Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Wilayah Berbasis Pariwisata untuk Peningkatan Pendapatan Daerah Simbolon, Ferdy Berger; Harmain, Ummu; Sinurat, Anggiat
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7663

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka yang bertujuan untuk menganalisis pengembangan wilayah berbasis pariwisata sebagai strategi peningkatan pendapatan daerah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan data sekunder yang diambil dari Google Scholar dalam rentang tahun 2014-2025. Dari 30 artikel yang diperoleh, sebanyak 17 artikel dipilih setelah seleksi ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata berbasis wilayah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemberdayaan masyarakat lokal, pembangunan infrastruktur, dan pemanfaatan teknologi digital. Studi kasus seperti Labuan Bajo, Desa Nglanggeran, Banyuwangi, dan Desa Penglipuran mengilustrasikan keberhasilan implementasi pendekatan ini. Namun, tantangan seperti over-tourism dan keberlanjutan lingkungan memerlukan perhatian khusus untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian sumber daya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi kepada pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mengoptimalkan potensi pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan ekonomi lokal.
Marketing Channels, Margin and Farmer Share, and The Marketing Mix of Stingless Bee Honey in North Sumatra, Indonesia: A Field Survey Harmain, Ummu; Saragih, Jef Rudiantho; Martial, Tri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2505

Abstract

The uniqueness of stingless bee honey makes it an attractive choice as both food and natural medicine for honey consumers, who were previously dominated by honey produced by honeybees (Apis mellifera). This study examines the marketing of stingless bee honey in North Sumatra. The objectives were to determine marketing channels and functions, farmer share, share margin, and the marketing mix. This study uses a cross-sectional survey in five districts/cities in North Sumatra. Respondents were selected using the purposive sampling method (11 stingless bee farmers with at least 50 colonies and at least 5 years of experience), snowball sampling (5 resellers) by recording buying and selling prices. The study results show that three marketing channels are used, with farmers sharing 64.6% on channel 2, yielding an average margin of IDR 106,088/kg. This study found that the longer the distribution chain, the smaller the proportion of income received by farmers (farmer share). Direct channels provide full margins to farmers, whereas the involvement of resellers significantly reduces the farmer's share of the profit. The implications of these findings underscore the importance of developing more efficient and equitable marketing strategies for farmers, including the effective use of digital platforms to expand their markets. However, this study was limited to a specific region and sample. Further studies are recommended to analyze channel efficiency and the impact of digital promotions on increasing sales and farmer welfare.
Perencanaan Sistem Cluster Pengelolaan Sampah Dalam Mengurangi Penumpukan Sampah Di Kota Pematang Siantar M Ade Kurnia Harahap; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Anggiat Sinurat; Benteng Sihombing; Ika Rosenta Purba; Hisarma Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/smz44433

Abstract

Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Pengelolaan sampah di daerah perkotaan merupakan masalah yang semakin mendesak untuk diatasi dengan serius. Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Akibatnya, sistem pengelolaan sampah yang ada seringkali tidak mampu mengakomodasi jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan, mengakibatkan dampak lingkungan yang merugikan seperti pencemaran udara, tanah, dan air, serta masalah kesehatan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengelolaan sampah berbasis klaster (cluster-based waste management) yang memanfaatkan teknologi pemusnah sampah (incinerator) pada setiap klaster, sehingga proses pengolahan dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada TPA di Kota Pematang Siantar. Metode penelitian ini meliputi pemetaan wilayah dan pembagian klaster, perancangan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan teknologi monitoring, edukasi dan pelibatan masyarakat, serta evaluasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem klaster ini mampu mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA hingga 85% dan menurunkan penumpukan sampah di lingkungan masyarakat sebesar 65%. Keberhasilan sistem ini ditopang oleh kolaborasi multi pihak, dukungan teknologi, serta partisipasi aktif warga dalam proses pengelolaan sampah di tingkat lokal
Implementasi Program Zero Waste Dalam Perspektif Ekonomi Hijau: Studi Kasus Kota Pematang Siantar Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap; Jef Rudianto Saragih; Muhammad Julio Arenda Sembiring; Jemmi Pernando Sembiring; Andre Andika Sinaga
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z0bb9j21

