Claim Missing Document
Check
Articles

INTRODUCTION TO DIGITAL LITERACY FOR PARENTS THROUGH THE "E.LIST" APPLICATION FOR STUNTING EDUCATION IN BOTUMOITO DISTRICT GORONTALO PROVINCE Jusuf, Herlina; Adityaningrum, Amanda; Arsad, Nikmatisni; Rahim, Eman
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2023): November: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v4i2.21946

Abstract

The Indonesian Ministry of Health reports that until 2022, the prevalence of stunting in Gorontalo Province will still be higher than the standards set by WHO. Providing education to parents about stunting can contribute to stunting prevention. The novelty of this service article is that it introduces digital literacy to parents through the "E.LIST" application for stunting education. This community service activity aims to empower parents with an application-based digital literacy program called "E.LIST" for stunting education. According to the Indonesian Ministry of Communication and Information, the 2022 National Digital Literacy Index increased by 0.05 points compared to the 2021 index results. Therefore, smartphones and their applications can be used to facilitate the provision of health services and health education, including stunting prevention. The Waterfall System Development Life Cycle (SDLC) method is used to create applications, which consists of gathering information, designing software, implementing, testing, and operating and maintaining. For Gorontalo Province, Boalemo Regency has the second highest stunting prevalence, 29.9%, which is still above the WHO recommended figure. Furthermore, based on preliminary information from the Boalemo District Health Service, it is estimated that 62 children in Botumoito District are stunted. The results of activities through this application are that parents in Botumoito District can improve education about stunting and health services related to stunting. Conclusion: The "E.LIST" application provides a simple method for receiving healthcare and health education, monitoring the development of babies under five, and completing independent assessments. The applications were designed to meet the needs and characteristics of parents.
Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Sebagai Absorban Alami Untuk Mengurangi Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Nakoe, Moh Rivai; Ahmad, Zul Fikar; Arsad, Nikmatisni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 3, No 2 (2024): Volume 3, Nomor 2, Tahun (2024)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v3i2.26660

Abstract

Air yang digunakan masyarakat sebagai air minum dan kebutuhan sehari-hari seperti mandi, cuci piring, mandi, dan lainnya sebagainya harus aman dan memenuhi berbagai syarat yang telah ditentukan. Ditemukan beberapa sumur di Desa Toto Selatan mengandung kadar zat besi (Fe). Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan serbuk kulit singkong dalam menurunkan kadar zat besi (Fe) pada air sumur. Mitra kegiatan ini  Pemerintah Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila. Metode yang digunakan adalah ceramah dan praktek yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan serbuk kulit singkong. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan serbuk kulit singkong efektif dalam menurunkan kadar zat besi (Fe) pada air, terjadi peningkatan kemampuan masyarakat untuk menggunakan bahan alami kulit singkong untuk menurunkan kadar zat besi (Fe) pada air sumurnya, masyarakat mendapat transfer pengetahuan yang dapat diaplikasikan secara langsung dengan alat dan bahan yang mudah didapat, dan Masyarakat dapat menjual serbuk kulit singkong untuk menambah penghasilan keluarga.
UPAYA PENINGKATAN GENERASI PEDULI LINGKUNGAN MELALUI GERAKAN BERSIH PULAU PONELO GORONTALO Nurfadillah, Ayu Rofia; Saleh, Reinaldi Julfirman; Arsad, Nikmatisni; Mokodompis, Yasir
Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 1 (2025): Mei: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jpkm.v6i0.28579

Abstract

Pulau Ponelo di Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar sebagai destinasi ekowisata dengan pesona alam yang memikat. Namun, permasalahan lingkungan, terutama akumulasi sampah plastik di pesisir pantai, menjadi tantangan serius. Masyarakat Pulau Ponelo menghasilkan rata-rata 9,27 liter sampah per keluarga per hari dengan populasi 1.172 jiwa yang sebagian besar dibuang ke laut. Rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan memperburuk situasi yang berdampak negatif pada ekosistem laut dan kesehatan masyarakat. Generasi muda hanya 25% di antaranya memiliki pemahaman dasar tentang pengelolaan sampah, memegang peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan. Program edukasi dan kegiatan pembersihan pantai dinilai mampu meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Kebaruan kegiatan terletak pada program gerakan bersih pulau sebagai upayan peningkatan generasi peduli lingkungan. Selain mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini bertujuan membangun generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober sampai dengan 2 November 2024. Sebanyak 60 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini. Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dari persiapan yaitu survei lokasi dan pengurusan izin mitra, pelaksanaan pengabdian yaitu Gerakan bersih Pantai dan edukasi peduli lingkungan dengan metode door to door kepada masyarakat. Kesimpulan bahwa edukasi terkait peduli lingkungan dengan kegiatan Gerakan Bersih pulau Ponelo membuat masyarakat lebih peduli tentang lingkungan terutama masalah sampah.
Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Karang Taruna Berbasis Media Sosial Wulansari, Ika; Arsad, Nikmatisni; Jafar, Cindy Puspita Sari Haji
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4462

