah satunya dengan Teknik assertive training. Dalam melakukan pelayanan di sekolah guru BK SMA harus mengembangkan wawasan dan keterampilan yang mereka miliki dalam rangka menjadi guru BK yang handal dan professional dalam melaksanakan tugas di sekolah. Keterampilan guru BK adalah kemampuan guru BK dalam menguasai, mengelola layanan bimbingan dan konseling saat melaksanakan proses kegiatan bimbingan dan konseling, sehingga kegiatan layanan terlaksana secara efektif dan efesien. Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 32 orang Guru BK SMA di kota Banjarmasin (MGBK). Pre Test kegiatan Workshop Keterampilan Konseling Asertif Training Guru BK tergolong kategori Rendah (3,04). Setelah diberikan materi kegiatan dan pelatihan Workshop Keterampilan Asertif Training Guru BK dilakukan Post Test, maka diketahui adanya peningkatan keterampilan konseling menjadi  kotegori Sedang (6,59).
Penerapan Metode Talaqqi pada Siswa dalam Menghafal Al-Qur’an di Siswa Smks Budi Agung Marelan Muhammad Eka Prasetia
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 4 (2025): November : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i4.1260

Abstract

Memorizing the Qur’an is a process to maintain, protect, and preserve its purity. It is considered a noble task and responsibility that requires consistency, patience, and proper guidance. While everyone has the potential to memorize the Qur’an, not all individuals are able to do it effectively. Various factors influence the success of memorization, including the use of suitable methods. One of the effective approaches is the Talaqqi method, which emphasizes direct learning and repetition under the guidance of a teacher. This study aims to examine the application of the Talaqqi method among students at SMKS Budi Agung Marelan in their efforts to memorize the Qur’an. The research employed a qualitative field research design using interviews, observation, and documentation as data collection techniques. The findings reveal that the implementation of the Talaqqi method consists of three main stages: preparation, implementation, and evaluation. Furthermore, several supporting factors were identified, such as teacher guidance, students’ intrinsic motivation, and a supportive learning environment, all of which significantly contribute to successful Qur’an memorization.
Mindfull Breathing Training untuk Mereduksi Kecemasan pada Remaja Putri di Panti Asuhan Aisyah Muhammadiyah Banjarmasin Sabit Tohari; Muhammad Eka Prasetia; Zakiyah Zakiyah
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 3 No. 5 (2025): Oktober : ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v3i5.1486

Abstract

Adolescent girls living in orphanages face more complex psychosocial challenges compared to their peers in general. Experiences of loss, limited family support, and uncertainty about the future often lead to heightened anxiety. One effective psychological intervention to manage anxiety is mindful breathing training, or conscious breathing exercises. This community service activity aimed to provide mindful breathing training for adolescent girls at the Aisyiyah Muhammadiyah Orphanage in Banjarmasin as an effort to reduce anxiety and enhance inner calmness. The implementation method employed educational, participatory, and practical approaches, consisting of four stages: preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The results of the activity showed that participants gained a good understanding of the concepts of anxiety and mindfulness, and were able to correctly practice the mindful breathing technique. Based on the evaluation results, more than 80% of participants stated that the training was engaging, clear, and beneficial in helping them manage anxiety. Therefore, mindful breathing training proved to be an effective, simple, and applicable strategy for reducing anxiety levels among adolescents in the orphanage.
PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PENANGANAN PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN Hidayanti, Hidayanti; Yuliansyah, Muhammad; Prasetia, Muhammad Eka
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 4 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - APRIL 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i4.416-424

Abstract

Perilaku menunda-nunda dalam dunia akademis adalah salah satu masalah yang kerap ditemui oleh siswa dan mahasiswa, di mana individu dengan sadar menangguhkan penyelesaian tugas akademik walaupun terdapat waktu serta keterampilan yang memadai untuk menyelesaikannya. Dalam konteks ini, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi sangat krusial dalam membantu siswa mengatasi kebiasaan menunda-nunda tugas atau kewajiban akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran guru BK dalam menangani perilaku prokrastinasi akademik siswa di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data yang meliputi wawancara dan dokumentasi yang komprehensif. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari Guru BK dan sejumlah siswa yang terkait kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Temuan penelitian menunjukan bahwa guru BK memiliki peran penting dalam mengatasi penundaan akademis melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta pendekatan preventif dan kuratif lainnya. Setelah mendapatkan penanganan dari guru BK, siswa menunjukkan perubahan positif dalam perilaku akademiknya, seperti meningkatnya kesadaran akan tanggung jawab belajar, manajemen waktu yang lebih baik, serta berkurangnya kecenderungan untuk menunda-nunda tugas. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan oleh guru BK efektif dalam membantu siswa mengatasi prokrastinasi akademik, serta mempertegas pentingnya keberadaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. 
STRATEGI WALI KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yulizar Abidarda; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22321

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Untuk membahas rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian yang dilihat dari jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif. Informan atau subjek penelitian adalah wali kelas dan siswa. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu data tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi yang sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui pemberian motivasi berupa penguatan tentang pentingnya pendidikan, pemberian bimbingan, pengarahan, serta pemberian pujian kepada siswa yang belajar dengan baik, dan terus-menerus menumbuhkan kecintaan terhadap belajar. Dengan demikian, motivasi belajar siswa akan meningkat. Strategi lain yang dilakukan wali kelas adalah pemberian poin, pemberian penghargaan (reward), serta hukuman (punishment) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai bentuk motivasi belajar tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Adapun kendala atau faktor penghambat wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran, pengaruh negatif teman sebaya, serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua siswa.