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Pematang Siantar semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan harian yang mencapai lebih dari 100 ton. Program Zero Waste yang dicanangkan pemerintah belum berjalan optimal akibat keterbatasan regulasi, infrastruktur, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi Zero Waste, mengidentifikasi peluang integrasi prinsip ekonomi hijau, serta merumuskan strategi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen pendukung. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pematang Siantar masih bersifat parsial, belum terintegrasi, dan dominan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir tanpa proses pemilahan. Meski demikian, terdapat potensi signifikan untuk menciptakan lapangan kerja hijau, menambah nilai ekonomi melalui daur ulang dan pengomposan, serta mendorong pertumbuhan lokal berbasis circular economy. Rekomendasi kebijakan mencakup penyusunan regulasi daerah terkait Zero Waste, penguatan koordinasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur pengolahan berbasis komunitas, pemberian insentif bagi pelaku usaha hijau, dan kampanye edukasi publik yang masif. Integrasi konsisten antara Zero Waste dan prinsip ekonomi hijau diharapkan mampu menjadikan Kota Pematang Siantar sebagai model kota menengah dengan sistem pengelolaan sampah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan ramah lingkungan di Indonesia
Perencanaan Dan Penataan Sempadan Jalan Di Kawasan Universitas Simalungun Kota Pematang Siantar M Ade Kurnia Harahap; Ummu Harmain; Sofian Purba; Viyona Leonita Sembiring; Riski Winanda
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/knhhjs75

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk merespons permasalahan tata ruang pada sempadan jalan di kawasan Universitas Simalungun yang mengalami kesemrawutan akibat pertumbuhan aktivitas sosial, ekonomi, dan pendidikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kondisi eksisting sempadan jalan, menganalisis kriteria perencanaan berbasis konsep livable street, serta menyusun rekomendasi desain penataan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan tahapan observasi lapangan, pemetaan, serta diskusi kelompok masyarakat. Analisis dilakukan dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap standar peraturan PUPR No. 07/P/BM/2023 dan SNI 03-1733-2004. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur pedestrian belum memenuhi standar, terdapat ketidakteraturan penggunaan lahan sempadan jalan, serta minimnya fasilitas penunjang kenyamanan. Rekomendasi desain yang diajukan meliputi pengaturan ulang jalur pedestrian, penambahan street furniture, ruang hijau, serta tata parkir yang ramah lingkungan. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan sempadan jalan terintegrasi untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan citra kawasan pendidikan yang berkelanjutan
BUDIDAYA SAYURAN SISTEM HIDROPONIK DI KELURAHAN PARDOMUAN KECAMATAN SIANTAR TIMUR KOTA PEMATANGSIANTAR Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ej8jvx30

Abstract

The limited land available has made the community less interested in farming. Even the small amount of household vegetable needs is obtained from markets and stalls. For this reason, the community needs to be given knowledge of vegetable farming by utilizing existing land so that at least it is able to meet the family's vegetable needs and if possible, can increase household income. The output plan for this activity is: (1) Participants have technical skills in cultivating several types of vegetables; (2) Participants have technical knowledge and skills of hydroponic system vegetable cultivation; (3) Participants are able to produce several types of fresh vegetables; (4) Participants receive additional income; and (5) The local area can become a demonstration plot for similar activities. Methods and outcomes of activities: extension (100%), hydroponic vegetable cultivation practice (100%), sales (25%), and promotion activities (25%). The results and outcomes obtained in the community service activities carried out include increased public understanding of vegetable cultivation and hydroponic systems, vegetable self-sufficiency, utilization of empty space in the yard.
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH PERKOTAAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK Ummu Harmain; Jef Rudiyantho Saragih; Tri Astuti; Muldri P.J. Pasaribu; Pinondang Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/f198jn91

Abstract

Houses in urban areas generally have limited yard land. With a little creativity, the limited yard land can be used for hydroponic vegetable cultivation. This activity aims to disseminate hydroponic system vegetable cultivation by utilizing limited land for home gardens in urban areas. Activities carried out in the form of counseling, cultivation practices and the manufacture of ab-mix nutrition as well as assistance in hydroponic vegetable cultivation. This activity is able to increase participants' knowledge by producing vegetables for consumption and has the potential to be developed into additional household income
SOSIALISASI DAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI NAGORI BAHSULUNG KECAMATAN PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN Ummu Harmain; Ramainim Saragih; Jef Rudiantho Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/e5rtvd74

