Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Karakteristik Gelombang (Tinggi Gelombang Signifikan) di Teluk Mekongga, Perairan Kolaka Sulawesi Tenggara Menggunakan Data Satelit Altimetri Ramli, Ramli; Pratikino, Asrin Ginong; Palupi, Ratna Diyah
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol4iss1pp22-35

Abstract

Teluk Mekongga secara geografis merupakan daerah semi tertutup, menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara bagian Timur, Provinsi Sulawesi Selatan bagian Barat, dan Laut Flores bagian Selatan. Teluk ini berfungsi sebagai kawasan pengembangan ekonomi kelautan, zona perikanan tangkap, perikanan budi daya, zona konservasi sumber daya ikan, jalur transportasi laut, dan kawasan pariwisata alam laut. Fungsi ini memberikan pengaruh cukup besar di Teluk Mekongga sehingga diperlukan informasi dinamika oseanografi berupa gelombang laut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan arah dan kecepatan angin dominan serta tinggi gelombang signifikan. Data yang digunakan adalah arah dan kecepatan angin tahun 2016-2020 yang bersumber dari Marine Copernicus satelit altimetri Data angin selanjutnya dianalisis menggunakan software Wrplot versi 8.0.2 dan disajikan dalam bentuk windrose. Tinggi gelombang signifikan diperoleh melalui analisa data angin menggunakan metode Shore Protection Manual (SPM) dan pemodelan gelombang menggunakan aplikasi Mike 21 dengan metode Spectral Wave. Hasil penelitian diperoleh nilai kecepatan angin dominan arah barat sebesar 7 m/s (14 knot). Berdasarkan data tersebut hasil analisis tinggi gelombang signifikan tertinggi terjadi pada Musim Barat (Desember – Februari) dengan ketinggian mencapai 1,64 m dan terendah pada Musim Timur (Juni - Agustus) dengan ketinggian 1,33 m. elombang dengan ketinggian tersebut termasuk dalam kategori gelombang sedang.
Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Berdasarkan Kondisi Hidro-Oseanografi Di Perairan Utara Pulau Koikoila Kabupaten Morowali Nursyafii, Muhamad; Palupi, Ratna Diyah; Pratikino, A. Ginong; Imam Wahyudi, Adi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8521

Abstract

Wisata pantai merupakan jenis pariwisata minat khusus dengan memanfaatkan potensi bentang alam laut dan wilayah pesisir baik yang dilakukan secara langsung seperti berperahu, berenang, snorkeling, diving, dan pancing maupun secara tidak langsung seperti olahraga pantai dan piknik. Pulau Koikoila adalah sebuah pulau kecil tidak berpenghuni yang memiliki luas ± 200 m² dan terletak dilepas Pantai Timur Pulau Sulawesi, tepatnya berhadapan langsung dengan perairan laut Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian wisata pantai berdasarkan kondisi hidro-oseanografi di Perairan Utara Pulau Koikoila Kabupaten Morowali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data in-situ dan pengambilan data sekunder. Pengolahan data hidro-oseanografi menggunakan software ArcMap 10.8, Microsoft Excel, SASPlanet, Surfer 13, Ocean Data View (ODV). Penentuan titik stasiun menggunakan metode purposive sampling dimana mengambil 3 titik stasiun pada bagian Utara perairan Pulau Koikoila. Hasil penelitian yang diperoleh pada perairan Utara Pulau Koikoila dengan rata-rata nilai batimetri pada perairan Pulau Koikoila adalah 1,65 m. Rata-rata sudut kemiringan pantai di peroleh sebesar 0,01˚. Nilai kecerahan di perairan Pulau Koikoila adalah 100%. Nilai rata-rata selisih pasang surut pada perairan Pulau Koikoila sebesar 1,78 m. Tinggi rata-rata gelombang signifikan (Hs) 0,56 m dengan periode gelombang signifikan (Ts) 14,55 det. Berdasarkan hasil analisis data dalam standar penentuan kategori kesesuaian wisata pantai menunjukan bahwa nilai kesesuaian yang dimiliki pada Perairan Pulau Koikoila sebesar 85,91% termasuk dalam kategori sangat sesuai.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Flavonoid Pada Daging Ikan Buntal (Arothron manilensis) Layuk, Tresia Sanda; Mubarak, Ahmad Shofy; Palupi, Ratna Diyah; Rahmadani, Rahmadani
Juvenil Vol 6, No 4: November (2025)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v6i4.27292

Abstract

ABSTRAKSenyawa metabolit sekunder merupakan senyawa yang diproduksi suatu makhluk hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidup, sebagai bentuk upaya mempertahankan diri dari predator alaminya. Ikan buntal adalah satu organisme laut yang memiliki potensi dalam menghasilkan metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perbandingan larutan eluen dan fraksi yang optimal untuk menentukan senyawa metabolit sekunder flavonoid pada daging ikan buntal Arothron manilensis. Metode penelitian dilakukan menggunakan metode Skrining Fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mendeteksi senyawa metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan eluen, kepolaran eluen maupun pereaksi yang digunakan sangat memengaruhi nampaknya profil senyawa metabolit sekunder. Pada fraksi etil asetat senyawa metabolit sekunder flavonoid terlihat paling kuat sedangkan pada fraksi n-hexana senyawa flavonoid terlihat lemah. Kandungan senyawa metabolit sekunder pada ikan buntal Arothron manilensis mengandung komponen senyawa flavonoid. Kandungan senyawa metabolit sekunder flavonoid pada ikan buntal A. manilensis menunjukkan nilai Rf 0.5-0.975 yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Diperlukan kembali pengujian High Performance Liquid Chromatography (HPLC), untuk memisahkan molekul senyawa metabolit sekunder dalam waktu minimum.Kata Kunci: Arothron manilensis, Flavonoid, KLT, Skrining Fitokimia.ABSTRACTSecondary metabolites are compounds that are produced by living things to maintain life, as a form of effort to defend themselves from natural predators. Pufferfish are the only marine organisms that have the potential to produce secondary metabolites. The purpose of this research is to analyze the comparisonof eluent solutions and optimal fractions to determine the secondary metabolite compounds of flavonoids in the flesh of the pufferfish Arothron manilensis. The research method was carried out using Phytochemical Screening and Thin Layer Chromatography (TLC) methods to detect secondary metabolites. Research results showed that the determination of the eluent, the polarity of the eluent, and the reagents used greatly affect the appearance of the secondary metabolite compound profile. In the ethyl acetate fraction, the secondary metabolite flavonoid compound is the most prominent, while in the n-hexane fraction, the flavonoid compounds are not visible. The content of secondary metabolites in puffer fish (Arothron manilensis) contains flavonoid compounds. The content of flavonoid secondary metabolites in puffer fish A. manilensis showed an Rf value of 0.5-0.975 which has potential as an antioxidant. High Performance Liquid Chromatography (HPLC) testing is needed again, to separate the secondary metabolite compound molecules in a minimum time.Keywords: Arothron manilensis, Flavonoids, Phytochemical Screening, TLC