Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PERMEN AGAR-AGAR TIPE RAK Rokhim, Muhamad Ainur; Huda, Miftachul; Soedarmadji, Wisma

Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i2.5668

Abstract

Permen merupakan camilan yang diminati semua kalangan mulai anak-anak hingga orang dewasa, banyak jenis permen seperti permen keras dan lunak salah satunya yaitu permen agar-agar atau biasa disebut permen kristal. Dalam proses pembuatan permen agar-agar diperlukan proses pengeringan, dalam produksi rumahan proses pengeringan dilakukan dengan menjemur dibawah sinar matahari dengan waktu 2-3 hari yang kurang efisien. Dalam penelitian ini dibuat mesin pengering untuk permen agar-agar berkapasitas 10kg dengan tipe rak susun yang dilengkapi dengan pemanas, kipas sirkulasi udara panas, pengatur suhu dan kelembapan, timer, serta ventilasi udara otomatis. Mesin menggunakan material utama berupa kayu pinus seberat 19.54 kg – 25.91 kg dengan ukuran mesin 80 cm x 51,5 cm x 93 cm didapatkan hasil analisa pembebanan analisis stress dengan nilai minimal sebesar -0,0209059 MPa dan nilai maksimal sebesar 0,0165018 MPa, Deplacement nilai minimal -0,0112649 mm dan maksimal 0,00231762 mm, Strain mendapatkan nilai minimal 0 ul dan nilai maksimal 0,0000305181 ul, Safety factor nilai minimum maupun maksimum dari safety factor adalah 15 dengan pembebanan sebesar 1000N. Hasil pengeringan terbaik menggunakan suhu sebesar 40oC dapat mengeringkan dalam waktu 4 jam 15 menit didapatkan pengeringan sebesar 0,066 % per menit atau sekitar 3,4 gram dengan menggunakan daya 1.3 Kwh atau biaya Rp.1.878,00.
ANALISA VARIASI PUTARAN SPINDLE PADA MESIN FREIS DENGAN VARIASI KEDALAMAN PEMOTONGAN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DENGAN METODE TAGUCHI Wisma Soedarmadji; F Rahmadianto
CYBER-TECHN Vol. 14 No. 01 (2020): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi pemotongan yang optimum bagi suatu proses permesinan memegang peranan penting, selain untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi geometris yang ada. Selain itu pemilihan juga ditentukan oleh jumlah benda yang akan dibuat untuk mencapai keuntungan yang lain, yaitu menekan ongkos proses permesinan serendah mungkin atau menaikkan produktifitas setinggi mungkin. Suatu komponen mesin mempunyai karakteristik geometrik yang ideal apabila komponen tersebut sesuai dengan apa yang dikehendaki, mempunyai ukuran / dimensi yang teliti, bentuk yang sempurna, dan permukaan yang halus sekali, penelitian dengan menggunakan sistem pemotongan tegak (orthogonal), pemotongan ini merupakan proses pemotongan logam yang paling sederhana. Penelitian ini menggunakan experimental nyata dengan memvariasikan putaran mesin freis dan kedalaman pemotongan dengan media pendingin air kapur dicampur minyak goreng. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari penelitian saya sebelumnya. Hal ini saya lakukan untuk memperoleh hasil permukaan yang halus dari permukaan Baja ST 41.
Analisa Efektivitas Mesin Paletizer dengan Metode OEE dan FMEA Wahyudi, Muhammad; Soedarmadji, Wisma
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v7i2.1165

Abstract

The manufacturing industry demands high production machine effectiveness to ensure smooth operations and maintain competitiveness. Issues related to machine effectiveness also occur at PT Tirta Fresindo Jaya, where the Palletizer machine recorded the highest downtime of 0.21%, compared to other production machines, indicating the need for a comprehensive performance evaluation. This study aims to analyze the effectiveness of the Palletizer machine using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) method and to identify potential failures through Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). A quantitative approach was employed in this research, with primary data collected through direct observation and recording of machine operational variables, while secondary data were obtained from production reports and company maintenance records. The OEE analysis was conducted based on three main parameters: availability, performance, and quality rate, whereas FMEA was applied to identify failure modes using the Risk Priority Number (RPN) as the assessment indicator. The results reveal that the OEE value of the Palletizer machine ranged between 84.42% and 90.10%, with both availability and quality rate meeting international standards, while performance remained below the world-class OEE benchmark. The Six Big Losses analysis indicated that the largest loss was caused by equipment failure, contributing 1.72% of the total downtime. Furthermore, the FMEA results showed that the sleding conveyor had the highest RPN value (343), followed by the push box and hydraulic pallet (336). Based on these findings, improvement efforts are recommended to focus on preventive maintenance of the sleding motor, scheduled replacement of hydraulic components, and routine inspections of the push box to minimize failure risks. Therefore, the integration of OEE and FMEA not only evaluates machine effectiveness but also provides strategic recommendations to reduce downtime and enhance sustainable productivity
MONITORING TORSI DAN FAKTOR KEAMANAN PENGGUNAAN DISK COUPLING PADA POMPA SENTRIFUGAL Zaman, Muhammad Badaruz; Soedarmadji, Wisma; Karim, Malihul; Syawaldi, Muhammad Yudha Darly
JMMT Vol 6 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/xyjb8482

