Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Masa Pandemi Covid-19 pada Siswa Kelas V SDN Rejomulyo 1 Agus Mustofa; Parji Parji; Dwi Rohman Soleh
Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.792 KB) | DOI: 10.25273/wjpm.v1i1.11799

Abstract

: Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan dan menjelaskan Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. (2) Mendeskripsikan dan menjelaskan kendala yang dihadapi dalam Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. (3) Mendeskripsikan dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk menumbuhkan minat baca siswa di masa pandemi covid-19 pada siswa kelas V SDN Rejomulyo 1. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Rejomulyo 1 menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul berupa kata-kata dianalisis dengan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
PENINGKATAN KUALITAS PENALARAN MORAL MELALUI PENERAPAN METODE DISKUSI DILEMA MORAL DALAM PEMBELAJARAN PPKN PADA SISWA MTS NEGERI KAUMAN PONOROGO Parji Parji; Nurhadji N; M. Rifai; Basuki Basuki; Rukun Rukun
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 5: Oktober 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v1i5.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peningkatkan kualitas penalaran moral melalui diskusi dilema moral dalam pembelajaran PPKn bagi siswa kelas 7 di MTsN Kauman Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research. Yang dimaksud penelitian tindakan kelas (classroom action research) adalah penelitian yang dilakukan oleh guru bekerja sama peneliti atau dilakukan oleh guru sendiri yang juga bertindak sebagai peneliti dilakukan di kelas atau di sekolah dengan penekanan pada penyempurnaan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran. Metode pengumpulan data dilakukan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan beberapa instrumen teks dilema moral, pedoman observasi proses pembelajaran, dan pedoman wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data kuantitatif diperoleh melalui teks dilema moral dan dianalisis secara deskriptif kualitatif, sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Dari hasil observasi variablel-variabel pemecahan masalah moral dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan sebesar 41,2% yang semula rata-rata pre test sebesar 1,3 meningkat menjadi 1,85. Terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 50% dari angka 1,85 menjadi 2,8.
Dampak Pembangunan Destinasi Wisata Mloko Sewu Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Pupus Kecamatan Ngebel Dhinar Ayu Maharani; Muhammad Hanif; Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 05 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.463 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i5.168

Abstract

Tujuan penilitian ini untuk menarangkan sejarah pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu, pengelolaan destinasi wisata Mloko Sewu, akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo dan akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi warga Desa Pupus Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo serta selaku sumber belajar IPS SMP/ MTs. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bertabiat deskriptif. Informasi yang diperoleh dianalisis dengan metode analisa informasi interaktif model informasi Miles and Huberman. Dalam penelitian ini metode pengumpulan informasi yang digunakan penelitian merupakan wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Bersumber  pada hasil penelitian bisa disimpulkan kalau pembangunan wisata Mloko Sewu berawal dari kemauan buat memperlihatkan sisi eksotisme yang terdapat di Kecamatan Ngebel. Ditemui pula kalau pengelolaan wisata Mloko Sewu seluruhnya dikelola oleh pihak pengelola Mloko Sewu tanpa terdapat sama sekali kedudukan dari pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Akibat pembangunan destinasi wisata Mloko Sewu di Desa Pupus untuk warga antara lain pergantian mutu hidup masyarakat, peningkatan kedudukan pengelola Mloko Sewu dalam kehidupan sosial masyarakat, peningkatan pemasukan warga yang membuka usaha di dekat wisata Mloko Sewu, terciptanya peluang kerja dan dapat menimbulkan potensi penyimpangan sosial. Dampak pengembangan kawasan wisata Mloko Sewu terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat dapat dijadikan sebagai sumber rujukan pembelajaran khususnya untuk tema IPS SMP/MTs kelas VII.
Dampak Home Industry Roti Bolu Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Luky Purwaningsari; Muhammad Hanif; Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.389 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i6.196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak home industry roti bolu terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Durenan Kabupaten Magetan. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif, Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis data interaktif model data Miles and Huberman. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Informan penelitian ini adalah pemilik home industry roti bolu, karyawan, masyarakat sekitar. Validitas data menggunakan teknik metode triangulasi sumber. Hasil penelitian ini awal masuknya home industry roti bolu adalah salah satu ide warga masyarakat yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan kehidupannya, memberi lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatannya, karena mayoritas penduduk Desa Durenan bekerja di sektor pertanian dan tidak memiliki pendapatan tetap, setelah munculnya industri ini kemudian beralih pada sektor industri. Perkembangan home industry roti bolu memberi pengaruh bagi masyarakat khususnya Desa Durenan Kabupaten Magetan, karena memberikan pendapatan tetap setiap bulan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dampak home industry roti bolu di Desa Durenan bagi masyarakat yaitu lunturnya nilai-nilai sosial dalam masyarakat, tersedianya lapangan pekerjaan/membuka kesempatan bekerja, memberikan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa home industry roti bolu memberikan dampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat Desa Durenan Kabupaten Magetan.
Tradisi Gumbregan Maheso (Studi Nilai Budaya dan Potensinya sebagai Sumber Pembelajaran IPS Untuk SMP/MTS) Erry Yulia Susanto; Parji Parji; Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.059 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i7.223

