Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Simulasi Qos Layanan Komunikasi Penumpang Menggunakan Wlan 802.11n Pada Kereta Cepat Jakarta-surabaya Lisnawati S. Bangun; Erna Sri Sugesti; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kereta Cepat merupakan sarana transportasi yang memiliki dampak positif dibandingkan Pesawat Terbang. Hal ini disebabkan efesiensi waktu diperjalanan dapat digunakan secara produktif, khususnya bagi yang membutuhkan layanan internet. Kereta Cepat Jakarta-Surabaya mengimplementasikan penggunaan Wi-Fi standar IEEE 802.11n karena fleksibilitasnya dalam mengakses layanan internet. Pengukuran ini menggunakan simulasi Network Simulator 3.26 (NS 3.26). Penelitian ini mengevaluasi komposisi trafik yang memiliki QoS terbaik pada Wi-Fi 802.11n. Parameter yang digunakan adalah delay, jitter, throughput, dan packet loss. Simulasi dirancang menggunakan lima skenario yang terdiri dari metode A, metode B, metode C, metode D dan metode E. Perbedaan dalam setiap skenario terletak pada data rate dan packet size yang digunakan. Berdasarkan lima metode tersebut, dapat disimpulkan delay dan throughput pada setiap layanan berbanding terbalik. Hal ini disebabkan delay yang besar menyebabkan throughput yang kecil. Berdasarkan metode A, metode B, metode C, layanan terbaik yang dapat digunakan adalah layanan VoIP dengan nilai sebesar 2,617 ms dan throughput sebesar 0,0075 Mbps. Hal ini disebabkan layanan VoIP memiliki tingkat priority layanan tertinggi dibandingkan layanan lainnya. Pada mix layanan metode D, layanan terbaik yang dapat digunakan adalah layanan VoIP vs Data (web browsing) dengan delay sebesar 2,644 ms dan throughput sebesar 0,0098 Mbps. Mix layanan tersebut memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan layanan lainnya. Pada metode E, delay yang dihasilkan saat menggunakan kanal sebesar 6,933 ms dan throughput sebesar 0,0412 Mbps. Hal ini disebabkan terdapat pantulan sinyal yang dihasilkan dari AP ke user yang menyebabkan delay yang besar. Kata kunci : WLAN, Access Point, Delay, Jitter, Throughput, Packet Loss Abstract Highspeed train is a means of transportation that has a positive impact compared to airplane. This is due to the efficiency of travel time that can be used productively, especially for workers who need internet service. Jakarta-Surabaya highspeed train implements the use of the IEEE 802.11n Wi-Fi standard because of its flexibility in accessing internet services. This measurement uses a Network Simulator 3.26 simulation (NS 3.26). This study evaluates the composition of traffic that has the best QoS on Wi-Fi 802.11n. The parameters used are delay, jitter, throughput, and packet loss. The simulation is designed using five scenarios consisting of method A, method B, method C, method D and method E. The difference in each scenario lies in the size of the data rate and packet size used. Based on the five methods produced, it can be concluded that the delay and throughput for each service are inversely proportional. This is because a large delay causes a small throughput. Based on method A, method B, method C, the best service that can be used is VoIP service with a value of 2,617 ms and throughput of 0,0075 Mbps. This is because VoIP services have the highest priority service level compared to other services. In the D mix service method, the best service that can be used is VoIP vs Data (web browsing) services with a delay of 2,644 ms and throughput of 0,0098 Mbps. Mix of services has a better performance than other services. In method E, the delay generated when using a channel is 6,933 ms and throughput is 0,0412 Mbps. This is because there is a reflection of the signal generated from the AP to the user which causes a large delay. Keywords: WLAN, Access Point, Delay, Jitter, Throughput, Packet Loss
