Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberian Kompres Parutan Bawang Merah dan Minyak Telon Terhadap Penurunan  Suhu Anak dengan Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL) Yunita , Resti; Sudiarti, Putri Eka; Kusumayanti, Erma
World Health Digital Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/wolgitj.v2i1.64

Abstract

Demam menjadi salah satu tanda dan gejala yang sering muncul pada anak acute lympoblastic leukimia  (ALL), Suhu tubuh dikategorikan demam jika >37,5℃. Pada An. A keluhan utama pasien mengatakan demam, keluarga mengatakan anaknya demam sejak 2 hari yang lalu, demam naik turun, demam dirasakan berat pada saat malam hari, pasien tampak menggigil, S : 39,0℃. dari keluhan yang dirasakan oleh pasien intervensi yang tepat untuk menurunkan suhu pada An. A adalah kompres parutan bawang merah dan minyak telon. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalisis data, mendiagnosa, pasien mengalami demam dengan satu responden, dilakukan diruangan Anggrek RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Tujuan karya ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan kompres parutan bawang merah dan minyak telon. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan suhu. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian kompres parutan bawang merah dan minyak telon dapat menurunkan suhu tubuh pada anak. Diharapkan pasien dan keluarga mengaplikasikan kompres parutan bawang merah dan minyak telon secara rutin dengan harapan suhu tubuh menjadi normal.
Hubungan Kontrol Diri Dengan Perilaku Phubbing Pada Remaja di SMAN 1 Kampar Afriandi Fedri; Putri Eka Sudiarti; Neneng Fitria Ningsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42633

Abstract

Perkembangan kemajuan teknologi dan informasi sekarang semakin berkembang pesat sala satunya smartphone. Dampak penggunaan smartphone yaitu berupa suatu fenomena baru yang dikenal dengan istilah phubbing. Dampak perilaku phubbing menimbulkan ketidaknyamanan disaat interaksi sosial berlangsung, dikarenakan individu mengutamakan menyibukkan diri dengan smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku phubbng pada remaja di SMAN 1 Kampar. Penelitian menggunakan desain cross cetional  dan dilakukan pada 19 – 30  November 2024 dengan jumlah sampel 92 siswa/i melalui Teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan  menggunakan kuesioner kontrol diri dan  perilaku phubbing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil univariat menunjukkan 47 responden  (51,1%) memiliki kontrol tinggi dan 54 responden (58,7%) tidak mengalami perilaku phubbing. Uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara kontrol dengan perilaku phubbing (P Value 0,001). Penelitian ini diharapakan bagi Siswa/i SMAN 1 Kampar untuk menggunakan smartphone secara bijak, hanya untuk keperluan penting, dan menetapkan jadwal penggunaan yang seimbang dengan kegiatan belajar dan sekolah .
Perkembangan Anak Tuna Grahita di SLB Bangkinang Putri Eka Sudiarti; Zurrahmi Z.R; Devi Eka Safitri; Wanda Arge
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55792

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan rancangan cross sectional, melibatkan 40 orang tua anak tunagrahita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi perkembangan anak tunagrahita dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua berada pada rentang usia 30–40 tahun, berpendidikan SMA, dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pola asuh yang paling banyak diterapkan adalah pola asuh demokratis, diikuti oleh permisif, otoriter, dan penelantar. Dari sisi perkembangan anak, lebih dari separuh anak memiliki perkembangan motorik kasar, motorik halus, serta sosial dan bahasa yang masih berada dalam kategori tidak normal. Secara keseluruhan, hanya sebagian kecil anak yang memiliki perkembangan normal, sementara mayoritas masih tergolong tidak normal. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan peran orang tua, stimulasi perkembangan yang terstruktur, serta dukungan program intervensi di sekolah untuk mengoptimalkan perkembangan anak tunagrahita di SLB Bangkinang.
Key Predictors of Quality of Life Among the Elderly in Kampar regency: A Multidimensional Approach Indrawati; Gusman Virgo; Putri Eka Sudiarti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.11005

Abstract

This research investigates many factors that affect the quality of life of the elderly in Kampar Regency, Riau.  This research, with 402 people aged 60 and above, indicated that the elderly's perception of their own health is the most significant predictor of their overall health-related quality of life.  Social support—assistance from family, friends, and the community has been shown to be very impactful, highlighting the significance of social connections for well-being in later life.  Leisure activities —spanning from morning walks to engaging in religious practices or gardening—substantially enhance well-being. Interestingly, the elderly's perception of justice in healthcare services also affects their quality of life. Elderly individuals who feel that access to healthcare services is distributed fairly tend to have a better quality of life. Meanwhile, aging does show negative effects, but this emphasizes the importance of programs that specifically target the needs of the elderly across various age groups, especially the very elderly. The utilization of community-based care services also plays an important role in improving the quality of life, demonstrating the value of a local support system that is easily accessible to the elderly. These findings provide a comprehensive picture of what is truly important for the elderly in Kampar Regency, and can serve as a foundation for the development of more effective programs to enhance well-being in old age.