Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Peternakan

PENGARUH KOMBINASI PENGKABUTAN DAN KIPAS ANGIN TERHADAP KONDISI FISIOLOGIS SAPI PERAH PERANAKAN FRIESIAN HOLLAND John Arnold Palulungan
Buletin Peternakan Vol 37, No 3 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (3) OKTOBER 2013
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v37i3.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pengkabutan yang dikombinasi dengan penggunaan kipas angin terhadap kondisi mikroklimat kandang, kondisi fisiologis, dan konsumsi pakan. Delapan ekor sapi perah yaitu 4 ekor laktasi ke I dan 4 ekor laktasi ke III, dengan rata-rata berat badan 409,13±19,02 kg dikelompokkan dalam dua kelompok. Metode yang digunakan metode eksperimen yang dirancang dengan rancangan balanced simple crossover dengan dua perlakuan yaitu pengkabutan dan kipas angin (P) dan tidak dilakukan pengkabutan dan kipas angin (TP) sebagai kontrol. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap. Sebelum dilakukan periode perlakuan terlebih dahulu dilakukan penelitian tahap awal untuk mengamati titik-titik kritis kapan waktu yang tepat dilakukan pengkabutan. Pada penelitian awal diperoleh titik-titik kritis pada jam 10.00, 12.00, 13.00, 14.00, dan 16.00. Pada awal perlakuan pengkabutan terlebih dahulu dilakukan masa adaptasi pada sapi perah selama 1 minggu. Parameter yang diamati meliputi mikroklimat kandang, kondisi fisiologis, dan konsumsi bahan kering pakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis varian. Hasil penelitian diperoleh kondisi mikroklimat kandang yaitu; temperatur kandang sangat berbeda nyata (P≤0,01) pada kelompok perlakuan P dan TP berturut-turut 27,91±1,58 dan 29,41±2,34ºC, kelembaban kandang berbeda nyata (P≤0,05) berturut-turut 73,64±8,73 dan 71,40±10,35%, dan Temperature-Humidity Index sangat berbeda (P≤0,01) yaitu 76,42±1,23 dan 78,03±1,99. Kondisi fisiologi yaitu temperatur rektal berbeda nyata (P≤0,05) pada kelompok perlakuan P dan TP berturut-turut 38,58±0,35 dan 38,82±0,41ºC, laju pulsus berbeda nyata (P≤0,05) yaitu 64,12±5,96 dan 68,44±5,85 denyutan/menit, laju respirasi sangat berbeda (P≤0,01) yaitu 23,56±3,36 dan 33,56±8,02 dengusan/menit. Perlakuan pengkabutan dan kipas angin selama 10 menit dapat menurunkan temperatur lingkungan dalam kandang, efektif menurunkan Temperature-Humidity Index, serta temperatur rektal, laju pulsus, dan laju respirasi ternak, namun menaikkan kelembaban dalam kandang. Stres panas yang dialami ternak belum mempengaruhi konsumsi pakan.(Kata kunci: Sapi Friesian Holland, Heat stress, Pengkabutan dan kipas, Kondisi fisiologis ternak, Mikroklimatkandang)
Feasibility Study on Beef Cattle Development in Teluk Bintuni Regency, West Papua Trisiwi Wahyu Widayati; Budi Santoso; Djonly Woran; Irba Unggul Warsono; John Arnold Palulungan
Buletin Peternakan Vol 42, No 2 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (2) MAY 2018
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v42i2.32731

Abstract

The purpose of this study was to obtain information on the readiness of the development of beef cattle using ranch system in Bintuni District, West Papua through the approach of four local foundations in terms of technical, social and economic. Research respondents were 62 families from four local foundations in Bintuni. Determination of technical feasibility of land used based on carrying capacity for each land. The technical feasibility of raising cattle was observed based on the knowledge of the community. Socio-economic feasibility was investigated based on food security and poverty level of society. Business feasibility was determined according to economic indicators namely B/C ratio, NPV, and IRR. The results showed that the aspect of land provided by the four foundations was feasible with the average carrying capacity based on fresh weight, dry matter and TDN basis were 1.8, 2.0 and 4.5 AU/Ha/year, respectively. About 70,91% of the farmers are free from poverty, and 46.54% are in food security status, which means that cattle raising will not be disturbed by the basic requirement of life but it needs an initial investment to support cattle raising. Based on the technical feasibility of cattle raising as much as 64,39% having no knowledge of breeding, therefore training and livestock education should be done. The business feasibility result shows that cattle raising on a breeding scale of 60 heads were feasible with positive NPV value of IDR 2.536.610,211, IRR of 23.09% and B/C of 1.22. Based on the overall indicators, it was concluded that the development of beef cattle in Bintuni regency was feasible to be done with requisite that improvement on land aspects and community knowledge about raising cattle.
Co-Authors Abdul Rahman Ollong Agustinus Gatot Murwanto Ahimsa Kandi Sariri Aisyah Bauw Alnita Baaka Alnita Baaka Andoyo Supriyantono Angelina N. Tethool Angelina N. Tethool Antomina Estefina Koibur Arizona, Rizki B. A. Nugroho B. Hartono Bambang Ali Nugroho Bernaddeta Wahyuni Irianti Rahayu, Bernaddeta Wahyuni Irianti Budi Hartono Budi Santoso Chrysostomus, H. Y. D. A. Iyai D. Nurhayati Daniel Y. Seseray Denny Iyai Deny Anjelus Iyai Deny Anjelus Iyai Desni Saragih Diana Sawen Djonly Woran Djonly Woran Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati Dwi Nurhayati, Dwi Elfira Kariane Suawa Evi W. Saragih Frandz Rumbiak Pawere Frandz Rumbiak Pawere Fransiska R. V. Sitanggang Freddy Pattiselanno Hans Mamboai Haryati, Stefani F. Hotlan Manik Hotlan Manik Inriani, Noveling Irba Unggul Warsono Irba Unggul Warsono Iriani Sumpe Isti Widayati Isti Widayati Isti Widayati Iyai, Deni A. Johan F. Koibur Karubaba, Soleman M. Lekitoo , Merlyn N. Lekitoo, Marlyn N Ludfia Windyasmara, Ludfia M A Mu'in Makarius Bajari Maria Arim Maya Novi Mohamad Jen Wajo Mohammad Jen Wajo Monim , Hanike Mubarokah, Wida W. Muhammad Affan Mu’in Muhammad J Wajo Muhammad J. Wajo Muhammad Junaidi Mulyadi Mulyadi Murwanto, A. Gatot N Zurahmah Noveling Inriani Noviyanti Noviyanti Noviyanti . Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Priyo Sambodo Priyo Sambodo Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih - Purwaningsih . Purwaningsih Purwaningsih Rahayu, Bernadetta W. I. Randa, Sangle Yohannes Rinetha Stella Suabey Rizki Arizona Rizky Arizona Rizky Arizona S. Pakage Sangle Y Randa Sangle Yohannes Randa Saragih , Evi W. Sembiring, Rinawati Seseray , Daniel Y. Sientje D Rumetor Sientje D. Rumetor Siti Halimatus Saadiyah Stepanus R. Pakage dan B.W. Irianti Tethool , Angelina Tethool, Angelina Novita Trisiwi Wahyu Widayati Trisiwi Wahyu Widayati Wida W. Mubarokah Widayati , Trisiwi W. Widayati, Isti Widayati, Trisiwi W. Yafed Muyan Yafed Syufi Z. Fanani