Abstract

Stunting tergolong kondisi kekurangan gizi yang terjadi dalam kurun waktu yang lama. Kekurangan gizi ini dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Kejadian stunting menyebabkan gangguan pertumbuhan yang tidak dapat diperbaiki atau irreversibel. Salah satu hal yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting kedepannya adalah dengan melakukan pendekatan teman sebaya dalam hal ini karang taruna yang telah mengenal masyarakat di daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan karang taruna untuk kegiatan kemasyarakatan dengan mengajarkan penyampaian edukasi dan informasi kesehatan yang relevan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat terutama dalam hal pencegahan stunting. Pada kegiatan pemberdayaan ini di dihadiri oleh 21 orang karang taruna Desa Wonggarasi Tengah. Tim KKN-PK memulai kegiatan dengan melakukan pendataan untuk mengetahui Angka kejadian Stunting di desa Wonggarasi Tengah sebesar 3,25%, didapatkan dari data sekunder dari puskesmas sebanyak 4 anak dari total 123 anak di desa Wonggarasi Tengah Setelah melakukan pendataan dilanjutkan dengan penyusunan materi penyuluhan tentang stunting. Kemudian mengumpulkan karang taruna untuk mengedukasi tentang pencegahan stunting. Kegiatan ini dimulai dengan pengisian pre test, pemberian materi tentang pencegan stunting, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan pengisian post test oleh karang taruna. Hasil yang didapatkan telah dibuat video output oleh Karang Taruna Desa Wonggarasi Tengah dan sudah di unggah di Youtube.
GAMBARAN PENERAPAN CONTRACTOR SAFETY MANAGEMENT SYSTEM DI PT. PLN DISTRIBUSI JAWA TIMUR Putri Ayuningtias Mahdang; Nikmatisni Arsad
Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan Lentera 'Aisyiyah
Publisher : BPPM Politeknik 'Aisyiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Contractor Safety Management System merupakan sistem pengelolaan aspek keselamatan, kesehatan kerja (K3) untuk kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaannya. Penerapan CSMS sendiri bila tidak berjalan dengan baik menimbulkan rendahnya kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja. Berdasarkan hasil observasi dilapangan salah satu masalah yang ditemukan oleh penulis adalah adanya pekerja yang tidak menggunakan alat perlindungan diri (APD) yang sesuai. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya kepatuhan vendor dalam pemenuhan syarat yang ada didalam CSMS yang telah disepakati bersama dengan PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur untuk itu sangat diperlukan adanya suatu pengawasan K3 terhadap vendor tersebut.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Penerapan Contractor Safety Management System (CSMS) di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Pada Pekerjaan Layanan Teknik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk melihat gambaran penerapan Contractor Safety Management System di PT PLN Distribusi Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Maret 2017. Data primer berupa hasil wawancara dan hasil observasi lapangan sedangkan data sekunder di peroleh dari profil perusahaan. Penerapan program Contractor Safety Management System di PT. PLN Distribusi Jawa Timur telah dilaksanakan dengan baik. Perusahaan sudah memfasilitasi kontraktor dalam pemenuhan persyaratan CSMS. PT. PLN Distribusi Jawa Timur di harapkan melaksanakan evaluasi berkala kinerja kontraktor secara rutin guna meningkatkan kualitas agar terhindar dari kecelakaan kerja.
THE EFFECT OF PHYSICAL WORK ENVIRONMENT ON REPRODUCTIVE HEALTH OF WOMEN WORKERS Putri Ayuningtias Mahdang; Nikmatisni Arsad
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.14569

