Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Hubungan Antara Lagu Wajib Nasional dengan Karakter Nasionalisme SD Negeri 109/IV Kota Jambi Restu Aulia Putri. M; Arsil Arsil; Muhammad Sholeh
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara lagu wajib nasional dengan karakter nasionalisme di SD Negeri 109/IV Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 109/ IV Kota Jambi pada semester ganjil tahun ajaran 2021. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan penyebaran kuesioner atau angket kepada peserta didik. Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan kuantitatif, setelah itu data di analisis dengan bantuan program SPSS V.20 tentang hubungan antara lagu wajib nasional dengan karakter nasionalisme pada peserta didik. Hasil penelitian ini diduga bahwa adanya hubungan antara lagu wajib nasional dengan karakter nasionalisme pada peserta didik. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV dengan jumlah responden sebanyak 76 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang diberikan adalah angket dengan pernyataan untuk lagu wajib nasional sebanyak 18 pernyataan dan pernyataan untuk karakter nasionalisme sebanyak 16 pernyataan. Analisis data menggunakan korelasi sederhana, diperoleh nilai dengan hasil korelasi sebesar 0,536 dan nilai korelasi lebih besar dari r tabel yaitu sebesar 0,223. Setelah membandingkan nilai rxy (0,536) > r tabel (0,223) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara lagu wajib nasional (X) dan karakter nasionalisme (Y).
Penanaman Pendidikan Ilmu Pengetahuan Filasafat Di SDN 110/1 Desa Tenam Alirmansyah Alirmansyah; Muhammad Sholeh
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8398

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan manusia, karena hanya manusialah yang bisa mendapatkan pendidikan. Oleh karena itu pendidikan memerlukan suatu filsafat, karena masalah pendidikan berkaitan dengan realisasi pendidikan. Dalam realisasi pendidikan akan muncul masalah yang lebih luas dan kompleks yang tidak dapat di batasi oleh pengalaman dan fakta, dan itu juga tidak dapat di capai dengan pengetahuan filsafat pendidikan yang tidak hanya berhungan dengan fakta saja, tetapi juga berhubungan dengan kebaikan dan keburukan, bentuk dari kehidupan manusia, dan kehidupan sosial manusia yang sempurna. Pada penelitian ini menggunkan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Yang dimana data yang terkumpul dari hasil penelitian tersebut berbentuk kata-kata atau gambar.
Analisis Pemahaman Kompetensi Profesional Guru Pada Muatan Pembelajaran IPS SD Negeri 55/I Sridadi Nur Rohayati; Muhammad Sofwan; Muhammad Sholeh
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 20 No. 2 (2022): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v20i2.7521

Abstract

Hasil dari penelitian ini menunjukan, peranan guru sangat penting dalam membangun kualitas pendidikan. Profesional guru harus bisa dituntut untuk dapat memiliki kompetensi yang baik agar tujuan pembelajaran tercapai dengam baik. Namun  di SD Negeri 55/I Sridadi pada saat melakukan observasi masih terlihat salah satu indikator tidak masuk dalam profesional guru. Ada 5 indikator yang harus dikuasai guru dalam profesional guru diantaranya (1) Menguasai materi, struktur dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu, (2) Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang diampu, (3) Mengembangkan mata pelajaran  yang diampu secara skreatif, (4) Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, (5) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.                           Pada saat melakukan observasi SD Negeri 55/I Sridadi  Pada Muatan pelajaran IPS pada saat guru mengajar  kurang bervariasi  namun cukup sesuai dengan Rancangan  Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Melaksanakan Pembelajaran dengan mengkaitkan teknologi informasi dan komunikasi guru sudah cukup paham dalam mengkaitkan teknologi fasilitas seperti proykter, akses internet dan anak juga sudah memiliki handphone sendiri disini terlihat guru cukup paham dalam  menguasai cara penggunaan teknologi dalam mengkaitkan pembelajaan karena dilihat zaman pendidikan yang semakin maju. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru SD Negeri 55/I Sridadi memiliki kompetensi profesional yang baik menguasai materi, struktur, konsep dan pola, menguasai standar kompetensi dasar dan kompetensi inti mata pelajaran, mengembangkan mata pelajaran, mengembangkan keprofesionalan dengan melakukan tindakan reflektif. Kata Kunci: : Analisis, Kompetensi profesional guru, muatan pembelajaran IPS. 
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DISEKOLAH DASAR Muhammad Sholeh; Khumairotuzzaro’ah Khumairotuzzaro’ah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.18929

