Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PELATIHAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TRAINING UNTUK MENGURANGI STRESS ACADEMIC REMAJA DI LINGKUNGAN LAHAN RAWA PANTI ASUHAN PUTERI INTAN SARI BANJARMASIN Sri Ayatina Hayati; Aminah Aminah; Muhammad Eka Prasetia
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 8, No 1 (2022): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v8i1.7258

Abstract

Sejak adanya pandemi COVID-19 di seluruh dunia terutama di Indonesia semua pasti mendapatkan dampaknya. Salah satunya ialah lembaga panti asuhan, karena pasti akan menghambat sistem kinerja ajar mengajar di bidang pendidikan. Apalagi setiap sekolah melaksanakan pembelajaran melalui daring, dan tidak semua anak panti asuhan memiliki alat komunikasi untuk melaksanakan pembelajaran daring. Oleh sebab itu banyak terjadi stress academic pada remaja di panti asuhan dalam melaksanakan pembelajaran. Stres akademik biasanya disebabkan oleh hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan akademik yang dilakukan oleh siswa. Salah satu upaya konseling untuk mengurangi stres akademik pada siswa adalah Progressive   Muscle   Relaxation   Training. PMRT dapat digunakan untuk mengontrol kecemasan, stres atau ketegangan. Permasalahan tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Remaja panti asuhan menunjukkan stress academic dalam menghadapi pembelajaran seperti terbatasnya media belajar daring dan jaringan untuk mengikuti pembelajaran daring. (2) Belum adanya intervensi yang diberikan langsung dari pihak panti asuhan maupun lembaga lainnya. Tujuan dari pelatihan ini meliputi: (1) Memberikan informasi tentang cara mengatasi stress academic. (2) Memberikan pelatihan PMRT kepada remaja panti asuhan. Kegiatan ini mempunyai 4 (Empat) metode dalam pelaksanaan kegiatan sebagai berikut: Ceramah, Demonstrasi, Pelatihan dan Evaluasi. Khalayak sasaran pada kegiatan ini remaja panti asuhan puteri intan sari Banjarmasin. Gambaran bentuk evaluasi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dianalisis secara umum gambaran dari tingkat stress academic remaja panti asuhan pada kategori sedang dan tinggi sebelum diberikan pelatihan PMRT. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi penurunan tingkat stress academic remaja panti asuhan puteri intan sari Banjarmasin menjadi rendah.Kata kunci : Progressive Muscle Relaxation Training, Stress Academic
Faktor Penyebab Ketidakdisiplinan Siswa Dalam Kehadiran di SMA Negeri 1 Alalak Hikmatul Syifa; Farial Farial; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9150

Abstract

Guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Alalak bahwa banyaknya kasus pelanggaran pada peraturan sekolah yang dilakukan siswa SMA, seperti terlambat datang ke sekolah, bolos pada jam pelajaran, tidak memakai atribut yang lengkap, memakai asesoris yang berlebihan dan lain-lain itu sudah hal yang biasa terjadi di sekolah-sekolah. Jenis peneliti menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif, yaitu sebuah prosedur penelitian berdasarkan data deskripsi yaitu berupa lisan atau kata tertulis dari subjek penelitian atau informan yang telah diamati dan dimiliki karakteristik bahwa data yang diberikan yakni data asli menurut situasi dan kondisi yang tidak dapat di manipulasi serta memakai cara yang sistematis dan dapat di perdisiplinkan kebenarannya. Subyek penelitian ini yaitu Guru Bimbingan dan Konseling, Wali Kelas dan Kelas X SMA Negeri 1 Alalak. Berdasarkan hasil penelitian yang di temukan maka di simpulkan bahwasanya disiplin dan kehadiran saling terikat karena perlunya disiplin untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehadirannya untuk serta hadir di sekolah dalam belajar jika ada rasa tanggung jawab maka terjadilah melanggar peraturan yang ada di sekolah. Faktor penyebab ketidakdisiplinan siswa dalam kehadiran yaitu bekerja, telat bangun pagi, tidak ada alat transprotasi, membolos tidak masuk sekolah, urusan keluarga, malas sekolah, dengan adanya bukti absensi yang di miliki wali kelas dan guru bk. Guru bk menindak lanjut tersebut dengan melakukan konseling indivual, pemanggilan orang tua yang bersangkutan atau home visit.
Implementasi Strategi Guru Bimbingan Dan Konseling Dalam Mengatasi Perilaku Perundungan Pada Remaja Awal (12-15 tahun) Sabit Tohari; Muhammad Eka Prasetia; Sri Ayatina Hayati
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i1.2031

