Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kritik Sosial terhadap Seks Bebas dalam Lagu Dolanan Gotri di Indramayu Amalinda Pratiwi Rostiyahadi; Memen Durachman; Tedi Permadi
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian Lagu Dolanan Gotri (LDG) ini berfokus pada pengungkapan simbol dan makna tersembunyi melalui perspektif semiotika, terutama menyoroti denotasi dan konotasi yang berhubungan dengan mitos lokal Indramayu. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil empat versi teks dari empat kecamatan di Kabupaten Indramayu untuk analisis. Hasilnya menunjukkan LDG tidak hanya sebagai hiburan anak-anak tetapi juga mengandung kritik sosial, khususnya mengenai seks bebas, yang tersirat dalam pilihan kata dan ritme lagu. Studi ini menawarkan perspektif baru tentang LDG sebagai bentuk tradisi lisan yang edukatif.
Ritual Olah Rasa dalam Pelaksanaan Digitalisasi Manuskrip di Masyarakat AKUR Sunda Wiwitan, Kuningan, Jawa Barat Permadi, Tedi
Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara Vol. 15 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/jumantara.v15i1.5046

Abstract

The Sundanese AKUR community is a community institution with a royal character and makes Paseban Tri Panca Tunggal as the center of its government. They have many manuscripts whose conditions are threatened with damage so that they need to be immediately saved physically and their contents, among others by curative preservation of digital techniques. This study was conducted with a qualitative descriptive method and aims to find out the meaning of sense in manuscript digitization activities in Paseban Tri Panca Tunggal. The approach in this study is an anthropological approach with the researcher as an active participant involved in all activities, from the planning stage to reporting to the supporting institutions. The data used are primary data, namely documents issued by AKUR Sunda, observations, and direct interviews with the extended family of AKUR Sunda. The data review is presented with descriptive techniques based on the classification of data acquisition. The conclusion is that the olah rasa or samadi is a special ritual in the AKUR Sunda Wiwitan belief. This ritual has both vertical and horizontal dimensions, a concrete relationship between humans and their God and humans with fellow God's creations. The offerings sesajen or sarandu are symbols presented in a concrete form of prayer, as an expression of gratitude and a form of request expressed to God as the ruler of the universe.
PEMANFAATAN SASTRA SEBAGAI SARANA EDUKASI KESADARAN HUKUM BAGI GURU MTS DAN MA BAHASA INDONESIA SE-JAWA BARAT Agustiningsih, Dheka Dwi; Permadi, Tedi; Durachman, Memen; Mardianto, Asep; Hawari, Luthfi
Dimasatra Vol 2, No 2 (2022): APRIL
Publisher : Faculty of Language and Literature Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.006 KB) | DOI: 10.17509/dm.v2i2.55251

Abstract

Kesadaran hukum adalah aspek yang sangat penting bagi setiap warga negara. Pemanfaatan sastra adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi guru Bahasa Indonesia di MTs dan MA. Oleh karenanya perlu diketahui kesadaran dan penggunaan sastra sebagai sarana edukasi kesadaran hukum.  Hal ini sejalan dengan tujuan pengabdian yaitu untuk memaparkan edukasi hukum melalui pemanfaatan sastra. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Kesadaran hukum diterapkan oleh guru MTs dan MA Se-Jawa Barat melalui pembelajaran bahasa. Akan tetapi, pemanfaatan sastra sebagai sarana untuk membangun dan meningkatkan kesadaran hukum masih kurang diaplikasikan dalam pembelajaran sekolah. Melalui pengabdian ini diharapkan guru MTs dan MA se-Jawa Barat dapat memanfaatkan sastra sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran hukum.
The Alignment of Folklore and Literature Learning in Schools Against Students' Eco-literacy Competencies Youpika, Fitra; Sumiyadi; Permadi, Tedi; Sunendar, Dadang; Yandryati, Jenny
Journal of English Education and Teaching Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of English Education and Teaching
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jeet.8.1.88-105

Abstract

This research is about local literature (folklore) and eco-literacy. It was conducted to find information of the alignment between folklore, literature learning in schools, and students' eco-literacy. This research used descriptive-qualitative research design. The data used for this research is in the form of answers from respondents about written questions that have been distributed online. Total respondents were 89 students from 5 schools (junior and senior high schools) in Bengkulu. Data analysis was conducted through data reduction, presentation (description), and conclusion. The findings of this study are, first, Junior and Senior High School students in Bengkulu like folklores from their district. Most of these students like legend’s type folklore compared to other type stories. Currently, folklores can still be found in the community, although it is not easy because the spoke person are old and many have died. The content of Bengkulu folklores has values or teachings about nature and ecosystem conservation. Second, local literature is taught in junior and senior high schools in Bengkulu. Students enjoy learning literature, especially local literature. The last, the level of environmental literacy among students is still relatively low. This can be seen by the lack of students' attention for waste and environmental conservation. In this regard, learning literature and folklore in schools is in line with students' eco-literacy competencies. However, this has not been implemented optimally, so it is hoped that local literature (folklore) can give contribution in nature and ecosystem conservations by increasing the eco-literacy of students and society.
The Endangered Central Malay Folklore: A Medium for Internalizing Character Values in Indonesian Language and Literature Youpika, Fitra; Sumiyadi, Sumiyadi; Permadi, Tedi; Sunendar, Dadang; Yandryati, Jenny
International Journal of Language Education Vol. 8, No. 1, 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v8i1.60908