Abstract

Siswa seringkali diam saat guru menjelaskan materi dan hanya mendengarkan penjelasan tanpa memberikan tanggapan yang membangkitkan rasa ingin tahunya. Selain itu, siswa hanya menanggapi seadanya saja, menunjukkan bahwa kurangnya interaksi antara siswa dan guru. Siswa hanya mengerjakan tes yang telah diberikan dan belum menerapkan pembelajaran kelompok yang heterogen yang dapat membantu siswa bertukar pendapat dengan temannya. Beberapa siswa terlihat diam saja, tidak memperhatikan guru, mengobrol dengan teman sebangku, dan mengganggu temannya selama proses pembelajaran. Sehingga proses pembelejaran menjadi kurang efektif karena adanya umpan balik antara siswa dan guru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus dan tiap siklusnya terdiri atas 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Teknik analisis data pada penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) dengan Pendekatan Saintifik (Scientific Approach) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa sebanyak 50%, dari presentase pratindakan yaitu 27,77% atau 5 siswa, kemudian pada siklus I memperoleh keberhasilan keaktifan belajar siswa sebanyak 47,05% atau 8 siswa, hingga pada siklus II meningkat menjadi 78,57% atau 11 siswa dari keseluruhan siswa yang berjumlah 14 siswa yang hadir.
PELATIHAN MEMBUAT PORTOFOLIO DIGITAL MENGGUNAKAN GOOGLE SITES UNTUK KEPENTINGAN ASESMEN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Eko Kuntarto; Muhammad Sholeh
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6 No 3 (2023): APTEKMAS Volume 6 Nomor 3 2023
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v6i3.6987

Abstract

Teacher competence is knowledge, skills, behavior that must be owned by teachers in the learning process takes place or in carrying out their duties. In the target school, namely SDN 198/I Muara Bulian, there are still teachers who have difficulty making digital portfolios as a means of assessing teacher competence. Teachers are still unfamiliar with various online media that can be used as a means of creating digital portfolios. For this reason, a solution is provided in the form of training to create a digital portfolio using Google Sites. This training can make it easier for teachers to create digital portfolios for the benefit of assessing the competence of elementary school teachers. This activity is carried out using the Project Based Learning model and interactive learning methods. Trainers and participants carry out discussions, questions and answers, analysis, studies, and end with a project. The stages of activity are: (1) preliminary survey; 2) training and guidance; (3) create a project. This training received a very good response from the target schools, especially the teachers who participated in the training. Teachers become more innovative and professionally competent; in this digital era it is also increasing as evidenced by their success in creating an attractive digital portfolio after the training.
Strategi Pemasaran Digital Untuk Pengembangan Usaha Kecil M. Rivaldi; Nabila Anastasya; Ifdah Aulia; Na’imahtul Zakiyah Dwi Wardhani; Muhammad Sofwan; Muhammad Sholeh
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7327

