Claim Missing Document
Check
Articles

Penentuan Faktor bagi Analisis Faktor Keberhasilan Proyek Preservasi Jalan Skema Long Segment Ravinda Wahyu Kiranasari; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno; Herry Budianto
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.879 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i2.6883

Abstract

Pelaksanaan proyek Preservasi Jalan Skema Long Segment masih mengalami kendala dalam pelaksanaannya, terlihat dari adanya pelaksanaan proyek yang mengalami sanksi denda keterlambatan, mutu konstruksi yang kurang baik, serta keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Untuk menunjang kesuksesan pelaksanaan proyek di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII, maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor penting bagi keberhasilan pelaksanaan Preservasi Jalan Skema Long Segment. Pengumpulan tingkat kepentingan faktor dilakukan dengan kuesioner dengan responden adalah manajerial pada BBPJN VIII, dan Kepala Satuan Kerja Wilayah Provinsi Jawa Timur yang pernah dan sedang terlibat menangani proyek Preservasi Jalan Skema Long Segment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 40 faktor yang dinilai penting dan dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan proyek. Faktor tersebut dikategorikan berdasarkan tingkat kepentingan, yaitu : 15 faktor dinilai sangat penting, 24 faktor dinilai penting, dan 1 faktor dinilai cukup penting.
Karakteristik Material Pembentuk Reclaimed Asphalt dari Jalan Nasional di Provinsi Jawa Timur Ari Widayanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Januarti Jaya Eka Putri; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.518 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v1i1.3759

Abstract

Jalan merupakan salah satu aset infrastruktur yang sangat penting dalam memperlancar arus distribusi barang dan pergerakan masyarakat. Pembangunan infrastruktur yang meningkat dewasa ini membutuhkan material yang meningkat pula, perlu diimbangi dengan alternatif material lain yang tersedia di alam. Reclaimed Asphalt merupakan material yang dihasilkan dari pengupasan konstruksi perkerasan jalan. Penambahan lapis perkerasan akan menyebabkan elevasi jalan semakin meningkat, sehingga kondisi permukaan jalan semakin tidak ideal. Volume Reclaimed Asphalt yang semakin menumpuk, dan pemanfaatan yang belum optimal merupakan hal yang perlu mendapat perhatian saat ini. Metode yang digunakan adalah metode studi literatur dari peneliti terdahulu pada pada jalan nasional di Provinsi Jawa Timur. Hasil yang diperoleh adalah karakteristik agregat Reclaimed Asphalt memenuhi syarat Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3, sedangkan parameter penetrasi dan daktilitas aspal Reclaimed Asphalt tidak memenuhi persyaratan. Untuk itu perlu adanya penambahan material baru untuk mengantisipasi kelemahan yang terjadi sehingga dapat memenuhi spesifikasi teknis material perkerasan jalan.
Analisis Pemanfaatan Zat Aditif pada Reclaimed Asphalt Pavement untuk Lapisan Beton Aspal Ari Widayanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Januarti Jaya Ekaputri; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.935 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i1.6830

Abstract

Infrastruktur dan fasilitas transportasi merupakan hal-hal yang sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas masyarakat, pembangunan dan pengembangan wilayah. Manajemen aset infrastruktur dan fasilitas transportasi perlu dikelola dengan baik. Dalam rangka penghematan sumberdaya alam, maka pemanfaatan RAP sebagai hasil pengerukan sebagian perkerasan jalan sangat diperlukan. RAP merupakan material sisa, sehingga terdapat kelemahan yang dapat mempengaruhi kinerja teknisnya. Oleh karena itu memerlukan penambahan material lain untuk dapat memperbaiki sifat material RAP. Penambahan zat aditif mampu memperbaiki sifat RAP terutama dari sisi kelemahan aspal RAP pada lapisan aspal beton. Tujuan studi ini adalah memperoleh hasil analisis terhadap sifat fisik dan kimia zat aditif untuk memperbaharui sifat aspal RAP pada lapisan aspal beton. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari peneliti terdahulu dan analisis zat aditif terhadap parameter pengujian aspal. Hasil yang diperoleh adalah pemanfaatan zat aditif berpengaruh terhadap nilai penetrasi, daktilitas, viskositas aspal. Penambahan zat aditif pada RAP dapat meningkatkan nilai penetrasi aspal RAP dan mengurangi viskositas, sehingga mengurangi getas pada aspal RAP dan meningkatkan kinerja campuran aspal beton. Zat aditif NR aman dan layak digunakan untuk aditif pada perkerasan jalan dengan RAP.
Kinerja Campuran Aspal Beton dengan Reclaimed Asphalt Pavement dari Jalan Nasional di Provinsi Jawa Timur Ari Widayanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Januarti Jaya Ekaputri; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.223 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i1.3766

