Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Edukasi Gizi “Warna Warni Isi Piringku” Sebagai Upaya Pendampingan Percepatan Penurunan Stunting Jusuf, Herlina; Basir, Ita Sulistiani; Arsad, Nikmatisni
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i1.18528

Abstract

Stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Piring Makanku: Sajian Sekali Makan, dimaksudkan sebagai panduan yang menunjukkan sajian makanan pada setiap kali makan (misal sarapan, makan siang, makan malam). Visual Piring Makanku ini menggambarkan anjuran makan sehat dimana separuh (50%) dari total jumlah makanan setiap kali makan adalah sayur dan buah dan separuh (50%) lagi adalah makanan pokok dan lauk pauk. Piring Makanku juga menganjurkan makan porsi sayuran harus lebih banyak dari porsi buah, dan porsi makanan pokok lebih banyak dari lauk pauk. Prevalensi stunting di Gorontalo sebesar 29%, tergolong masih tinggi jika dibandingkan dengan standar World Health Organization. Desa Dunggala merupakan salah satu lokus stunting di Kabupaten Bone Bolango. Tujuan Kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam penerapan indahnya pelangi di piring makanku di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:. pelaksanaan kegiatan edukasi gizi stunting, edukasi piring makanku dan pelaksanaan lomba warna warni isi piringku sebagai proses perubahan sikap dari para peserta. Hasil pretest dan post test menjadi acuan adanya perubahan pengetahuan yang dimiliki oleh peserta, dan dalam kegiatan lomba isi piringku terlihat perubahan pengetahuan masyarakat dalam menyiapkan isi piring saat mengikuti perlombaan.
Edukasi Interaktif tentang Bahaya Rokok pada Siswa SMP Negeri 4 Limboto Mahdang, Putri Ayuningtias; Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Sunardi, Sunardi
Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1: June 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/damhil.v4i1.32824

Abstract

Smoking behavior is a common phenomenon in Indonesian society. For the majority of Indonesians, smoking is a behavioral pattern that occurs in daily life. Smoking habits among adolescents in Indonesia are quite frequent, as this age represents a transitional period from adolescence to adulthood. The development of smoking behavior in adolescents is influenced by the knowledge they possess. Knowledge serves as the most fundamental basis for shaping a person's actions; it is the result of sensory perception or awareness of an object through their senses. The community service activity was conducted at SMP Negeri 4 Limboto with a total of 39 participants, consisting of 7th and 8th grade students. The activity was carried out in May 2025. The method used involved providing interactive education to the students. The activity was implemented in three stages: planning, preparation, implementation, and evaluation. Most of the students already possessed a very good level of knowledge and were aware of the health risks associated with smoking. However, smoking practices among students still occur, mainly due to peer pressure, lack of supervision, and easy access to cigarettes. Through collaboration among all parties, it is hoped that smoking behavior among students can be minimized and a culture of healthy living can be fostered within the educational environment.Keywords:Adolescents, Education, Knowledge, Smoking behavior
Hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia Pratiwi, Retno Galuh; Jusuf, Herlina; Arsad, Nikmatisni
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 4 (2025): September Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i4.1140

Abstract

Background: Self-efficacy and resilience significantly influence the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. High levels of self-confidence and the ability to recover from emotional stress can improve physical, psychological, and social well-being, and support the ongoing role of caregivers in optimal patient care. Purpose: To analyze the relationship between self-efficacy and resilience and the quality of life of caregivers caring for patients with schizophrenia. Method: This was an analytical survey study using a cross-sectional approach. A sample of 31 caregivers was selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately and bivariately using the Spearman correlation test. Results: Most caregivers had high levels of self-efficacy (58.1%) and high levels of resilience (54.8%), with a p-value of 0.000. Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high self-efficacy have more good quality of life and between resilience and the quality of life of caregivers (p = 0.000), caregivers with high levels of resilience tend to have better quality of life.   Keywords: Self-efficacy, Resilience, Caregiver, Schizophrenia   Pendahuluan: Self efficacy dan resiliensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia, di mana tingkat keyakinan diri yang tinggi dan kemampuan untuk bangkit dari tekanan emosional dapat meningkatkan kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, serta mendukung keberlangsungan peran caregiver dalam merawat pasien secara optimal. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan self efficacy dan resiliensi dengan kualitas hidup caregiver yang merawat penderita skizofrenia. Metode: Penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 31 caregiver dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar caregiver memiliki tingkat self efficacy tinggi (58.1%) dan resiliensi tinggi (54.8%) dengan perolehan nilai p sebesar (0.000). Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan self efficacy tinggi lebih banyak memiliki kualitas hidup yang baik dan antara resiliensi dengan kualitas hidup caregiver (p = 0.000), caregiver dengan tingkat resiliensi tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.   Kata Kunci : Self efficacy, Resiliensi, Caregiver, Skizofrenia
THE INFLUENCE OF STIGMA, DISCRIMINATION, AND ANTIRETROVIRAL THERAPHY ADHERENCE ON THE QUALITY OF LIFE OF PEOPLE LIVING WITH HIV/AIDS IN GORONTALO CITY Amelia, Sherin Dwi; Irwan, Irwan; Arsad, Nikmatisni
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 4, No 1 (2025): February 2025
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v4i1.33304