Analisis Pengaruh Hidden Node Terhadap Qos Ieee 802.11n Wlan Di Gerbong Kereta Cepat Sophie Dwivita Evans Anthen; Erna Sri Sugesti; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transportasi kereta merupakan salah satu transportasi pilihan antar kota yang pengembangannya terus dilakukan. Perancangan jaringan wifi di kereta merupakan salah satu bagian dari pengembangan layanan kereta cepat. Namun, dalam sistem komuniaksi WLAN terdapat masalah yang dapat mengurangi kualitas performansi jaringan internet, salah satunya adalah masalah hidden node. Masalah hidden node menyebabkan terjadinya collision yang turut mempengaruhi performansi jaringan menjadi menurun. IEEE 802.11n memanfaatkan mekanisme RTS/CTS yang digunakan untuk meminimalisir collision pada jaringan akibat masalah hidden node. Pada Tugas Akhir ini dilakukan analisis pengaruh hidden node pada QoS layanan IEEE 802.11n WLAN di gerbong kereta cepat. Pengujian yang dilakukan berupa simulasi menggunakan simulator NS3.26. Pada proses simulasi digunakan 4 skenario yaitu hidden node pada saat penumpang melakukan layanan VoIP, data, video streaming, dan mixed layanan. Parameter-parameter yang dianalisis pada Tugas Akhir ini adalah throughput, delay danPDR dengan menggunakan mekanisme RTS/CTS. Pengujian hidden node yang dilakukan terhadap payload size layanan VoIP, data, dan video streaming dengan nilai minimum dari standar ITU-T berpengaruh pada hasil throughput. Berdasarkan hasil pengujian hidden node layanan VoIP, data (web browsing), video streaming, dan mixed layanan menunjukkan komposisi pengujian 1 (48N + 2HN) menghasilkan throughput, delay, dan PDR yang tergolong bagus karena throughput yang dihasilkan tinggi, delay yang diperoleh ≤ 150 ms dan PDR untuk kondisi RTS/CTS enable 100%. Sedangkan, untuk komposisi pengujian 2, 3, dan 4 menghasilkan performansi jaringan yang buruk karena tidak sesuai dengan standar ITU-T G.1010. Penggunaan mekanisme RTS/CTS enable untuk pengujian hidden node dapat meningkatkan performansi jaringan. Namun, penggunaan mekanisme RTS/CTS enable pada pengujian dengan jumlah 4, 8, dan 12 hidden node tidak efektif untuk meminimalisir collision yang terjadi karena permintaan transmisi pada jaringan menjadi semakin tinggi. Kata kunci : IEEE 802.11, Hidden Node, Access Point, RTS/CTS, NS3 Abstract Train transportation is one of the inter-city transportation options for which development continues. The design of a wifi network on a train is one part of developing a high speed train service. However, in the WLAN communication system there are problems that can reduce the quality of internet network performance, one of which is the hidden node problem. Hidden node problems cause collisions that also affect network performance to decrease. IEEE 802.11n utilizes the RTS/CTS mechanism used to minimize collisions on the network due to hidden node problems. In this final project, a hidden node analysis is performed on IEEE 802.11n WLAN in a fast train car. Tests carried out in the form of simulations using the NS3.26 simulator. In the simulation process, four scenarios are used, namely hidden nodes when passengers make VoIP services, data, video streaming, and mixed services. The parameters analyzed in this Final Project are throughput, delay and PDR using the RTS/CTS. Hidden node testing performed on the payload size of VoIP services, data, and video streaming with a minimum value of the ITU-T standard affects the results of throughput. Based on the hidden node test results of VoIP services, data (web browsing), video streaming, and mixed services show the composition of testing 1 (48N + 2HN) results in throughput, delay, and PDR that are relatively good because the resulting high throughput, the delay obtained is ≤ 150 ms and PDR for RTS/CTS conditions enable 100%. Meanwhile, the composition of tests 2, 3, and 4 results in poor network performance because it does not comply with ITU-T G.1010 standards. The use of the RTS/CTS mechanism enables hidden node testing to improve network performance. However, the use of the RTS/CTS mechanism allows the testing of the number of 4, 8, and 12 hidden nodes is not effective to minimize collisions that occur because of the higher transmission demand on the network Keywords : IEEE 802.11, Hidden Node, Access Point, RTS/CTS, NS3