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu aset infrastruktur yang berperan dalam distribusi barang dan orang, perkembangan wilayah, ekonomi, sosial dan politik. Upaya pemeliharaan jalan dengan pengupasan material perkerasan di Provinsi Jawa Timur menghasilkan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) yang volumenya berkisar 50.000 m3/tahun. Upaya pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement perlu dilakukan semaksimal mungkin sehingga menghasilkan campuran aspal beton yang memenuhi spesifikasi. Tujuan studi ini adalah memperoleh kinerja campuran aspal beton dengan penambahan Reclaimed Asphalt Pavement dan strategi pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement.Metode yang digunakan adalah studi literatur dari peneliti terdahulu berbahan Reclaimed Asphalt Pavement dari jalan nasional di Provinsi Jawa Timur. Hasil yang diperoleh adalah kinerja teknis campuran dengan Reclaimed Asphalt Pavement memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010 Revisi 3. Reclaimed Asphalt Pavement dapat digunakan pada lapisan AC-WC, AC-BC, AC-Base, dengan persentase penggunaan RAP sebesar 20-40%, RAP optimum sebesar 20-30%, kadar aspal dalam RAP sebesar 3,78-4,63%, VIM sebesar 4-4,825%, VMA sebesar 14,941-15,867%, VFB sebesar 65-87%, Stabilitas Marshall sebesar 830,482-2655,22 kg, flow sebesar 3,26-5,74 mm, Stabilitas Marshall Sisa sebesar 90,1-92,65 kg, VIM in PRD 2,525-5,09%. Strategi pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement yaitu perlu menambahkan material lain yang baru atau material yang ramah lingkungan untuk digunakan sebagai material perkerasan jalan.
Pertimbangan Pokok bagi Pengambilan Keputusan Program Tahunan Satker PKPAM Ditjen Cipta Karya di Jawa Timur Hitapriya Suprayitno; Riska Dewi Wijayanti; Endah Anggreni
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2 (2018): Edisi Khusus. : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.666 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i0.4911

Abstract

Pengadaan air bersih bagi masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah kota dan kabupaten. Kenyataannya tidak semua Pemerintah Kabupaten dan Kota telah mampu menyediakan air bersih dengan baik, bagi masyarakat. Untuk itu Kementerian PUPR membentuk suatu Satuan Kerja dengan tugas membantu PDAM Kabupaten Kota bila dipandang perlu. Satuan Kerja selalu dihadapkan pada Pengambilan Keputusan tentang penyaluran Program Bantuan yang harus dilakukan per tahun. Penelitian dilakukan dengan melakukan identifikasi permasalahan umum PDAM dan persyaratan pemberian bantuan. Hasil penelitian menunjukan adanya hal-hal sebagai berikut. Pengambilan Keputusan harus didasarkan pada Kebijakan Pusat tentang Tujuan Pemberian Bantuan dan pada Keadaan PDAM Kabupaten dan Kota yang masuk didalam cakupan kerjanya. Permasalahan umum PDAM Kabupaten dan Kota antara lain belum semua PDAM bisa mencakup seluruh wilayah, masalah kebocoran, masalah kekurangan kapasitas IPAM, masalah IPAM yang seluruh kapasitasnya belum terpakai, masalah ketersediaan air baku, masalah kualitas manajemen PDAM, masalah keuangan, dan masalah komitmen pemerintah kabupaten/kota. Kebijakan Pusat tentang bantuan bisa berubah setiap tahun, seperti misalnya : prioritas perluasan cakupan, prioritas masalah efisiensi, dan lain sebagainya. Permasalahan umum pengambilan keputusan adalah Metoda Pengambilan Keputusan bagi Penentuan Program Bantuan Tahunan dan Kelengkapan Data bagi Pengambilan Keputusan. Suatu Sistem Bantuan Keputusan (Decision Support System) sebaiknya dibangun.
Formulating a Policy for Developing Regional Solid Waste Final Disposal Installation in East Java Province Hitapriya Suprayitno; Bieby Voijant Tangahu
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2 (2018): Suplemen 1 : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.773 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i0.4232

