Articles
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 DI DESA PULAU GADANG WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS PULAU GADANG
Azmi, Anissa Nur;
Syafitri, Yenny;
Sudiarti, Putri Eka
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i1.321
COVID-19 mempengaruhi hampir 90% aspek yaitu politik, kesenjangan ekonomi, kesenjangan sosial, pertahanan dan keamanan, menurunkan kesejahteraan masyarakat dan berdampak juga pada gangguan psikologis. Selain itu sebanyak 95% pada pasien positif COVID-19 meninggal karena penyakit bawaannya. Terdapat faktor yang dapat mengurangi COVID-19 salah satunya yaitu dengan pemberian vaksin COVID-19. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian vaksin COVID-19 di desa Pulau Gadang wilayah kerja UPT. Puskesmas Pulau Gadang. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Juli s/d 10 Agustus 2022 di desa Pulau Gadang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah adalah seluruh masyarakat usia 18-59 desa Pulau Gadang yang berjumlah 1.319 jiwa dengan menggunakan teknik cluster sampling dengan jumlah sampel 132 orang. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuesioner pengolahan data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan pengetahuan, sikap, pekerjaan, minat, dengan pemberian vaksin COVID-19 di desa Pulau Gadang wilayah kerja UPT. Puskesmas Pulau Gadang. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang pentingnya melakukan vaksin COVID-19 yang baik agar dapat meningkatkan angka cakupan vaksin COVID-19.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja di SMAN 1 Kampar
Afriandi Fedri;
Putri Eka Sudiarti;
Neneng Fitria Ningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v9i3.42633
Perkembangan kemajuan teknologi dan informasi sekarang semakin berkembang pesat sala satunya smartphone. Dampak penggunaan smartphone yaitu berupa suatu fenomena baru yang dikenal dengan istilah phubbing. Dampak perilaku phubbing menimbulkan ketidaknyamanan disaat interaksi sosial berlangsung, dikarenakan individu mengutamakan menyibukkan diri dengan smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku phubbng pada remaja di SMAN 1 Kampar. Penelitian menggunakan desain cross cetional dan dilakukan pada 19 – 30 November 2024 dengan jumlah sampel 92 siswa/i melalui Teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kontrol diri dan perilaku phubbing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 47 responden (51,1%) memiliki kontrol tinggi dan 54 responden (58,7%) tidak mengalami perilaku phubbing. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara kontrol dengan perilaku phubbing (P Value 0,001). Penelitian ini diharapakan bagi Siswa/i SMAN 1 Kampar untuk menggunakan smartphone secara bijak, hanya untuk keperluan penting, dan menetapkan jadwal penggunaan yang seimbang dengan kegiatan belajar dan sekolah .
Perkembangan Anak Tuna Grahita di SLB Bangkinang
Putri Eka Sudiarti;
Zurrahmi Z.R;
Devi Eka Safitri;
Wanda Arge
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jn.v10i1.55792
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, melibatkan 40 orang tua anak tunagrahita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan anak tunagrahita dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua berada pada rentang usia 30–40 tahun, berpendidikan SMA, dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis, diikuti oleh permisif, otoriter, dan penelantar. Dari sisi perkembangan anak, lebih dari separuh anak memiliki perkembangan motorik kasar, motorik halus, serta sosial dan bahasa yang masih berada dalam kategori tidak normal. Secara keseluruhan, hanya sebagian kecil anak yang memiliki perkembangan normal, sementara mayoritas masih tergolong tidak normal. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan peran orang tua, stimulasi perkembangan yang terstruktur, serta dukungan program intervensi di sekolah untuk mengoptimalkan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang.