Analisis Performansi Jaringan Battlefield Management System Menggunakan Multi Hop Wireless Network Risyad Riyadi; Ahmad Tri Hanuranto; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Medan perang modern merupakan skenario jaringan yang kompleks yang mencakup domain jaringan yang berbeda. Domain-domain ini termasuk entitas militer yang berbeda seperti pasukan sekutu, objek bergerak, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk berkomunikasi antar elemen militer mulai dari komunikasi suara hingga mengontrol jalannya suatu operasi militer yang sedang berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang dan menganalisis jaringan komunikasi yang paling baik untuk diimplementasikan dalam bidang militer. Dimana bidang tersebut merupakan bidang vital yang membutuhkan konektivitas dan jaringan yang stabil serta real-time. Melalui penelitian ini, penulis berharap dapat menciptakan suatu sistem komunikasi yang dapat dimanfaatkan di berbagai wilayah dan dapat memberikan informasi mengenai pertempuran yang sedang terjadi melalui perancangan jaringan Battlefield Management System menggunakan Multi Hop Wireless Network. Diharapkan Battlefield Management System ini dapat memenuhi kebutuhan pertukaran informasi yang didalamnya tidak hanya mengenai komunikasi suara antar pangkalan militer dan entitas pendukungnya, namun dapat mengetahui juga apa saja yang terjadi dalam suatu pertempuran. Kata kunci : multi-hop, wireless network, ad hoc, BMS. Abstract Modern battlefields are a complex network scenario that contains different network domain. These domains including different military entities like allied forces, moving objects, etc. Therefore we need a system that can be used to communicate between military elements ranging from voice communication to controlling the running of an ongoing military operation. The purpose of this study is to design and analyze the best communication networks to be implemented in the military field. Where the field is a vital field that requires a stable connectivity and real-time network. Through this research, the authors hope to create a communication system that can be utilized in various regions and can provide information about the fighting that is going on through the design of the Battlefield Management System network using the Multi Hop Wireless Network. It is expected that this Battlefield Management System can meet the need for information exchange which is not only about voice communication between military bases and supporting entities, but can also know what happens in a battle. Keywords: multi-hop, wireless network, ad hoc, BMS.
Analisis Reliabilitas Access Point Pada Jaringan Wlan 802.11n Untuk Kereta Cepat Jakarta-surabaya Inda Izzatin Tujza; Erna Sri Sugesti; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kereta merupakan transportasi yang paling banyak digunakan untuk proses mobilisasi pekerja dari satu kota ke kota lainnya. Hal ini disebabkan laju kereta yang cepat sehingga waktu perjalanan menjadi lebih singkat. Efisiensi waktu selama perjalanan sangat dibutuhkan agar tetap produktif, khususnya bagi pekerja yang membutuhkan layanan internet. Pengadaan layanan internet dikereta perlu mempertimbangkan faktor reliabilitas baik dari aspek fisik maupun