Abstract

Latar Belakang: Tradisi Gumbregan Maheso merupakan suatu tradisi yang sudah ada semenjak zaman leluhur yang diperingati setiap memasuki wuku Gumbreg pada kalender Jawa-Bali. Tradisi ini memiliki maksud sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia berupa hewan ternak maheso/kerbau yang sehat dan berkembang biak serta kesuburan tanah untuk pertanian. Tujuan: Mendeskripsikan dan menjelaskan makna dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Tradisi Gumbregan Maheso serta potensinya untuk dijadikan sumber pembelajaran IPS SMP/MTs. Metode: Menggunakan pendekatan purposive sampling kualitatif etnografi dengan menggunakan sumber data primer dan sekunder. Informan ditentukan dengan teknik. Pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam, observasi dan pencatatan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi sumber. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan teknik analisis data interaktif model data Miles and Huberman. Hasil: Bahwa Tradisi Gumbregan Maheso dilakukan pada setiap wuku Gumbreg, karena pada wuku Gumbreg tersebut masyarakat meyakini hari ulang tahun hewan/selametan. Nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam Tradisi Gumbregan Maheso adalah: (1) nilai spiritual, (2) nilai pengarusutamaan hewan/memuliakan hewan, (3) nilai kerukunan dan (4) nilai ekonomi. Tradisi Gumbregan Maheso ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran IPS SMP/MTs kelas VII pada K.D 3.1, 4.1 materi tentang Sumber Daya Manusia: jumlah, sebaran, dan komposisi, pertumbuhan, kualitas (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, keragaman etnik dan budaya. Kesimpulan: Tradisi Gumbregan Maheso ini merupakan selametan yang dilakukan oleh masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia berupa hewan ternak maheso (kerbau) yang sehat beranak pinang dan tanah yang subur, selain itu tradisi Gumbregan Maheso dapat dijadikan sumber pembelajaran untuk SMP/MTs kelas VII pada KD 3.1.
Sejarah dan Nilai Budaya Situs Setono Wungu Golan dan Mirah sebagai Pengembangan Materi Pembelajaran IPS SMP/MTS Kabupaten Ponorogo Muhammad Fauzi Nur Hamid; Muhammad Hani; Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.467 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i7.224

Abstract

Latar Belakang: Situs Setono Wungu merupakan warisan budaya Ponorogo yang menceritakan kisah cinta terlarang antara Siti Amirah dengan Ki Joko Lancur yang ditentang oleh kedua pihak keluarga. Tujuan: Mengetahui Sejarah dan nilai budaya Situs Setono Wungu sebagai materi pengembangan pembelajaran IPS SMP/MTS Kabupaten Ponorogo Metode: Menggunakan Analysis Interactive Model, penulis mengkaji berbagai sumber teori terkait sejarah dan nilai budaya Situs Setono Wungu. Adapun penulisan  dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil: Sejarah dan nilai-nilai budaya dari Situs Setono Wungu ini menyajikan hasil analisis kronologi, perubahan, dan kesinambungan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada aspek politik, sosial, budaya geografis dan pendidikan sejak masa praaksara sampai masa Hindu-Budha dan Islam dalam keragaman etnik dan budaya sebagai materi pengembangan pembelajaran IPS SMP/MTS Kabupaten Ponorogo. Kesimpulan: Situs Setono Wungu berasal dari kisah cinta Putri Kencono Wungu atau Siti Amirah dengan Ki Joko rusak, yang kemudian ditentang oleh keluarga karena perbedaan kepercayaan diri, mereka mati dan telah tersingkir masuk tempat yang sama. Komunitas setempat juga selalu menempati doa dan tahlil bersama pada hari Jumat bulan Selo mengenakan ambulans dengan maksud mengucapkan terima kasih atas kesenangan, subsisten dan berkah dari karunia Allah SWT dan dalam waktu yang sama dengan berdoa dan Ki Joko telah dihancurkan.
Nilai Simbolik Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun Sebagai Materi Pembelajaran IPS SMP/Mts Retno Diah Kusuma Ningrum; Muhammad Hanif; Parji Parji
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.052 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i7.229

