Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPAS KURIKULUM MERDEKA PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Pangestu, Deviyanti; Lestari, Yulita Dwi; Destini , Frida
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik di sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 58 peserta didik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan non tes berupa dokumentasi dan observasi. Analisis data terdiri dari analisis pengaruh kemampuan berpikir kritis peserta didik melalui N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran inquiry terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS kurikulum merdeka pada peserta didik kelas IV sekolah dasar dengan nilai N-Gain sebesar 0,44 dengan kategori sedang.
PENGARUH MODEL PBL BERBASIS MEDIA VIDEO TERHADAP BERPIKIR KRITIS IPAS PESERTA DIDIK SD Pangestu, Deviyanti; Mahardika, Fahri Fadhil; Lestari, Yulita Dwi; Susanto, Ratno
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1336

Abstract

Masalah penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS peserta didik kelas IV karena pendidik belum memaksimalkan penggunaan model pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbasis media video terhadap kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran IPAS peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 24 peserta didik kelas IVA dan 26 peserta didik kelas IVB. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes dan non tes berupa lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran problem based learning berbasis media video terhadap kemampuan berpikir kritis IPAS peserta didik kelas IV SD Negeri 01 Mekar Jaya.
The Influence of Elementary School Principal's Transformational Leadership Behavior in Cultivating Entrepreneurial Character of the Millennial Generation Riswandi Riswandi; Aradatullah Dita Illahiyah; Deviyanti Pangestu; Nur Ridha Utami
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v7i2.6506

Abstract

The rapid and complex changes in education today demand the presence of leaders who are able to overcome the challenges. Principals who practice transformational leadership encourage millennial teachers to have a clear vision, flexibility and the ability to cope with changes in education. The purpose of this study was to analyze and determine the effect of transformational leadership behavior of elementary school principals on building the entrepreneurship character of the millennial generation in Tanjung Karang Barat Sub-district, Bandar Lampung City. This research uses a quantitative approach. The population in this study was 131 elementary school educators in Tanjung Karang Barat District, Bandar Lampung City so that 56 educators. Data collection was carried out using a questionnaire. Data analysis used simple regression which had previously been carried out regression prerequisite tests, namely normality test and linearity test. The results of this study indicate that there is a positive and significant effect of transformational leadership behavior of elementary school principals on the entrepreneurial character of the millennial generation in Tanjung Karang Barat District, Bandar Lampung City with the acquisition of the namely 5.276> 2.005. The conclusion in this study is that with inspirational and empowering leadership, principals can motivate and influence millennial educators to build an attitude of entrepreneurship, innovation and independence needed to face real-world challenges and contribute positively to the world of education and society at large.
ANALISIS KESIAPAN DAN TANTANGAN GURU DALAM INTEGRASI IPA DAN IPS PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR Deviyanti Pangestu; Najwa Amanda
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.26926

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesiapan dan tantangan guru kelas dalam mengintegrasikan muatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ke dalam mata pelajaran IPAS pada implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar (SD). Perubahan ini bertujuan membentuk pemahaman peserta didik yang holistik terhadap fenomena alam dan sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi literatur sistematis pada artikel-artikel dari Google Scholar rentang tahun 2022 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesiapan guru bersifat transisional; guru telah memahami konsep integrasi IPAS, namun kesiapan pedagogis masih terkendala pada penyusunan modul ajar mandiri dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Tantangan dominan meliputi keterbatasan sarana prasarana untuk kegiatan praktikum, kurangnya pelatihan komprehensif terkait strategi integratif, dan kesulitan dalam mengimplementasikan serta mengolah hasil penilaian autentik. Keterbatasan waktu dan kendala peserta didik yang kebingungan membedakan muatan IPA dan IPS juga menjadi kendala lapangan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan intensif berfokus pada pedagogi IPAS dan penguatan infrastruktur sekolah untuk menjamin kualitas pelaksanaan kurikulum.