jaringan. Penelitian ini melakukan analisis terhadap reliabilitas access point dari aspek fisik dan jaringan. Analisis aspek fisik dilakukan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh IEC 60077, sedangkan analisis pada aspek jaringan dilakukan berdasarkan nilai QoS yang dimiliki setiap access point. Skenario pengujian QoS dilakukan dengan meletekan access point ditengah gerbong kereta, dengan jumlah user 20, 30, 40, dan 52. Simulasi QoS dilakukan menggunakan Network Simulator 3.26 dengan memasukkan parameter tambahan berupa redaman sebesar 17 dB sebagai akibat yang ditimbulkan dari material pada gerbong kereta. Berdasarkan dua aspek tersebut, dapat diketahui bahwa access point terbaik jika ditinjau dari faktor nilai stres dan reliabilitas yaitu Huawei AP9131DN dengan nilai stres sebesar 125 dan reliabilitas sebesar 99.99921875%. apabila ditinjau dari faktor QoS, access point terbaik yaitu Teldat APR222n dengan nilai throughput sebesar 43.8059275 kbps, nilai delay sebesar 74.41269 ms, dan nilai jitter sebesar 7.27849 ns. Kata kunci : Reliabilitas, Stres, Access Point, Delay, Jitter, Throughput, Packet Loss Abstract Train is the most widely used transportation for the process of mobilizing workers from one city to another. This becomes even shorter. Time efficiency during the trip is needed so that it remains productive, especially for workers who need internet service. The procurement of internet services must consider the reliability factors from physical and network aspects. This research analyzes the reliability of access points from physical and network aspects. Analysis of physical aspects is carried out based on the criteria determined by IEC 60077, while analysis on the aspect of the network is carried out based on the QoS values required for each access point. The QoS testing scenario is done by erupting the access point in the middle of the train car, with a number of users 20, 30, 40, and 52. QoS simulations are carried out using Network Simulator 3.26 using parameters adding attenuation of 17 dB as a result of material on the train cars. Based on these two aspects, the best access point can be known if viewed from the stress and reliability value factors, namely Huawei AP9131DN with a stress value of 125 and reliability of 99.99921875%. It is estimated that in terms of the QoS factor, the best access point is Teldat APR222n with a throughput value of 43.8059275 kbps, a delay value of 74.41269 ms, and a jitter value of 7.27849 ns . Keywords: Reliability, Stress, Access Point, Delay, Jitter, Throughput, Packet Loss
Analisa Parameter Komunikasi Antar Kendaraan Pada Jaringan 5g Keinan Shofiandieni Haryo Putri; Uke Kurniawan Usman; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jika dibandingkan dengan teknologi 4G LTE saat ini, generasi wireless communication selanjutnya diharuskan dapat menampung kapasitas pelayanan yang lebih luas dengan berbagai persyaratan QoS yang berbeda. Kebutuhan akan low latency, throughput yang besar, kapasitas pengguna yang besar per km2 , kemampuan mobility yang tinggi mengharuskan hadirnya teknologi terbaru yang mampu mendukung kebutuhan tersebut. Mengembangkan teknologi yang sudah diterapkan pada 4G LTE, 5G akan fokus pada pengembangan Internet of Things yang nantinya akan dapat mendukung proses komunikasi Device-to-Device ataupun Machine-to-Machine. Berdasarkan kondisi tersebut, pada Tugas Akhir ini dilakukan penelitian parameter yang berkaitan dengan proses komunikasi antar Kendaraan, yaitu throughput, reliability dan delay. Proses analisis menggunakan tiga scenario kecepatan, yaitu kecepatan 10 km/jam, dengan jarak antar kendaraan 2 hingga 3 meter, lalu kecepatan 30 km/jam, dengan jarak antar kendaraan 10 hingga 30 meter, lalu scenario 3 dengan kecepatan 45 km/jam dan jarak antar