Key Predictors of Quality of Life Among the Elderly in Kampar regency: A Multidimensional Approach
Indrawati;
Gusman Virgo;
Putri Eka Sudiarti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.11005
This research investigates many factors that affect the quality of life of the elderly in Kampar Regency, Riau. This research, with 402 people aged 60 and above, indicated that the elderly's perception of their own health is the most significant predictor of their overall health-related quality of life. Social support—assistance from family, friends, and the community has been shown to be very impactful, highlighting the significance of social connections for well-being in later life. Leisure activities —spanning from morning walks to engaging in religious practices or gardening—substantially enhance well-being. Interestingly, the elderly's perception of justice in healthcare services also affects their quality of life. Elderly individuals who feel that access to healthcare services is distributed fairly tend to have a better quality of life. Meanwhile, aging does show negative effects, but this emphasizes the importance of programs that specifically target the needs of the elderly across various age groups, especially the very elderly. The utilization of community-based care services also plays an important role in improving the quality of life, demonstrating the value of a local support system that is easily accessible to the elderly. These findings provide a comprehensive picture of what is truly important for the elderly in Kampar Regency, and can serve as a foundation for the development of more effective programs to enhance well-being in old age.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kemandirian Oral Hygiene Anak Tuna Grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota
Oktarisa Oktarisa;
Elvira Harmia;
Putri Eka Sudiarti
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/science.v1i3.50
Tuna grahita bukanlah sebuah penyakit tetapi hasil patologik dalam otak yang mengakibatkan keterbatasan intelektual dan fungsi adaptif. Pentingnya kemandirian oral hygiene bagi kesehatan tubuh karena mempengaruhi fungsi bicara anak tunagrahita, pengunyahan dan tingkat kepercayaan diri. Kebersihan mulut atau oral higiene merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut tanpa penggunaan antiseptik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota. Desain penelitian ini adalah menggunakan metode cross sectional. Penelitian dilakukan pada tan tanggal 05 sampai 09 bulan Juni tahun 2024 dengan jumlah sampel 89 responden menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat diperoleh 44 (49,4%) orang tua menerapkan pola asuh demokratis dan 56 (62,9%) anak memiliki kemandirian oral hygiene yang baik. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian oral hygiene anak tuna grahita di SLBN Bangkinang dan SLBN Bangkinang Kota dengan p value 0,004. Diharapkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan dan meningkatkan pola asuhnya pada anaknya agar meningkatkana perkembangan anakanya terutama perkembangan dalam kemandirian oral hygiene.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa di Aulia Hospital
Yulis Warni;
Putri Eka Sudiarti;
Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.213
Ketergantungan terapi hemodialisa serta terjadinya berbagai komplikasi pada pasien dapat menurunkan motivasi pasien untuk tetap konsisten menjalani terapi. Kehadiran dan dukungan keluarga sangat dibutuhkan untuk mempertahankan kualitas hidup pasien selama menjalani terapi hemodialisa. Berdasarkan data rekam medik di ruang Hemodialisa Aulia Hospital, terdapat 3.727 kunjungan di tahun 2024, sedangkan tahun 2025 periode Januari sampai September 2025 berkisar 4.589 kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien GGK yang menjalani hemodialisis dari bulan Agustus – Desember 2025 yang berjumlah 67 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-15 Januari 2026. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner WHOQOL-BREF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien hemodialisa dengan p value 0,000. Diharapkan pada pasien GGK dan keluarga untuk dapat meningkatkan pengetahuan betapa pentingnya dukungan keluarga bagi pasien yang menjalani hemodialisa sehingga kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa semakin baik.
Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist
Oktaria Nengsih;
Putri Eka Sudiarti;
Agus Riawan
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.217
Keselamatan pasien menjadi masalah utama yang harus diperhatikan di rumah sakit karena masih banyaknya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC). Risiko kecelakaan sangat tinggi terjadi pada tindakan pembedahan apabila pelaksanaanya tidak sesuai standar prosedur operasional yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di Ruang Bedah Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-15 Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner motivasi kerja perawat dan kuesioner penerapan surgical safety checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang motivasi kerjanya kurang yaitu sebanyak 18 orang (60 %), dan responden yang tidak patuh terhadap pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) yaitu sebanyak 16 orang (53,3 %). Hasil uji statistik Chi-Square (X²) didapatkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist dengan P value 0,004. Diharapkan perawat dapat meningkatkan motivasi kerja untuk meningkatkan keselamatan pasien terutama di ruang bedah dengan cara mengisi lembar surgical safety checklits dengan lengkap.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.I Dengan Gout Arthritis Di Ruangan Nusa Indah UPT Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khatimah Tahun 2024
Wirda Wirda;
Putri Eka Sudiarti
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.67
Gout terjadi sebagai respon terhadap produksi berlebihan atau ekskresi asam urat yang kurang, menyebabkan tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan pada cairan tubuh lainnya, termasuk cairan synovial. Asam urat yang berlebihan akan membentuk kristal-kristal di sendi dan menimbulkan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gout arthritis di ruangan Nusa Indah UPT Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khatimah Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjek pada laporan kasus adalah Ny.I yang berusia 62 tahun dengan gout arthritis diruangan nusa indah UPT Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khatimaah yang dilakukan selama 4 hari pada tanggal 23 Mei sampai 26 Mei 2024. Data yang di dapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada saat pengkajian klien merasakan nyeri dibagian muskuloskeletal di skala 6. Nyeri yang dirasakan seperti tertusuk-tusuk dan hilang timbul. Sehingga peneliti menegakkan masalah utama dengan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Evaluasi keperawatan selama empat hari pada klien yaitu masalah teratasi. Harapan peneliti dari penulisan laporan hasil studi kasus ini sebagai pedoman baik instansi, masyarakat dan penelitian selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gout arthritis.
Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Dengan Kepatuhan Berobat Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang
M Rizan Syafiq;
Erlinawati Erlinawati;
Putri Eka Sudiarti
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.106
Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Mycrobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis menginfeksi paru-paru dan dapat menyebarkan infeksi kepada orang lain. Salah satu faktor penyebab rendahnya angka kesembuhan adalah ketidakpatuhan dalam pengobatan penderita tuberkulosis paru. Hal ini disebabkan karena adanya efek samping obat anti tuberkulosis (OAT), sehingga sebagian pasien memilih berhenti mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT). penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) dengan tingkat kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah penderita tuberkulosis paru yang sedang mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) di 3 Desa Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling yaitu berjumlah 36 orang penderita tuberkulosis paru yang sedang mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) di 3 Desa Wilayah Kerja Puskesmas Tambang. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 11 Juni – 10 Juli 2023. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) dengan tingkat kepatuhan berobat pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang dengan p value = 0,003 (p ≤ 0,05). Diharapkan penderita tuberkulosis paru patuh berobat karena obat anti tuberkulosis (OAT) dapat menyembuhkn tuberkulosis paru jika obat diminum secara teratur serta petugas kesehatan agar dapat memantau dan memberikan edukasi tentang efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) serta memotivasi penderita tuberkulosis paru agar tetap meminum obat secara teratur.
Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Kepatuhan Cuci Tangan
Resi Gusrita;
Putri Eka Sudiarti;
Agus Riawan
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.242
Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis secara rutin dan benar merupakan langkah kunci dalam mengurangi risiko penyebaran infeksi. Cuci tangan sangat berperan dalam upaya membunuh kuman penyakit yang ada ditangan. Dampak yang terjadi jika tidak melakukan pencegahan infeksi dengan baik, maka akan menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Perawat yang memiliki beban kerja berlebih akan menyebabkan kemampuan perawat tidak dapat maksimal dalam menampilkan praktik keperawatan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan tingkat kepatuhan cuci tangan di ruang Poliklinik Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 - 29 Januari tahun 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Poliklinik Aulia Hospital yang termasuk dalam kriteria inklusi yang berjumlah 43 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Poliklinik Aulia Hospital yang termasuk dalam kriteria inklusi yang berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner beban kerja perawat dan kuesioner kepatuhan cuci tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan kepatuhan cuci tangan dengan p value 0,002. Diharapkan perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran diri akan pentingnya cuci tangan dalam upaya mencegah dan mengendalikan infeksi di pelayanan kesehatan.