Abstract

Today’s young generation is not fully able to fulfil the aspects of the ideal character needed to sustain the progress and success of a nation in the future. Strawberry Generation represents strawberries that are beautiful but easily brittle and crumble when stepped on. The emergence of Strawberry Generation is influenced by several factors, one of which is parenting in educating and raising their children. Researchers are interested in studying more about the skills of parents in educating children today. The use of phenomenological methods as an effort to describe and reveal how the skills of parents in educating children today and how behavioural changes that occur as a result of parenting to the parable of the term often referred to as generation Z, namely strawberry generation. The results of this study found that the skills of parents in educating children who have the potential to grow them to be part of the strawberry generation, including overprotective parenting, authoritarian parenting, lack of appreciation and communication. Solutions to minimize children becoming Strawberry Generation include: 1) mental build; 2) give confidence to children to carry out responsibilities that can make them learn and upgrade themselves, so that children feel they contribute and feel valuable; 3) attachment between parents and children; 4) train children to make decisions; 5) always understand the the child’s condition; 6) instilling a growth mindset. Keywords: Counseling Teacher Strategy, Bullying behavior
KOLABORASI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN AGEN PERUBAHAN (ANTI PERUNDUNGAN) DALAM MELAWAN PERUNDUNGAN DI SMK NEGERI 2 BANJARBARU Afrilia Gusman; Ani Wardah; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmbkan.v9i2.8373

Abstract

The anti-bullying and school-based violence program is an effort to prevent and deal with violence against children. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The purpose of this research is to describe the vision, mission and work programs of change agents, the impact of the existence of change agents, and how collaboration between Guidance and Counseling Teachers and Change Agents. The research subjects consisted of Guidance and Counseling Teachers, members of Change Agents and Students. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results of the study are (1) Vision and Mission of the program for preventing and overcoming acts of bullying within the education unit, as an effort to prevent and deal with violence against children. Aims to create a safe and comfortable climate for students to learn. (2) The impact of the existence of a change agent for SMK Negeri 2 Banjarbaru, namely the existence of an anti-bullying change agent has a positive impact on school residents, including self-awareness to always behave well and spread kindness to fellow human beings. (3) Guidance and Counseling Teachers and Change Agents collaborate well where the Guidance and Counseling Teachers become facilitators or coaches. Meanwhile, change agents are tasked with giving or influencing friends with positive behavior and always maintaining the comfort of the school.
WORKSHOP BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL BANJAR PADA MGBK SMA DI KOTA BANJARMASIN Ainun Heiriyah; Muhammad Eka Prasetia; Farial Farial; Hegen Dadang Prayoga
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.12309

Abstract

Setiap Permainan tradisional dapat dijadikan sebuah inovasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Permainan tradisional dapat dikolaborasikan dengan layanan bimbingan dan konseling sehingga menjadi sebuah teknik atau metode di dalam pelaksanaan layanan layanan bimbingan dan konseling kelompok. Untuk mewujudkan ini tentu harus ada kreativitas guru BK dalam melakukan inovasi terhadap layanan bimbingan dan konseling yang akan diselenggarakan di sekolah. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa guru BK SMA di Kota Banjarmasin masih memerlukan wawasanan ilmu pengetahuan, kreativitas/ inovasi dalam layanan BK dan  keterampilan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Khususnya pada pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah. Permasalahan mitra yang menjadi prioritas utama adalah dirinci sebagai berikut: (1) Terdapat guru BK yang kurang memiliki kreativitas dalam mengembangkan inovasi dalam  layanan  bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Terdapat guru BK yang belum mengetahui tahapan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Dari fenomena permasalahan dan alternatif solusi, maka pelaksana memilih prioritas solusi diantaranya ialah: (1) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa kreativitas dan inovasi konselor sekolah professional dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling kelompok di sekolah; dan (2) Memberikan bantuan kepada guru BK berupa pelatihan bimbingan dan konseling kelompok berbasis permainan tradisional banjar. Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 32 orang guru BK yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM dari analisis data pre test evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa kreativitas guru BK di SMA Kota Banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (2,92) dan hasil kegiatan PKM dari analisis data post test kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi meningkat dengan kategori Tinggi (7,45). Hal ini tentunya merupakan hal yang baik, setelah diberikannya kegiatan workshop sehingga dapat meningkatkan kreativitas guru BK dalam inovasi layanan BK di sekolah.Kata kunci: Bimbingan, konseling, permainan tradisional banjar 
Pengaruh Usia terhadap Kesiapan Menikah pada Wanita Remaja Hayati, Sri Ayatina; Prasetia, Muhammad Eka
Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Vol 6 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jcbkp.v6i2.2309

