Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH APLIKASI EDIBLE COATING HIDROKSI PROPIL METIL SELULOSA DAN METIL SELULOSA TERHADAP PENURUNAN SERAPAN MINYAK DAN KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KERIPIK SINGKONG Praseptiangga, Danar; Maheswari, Dyah Eti; Parnanto, Nur Her Riyadi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 13, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.203 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v13i2.42275

Abstract

Keripik singkong adalah salah satu makanan ringan popular di Indonesia. Deep frying merupakan metode penggorengan yang sering digunakan dalam industri keripik dan dapat meningkatkan serapan minyak pada produk akhirnya, sehingga kajian untuk mengurangi serapan minyak pada produk hasil penggorengan perlu dilakukan. Salah satunya dengan aplikasi edible coating sebelum penggorengan. Hidroksi propil metil selulosa (HPMC) dan metil selulosa (MC) merupakan derivat selulosa yang dapat digunakan dalam aplikasi pangan dan farmasi, sehingga aplikasinya sebagai edible coating pada keripik singkong diharapkan dapat mengurangi serapan minyak selama penggorengan, dilihat dari penurunan kadar lemak produk akhirnya. Pengaruh perlakuan aplikasi edible coating HPMC dan MC terhadap penurunan serapan minyak dan karakteristik fisikokimia keripik singkong pada penggorengan dengan minyak baru dan minyak jelantah dikaji dalam penelitian ini dengan menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu jenis derivat selulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik singkong perlakuan edible coating dengan HPMC dan MC mampu menurunkan serapan minyak keripik singkong dibanding kontrol dengan persentase penurunan HPMC (26,03%) dan MC (17,23%), pada penggorengan dengan minyak baru, sedang persen penurunan pada penggorengan keripik dengan menggunakan minyak jelantah HPMC (24,41%) dan MC (17,07%). Pengaruh aplikasi edible coating HPMC dan MC pada karakteristik fisikokimia keripik singkong yang dihasilkan dibanding keripik kontrol berupa peningkatan kadar air, penurunan kadar lemak, peningkatan kadar abu, dan tekstur semakin keras (berkurang tingkat kerenyahan) baik pada penggorengan dengan minyak baru maupun minyak jelantah. Analisis warna menunjukkan hasil yang berbeda pada tingkat perbedaan kecil untuk produk hasil goreng dengan minyak baru, dan tingkat perbedaan warna sedang pada produk hasil goreng dengan minyak jelantah.
PENGARUH ENZIM POLIGALAKTURONASE DAN GELATIN DALAM KLARIFIKASI SARI BUAH NAGA SUPER MERAH (Hylocereus costaricensis) Widowati, Esti; Parnanto, Nur Her Riyadi; Muthoharoh, Muthoharoh
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 13, No 1 (2020): Februari
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.93 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v13i1.40950

Abstract

DIVERSIFIKASI DAN KARAKTERISASI CITARASA BAKSO IKAN TENGGIRI (Scomberomus commerson) DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA Parnanto, Nur Her Riyadi; Atmaka, Windi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.624 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13612

Abstract

Kecenderungan konsumen terhadap produk pangan bercitarasa asap semakin meningkat. Bahkan akhir-akhir inimuncul produk pangan bercitarasa asap yang dahulu tidak lazim diperdagangkan seperti nasi bakar, tahu bakardan kelapa bakar. Namun, pengasapan cara langsung memungkinkan terbentuknya senyawa karsinogenik.Penggunaan asap cair merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki proses tersebut sehingga dihasilkanproduk pangan bercitarasa asap yang aman bagi kesehatan. Ikan tenggiri mempunyai tingkat produksi dankandungan gizi yang cukup tinggi. Bakso ikan merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk perikanan.Bakso merupakan salah satu produk yang paling digemari. Namun, sejauh ini citarasa bakso masih standarsehingga berpotensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah dengan cara menambahkan citarasa asap padaproduk bakso ikan tenggiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dan konsentrasi pemberian asap cair pada bakso ikantenggiri yang memiliki tingkat kesukaan paling tinggi, mengetahui karakter sensoris (warna, aroma asap, rasaasap, kekenyalan dan keseluruhan) serta untuk mengetahui karakter fisik (tekstur) dan karakter kimia (kadar air,lemak, protein dan fenol) terhadap bakso ikan tenggiri citarasa asap yang paling disukai. Rancangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu variasi metodepenambahan asap cair (pencampuran, pencelupan dan penyemprotan) serta variasi konsentrasi asap cair (3%, 5%dan 7%). Analisis data secara statistik dengan ANOVA pada α=5% serta dilanjutkan dengan uji DMRT apabilaada beda nyata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode serta konsentrasi pemberian asap cair pada bakso ikantenggiri tidak memberikan pengaruh beda nyata terhadap sifat sensori warna, kekenyalan serta keseluruhan tetapimemberikan pengaruh bervariasi terhadap sifat sensori aroma asap dan rasa asap. Bakso ikan tenggiri denganmetode penyemprotan asap cair 3% merupakan metode serta konsentrasi pemberian asap cair yang memilikitingkat kesukaan paling tinggi. Karakteristik kimia bakso ikan tenggiri dengan penyemprotan asap cair 3% telah sesuai dengan persyaratan SNI bakso ikan yaitu: kadar air 75,06%, kadar protein 10,16% dan kadar lemak0,86%. Mengandung fenol alami sebesar 0,07061% dan masih jauh di bawah batas maksimal kadar fenol yangdiperbolehkan dalam bahan makanan (0,02-0,1%) sehingga aman untuk dikonsumsi serta dapat diterimakonsumen dari karakter sensoris, fisik dan kimia.
PENGARUH IKAN PATIN DAN IKAN GABUS TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK MP-ASI INSTAN Anam, Choirul; Kawiji, Kawiji; Farha, Reyhan; Ariyoga, Usada Nur; Parnanto, Nur Her Riyadi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 12, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.374 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v12i2.37605