Abstract

HIV/AIDS is a chronic disease with a steadily increasing prevalence, requiring serious attention, particularly in efforts to improve the quality of life of those affected. Persistent stigma and discrimination present significant psychosocial challenges. Meanwhile, antiretroviral therapy, as the primary treatment for individuals with HIV/AIDS, plays a vital role in maintaining health stability. These three aspects are key determinants that can comprehensively influence the quality of life of people living with HIV/AIDS. This study aims to examine the influence of stigma, discrimination, and adherence to antiretroviral therapy on the quality of life of people living with HIV/AIDS in Gorontalo City. This study employed an analytical survey with a cross-sectional design. The sample consisted of 69 individuals living with HIV-AIDS, selected through purposive sampling. Data were analyzed using ordinal logistic regression with a significance level of 0,05. The analysis revealed that stigma (p-value = 0,000, OR 0,028) and discrimination (P-value = 0,006, OR = 7,32) had a significant influence on the quality of life of people living with HIV-AIDS in Gorontalo City However, adherence to antiretroviral therapy showed no significant impact (P-value = 0,708, OR = 0,761) on their quality of life. This study recommends efforts to raise public awareness about HIV/AIDS and to address the detrimental effects of stigma and discrimination on people living with the disease.
Hubungan Konformitas Teman Sebaya Dan Self Control Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Di Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo: The Relationship Between Peer Conformity and Self-Control with Smoking Behavior Among Adolescents in Lamu Village, Tilamuta Subdistrict, Boalemo Regency Saliko, Andrias; Kadir, Laksmyn; Arsad, Nikmatisni
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7570

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat. Konformitas adalah suatu jenis pengaruh sosial di mana individu mengubah sikap dan tingkah laku mereka agar sesuai dengan norma social yang ada. Self control merupakan kumpulan kualitas dan keterampilan bawaan yang dimiliki individu dengan maksud untuk mengelola perilaku mereka untuk memengaruhi pola perilaku di lingkungan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konformitas teman dan self-control dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Lamu, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 68,8% responden memiliki konformitas teman yang tinggi, 71,2% memiliki self-control yang rendah, dan 70% memiliki perilaku merokok yang tinggi. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara konformitas teman dengan perilaku merokok (p = 0,000), dimana remaja dengan konformitas tinggi cenderung memiliki kebiasaan merokok yang lebih tinggi. Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara self-control dengan perilaku merokok (p = 0,004), di mana remaja dengan self-control rendah lebih cenderung merokok dibandingkan yang memiliki self-control tinggi. Simpulan dari penelitian ini adalah konformitas teman yang tinggi dan self-control yang rendah berkontribusi terhadap meningkatnya perilaku merokok pada remaja. Diperlukan intervensi berbasis lingkungan sosial dan peningkatan edukasi tentang self-control guna menekan angka perilaku merokok pada remaja di wilayah tersebut.
Pelatihan Pembuatan Cookies Daun Kelor dengan Substitusi Tepung Kacang Hijau: Solusi Kreatif Pencegahan Stunting Maksum, Tri Septian; Arsad, Nikmatisni; Puluhulawa, Lisa Efriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 4, No 3 (2025)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v4i3.34131

Abstract

Stunting adalah kondisi balita dengan tinggi badan tidak sesuai umur. Pada 2024, prevalensi stunting di Provinsi Gorontalo sebesar 18,7%, di Kabupaten Boalemo 6,3%, dan di Desa Polohungo tercatat 6 kasus pada 2023. Pemerintah terus berupaya menurunkannya, antara lain melalui fortifikasi makanan lokal seperti daun kelor dan tepung kacang hijau. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Polohungo dalam mengolah bahan pangan lokal bergizi tinggi menjadi produk makanan fungsional berupa cookies sebagai upaya pencegahan stunting dan pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis kearifan lokal. Sasaran dalam kegiatan ini adalah masyarakat Desa Polohungo. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dan demonstrasi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Polohungo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo dari 1 Juli – 19 Agustus 2025, dengan jumlah peserta sebanyak 21 mahasiswa. Evaluasi kegiatan didasarkan hasil pre-test dan post-test menggunakan pendekatan one group pre-test post-test. Hasil pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana nilai rata-rata saat pre-test adalah 65,75 dan meningkat menjadi 90,50 saat post-test. Nilai maksimal juga meningkat dari 70 menjadi 100. Masyarakat sudah mampu dalam membuat produk cookies daun kelor dalam skala rumah tangga.
Overview Of Adolescent Knowledge In The Impact Of Early Marriage In Boalemo Regency Dwi Santika Putri, Ni Made; Jafar, Rahmatia; Liputo, Nur Oktaviayani; Wulansar, Ika; Arsad, Nikmatisni
Jambura Nursing Journal Vol 7, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v7i1.22332

Abstract

Early marriage has a number of consequences, not only limited to the impact on physical and mental health. Women and men who marry at an early age unconsciously forget their right to get an education, pursue school, and achieve their dreams. The research objects studied were teenagers in Modelomo Village, Tilamuta District, Boalemo Regency. This research aims to determine the level of knowledge of teenagers regarding the impact of early marriage. This research is quantitative research with descriptive observational type with accidental sampling technique. The sample in this study was 44 teenagers from Modelomo Village. The research results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge, 16 respondents (36.4%), 27 respondents (61.4%), and 1 respondent less. (2.3%). This research shows that the majority of teenagers' knowledge about the impact of early marriage is still in the sufficient category, so it requires attention from various parties to increase the knowledge of young women so that the incidence of early marriage can decrease.