Abstract

Solid Waste Final Disposal Installation is capital for urban area. Meanwhile, cities, in general, do not have enough space to build Final Disposal Installation. They need to collaborate with the neighboring district. Such collaboration does not always run well. Therefore, provincial government needs to participate in it by developing Regional Final Disposal Installation to be used together. A policy, for developing this, need to be formulated. A special method, Step by Step Highest Solution Reduction by Needs and Constraints, has been used to formulate the policy. The main policy formulation for developing Regional Solid Waste Final Disposal Installation consists of several following lines : to develop Regional Final Disposal Installation for all cities step by step in function of the city needs; to develop incineration type final disposal step by step in function on the financial disponibility; to push the rich cities to develop solid waste incineration step by step; to push implementation of 3R techniques starting from intermediate disposal installation step by step; to forbid the utilization of open truck for transporting domestic solid waste from intermediate disposal to final disposal step by step; to maintain the existing city sanitary landfill final disposal and transforming it into incineration installation step by step; to promote facilitiies installation made by Indonesian industry, to develop a good institutional arrangement for the Regional Final Disposal Installation.
Metoda Simulasi Bagi Perhitungan Kebutuhan Jumlah Tempat Duduk Pada Fasilitas Reservasi Tiket Anita Susanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.615 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v1i1.3760

Abstract

Infrastruktur adalah komponen penting yang harus direncanakan, dirancang, dibangun, dan dikelola dengan baik sesuai dengan prinsip-prinsip Manajemen Aset Infrastruktur. Salah satu komponen penting pada stasiun kereta api adalah fasilitas untuk reservasi tiket yang perlu dirancang dengan baik dan memerlukan adanya metoda simulasi. Metoda simulasi ini sangat penting untuk dilakukan guna mnegetahui kebutuhan jumlah tempat duduk bagi pemesan tiket kereta api. Oleh karena itu diperlukan penelitian mengenai metoda simulasi perhitungan kebutuhan jumlah tempat duduk pada fasilitas reservasi tiket kereta api. Metode yang dilakukan pada metoda simulasi ini adalah pengumpulan data sekunder dan data primer. Penelitian menghasilkan metoda simulasi bagi perhitungan kebutuhan jumlah tempat duduk berdasarkan data asumsi. Metoda simulasi yang dihasilkan sudah baik. Distribusi headway ditentukan mengikuti Distribusi Poisson dengan λ sebesar 3 menit. Distribusi waktu pengambilan tiket ditentukan mengikuti Distribusi Titik dengan t sebesar 1 menit. Distribusi waktu pengisian formulir ditentukan mengikuti Distribusi Normal dengan µ   sebesar 4 menit. Distribusi waktu dilayani di loket ditentukan mengikuti Distribusi Normal dengan µ sebesar 7 menit. Jumlah tempat duduk yang harus disediakan bagi 20 orang reservasi tiket kereta api sejumlah 2 tempat duduk.
Tinjauan Aspek Ekonomi Pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement dari Jalan Nasional di Provinsi Jawa Timur Ari Widayanti; Ria Asih Aryani Soemitro; Januarti Jaya Eka Putri; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2 (2018): Suplemen. 2 : Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.163 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i0.4822