Abstract

This study raises the unity of the topics of folklore, literature teaching materials, and character education. It aims to explore character education values in endangered Central Malay folklores as a means of internalizing literature teaching. This qualitative study used five informants who not only knew the folklores but also knew the local culture of the Central Malay community in depth. Data were collected through semi-structured interviews and note-taking. The data were analyzed using a thematic approach. The research findings show that Central Malay folklore has aesthetic, humanist, ethical, and religious values that can be internalized in literature learning as a form of effort to save Central Malay folklore from extinction through education. This research is not new. However, there is little information about Central Malay folklore in Indonesia. The findings provide benefits and recommendations to researchers, educators, teachers, and policymakers to collaborate and conduct further studies to save Central Malay folklore from extinction and survive in society. In addition, the importance of this research is to increase understanding and foster students' appreciation of local literature while being able to take and practice the character values contained in Central Malay folklore.
Wawacan Bidayatussalik dan Wawacan Jaka Mursyid Naskah Kuno Tasawuf asal Kecamatan Cidadap, Kota Bandung Permadi, Tedi; Sobar, Septiyadi; Aliyah, Nuri
Artikulasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/artikulasi.v4i1.68518

Abstract

Artikel ini berupaya menyajikan kajian teks naskah Sunda yang berjudul Wawacan Bidayatussalik (WBS) dan Wawacan Jaka Mursyid (WJM) koleksi masyarakat yang tinggal di Kecamatan Cidadap, Kelurahan Ledeng, Kota Bandung. Wawacan adalah puisi klasik dengan konvensi sastra tertentu. Kajian atas WBS dan WJM menggunakan metode kajian deskriptif analisis, bertujuan untuk memaparkan temuan atas data yang dianalisis. Secara spesifik, kajian teks WBS dan WJM didasarkan pada kajian filologis dengan mengutamakan pada cara kerja kritik teks, yakni penyelidikan atas teks yang tertulis pada suatu naskah dan dilakukan melalui dua tahap analisis, yakni kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menganalisis konvensi pupuh yang meliputi pemenuhan pada (bait) padalisan (larik), guru wilangan (pemenuhan suku kata dalam larik) dan guru lagu (pemenuhan bunyi vokal akhir pada suatu larik); adapun analisis kuantitatif meliputi analisis penyimpangan redaksional dalam tataran suku kata, kata, dan kalimat. Berdasarkan hasil analisis, teks WBS dan WJM ditulis dengan aksara Arab berbahasa Sunda (pegon); bentuk karangan teks berupa puisi tradisional berbentuk pupuh; kualitas teks naskah WBS dan WJM memiliki keunggulan dalam pemenuhan konvensi pupuh, penyimpangan larik atau padalisan yang sedikit; dan teks WBS dan WJM termasuk teks naskah keagamaan Islam yang berisi ajaran tasawuf Al-Ghazali (tasawuf Sunni) dalam usaha mendekatkan diri kepada Tuhannya.
Metode Diplomatik dalam Mengidentifikasi Kandungan Isi Naskah Gulungan Berbahan Daluang Koleksi Candi Cangkuang Tedi Permadi
PANGGUNG Vol 22 No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i4.66

Abstract

ABSTRACTThis paper presents the results of the identification of rolled manuscripts made of daluang using diplomatic method. This method aims at getting the authenticity of the script based on the information that accompanies the text with the internal evidence contained in the manuscript. In terms of script identification techniques, diplomatic method utilizes direct observation techniques, assisted by other descriptions of contemporary manuscript as an evidence and support of the relevant literature. The use of diplomatic method in identifying rolled manuscripts produces the characteristics of the material, the literacy/language used in the text, and the editorial lapses contained in the text, but the identity of the author or the copyist and the time of the writing or copying manuscripts could not be found.Keywords: Manuscript identification, daluang, diplomatic method ABSTRAKTulisan ini menyajikan hasil identifikasi naskah gulungan berbahan daluang dengan menggunakan metode diplomatik. Metode diplomatik bertujuan untuk mendapatkan keaslian naskah berdasarkan informasi yang ada di dalam teks dengan bukti internal yang terkandung dalam naskah tersebut. Dalam hal teknik identifikasi naskah, metode diplomatik memanfaatkan teknik observasi langsung, dibantu dengan deskripsi dari naskah kontemporer lain sebagai bukti dan pendukung literatur yang relevan. Penggunaan metode diplomatik dalam mengidentifikasi naskah gulungan menghasilkan karakteristik material, huruf/bahasa yang digunakan dalam teks, dan penyimpangan editorial yang terkandung dalam teks, tetapi tidak bisa menemukan identitas penulis atau penyalin dan waktu penulisan atau penyalinan naskah.Kata kunci: Identifikasi naskah, daluang, metode diplomatik
Refleksi sosial dalam antologi cerpen Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan karya Aksan Taqwin Embe Suganda, Nurkalina Pratiwi; Permadi, Tedi; Harini, Yostiani Noor Asmi
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i1.1111