Abstract

In contemporary society, it is common to observe the trend of early marriage. Various factors, including age, play a significant role in determining one's readiness for marriage. As an individual's age increases, it tends to have a positive impact on their preparedness for marriage and the stability of their marital relationships. This research aims to assess the extent of age's influence on marriage preparedness in young women attending Madrasah Aliyah. The study encompassed a population of 83 female adolescents enrolled in Madrasah Aliyah. Given the limited population size (less than 100), a sampling technique was employed to select the sample. The analysis method employed was simple linear regression, with age serving as the independent variable and marriage readiness as the dependent variable.. The influence of the age variable on readiness to marry adolescent women in Madrasyah Aliyah can be seen from the results of simple linear regression analysis with sig. is 0.038 < 0.05. The results of the research show that age has a significant effect on the readiness to marry among young women at Madrasah Aliyah. The research suggestion is that future researchers further expand the research population so that the research results can be used and generalized. Keywords:Readiness for Marriage; Young lady
WORKSHOP KETERAMPILAN TEKNIK KONSELING ASERTIF TRAINING PADA MUSYAWARAH GURU BIMBINGAN DAN KONSELING SMA DI KOTA BANJARMASIN Prasetia, Muhammad Eka; Heiriyah, Ainun; Fitriadi, Irfan; Yuridka, Fitrah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 1 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i1.12103

Abstract

Di setiap sekolah khususnya SMA tentu memiliki guru BK yang berperan penting dalam keberhasilan setiap peserta didik menjalani proses pendidikan di sekolah dengan baik. Guru BK melakukan berbagai pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di sekolah untuk keberlangsungan perkembangan perseta didik agar dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri serta dapat menyelesaikan permasalahannya sesuai dengan tugas perkembangannya. Pelayanan Bimbingan dan konseling di sekolah sangat penting untuk membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya, salah satunya dengan Teknik assertive training. Dalam melakukan pelayanan di sekolah guru BK SMA harus mengembangkan wawasan dan keterampilan yang mereka miliki dalam rangka menjadi guru BK yang handal dan professional dalam melaksanakan tugas di sekolah. Keterampilan guru BK adalah kemampuan guru BK dalam menguasai, mengelola layanan bimbingan dan konseling saat melaksanakan proses kegiatan bimbingan dan konseling, sehingga kegiatan layanan terlaksana secara efektif dan efesien. Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 32 orang Guru BK SMA di kota Banjarmasin (MGBK). Pre Test kegiatan Workshop Keterampilan Konseling Asertif Training Guru BK tergolong kategori Rendah (3,04). Setelah diberikan materi kegiatan dan pelatihan Workshop Keterampilan Asertif Training Guru BK dilakukan Post Test, maka diketahui adanya peningkatan keterampilan konseling menjadi  kotegori Sedang (6,59).
WORKSHOP PELAYANAN PENGUATAN KARIER REMAJA DISABILITAS DI YAYASAN RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Heiriyah, Ainun; Prasetia, Muhammad Eka; Sanjaya, Sanjaya
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.16037