Abstract

Keandalan pompa sentrifugal yang merupakan aset vital industri sangat bergantung pada disk coupling. Penelitian ini bertujuan memverifikasi Faktor Keamanan (Safety Factor) aktual dari disk coupling pada 30 pompa sentrifugal di PT X untuk mendukung monitoring berbasis keandalan. Dengan metode deskriptif kuantitatif, torsi sistem TSystem​ dihitung dari daya motor P dan kecepatan putar ω, kemudian dibandingkan dengan kapasitas torsi kopling TRating​. Hasil menunjukkan TSystem​ berkisar antara 35,63 Nm hingga 240,86 Nm. Sistem memiliki nilai Faktor Keamanan antara 5,03 hingga 8,55. Nilai tersebut jauh melampaui batas minimum standar industri. Menurut ISO 10441 dan API Std 671 Faktor Keamanan yang diizinkan tidak kurang dari 1,25. Hal ini mengartikan bahwa disk coupling yang digunakan pada masing-masing sistem memiliki margin keamanan yang sangat tinggi, meskipun berpotensi over-engineered dan kurang ekonomis
Pendampingan Desain Mesin Tempa Bagi UKM Pande Besi Desa Suwoyuwo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Soedarmadji, Wisma; Wahid, Abdul; Munir, Misbach
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v4i1.784

Abstract

Pande besi merupakan industri informal (home industri), umumnya dikerjakan disekitar rumah dan merupakan industri keluarga. Usaha pande besi biasanya bersifat turun temurun dan hanya berdasarkan pengalaman di lapangan. Industri pande besi merupakan usaha yang dikerjakan secara manual yaitu dengan menggunakan bara api untuk memanggang besi dan produk jadi yang dihasilkan berupa pisau, cangkul, sekop, sabit parang dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi pelaku pande besi ini adalah keterbatasan teknologi yang dikuasai, dikarenakan kemampuan sumber daya manusia yang ada. Mengingat bahwa dalam proses pengerjaannya pande besi masih banyak menggunakan tenaga tradisional yaitu dengan cara memukul benda kerja secara terus menerus. Hasil pengabdian ini bahwa penggunaan mesin tempa dapat mengurangi tingkat kelelahan, fokus penempaan berkurang, keluarnya keringat yang berlebihan serta dapat meningkatkan proses produksi, meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga. Berdasarkan hasil monitoring menunjukkan bahwa lamanya waktu produksi untuk 1 buah produk 30 menit yang dikerjakan 2 orang, setelah menggunakan Mesin Tempa lama penyelesaian 1 produk hanya 15 menit dan bisa dikerjakan hanya 1 orang.
USULAN PERBAIKAN EFEKTIFITAS MESIN MAKER DAN MESIN PACKER PADA PT. TRI SAKTI PURWOSARI MAKMUR BERDASARKAN RPN Munir, Misbach; Soedarmadji, Wisma
JMMT Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i1.5022

Abstract

Dunia industri saat ini sangat pesat dan industri harus mampu bersaing terutama kualitas produk yang dihasilkan. Untuk memastikan bahwa setiap perusahaan bahwa alat atau mesin produksinya dapat berfungsi optimal tanpa gangguan, sehingga target jumlah produksi dan kualitas produk dapat memenuhi target. PT. Tri Sakti Purwosari Makmur mengalami penurunan performa mesin pada proses produksi rokok sigaretnya. Permasalahan lain adanya produk yang mengalami reject sehingga produk yang diproduksi memiliki kualitas yang kurang atau tidak layak untuk dipasarkan. Hal ini berpengaruh pada jumlah target produksi yang telah ditentukan dan dapat merugikan bagi perusahaan karena target produksi tidak tercapai. Penelitian ini menggunakan metode failure and mode effect analysis dengan pendekatan risk priority number. Hasilnya merupakan suatu rekomendasi bahwa Nilai OEE yang dicapai oleh mesin belum dapat diterima karena nilainya masih berada dibawah kondisi ideal efektivitas mesin yaitu 85%. Hasil FMEA dan nilai RPN kritis menunjukan kegagalan yang menjadi prioritas perbaikan adalah reciprocrating pocket tidak center, folding turret tidak center, trimmer disk tidak presisi, needle roller tidak presisi dan glue jet tersumbat, sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang sebelum mesin digunakan.
RANCANG BANGUN MESIN PENGERING PERMEN AGAR-AGAR TIPE RAK Rokhim, Muhamad Ainur; Huda, Miftachul; Soedarmadji, Wisma
JMMT Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Mesin Universitas Yudharta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jmmt.v5i2.5668