Abstract

The types of honey bees commonly found in Indonesia are Apis and Trigona. In Nagori Bahsulung, Apis dorsata, Apis cerana, and Trigona bees were found. Seeing this, it is necessary to carry out socialization activities and practices for cultivating honey bees for the local community. The methods used include pre - training (presentation of material), honey bee cultivation practices, comparative studies, and periodic and ongoing assistance. In cultivation practices, identification of the types of bees in Nagori Bahsulung is carried out, namely by looking directly at the existing bee colonies, both apis and trigona. Comparative study activities were carried out at the KUBE Takoma bee education tourism site, Pematang Sidamanik. Ongoing assistance continues to be provided to partner groups until the transferred science and technology can be implemented independently. This activity concluded that Nagori Bahsulung, has the potential to develop honey bee cultivation with the large number of existing honey bees, both apis and trigona bees. Apart from that, the surrounding environment is very supportive of the availability of abundant food sources, including vegetation sources of nectar, pollen, and resin. With this socialization and cultivation training, activity participants better understand the potential of their village and have basic skills in cultivating honey bees. It is recommended to add vegetation as another food source for bees to ensure food availability, especially during the rainy season.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENDIRIKAN MUSEUM TEH DI KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN SEBAGAI SARANA EDUKASI BAGI MASYARAKAT Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M. Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xz4vc030

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik.
Pelatihan Pengelolaan Gula Semut Di Nagori Silou Buttu Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Tioner Purba; Ummu Harmain; Marulam MT Simarmata; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9rxsxp12

Abstract

Brown sugar is crystallized palm sugar. Some of the reasons why palm sugar is healthier than granulated sugar is that the calories contained in palm sugar are smaller than white sugar so palm sugar is often referred to as low-calorie sugar, and palm sugar also has a lower glycemic index, namely of 35 while in granulated sugar the glycemic index is 58. The optimal way to improve the structure of melted sugar is by processing it into granular sugar, namely through re-melting of molded sugar with the addition of water into a sugar solution. The addition of granulated sugar and seed was found to have an effect on the yield, total sugar, sucrose, and the level of preference for color, taste and aroma, but decreased water content, reducing sugar, browning index and aroma level.The best treatment is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C, in general it meets the requirements of SII where the water content, 2.75%, reducing sugar 4.35%, sucrose 81.14, total sugar 89.86, ash content, 1 .91%, browning index 0.20 abs/g and 81.36 yield. While the most preferred organoleptic test is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C with a color value of 6.95, aroma 5.70 and taste 5.70. Economic analysis of melted molded sugar gives a profit of IDR 778,800/month, while improving the quality by processing ant sugar gives a profit of Rp. 1,606,000/month (all inputs are calculated at cost), If the allocation of family labor is categorized as family income plus the use of other materials that are not paid, then the income is Rp. 4,278,000/month for sugar. printing and Rp. 5,456,000/month for ant sugar. The processing of ant sugar is classified as a profitable business with a relatively higher price level than printed sugar
Co-Authors Ahmad Fakhri Hutauruk Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Andres M Ginting Andres M. Ginting Andrio Situmorang Anggiat Sinurat Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Sihombing Bonar Marpaung Christian Daniel Hermes Dabukke, Lamser Debora Sari Hutahean Doloksaribu, Sulastri Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dwidjono H.D Dwidjono H.D Eko Fernando Agustinus Sitanggang Elfina Okto Posmaida Damanik Endang Christina Ester Ria Aurora Ginting, Andres M. Harahap, Ahmad Rizki Harahap, M Ade Kurnia Hermes, Christian Daniel Hisarma Saragih Hotmantuah Ika Rosenta Purba James Pasaribu, Muldri Pudamo Jef Rudianto Saragih Jef Rudiyantho Saragih Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Junalius Juni Irianti Sitinjak Lamser Dabukke Lamser Dabukke Lela, Janidar Lestari Rahayu W M Ade Kurnia Harahap Malau, Sisca Juita Marpaung, Bonar Marulam MT Simarmata Meylida Nurchmania Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri P.J. Pasaribu Muldri PJ Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Musika, Mitra Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Purwansyah, Jaka Karona Indra Rahmainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Riski Winanda Romauli Simanjuntak Ronal Richard Haposan Sibuea Salsabila, Syifa Samosir, Elida Saragih, Dosni M R Saragih, Jef Rudiantho Saragih, Jef Rudiyantho Saragih, Ramainim Simbolon, Ferdy Berger Simon H Sidabukke Sinurat, Anggiat Sisca Juita Malau Sitinjak, Juni Irianti Situmorang, Andrio Slamet Hartono Sofian Purba Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tioner Purba Tirtana, Mhd Arief Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Triastuti Triastuti Viyona Leonita Sembiring Yudi Hantoro