kendaraan 30 meter hingga 35 meter. Dari ketiga scenario yang telah diuji coba tersebut, dapat ditemukan bahwa scenario 1 memenuhi standar 5G yang direncanakan yaitu nilai throughput mendekati 2 Gbps, nilai reliability mendekati 99% dan delay di bawah 1 ms. Kata kunci : V2V, throughput, reliability, delay Abstract When compared to the current 4G LTE technology, the next generation of wireless communication is required to be able to accommodate wider service capacities with a different varieties of QoS requirements. The need for low latency, large throughput, large user capacity per km2 , high mobility capabilities require the presence of the latest technology that can support those needs. Developing technology that has been applied to 4G LTE, 5G will focus on developing the Internet of Things which will later be able to support the communication process of Device-to-Device or Machine-to-Machine. Based on these conditions, in this Final Project the parameters related to the process of communication between vehicles are carried out, namely throughput, reliability and delay. The analysis process uses three scenario speeds, namely speeds of 10 km / hour, with distances between vehicles 2 to 3 meters, then speeds of 30 km / h, with distances between vehicles 10 to 30 meters, then scenario 3 with speeds of 45 km / h and distance between vehicles 30 meters to 35 meters. From the three tested scenarios, it can be found that scenario 1 meets the planned 5G standard, namely throughput values close to 2 Gbps, reliability values approach 99% and delay below 1 ms. Keywords: V2V, throughput, reliability, delay
Desain Server-gateway Jaringan Wi-fi 802.11n Untuk Layanan Komunikasi Lte Di Kereta Cepat Jakarta-surabaya Yoslie Yoslie; Erna Sri Sugesti; Doan Perdana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak BPS Indonesia menyatakan pertumbuhan transportasi darat tertinggi wilayah pulau Jawa 2012-2016 adalah kereta api. PT Kereta Api Indonesia belum menyediakan layanan Internet di dalam kereta. Penelitian ini merancang jaringan Wi-Fi pada kereta cepat Jakarta-Surabaya menggunakan standar IEEE 802.11n. Pada jaringan tersebut terdapat server yang berfungsi menampung trafik user, serta menghubungkan jaringan internal (di dalam kereta) dan jaringan eksternal (di luar kereta). Pada jaringan server-gateway diperlukan scheduling untuk mengatur lalu lintas trafik user. Simulasi jaringan dilakukan menggunakan software NS-3. Parameter QoS yang digunakan adalah throughput, delay, dan packet loss, untuk layanan video streaming. Pengujian jaringan internal dilakukan bertahap 1-5 gerbong penumpang, menggunakan scheduling 10 ms, 100 ms, 250 ms, dan 500 ms. Pengujian jaringan eksternal dilakukan dengan membandingkan data simulasi dengan perhitungan menggunakan metode capacity planning. Pengujian 1 gerbong penumpang memperoleh throughput rata-rata user 0,426 Mbps, mendekati hasil perhitungan bandwidth yaitu 0,487 Mbps. Semakin banyak jumlah user maka throughput jaringan akan berkurang, dan semakin lama scheduling yang digunakan, delay-nya akan semakin tinggi. Pengujian scheduling 100 ms memiliki throughput yang relatif lebih stabil dan packet loss yang lelih rendah dibandingkan scheduling 10 ms, tetapi memiliki delay yang lebih tinggi. Pada simulasi jaringan eksternal kondisi terpadat, throughput pada sisi downlink 34,24036 Mbps, mendekati hasil perhitungan yaitu 36,39212 Mbps, kemudian delay yang diperoleh memenuhi standar yang digunakan yaitu 40 ms. Kata kunci: Wi-Fi, server, scheduling, kereta cepat Abstract BPS Indonesia states that the highest growth of land transportation in the Java region 2012-2016 is trains. PT Kereta Api Indonesia has not provided Internet services on the train. This Final Project designed a Wi-Fi network on the Jakarta-Surabaya fast