Abstract

 Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap perubahan baik secara fisiologis, psikologis, emosi, minat, pola prilaku  dan prioritas. Anak tunarungu dapat diartikan anak yang tidak dapat mendengar. Tidak dapat mendengar atau kemungkinan kurang mendengar atau tidak mendengar sama sekali. Anak tunarungu berbicara tanpa suara atau dengan suara kurang jelas atau bahkan tidak berbicara sama sekali. Tak jarang anak anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas tunarungu mendapatkan deskriminasi di dunia kerja. Mereka dianggap sebelah mata karena keterbatasan yang mereka miliki. Mereka dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik karena kondisi fisik, intelegensi, serta hubungan sosialnya yang tidak normal. Padahal, mereka juga berhak untuk mendapatkan hak pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, serta sebuah pekerjaan.Metode pelaksanaan menggunakan metode: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Khalayak sasaran berjumlah 11 orang disabilitas yang menghadiri kegiatan PKM.Hasil kegiatam PKM     Dari hasil analisis data pretes evaluasi awal kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa penguatan karier remaja disabilitas yayasan borneo banjarmasin tergolong dalam kategori Rendah (3,27). Hal ini tentunya merupakan hal yang wajar, dikarenakan selama ini remaja disabilitas belum pernah diberikan pelayanan penguatan karier. dan Dari hasil analisis data posttes evaluasi keseluruhan kegiatan, maka dapat di klasifikasikan bahwa pemberian pelayanan penguatan karier remaja disabilitas borneo Banjarmasin tergolong dalam kategori kategori Sedang (4,39). Hal ini tentunya hal yang baik, karena adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan workshop pengabdian kepada masyarakat.   
MANAJEMEN PERENCANAAN KARIER BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI RUMAH DISABILITAS BORNEO BANJARMASIN Prasetia, Muhammad Eka; Heiriyah, Ainun; Pratiwi, Endang
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 3 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i3.16049

Abstract

Sumber daya manusia merupakan hal yang penting karena individu (manusia) inilah yang akan menggerakkan seluruh komponen yang berbeda dalam kehidupan. Setiap individu dapat mengembangkan dan merealisasikan kompetensinya secara penuh dan memiliki hak untuk mengembangkan potensi perencanaan kariernya. Anak berkebutuhan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas, seperti halnya anak normal lainnya, juga mempunyai kesempatan yang baik dalam melakukan pendidikan ataupun dalam hal memasuki dunia kerja.  Keterbatasan fisik yang dialami penyandang disabilitas tidak selamanya bergantung kepada orang lain, mereka juga dapat hidup seperti orang normal pada umumnya baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bekerja serta menghasilkan karya kecuali penyandang disabilitas berat. Dengan itu sebelum melaksanakan karir yang sebenarnya maka diperlukan perencanaan karir terlebih dahulu guna mempersiapkan karir saat usia kerja. Salah satu perencanaan karir yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas salah satunya adalah keterampilan (kecakapan) untuk upaya mewujudkan nilai tambah bagi anak berkebutuhan khusus atau penyandang distabilitas dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Dengan memberikan support dan arahan dari beberapa pihak (keluarga, kerabat, organisasi, lembaga, masyarakat, dll) kepada anak berkebuthan khusus (ABK) atau penyandang disabilitas sehingga mereka memiliki kemampuan keterampilan (skill) agar dapat bersaing sehat di dunia pendidikan ataupun dunia kerja.Terdapat tiga metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan diantaranya: (1) ceramah; (2) pelatihan; dan (3) evaluasi. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang remaja disabilitas yang hadir pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Hasil kegiatan Workshop Manajemen Perencanaan Karier Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin menghasilkan: (1) Remaja disabilitas di rumah disabilitas borneo Banjarmasin dapat melakukan manajemen perencanaan karier; (2) Hasil Pretes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah disabilitas borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Rendah (1,63); dan (3) Hasil Posttes pengetahuan manajemen perencanaan karier remaja penyandang disabilitas pada rumah borneo banjarmasin adalah tergolong kategori Sedang (4,4)  Kata kunci: Manajemen, perencanaan karier      
GAYA BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI BANJARMASIN Prasetia, M Eka; Heiriyah, Ainun
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v4i2.15272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gaya Belajar Siswa Dalam Proses Pembelajaran Pada Sekolah Dasar Negeri di Banjarmasin dan faktor apa yang menyebabkan guru kelas belum memahami gaya belajar siswanya. Adapun metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode kualitatif berdasarkan hasil observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah gaya belajar yang ada pada siswa kelas V lebih dominan ke gaya belajar visual meski ada beberapa siswa yang memiliki gaya belajar auditori dan kinestetik, karena kebanyakan siswa berdasarkan hasil wawancara dan observasi lebih senang melihat, membaca dan mencatat serta mendengarkan penjelasan guru mengenai materi yang diajarkan. Hasil lainnya berdasarkan hasil wawancara adalah guru kelas V memang belum memahami gaya belajara siswanya karena guru belum pernah melakukan tes gaya belajar dan juga belum pernah mengikuti pelatihan tentang gaya belajar, selain itu juga sarana dan prasarana disekolah belum mendukung dalam proses pembelajaran,sehingga penyamapain amateri pun masih terbatas pada metode yang biasa dilakukan dalam pembelajaran