Abstract

Latar Belakang: Situs Lambang Kuning merupakan salah satu situs sejarah atau cagar budaya yang dilindungi. Situs Lambang Kuning tersebut merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang bercerita tentang perjuangan Nyi Lambang Kuning dalam memperjuangkan Kerajaan Kahuripan, Nyi Lambang Kuning melarikan diri dengan bersembunyi di Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun. Tujuan: Nilai simbolik Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun sebagai materi pembelajaran IPS SMP/MTs. Metode:Menggunakan Triangulasi Sumber,adapun Penulisan Triangulasi Sumber dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu wawancaraengan 2 guru SMPN 2 Wungu kelas VII mendalam, observasi, dokumentasi. Hasil: Nilai Simbolik yang terkandung dalam Situs Lambang Kuning Desa Nglambangan Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun bagi masyarakat dapat dijadikan sebagai materi pembelajaran IPS SMPN 2 Wungu  khususnya kelas VII. Kesimpulan: Situs Lambang Kuning  mengandung makna yang mendalam pada manusia, agama,  dan variasi kehidupan. Arti Lambang  dari situs Lambang Kuning berisi pesan bahwa manusia dalam kehidupan hidup dan kehidupan harus saling berhubungan (Habluminannas) dan berhubungan dengan Tuhan pencipta alam semesta (Habluminallah). Situs Lambang Kuning ini adalah kerajaan Majapahit di desa Nglambangan, , Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun.
Identifikasi Kenampakan Alam dan Buatan Kabupaten Ngawi sebagai Sumber Belajar IPS Kelas V SD Hafid Didik Nasruri; Parji Parji; Muhammad Hanif
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.092 KB) | DOI: 10.36418/japendi.v2i7.237

Abstract

Latar Belakang: Belajar merupakan wahana interaksi antar siswa, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan belajarnya. Pelaksanaan pembelajaran dapat bervariasi di luar kelas, lingkungan luar sekolah, dan tempat lain yang relevan. Tujuan: Untuk 1) mengidentifikasi dan menjelaskan kenampakan alam di Kabupaten Ngawi sebagai sumber belajar IPS kelas V SD; 2) Untuk  mengidentifikasi  dan menjelaskan kenampakan buatan di Kabupaten Ngawi sebagai sumber belajar IPS kelas V SD. Metode: Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik  wawancara, observasi, dokumen/arsip, sedangkan untuk validasi keabsahan data adalah triangulasi. Hasil: Hasil penelitian identifikasi kenampakan alam yang dapat dimanfaatkan guru dan peserta didik sebagai sumber belajar  IPS pada kelas V SD/MI di Kabupaten Ngawi adalah: 1) Air Terjun Pengantin; 2) Air Terjun Suwono; 3) Air Terjun Srambang; 4) Hutan Pinus Selondo. Sedangkan hasil penelitian identifikasi kenampakan buatan yang dapat dimanfaatkan guru dan peserta didik sebagai sumber belajar  IPS pada kelas V SD/MI  di Kabupaten Ngawi adalah; 1) Kebun Teh Jamus; 2) Benteng Van den Bosch; 3) Pemandian Tawun; 4) Waduk Pondok; 5) Waduk Sangiran. Kesimpulan: Melalui sumber belajar yang langsung diperoleh siswa dan dekat dengan lingkungan tempat tinggal, siswa yang peka, tangguh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan dilatih untuk siap menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari di masa depan.
MAKNA SIMBOLIK UBORAMPE RITUAL PEMAKAMAN JENAZAH DI DESA PAGOTAN KABUPATEN MADIUN DAN POTENSINYASEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPAS SD/MI Azzahra, Balqis Nahdliya; Hanif, Muhammad; Parji, Parji
Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 2, No 3 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v2i3.19416