train using the IEEE 802.11n standard. On the network there is a server that functions to accommodate user traffic, and connects internal networks (on the train) and external networks (outside the train). In the network servers, scheduling is needed to regulate user traffic. Network simulation is done using NS-3 software. The QoS parameters used are throughput, delay, and packet loss, for video streaming services. Internal network testing is done in phases of 1-5 carriage, using scheduling 10 ms, 100 ms, 250 ms, and 500 ms. External network testing is done by comparing simulation data with calculations using the capacity planning method. Testing of 1 carriage has a user average throughput of 0.426 Mbps, approaching the result of bandwidth calculation which is 0.487 Mbps. The more number of users, the network throughput will decrease, and the longer the scheduling is used, the delay will be higher. Testing scheduling 100 ms has relatively more stable throughput and low packet loss compared to scheduling 10 ms, but has a higher delay. In the simulation of the worst case on external network, the throughput on the downlink side is 34.24036 Mbps, meets the calculation result of 36.39212 Mbps, then the delay obtained meets the standard used which is 40 ms. Keywords: Wi-Fi, server, scheduling, high speed train
Pengembangan Aplikasi Dashboard Pada Pemetaan Kesuburan Tanah Di Provinsi Jawa Barat Berbasis Geographical Information System (Gis) Febriansyah B, Muh Asyraf; Putra, Seno Adi; Perdana, Doan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Pengembangan Kesuburan tanah merupakan faktor kunci dalam menentukan produktivitas pertanian.Di Provinsi Jawa Barat, sekitar 30% lahan pertanian mengalami penurunan kesuburan, yang disebabkan olehpraktik pertanian yang tidak berkelanjutan seperti penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dankurangnya rotasi tanaman. Penurunan kesuburan ini menyebabkan penurunan hasil panen, yang berdampaknegatif terhadap ketahanan pangan di wilayah tersebut. Selain itu, variasi dalam tingkat kesuburan tanahmenciptakan tantangan besar bagi petani dalam menentukan strategi penanaman yang optimal.Kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terkini mengenai kondisi kesuburan tanah memperburuksituasi ini, menghambat petani dalam membuat keputusan yang tepat terkait pengelolaan lahan.Penelitian ini mengembangkan aplikasi dashboard untuk memetakan kesuburan tanah menggunakanGeographical Information System (GIS). Tujuan aplikasi ini adalah membantu petani, penyuluh, dan pihak terkaitdalam menganalisis kondisi tanah dan membuat keputusan yang lebih tepat terkait pemilihan tanamandan pengelolaan lahan. Metodologi yang digunakan adalah Extreme Programming (XP), yangmemungkinkan pengembangan perangkat lunak secara iteratif dengan umpan balik langsung dari pengguna.Aplikasi ini dilengkapi fitur visualisasi data tanah,analisis kesuburan tanah, dan rekomendasi tanaman. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi ini efektif dalammemetakan dan menganalisis data kesuburan tanah, serta dapat mendukung pengambilan keputusan di sektorpertanian. Diharapkan, aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan pertanian di Jawa Barat danberkontribusi positif terhadap ketahanan pangan di Indonesia. Kata kunci— Web GIS, Pemetaan Kesuburan Tanah, Dashboard, Geographical Information System, pH Tanah,Kelembaban Tanah, Nitrogen, Fosfor, Kalium, Pertanian Berkelanjutan.