Abstract

Now, people can connect with each other and with others around the world through the virtual world, in addition to using devices. Despite the current economic downturn, SMEs (Small and Medium Enterprises) are predicted to boost the economy. The implementation of digital technology-based marketing strategies, or digital marketing, offers potential for SMEs to grow into a significant economic force. To maximize profits, SME actors work with distribution and promotion channels based on digital platforms. Currently, almost all SMEs—including fast food companies and restaurants—use digital marketing-based promotional and distribution channels. Through the idea of empowering the people's economy, this research focuses on exploring the function of digital marketing as a marketing strategy for Small and Medium Enterprises (SMEs). This approach is a necessary adaptation for SMEs to thrive in the era of Industry 4.0 and ultimately become superior SMEs
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Femi Br Ginting; Natasya T; Wiwik Kurniyati; Afifa Suci Nahara; Muhammad Sofwan; Muhammad Sholeh
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 8 No. 3: Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v8i3.58312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang digunakan oleh guru dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada peserta didik melalui pembelajaran di sekolah dasar. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru-guru yang memiliki pengalaman dalam mengajar mata pelajaran terkait kewirausahaan di sekolah dasar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan tema dan temuan penting diidentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi untuk membangun jiwa kewirausahaan pada peserta didik. Salah satu strategi utama adalah menjadi model peran yang menginspirasi, di mana guru menunjukkan semangat kewirausahaan dalam tindakan dan sikap sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemahaman tentang peran guru dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada anak-anak di tingkat sekolah dasar.
Analisis Peran Lingkungan Sekolah Dalam Mendukung Pembelajaran Bahasa Siswa Sekolah Dasar Afifa Suci Nahara; Dhea Amanda Alfa Rezki; Alfa Rezki; Wiwik Kurniyati; Eko Kuntarto; Muhammad Sholeh
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 9 No. 2: Maret 2025 (Article In Progress )
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v9i2.64456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan sekolah dalam mendukung pembelajaran bahasa bagi siswa sekolah dasar, dengan fokus pada aspek lingkungan fisik, sosial, dan budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Subjek pada penelitian ini guru kelas, siswa, dan kepala sekolah SDN 13/I Muara Bulian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang nyaman, seperti ruang kelas yang menarik dan perpustakaan yang lengkap, memberikan kontribusi positif terhadap minat belajar bahasa siswa. Selain itu, interaksi sosial antar siswa dan budaya literasi yang diterapkan di sekolah terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan memahami bahasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara komponen lingkungan sekolah dapat menciptakan pengalaman belajar bahasa yang optimal bagi siswa sekolah dasar. Harapan penelitian ini memberikan wawasan bagi sekolah dalam merancang lingkungan yang mendukung pembelajaran bahasa. Oleh karena itu, peran lingkungan sekolah dalam pembelajaran bahasa perlu terus ditingkatkan dan diperhatikan.
Pendampingan Rancangan Asesmen Formatif Kerangka Backward Desain Dalam Konsep Understanding By Desain Kurikulum Merdeka Muhammad Sholeh; Yantoro Yantoro; Desy Rosmalinda; Risdalina Risdalina; Andi Gusmaulia Eka Putri
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2078

Abstract

Rancangan asesmen formatif merupakan salah satu komponen kurikulum merdeka sebagai wadah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara bersama kepala sekolah ditemukan beberapa informasi bahwa guru di sekolah masih kurang wawasan terkait asesmen formatif kurikulum merdeka, belum mengetahui rancangan asesmen formatif dalam konsep understanding sebagai wujud paradigma baru pembelajaran. Kegiatan pengambian ini dilakukan dan disusun sesuai waktu pelaksanaan pengabdian untuk mengetasi permasalahan tersebut. Pengabdian dilaksanakan menggunakan metode interaktif, alur kegiatan yaitu survei pendahuluan, pelatihan/ sosialisasi, bimbingan dan pendampingan, evaluasi serta seminar. Kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi guru melalui kegiatan sosialisasi pengabdian pada masyarakat yang dilakukan oleh dosen PGSD tentang asesmen formatif kurikulum merdeka sekaligus dosen PGSD sebagai fasilitator nasional sekolah penggerak program merdeka belajar, tentunya akan memberi manfaat dan solusi dari permasalahan yang dihadapi guru. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini ialah : 1). Guru memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk merancang asesmen formatif kurikulum merdeka 2) Dilakukan pendampingan yang bersifat konsultatif dalam merancang asesmen formatif.