Abstract

Kehidupan dan pekerjaan merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Bagi manusia, bekerja merupakan suatu kebutuhan dasar untuk pemenuhan kebutuhan maupun keinginan, baik bagi pria maupun Wanita. Seiring dengan perkembangan dunia industri pekerja perempuan maupun laki-laki sering terpajan dengan berbagai faktor risiko yang berpotensi mengancam kesehatannya termasuk kesehatan reproduksi. Gangguan reproduksi yang sering terjadi pada Wanita adalah gangguan menstruasi, gangguan kesuburan, dan gangguan pada kehamilan. Salah satu faktor risiko penyebab gangguan kesehatan reproduksi pada pekerja wanita yang ditemui di PT. X dan PT. Y yaitu faktor lingkungan kerja fisik. Kebaruan dalam penelitian yaitu melihat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kesehatan reproduksi pekerja wanita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap gangguan kesehatan reproduksi pada pekerja wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancang bangun cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada dua perusahaan di Sentra Industri Kabupaten Sidoarjo. Responden penelitian berjumlah 109 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran kebisingan dan suhu dilakukan langsung di lokasi penelitian guna mengetahui kondisi lingkungan di perusahaan tersebut. Model analisis data yang digunakan adalah Regresi Logistik Ganda. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 18 responden (81,8%) bekerja di area kerja panas (28oC) dan sebanyak 40 responden (64,5%) bekerja di area kerja bising (85 dB) mengalami gangguan Kesehatan reproduksi. Hasil analisis statistic menunjukan ada pengaruh suhu terhadap gangguan reproduksi (p=0,002) dan tidak ada pengaruh kebisingan terhadap gangguan reproduksi (p=0,640). Simpulan bahwa sebagian besar pekerja wanita mengalami gangguan kesehatan reproduksi.Kata kunci : Suhu, Kebisingan, dan Pekerja Wanita.     Abstract                Life and work are inseparable. For humans, work is a basic need to fulfill needs and desires, both for men and women. Along with the development of the industrial world, female and male workers are often exposed to various risk factors that have the potential to threaten their health, including reproductive health. Reproductive disorders that often occur in women are menstrual disorders, fertility disorders, and disorders of pregnancy. One of the risk factors for reproductive health disorders in female workers found at PT. X and PT. Y is the physical work environment factor. The novelty of the research is to see the effect of the physical work environment on the reproductive health of female workers. The purpose of this study was to determine the factors in the work environment that affect reproductive health disorders in female workers. This research is an observational study with a cross sectional design. This research was conducted at two companies in the Industrial Center of Sidoarjo Regency. The research respondents were 109 people using simple random sampling technique. Noise and temperature measurements were carried out directly at the research site in order to determine the environmental conditions in the company. The data analysis model used is Multiple Logistics Regression. The results showed as many as 18 respondents (81.8%) working in hot work areas ( 28oC) and as many as 40 respondents (64.5%) working in noisy work areas ( 85 dB) experiencing reproductive health problems. The results of statistical analysis showed that there was an effect of temperature on reproductive disorders (p = 0.002) and no effect of noise on reproductive disorders (p = 0.640). The conclusion is that most of the female workers experience reproductive health problems.Keywords: Temperature, Noise, and Female Workers.
RELATIONSHIP OF SMOKING BEHAVIOR WITH HYPERTENSION EVENTS IN BOTUBULOWE VILLAGE, GORONTALO DISTRICT Nikmatisni Arsad; Putri Ayuningtias Mahdang; Amanda Adityaningrum
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 4, No 3 (2022): OKTOBER: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v4i3.14570

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg. Salah satu faktor risiko hipertensi adalah kebiasaan merokok. Banyak penelitian mengatakan bahwa efek jangka panjang dari merokok adalah peningkatan tekanan darah karena adanya peningkatan zat inflamasi, disfungsi endotel, pembentukan plak, dan kerusakan vascular. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Botubulowe, Kabupaten Gorontalo. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross-Sectional yang menghubungkan antara dua variabel yaitu perilaku merokok dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Botubulowe pada bulan Juni tahun 2021. Penelitian ini menggunakan instrument dengan menggunakan kuisioner dengan melakukan wawancara langsung dan menggunakan data sekunder dari Kantor Desa Botubulowe dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan analisis statistic uji chi-square. Hasil uji statistic menunjukan Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi di Desa Botubulowe Kab. Gorontalo dengan hasil analisis data menggunakan uji chi-square diperoleh hasil p-value = 0,478 dan Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan jenis hipertensi pada masyarakat Desa Botubulowe Kecamatan Dungaliyo. Dengan hasil analisis data menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p (p-value) = 0,583 dimana nilai tersebut lebih besar dari α= 0,05. Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi pada masyarakat Desa Botubulowe Kecamatan Dungaliyo tahun 2021.Kata Kunci : Merokok; Hipertensi AbstractHypertension is an increase in systolic blood pressure 140 mmHg and diastolic blood pressure 90 mmHg. One of the risk factors for hypertension is smoking. Many studies say that the long-term effect of smoking is an increase in blood pressure due to an increase in inflammatory substances, endothelial dysfunction, plaque formation, and vascular damage. The novelty of this study is because it examines the relationship of smoking behavior with the incidence of hypertension. The purpose of the study was to determine the relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in Botubulowe Village, Gorontalo Regency. The research design used was Cross-Sectional which connected two variables, namely smoking behavior with the incidence of hypertension. This research was conducted in Botubulowe Village in June 2021. This study used an instrument using a questionnaire by conducting direct interviews and using secondary data from the Botubulowe Village Office. The analysis was univariate and bivariate using chi-square test statistical analysis. The results of statistical tests show that there is no relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in Botubulowe Village, Kab. Gorontalo with the results of data analysis using the chi-square test, the results obtained p-value = 0.478 and there is no relationship between smoking behavior and the type of hypertension in the community of Botubulowe Village, Dungaliyo District. With the results of data analysis using the Chi-Square test, the p value (p-value) = 0.583 where the value is greater than = 0.05. Conclusion that there is no relationship between smoking behavior and the incidence of hypertension in the people of Botubulowe Village, Dungaliyo District in 2021.Keywords : Smoking; Hypertension
Edukasi Interaktif tentang Bahaya Rokok pada Siswa SMP Negeri 4 Limboto Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Sunardi, Sunardi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i1.32824