Pengembangan Aplikasi Pelaporan Kesuburan Tanah Pertanian Di Provinsi Jawa Barat Berbasis Geographical Information System (GIS) Andini, Rodia; Putra, Seno Adi; Perdana, Doan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang sangat bergantung pada sektor pertanian sebagai sumberutama mata pencaharian dan pendorong pembangunan ekonomi. Namun, di Provinsi Jawa Barat, kesuburan tanahpertanian mengalami penurunan yang signifikan akibat praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, seperti penggunaan pupukkimia secara berlebihan dan kurangnya rotasi tanaman. Penurunan kesuburan tanah ini menjadi masalah serius karenamenghambat kemampuan tanah dalam mendukung pertumbuhan tanaman, yang pada akhirnya berdampak padarendahnya produktivitas pertanian. Penelitian ini bertujuanuntuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkansebuah aplikasi pelaporan kesuburan tanah berbasisGeographical Information System (GIS). Aplikasi ini dirancanguntuk memetakan dan memantau kondisi kesuburan tanahsecara real-time, sehingga dapat membantu petani, penyuluh,dan pemerintah dalam mengambil keputusan yang lebih efektifdan efisien terkait pengelolaan lahan pertanian.Pengembangan aplikasi ini dilakukan menggunakan metodeExtreme Programming (XP), yang memungkinkan prosesiterasi berkelanjutan dan respons yang cepat terhadapperubahan kebutuhan pengguna. Aplikasi ini diuji melaluibeberapa metode pengujian, termasuk Black Box Testing, LoadTesting, dan User Acceptance Testing (UAT), untukmemastikan aplikasi berfungsi sesuai dengan kebutuhanpengguna serta mampu menangani beban kerja yangdiharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi iniefektif dalam menyediakan informasi kesuburan tanah secaraakurat dan efisien. Aplikasi ini tidak hanya mendukung praktikpertanian berkelanjutan tetapi juga berpotensi meningkatkanproduktivitas lahan serta membantu pemerintah dalampengelolaan sumber daya pertanian di Provinsi Jawa Barat. Kata kunci— Pertanian, Kesuburan Tanah, Geographical Information System (GIS), Extreme Programming (XP),Pengujian Aplikasi
Sistem Cerdas Kontrol NPK: Application Android For Interface Warsa, Candra Eka Dwi; Perdana, Doan; Aditya, Bagus
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan bagian penting dalam pertanian. Kesuburan tanah ditentukan oleh kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara yang berasal dari tanah yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tumbuhan dapat menyerap unsur hara dari dalam tanah. Senyawa/zat anorganik yang ada di dalam tanah yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan unsur hara. Maka dilakukan perancangan dan pembuatan sistem cerdas control NPK yang dapat monitoring NPK, pH, dan kelembapan tanah dengan memvisualisasikan melalui aplikasi android sehingga pengguna dapat melakukan monitoring kondisi kandungan unsur hara di dalam tanah. Pada pengujian fungsionalitas aplikasi, semua fitur sudah dapat dijalankan dengan baik. Pada pengujian kesesuaian data antara database dan aplikasi sudah sesuai. Pada pengujian kompatibilitas aplikasi dari versi android 5 sampai versi android 13 dapat dilakukan instalasi dan berjalan dengan baik. Pengujian rata-rata delay untuk Menampilkan Data dari Database ke UI Real Time Monitoring yaitu 0,37 sekon. Pengujian rata-rata delay Request Data History Ke UI Data Table yaitu 2,425 sekon. Pengujian rata-rata delay Request Data History ke UI Data Grafik yaitu 2,375 sekon. Kata kunci: Monitoring, Android, Mobile Application, Delay
Monitoring Penggunaan Listrik Di Ruangan Berbasis Internet of Things (IoT) Lubis, Raja Surya Dharma; Muayyadi, Achmad Ali; Perdana, Doan