Abstract

The community in Pagotan Village, Geger District, Madiun Regency still adheres to traditional ceremonies, one of which is maintaining the use of uborampe in funeral rituals for corpses. This research aims to find out the symbolic meaning of Uborampe in funeral rituals for corpses in Pagotan Village, whether it can be a source of elementary/MI learning. This research uses a qualitative approach, namely (field research). The type of data obtained was analyzed using the interactive data analysis technique of the Miles and Huberman data model. The results of this research explain that the Pagotan Village Community carries out traditional and religious burial rituals for corpses. The burial of corpses in Pagotan Village uses uborampe in the form of ambengan pepak, sego golong, tumpeng mungkur, jenang baro-baro, tukonan market, ingkung, ngatepi, kapok, godong kelor, kembang roncean, sawur, kendi, umbrella, kendi, gloggor, young coconut , pandhoso, tombstone. Symbolic meanings have the potential to be a source of SD/MI science and science learning in learning outcomes for students to recognize cultural diversity, local wisdom, history in the province where they live and connect them with the current context of life. Masyarakat di Desa Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun masih berpegang teguh dengan upacara adat istiadat, salah satunya mempertahankan penggunaan uborampe dalam ritual pemakamanjenazah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Simbolik Uborampe Dalam Ritual Pemakaman Jenazah Di Desa Pagotan apakah dapat menjadi sumber pembelajaran SD/MI.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  yakni (field Research). Jenis Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisa data interaktif model data Miles and Huberman. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Masyarakat Desa Pagotan melakukan ritual pemakaman jenazah secara adat dan agama. Pelaksanaan pemakaman jenazah di Desa Pagotan menggunakan uborampe berupa ambengan pepak, sego golong, tumpeng mungkur, jenang baro-baro, tukonan pasar, ingkung, ngatepi, kapuk, godong kelor, kembang roncean, sawur, kendi, payung, kendi, gloggor, kelapa muda, pandhoso, batu nisan. Makna simbolik berpotensi sebagai sumber pembelajaran IPAS SD/MI pada Capaian Pembelajaran peserta didik mengenal keberagaman budaya, kearifan lokal, sejarah di profinsi tempat tinggalnya serta menghubungkan dengan konteks kehidupan saat ini.  
Peningkatan Karakter Kemandirian dan Tanggung Jawab dengan Menggunakan Model Asanti Emotan pada Anak Kelompok B TK Dharma Wanita Kanigoro I Wijaya, Ika; Parji, Parji; Hanif, Muhammad
Wewarah: Jurnal Pendidikan Multidisipliner Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/wjpm.v3i2.20441

Abstract

The aim of this study For describe and analyze enhancement character independence and responsibility answer as well as increase character independence and responsibility answer with using the asanti model emoting at children group B Kindergarten Dharma Wanita Kanigoro I. This research uses approach qualitative with type of PTK implemented in two cycles , each cycle consists on planning , implementation action , observation , and reflection . Implementation time October 2023 to April 2024. Data collection techniques with use observations and documents . Data analysis via data reduction , data presentation , data retrieval and verification.Results research in cycle I character independence was 33% in cycle II increased to 83%. Whereas  not quite enough the answer in cycle I was 42% in cycle II to 87%. With thereby achievements completeness Already exceed indicator performance reaches 80%. Model Asanti Emotan capable increase character independence and responsibility answer the child Group B Kindergarten Dharma Wanita Kanigoro I.
Co-Authors Agus Mustofa Aisyahtin Choirul Kholifah Amalia, Ridha Amin Wahyudi Andrianti, Irma Aning Rahmawati Azizah, Andi Muna Azzahra, Balqis Nahdliya Basuki Basuki Budiyono Budiyono Candra Dewi Chandra Wisnu Setyawan Clarissa Diktrianisa Putri Defiliana Defiliana Dhinar Ayu Maharani Didik Nasruri, Hafid Didit Darmawan Dirgantara, Febrian Dwi Rohman Soleh Dwi Rohman Soleh, Dwi Rohman Efi Listyorini Elva Nuraina Elva Nuraina Endang Sri Maruti Erry Yulia Susanto Hafid Didik Nasruri Hagus Muryanto Hagus Muryanto, Hagus Hanik Masykuriah Heny Kusuma Widyaningrum Ibadullah M Indah Lestari iskandar, raden andang Juang Davyan Rhamandhira Kartika Eka Mustika Yani Khayru, Rafadi Khan Kusuma Ningrum, Retno Diah LUKMAN, LUKMAN Luky Purwaningsari M. Lukman M. Rifai Maharani, Dhinar Ayu Maryani, Sri Muhammad Fauzi Nur Hamid Muhammad Hani Muhammad Hani Muhammad Hanif Muhammad Hanif Nia Binti Qurota A’yuni Ninik Srijani, Ninik Nugroho, Muhammad Seto Adjie Nur Hamid, Muhammad Fauzi Nurhadji N Nurhadji N Nurhadji Nugraha Nurhadji Nugraha Nurhadji Nugraha, Nurhadji Prayoga, Widya Galih Prayugo, Dody Purwaningsari, Luky R. Bekti Kiswardianta R. Bekti Kiswardianta, R. Bekti Rahmat Ashari Reni Eka Andriani Reni Padmawati Bintari Retno Diah Kusuma Ningrum Rukun Rukun Salsabila Khoirun Nisa Salsabila Salsabila Siti Samsiyah Sriwuryani, Sulfiah Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sudarmiani Sunawan Sunawan Sunawan Sunawan Supri Wahyudi Utomo Supri Wahyudi Utomo, Supri Supri Wahyudi Utomo, Supri Wahyudi Suprihatmi Sri Wardiningsih Suwito Suwito Syapolly, Dhea Ananda Novithalia Ardhany Syuhada, Nurul Ain Wahyuni, R. Sri Wawan Kokotiasa Wijaya, Ika Windarti Windarti Yulia Susanto, Erry