Abstract

Jalan raya merupakan salah satu aset infrastruktur transportasi yang berperan dalam distribusi barang dan orang, perkembangan ekonomi, wilayah, sosial dan politik. Pemanfaatan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) sebagai campuran perkerasan jalan merupakan langkah efisiensi biaya pemeliharaan dan pembangunan jalan berdasarkan komponen biaya yang terjadi. Tujuan studi ini adalah memperoleh aspek ekonomi ditinjau dari perbandingan biaya penggunaan RAP dengan material alam.Metode yang digunakan adalah studi literatur dari peneliti terdahulu tentang aspek ekonomi pemanfaatan RAP dari jalan nasional di Provinsi Jawa Timur. Hasil yang diperoleh adalah pemanfaatan RAP bisa menghemat biaya sebesar 14,88% untuk lapisan AC-WC, 14% untuk lapisan AC-BC, dan 20,4% untuk lapisan AC-Base. Material RAP merupakan material yang ekonomis dan ramah lingkungan untuk dapat dimanfaatkan sebagai lapisan perkerasan jalan.
Studi Hubungan antara Koefisien Determinasi dengan Kesalahan Prediksi untuk Ukuran Sampel Tertentu pada Model Bangkitan Perjalanan di Wilayah Perkotaan Gresik Dio Hananda Ziantono; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.289 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v2i2.4343

Abstract

Prinsip Manajemen Aset Infrastruktur adalah dapat menilai kecukupan dan kualitas jaringan jalan. Dengan kawasan perkotaan Kabupaten Gresik berupa perindustrian, dibutuhkan pemodelan sebagai acuan karakteristik pergerakan dari suatu daerah yang membutuhkan beberapa sampel rumah tangga. Umumnya nilai R2 dipengaruhi oleh banyaknya sampel, tetapi banyaknya sampel juga dapat menghasilkan nilai R2 yang kecil juga. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik perbedaan sampel. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer berupa survei wawancara rumah tangga untuk mendapatkan persamaan dan prediksi bangkitan perjalanan sebanyak 800 sampel. Sedangkan data sekunder berupa populasi zona dan kepemilikan sepeda motor dari Gresik Dalam Angka 2016. Hasilnya adalah rumus bangkitan perjalanan dengan a sebesar 0,9057, b sebesar -3,4412, dan R2 sebesar 0,971289. Hasil prediksi bangkitan perjalanan terbesar di Randuagung dan sekitarnya sebanyak 15.756 motor/jam dan terkecil di Ngipik sebanyak 845 motor/jam. Nilai R2 pada sampel 90% B terbesar sebesar 0,971314 daripada 100% sampel. Nilai kesalahan prediksi terbesar pada sampel 90% C yaitu 1,80% minimum 1,87% maksimum dan terkecil pada 90% D yaitu 0,48% minimum dan 0,55% maksimum. 90% B dan 90% E yang memiliki nilai R2 sebesar 0,97131 dan 0,97076 memiliki kesalahan yang lebih besar daripada 90% A dengan R2 0,96769 dengan nilai kesalahan.
Network Connectivity Quality Assessment Case of Major Roads of Padangsidimpuan City Fithriyah Patriotika; Hitapriya Suprayitno
Jurnal Transportasi: Sistem, Material, dan Infrastruktur Vol 1, No 1 (2018): Special Issue
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1994.086 KB) | DOI: 10.12962/j26226847.v1i1.3771

Abstract

Assessment of network connectivity in this study was done by using a special matrix operation. The quality of connectivity is measured based on network performance comparison value, between those of existing road network against those of expected road network. This network connectivity quality is derived into three aspects: number of connected nodes, total shortest path distance and total road length. The quality of the road network connectivity for the Truck Class 1 can be concluded as follows: The connectivity quality of the existing road network, in order to be equals to the expected road network needs an addition of 2 nodes: freight terminal 1 and freight terminal 2 and needs an addition of 1 ringroad and 2 access road,  while warehouse in the existing road network must be abolished.  The difference of total roads length between the existing network compared to the expected road network is 12.77 km, equal to a ratio of 0.76. Therefore, the existing road network requires an addition of 12.77 km in order to achieve the same quality as the expected road network. The total shortest path distance of the existing road network is infinite (∞) and the one of expected road network is 295.44 km.