Abstract

KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN ORGANOLEPTIK VEGETABLE LEATHER CABAI HIJAU (Capsicum annuum var. annuum) DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI KONSENTRASI PEKTIN Permatasari, Putri Devi; Parnanto, Nur Her Riyadi; Ishartani, Dwi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.374 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i1.17488

Abstract

Vegetable leather is a thin sheet-shaped product made of vegetables (puree) are processed by drying method. Green chilli contains high vitamin C, low calories value 23 cal/100 gr and contain fibers which is quite high as 1.3 g/100 g. In this study, pectin hydrocolloid was added to improve less plastic texture in vegetable leather. The purpose of this research is to identify the influence of the variation concentration of pectin against physical characteristics (tensile strength), chemical (water activity, moisture content, ash contain, vitamin C, fiber and calories value) and organoleptic (colour, flavour, taste, texture, and overall) vegetable leather green chilies as well as knowing the best concentration of pectin that based on physical, chemical and organoleptic characteristics of vegetable leather green chilies. Experimental design used in this research was Completely Randomized Design (CRD) based upon one factor which was the effects of pectin concentration addition. Research data were analyzed by one way ANOVA method and continued using DMRT analysis on the significance level α = 0.05,  if there were significant differences between the means. The result showed that variations in the concentration of pectin have significant effect on water activity, moisture content, ash contain, and fiber. However, the variations of pectin concentration does not affect the value of tensile strength, vitamin C and calories value. Based on the analysis of physical, chemical, and organoleptic shows the vegetable leather green chili with the addition of 0.3% pectin is the best formula. Vegetable leather green chilies with 0.3% pectin concentration has tensile strength 4.6866 N, water activity 0.55, moisture content (wb) 14.959%, ash contain (db) 19.209%, food fiber (db) 15.795%, calories value 3.015,551 cal/g.  
PENINGKATAN USAHA TELUR ASIN ASAP Suprayogi, Wara Pratitis; Parnanto, Nur Her Riyadi
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 4 No 2 (2015): May 2015
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol4.iss2.art3

Abstract

Smoke salted egg production business now stands at Karanganyar where production capacity is still low. The problem faced are the continuity of supply of duck eggs, the smoker tools that low capacity and no have of P-IRT permits. Increased smoke salted eggs can be carried out by 1)  interlacement partnerships with suppliers duck eggs, 2) facilitating the permitting P-IRT, 3) introduction of appropriate technology smoker salted eggs and 4) mentoring. The activities that have been carried out to increase the impact of smoke where the salted egg business continuity and increased production capacity, expansion of marketing and revenue enhancement partner SMEs. Keywords: salted smoked, fumigation technology, production
IbM PRODUK HERBAL DI UKM LAWU HERBAL DAN UKM PONDOK DAUN HERBAL Qonita, Aulia; Parnanto, Nur Her Riyadi
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Vol 1 No 01 (2016): January 2016
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol1.iss1.art1

Abstract

This activity is carried out in SMEs Lawu Herbal UKM in Mawar Street  No 03. Dimoro RT 02 RW 10 Karanganyar village, District of Karanganyar and SMEs Pondok Daun in Rajawali Street No. 8, Ngebrak RT 01 / XI, Gentan, Baki, Sukoharjo. This activity aims to provide solutions  of  problems which is  faced by SMEs. The problem faced by SMEs Lawu Herbal is a simple plastic packaging is still using ordinary sealer system; marketing still limited and not use the media website. The problem is faced by SMEs Pondok Daun Herbal is the unavailability of neat book keeping. This activities carried out by the introduction of vacuum sealer tools, marketing training through the website and the training of financial accounting and management improvements.Results from service activities are 1) the packaging of products in SMEs Lawu Herbal become better, more durable and fresh, 2) SMEs Lawu Herbal own website so marketing becomes more widespread, 3) Both SMEs already have a simple bookkeeping, 4) Mentoring in both SMEs have been implemented, and 5) the assistance of both SMEs business development is gotten  from the Ministry of Cooperation of the Republic of Indonesia.