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini teknologi berkembang pesat di berbagaibidang keilmuan. Manusia terus berupaya mengembangkandan meneliti teknologi-teknologi terbaru dalam rangka untukmempermudah kehidupan manusia. Salah satunya yaitu padabidang teknologi IoT (Internet of Things). Oleh karena itudilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlahpenggunaan energi listrik yang digunakan setiap harinya. Alatmonitoring penggunaan energi listrik berbasis IoT inimenggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 dan sensorPZEM-004T. Sensor PZEM-004T adalah sebuah sistem yangdirancang untuk membaca jumlah pemakaian energi listrikseperti tegangan, arus, daya, dan energi. Alat monitoring inijuga dikoneksikan pada smartphone degan menggunakanaplikasi blynk yang digunakan sebagai media interface yangmenampilkan jumlah pemakaian energi listrik. Hasil pengujianmenunjukkan bahwa alat monitoring pemakaian energi listrikmenggunakan sensor PZEM-004T dapat mengukur danmenampilkan nilai arus dan tegangan serta dapat memonitorsecara real time. Hasil dari pengujian pada tegangan dan aruslistrik, pada pengukuran pertama dengan menggunakan sensorPZEM-00T menunjukkan hasil tegangan 220 V dan arus 1,5 Adan pada pengukuran dengan menggunakan voltmetermenunjukkan hasil tegangan 220 V dan arus 1,52 A, inimembuktikan bahwa hasil pengukuran sensor dan pengukuranvoltmeter tidak memiliki hasil yang jauh berbeda. PengujianQos (throughput dan delay) mendapatkan hasil rata-rata yaitusebesar 16,1 kbps dan 53,562 ms antara pukul 16.50-18.00 WIB.Terjadi perbedaan output antara data yang ditampilkan di LCD(Liquid Crystal Display) dengan data yang ditampilkan diaplikasi Blynk, hal tersebut karena adanya delay yangdisebabkan oleh jaringan yang tidak stabil.Kata kunci- Interner of Things, NodeMCU ESP8266,Sensor PZEM-004T, Blynk Application
Co-Authors A. Ali Muayyadi Abdulqadir Muhtadi Achmad Ali Muayyadi Achmad Auliyaa Zulfikri Achmad Auliyaa Zulkifri Adhiatma, Fachri Nugraha Adi Nugroho Ahmad Tri Hanuranto Ahmad Tsaqib Hakim Aji Gautama Putra Aji Gautama Putrada AJINEGORO, RISKI MUKTIARTO NUGROHO Albion Apta Zaim Alfin Hikmaturokhman Ana Oktaviana Ana Oktaviana Ana Oktaviana, Ana Ananda Irsyad Andini, Rodia Arfianto Fahmi Arief Rakhman Arif Indra Irawan Arisman Putra Munggaran Arrum Prima Dewi Asep Mulyana Aziz Nurul Iman Bagus Aditya Bagus Aditya Bobby, Syahdika Brian Pamukti Cyril Nugrahutama Kurnaman Danu Dwi Sanjoyo Dewi Rasni Putri Dewi, Arrum Prima Dilla Fajar Sukma Dilaga Dilla Fajar Sukma Dilaga Dwi Kresna Wijaya Elsa Mustikawati Endang Chumaidiyah Erna Sri Sugesti Erwin Susanto Fachri Nugraha Adhiatma Faisal Budiman Faisal Candrasyah Hasibuan Fakhrezi, Alfian Favian Dewanta Febriansyah B, Muh Asyraf Fidar Adjie Gelar Budiman Gustommy Bisono Hakim, Ahmad Tsaqib Hendro Iman Pangestu Herda Theo Perdana Hilal Hudan Nuha Husneni Mukhtar Ilman Syakir Saputra Imam Nashiruddin Inda Izzatin Tujza Kayla Vernanda, Nafisa Keinan Shofiandieni Haryo Putri Kurnaman, Cyril Nugrahutama L., Kemas Muslim Leanna Vidya Yovita Lisnawati S. Bangun Lubis, Raja Surya Dharma M. Adnan Nur Adrika M. Irfan Pratama Maghfuri, Syakir Maman Abdurohman Mirdan Syahid Mulya Sudrajat Muhammad Irfan Denatama Muhammad Irfan Denatama, Muhammad Irfan Mulki Nurullah Perbawa Mustikawati, Elsa Nachwan Mufti Nachwan Mufti Adriansyah Nindy Ayu Marthaliana Nugroho, Aditya Bakti Nuha, Hilal H Ongko Cahyono Parman Sukarno Perbawa, Mulki Nurullah PRASETIA, RENDI DIAN Pratama, M. Irfan Putra, Made Adi Paramartha Putri, Loviona Fortuna Rahadyan , Rizkita Ilham Raharjo, Risqi Herlambang Rahmat Yasirandi Ratnasih Ratnasih Ratnasih _ RATNASIH, RATNASIH Rendy Munadi Revan Faredha Aswariza Revan Faredha Aswariza, Revan Faredha Ridha Muldina Negara Ridha Negara Rini Cahyani Risqi Herlambang Raharjo Risyad Riyadi Robby C. Manurung Ryan Danny Kresnawan Salsa Rizkiana Seno Adi Putra Sidik Prabowo Siska Riantini Arif Sofia Nafila Putri Sophie Dwivita Evans Anthen Sri Ariyanti Suntoro Suntoro Taufik Hasan Triani Wulandari Triani Wulandari Triani Wulandari Tsaqib, Aliya Uke Kurniawan Usman Vinsensius Sigit Widhi Prabowo Vita Azrina Aulia Warsa, Candra Eka Dwi Winana Aperta Libar Yakobus Yulyanto Kevin Yoslie Yoslie Yudha Purwanto Yulius Anggoro Pamungkas Zulfikri, Achmad Auliyaa