Abstract

Smoking behavior is a common phenomenon in Indonesian society. For the majority of Indonesians, smoking is a behavioral pattern that occurs in daily life. Smoking habits among adolescents in Indonesia are quite frequent, as this age represents a transitional period from adolescence to adulthood. The development of smoking behavior in adolescents is influenced by the knowledge they possess. Knowledge serves as the most fundamental basis for shaping a person's actions; it is the result of sensory perception or awareness of an object through their senses. The community service activity was conducted at SMP Negeri 4 Limboto with a total of 39 participants, consisting of 7th and 8th grade students. The activity was carried out in May 2025. The method used involved providing interactive education to the students. The activity was implemented in three stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. Most of the students already possessed a very good level of knowledge and were aware of the health risks associated with smoking. However, smoking practices among students still occur, mainly due to peer pressure, lack of supervision, and easy access to cigarettes. Through collaboration among all parties, it is hoped that smoking behavior among students can be minimized and a culture of healthy living can be fostered within the educational environment.Keywords:Adolescents, Education, Knowledge, Smoking behavior
Hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia Pratiwi, Retno Galuh; Jusuf, Herlina; Arsad, Nikmatisni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1140

Abstract

Background: Self-efficacy and resilience significantly influence the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. High levels of self-confidence and the ability to recover from emotional stress can improve physical, psychological, and social well-being, and support the ongoing role of caregivers in optimal patient care. Purpose: To analyze the relationship between self-efficacy and resilience and the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. Method: This was an analytical survey study using a cross-sectional approach. A sample of 31 caregivers was selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman correlation test. Results: Most caregivers had high levels of self-efficacy (58.1%) and high levels of resilience (54.8%), with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high self-efficacy have more good quality of life and between resilience and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high levels of resilience tend to have better quality of life.   Keywords: Self-efficacy, Resilience, Caregiver, Schizophrenia   Pendahuluan: Self efficacy dan resiliensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia, di mana tingkat keyakinan diri yang tinggi dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan emosional dapat meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, serta mendukung keberlangsungan peran caregiver dalam merawat pasien secara optimal. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia. Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 31 caregiver dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar caregiver memiliki tingkat self efficacy tinggi (58.1%) dan resiliensi tinggi (54.8%) dengan perolehan nilai p sebesar (0.000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan self efficacy tinggi lebih banyak memiliki kualitas hidup yang baik dan antara resiliensi dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.   Kata Kunci : Self efficacy, Resiliensi, Caregiver, Skizofrenia
THE INFLUENCE OF STIGMA, DISCRIMINATION, AND ANTIRETROVIRAL THERAPHY ADHERENCE ON THE QUALITY OF LIFE OF PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS IN GORONTALO CITY Amelia, Sherin Dwi; Irwan, Irwan; Arsad, Nikmatisni
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 4, No 1 (2025): February 2025
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v4i1.33304

Abstract

HIV/AIDS is a chronic disease with a steadily increasing prevalence, requiring serious attention, particularly in efforts to improve the quality of life of those affected. Persistent stigma and discrimination present significant psychosocial challenges. Meanwhile, antiretroviral therapy, as the primary treatment for individuals with HIV/AIDS, plays a vital role in maintaining health stability. These three aspects are key determinants that can comprehensively influence the quality of life of people living with HIV/AIDS. This study aims to examine the influence of stigma, discrimination, and adherence to antiretroviral therapy on the quality of life of people living with HIV/AIDS in Gorontalo City. This study employed an analytical survey with a cross-sectional design. The sample consisted of 69 individuals living with HIV-AIDS, selected through purposive sampling. Data were analyzed using ordinal logistic regression with a significance level of 0,05. The analysis revealed that stigma (p-value = 0,000, OR 0,028) and discrimination (P-value = 0,006, OR = 7,32) had a significant influence on the quality of life of people living with HIV-AIDS in Gorontalo City However, adherence to antiretroviral therapy showed no significant impact (P-value = 0,708, OR = 0,761) on their quality of life. This study recommends efforts to raise public awareness about HIV/AIDS and to address the detrimental effects of stigma and discrimination on people living with the disease.