Abstract

Permen merupakan camilan yang diminati semua kalangan mulai anak-anak hingga orang dewasa, banyak jenis permen seperti permen keras dan lunak salah satunya yaitu permen agar-agar atau biasa disebut permen kristal. Dalam proses pembuatan permen agar-agar diperlukan proses pengeringan, dalam produksi rumahan proses pengeringan dilakukan dengan menjemur dibawah sinar matahari dengan waktu 2-3 hari yang kurang efisien. Dalam penelitian ini dibuat mesin pengering untuk permen agar-agar berkapasitas 10kg dengan tipe rak susun yang dilengkapi dengan pemanas, kipas sirkulasi udara panas, pengatur suhu dan kelembapan, timer, serta ventilasi udara otomatis. Mesin menggunakan material utama berupa kayu pinus seberat 19.54 kg – 25.91 kg dengan ukuran mesin 80 cm x 51,5 cm x 93 cm didapatkan hasil analisa pembebanan analisis stress dengan nilai minimal sebesar -0,0209059 MPa dan nilai maksimal sebesar 0,0165018 MPa, Deplacement nilai minimal -0,0112649 mm dan maksimal 0,00231762 mm, Strain mendapatkan nilai minimal 0 ul dan nilai maksimal 0,0000305181 ul, Safety factor nilai minimum maupun maksimum dari safety factor adalah 15 dengan pembebanan sebesar 1000N. Hasil pengeringan terbaik menggunakan suhu sebesar 40oC dapat mengeringkan dalam waktu 4 jam 15 menit didapatkan pengeringan sebesar 0,066 % per menit atau sekitar 3,4 gram dengan menggunakan daya 1.3 Kwh atau biaya Rp.1.878,00.
SOSIALISASI PENGOLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI NUGGET SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DESA TAMANSARI WONOREJO PASURUAN Soedarmadji, Wisma; Maulida, Ade Khofifa; Linsia, Nada Afra; Rochmah, Habibatur; Khasanah, Imarotul; Nurroin, Kavita; Nisa, Khoirun; Hidayah, Reissa Arifa Nur; Saskiyah, Bela Alimatus; Mu’awanah, Cahyatul
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1798

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a type of fungus that often grows on agricultural waste in the form of wood or its derivatives. Fungi obtain food from places where they grow and can survive on plant remains around other organisms. Oyster mushrooms are a food commodity that is in great demand among the public, so by cultivating mushrooms it is hoped that they will be able to be involved further, it is hoped that creativity and innovation will emerge and be able to provide added value to society. Oyster mushrooms are only produced and sold fresh without any diversification process. In this KKN activity there will be training on oyster mushrooms to increase family income. As a result of this training, PKK women from Tamansari Wonorejo Village were able to provide understanding and skills to activity participants. PKK women in Tamansari Wonorejo Village have knowledge and skills regarding the food potential around them as an effort to increase family income.
Green Innovation as a Strategy for Empowering Batik MSMEs: Improving Productivity and Diversification toward Sustainable Green Industry in Pasuruan Regency Rakhmawati, Antin; Wisma Soedarmadji; Khoirul Huda; Muhammad Nizar; Lumhatus Shofi Sa'adah; Ridho Hafiz Maulana
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.8381

Abstract

The empowerment program for the Batik Canting Cantik community in Pasuruan Regency aims to strengthen the productivity, competitiveness, and sustainability of traditional hand-drawn Batik through the implementation of green innovation. Using a Participatory Action Research (PAR) approach, the study involved 15 artisans over six months through a series of participatory activities, including training, co-design workshops, production trials, and evaluation sessions. Artisans were trained in eco-printing techniques that utilize environmentally friendly natural dyes as alternatives to synthetic dyes, which are known contributors to hazardous waste. Technological innovations such as the introduction of steamers and multifunctional Batik dryers were also implemented to accelerate production processes and reduce dependency on weather conditions. The results show a 50% increase in productivity, a significant reduction in drying time, improved color durability, and enhanced product quality. In addition, marketing capacity was strengthened through training in branding, innovative packaging design, and digital marketing, including the use of social media and online marketplaces, which contributed to a broader national and international market reach. Beyond economic impacts, the program also generated environmental and social benefits by raising awareness of natural resource conservation and promoting sustainable cultural production practices. These findings demonstrate that green innovation is effective in enhancing the competitiveness and long-term sustainability of Batik-based MSMEs.