Abstract

This study presents the dominant social reflection category that appears in the short story anthology Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan by Aksan Taqwin Embe. Twelve stories are delivered in a light and simple manner, and the topics discussed in each story reflect the circumstances that occur in the real world. This study uses a qualitative descriptive method in the form of a literature study with Alan Swingewood's literary sociology approach. The results of the study show that in the short story anthology Kita Susah Tidur sejak Dilahirkan, four dominant categories of social reflection appear, namely land confiscation in the short stories Hari Muram and Bisikan-Bisikan; violence against women in the short stories Selawat Sepasang Lansia, Bisikan-Bisikan, Anjing yang Menggagalkan Pernikahan, and Menjemput Tubuh; fishermen's lean season in the short stories Menyisir Kematian and Anjing yang Menggagalkan Pernikahan, and gender stereotypes in the short story Pengarang yang Bermartabat. These four categories of social reflection are relevant to the real world because they are reinforced by Alan Swingewood's theory of literary sociology, which sees literary works as social documents and formulates the concept that literary works can be seen as social reflections.
Skema aktan dan struktur fungsional A.J. Greimas dalam cerita rakyat Riau “Si Umbut Muda Gelang Banyak” Afrilla, Tika; Permadi, Tedi; Adi Nugroho, Rudi
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i1.10645

Abstract

Penelitian ini sebagai upaya melestarikan dan memperdalam pemahaman tentang cerita rakyat yang kerap terabaikan dalam kajian sastra. Sebagai warisan budaya Indonesia, cerita rakyat menyimpan pelajaran hidup dan refleksi sosial masyarakat, sehingga penting untuk dikaji strukturnya secara mendalam. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan sinopsis, skema aktan dan fungsi struktural cerita rakyat dari provinsi Riau. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah narasi cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak, data diperoleh dengan teknik baca dan catat, kemudian data diinterpretasi menggunakan cara kerja teori skema aktan dan fungsional. Hasil penelitian sebagai berikut: (1)deskirpsi sinopsis cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak, (2) cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak memenuhi 6 aktan yaitu pengirim Si Umbut Muda yang memiliki emas dan perak yang banyak serta pakaian kain sutra termahal, ibu), objek (mempertahankan derajat sosial yang tinggi), subjek (Si Umbut Muda), penolong (paras yang cantik, pakaian mewah, perhiasan emas dan perak warisan dari ayahnya, Ibu), penentang (sifat umbut Muda yang congkak, besar hari, angkuh dan durhaka, sungai yang deras), penerima (Si Umbut Muda, Ibu). sosok yang kompleks dan dinamis. (3) Cerita rakyat Si Umbut Muda Gelang Banyak memenuhi tiga tahapan struktur fungsional: (a) situasi awal, (b) transformasi: tahap uji kecakapan, tahap uji utama, dan tahap kegemilangan dan (c) situasi akhir. Penelitian ini berperan memperkaya kajian sastra, memperkuat upaya pelestarian budaya lokal serta menjadi referensi bagi pengajaran sastra.
Temporalitas dalam Novelet Aki Karya Idrus: Perspektif Heidegger Suganda, Nurkalina Pratiwi; Permadi, Tedi; Harini, Yostiani Noor Asmi
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v8i1.17264

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian eksistensialisme dalam sastra Indonesia, khususnya bagaimana karya sastra merepresentasikan pengalaman manusia dalam keterbatasan waktu. Novelet Aki karya Idrus menjadi menarik untuk dikaji karena menampilkan problematika kematian dan kehidupan yang berhubungan erat dengan konsep temporalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dimensi temporalitas dalam novelet Aki dengan menggunakan pisau analisis filsafat Martin Heidegger. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan konsep temporalitas Heidegger sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Aki merepresentasikan keberadaan manusia yang selalu berada dalam tiga dimensi waktu secara simultan, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu tercermin dari pengalaman hidup Aki sebelum ramalan kematiannya, masa kini berpusat pada tanggal 16 Agustus yang diyakini sebagai hari kematiannya, sedangkan masa depan digambarkan melalui harapan dan rencana hidupnya setelah hari tersebut. Ketiga dimensi ini membentuk konstitusi eksistensial yang menegaskan bahwa kehidupan manusia senantiasa terkait dengan keterarahan menuju kematian. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep temporalitas Heidegger tidak hanya hadir secara implisit, eksplisit, dan karikatural dalam novelet Aki, tetapi juga membuka perspektif baru mengenai kematian sebagai “Proyek Eksistensial”. Temuan ini menegaskan posisi Idrus sebagai pengarang yang mampu menghadirkan persoalan eksistensi manusia secara mendalam melalui karya sastra.