Claim Missing Document
Check
Articles

SOSIALISASI BUDIDAYA LEBAH MADU TANPA SENGAT (STINGLESS BEE) DAN MANFAATNYA Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.252 KB) | DOI: 10.36985/jpmsm.v2i2.517

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group.
Peran Pendamping Penyuluh Swasta Terhadap Sumber Daya Petani Sawit Mandiri Menuju Regeneratif Agricultural (RAG) di Nagori Pematang Kerasaan Kabupaten Simalungun Ramainim Saragih; Ummu Harmain; Hotmantuah; Debora Sari Hutahean
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Agrilink Vol 5 No 2 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v5i2.773

Abstract

Peran pendampingan penyuluh pertanian dapat menjadi sarana sosialisasi kebijakan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam situasi petani yang tidak mampu mencapai tujuan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan. penyuluh menempati posisi yang penting sebagai agen perubahan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendamping penyuluh swasta terhadap peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan. Sifat dari penelitian ini adalah kualitatif di mana metode yang digunakan adalah dengan menggali informasi yang mendalam dari para informan terutama petani dan penyelengara penyulugan atau penyuluh swasata langsung. Dari hasil penelitian ditemukan aspek dampak penyuluh swasta yaitu aspek peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan, aspek ekonomi aspek pengetahuan, aspek sosial kapital penyuluh swasta
Sosialisasi Dan Budidaya Lebah Madu Di Nagori Bahsulung Kecamatan Panombeian Panei Kabupaten Simalungun Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Ramainim Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.811

Abstract

Jenis lebah madu yang umum ditemukan di Indonesia adalah jenis Apis dan Trigona. Di Nagori Bahsulung ditemukan lebah Apis dorsata, Apis cerana dan trigona. Melihat hal ini maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan praktek budidaya lebah madu bagi masyarakat setempat. Metode yang dilakukan pra pelatihan (pemaparan materi), praktik budidaya lebah madu, studi banding serta pendampingan berkala dan berkelanjutan. Pada praktik budidaya dilakukan identifikasi jenis lebah yang ada di Nagori Bahsulung, yaitu dengan melihat langsung koloni lebah yang ada baik itu apis maupun trigona. Kegiatan studi banding dilakukan di eduwisata lebah KUBE Takoma, Pematang Sidamanik. Pendampingan berkala dan berkelanjutan terus dilakukan pada kelompok mitra hingga ipteks yang dialihkan dapat dilaksanakan secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Nagori Bahsulung berpotensi dalam mengembangkan budidaya lebah madu dengan banyaknya lebah madu yang ada, baik lebah apis maupun trigona. Selain itu lingkungan sekitar sangat mendukung dengan tersedianya sumber pakan yang berlimpah diantaranya vegetasi sumber nektar, polen dan resin. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan budidaya ini peserta kegiatan lebih memahami potensi desanya dan memiliki kemampuan dasar dalam budidaya lebah madu. Disarankan untuk menambah vegetasi sumber pakan lebah lainnya untuk menjamin ketersediaan pakan terutama pada saat musim hujan
Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.847

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik
Peran Program Pengembangan Kewirausahaan Dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Dalam Pengembangan Ekonomi Lokal Kabupaten Toba Endang Christina; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v5i2.749

Abstract

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan ratio kewirausahaan adalah dengan melaksanakan program pengembangan kewirausahaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis peran program pengembangan kewirausahaan dalam pengembangan usaha kecil menengah di Kabupaten Toba. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Responden adalah pelaku UKMsebanyak 43 orang, berasal dari Kecamatan Balige dan Laguboti Kabupaten Toba.Data dianalisis menggunakan tabulasi data sederhana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program pengembangan kewirausahaan berperan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan usaha, menyerap tenaga kerja serta memperluas kesempatan berusaha. Ke depan penyelenggara program perlu meningkatkan kualitas dalam pembinaan dan pendampingan yang merata dan berkelanjutan serta melakukan monitoring dan evaluasi
Kajian Kelayakan Pembentukan Sentra Peternakan Sapi Potong di Kabupaten Simalungun Jico Sigiro; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v5i2.753

Abstract

Pembangunan subsektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan sektor pertanian, yang memiliki nilai strategis dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan yang terus meningkat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pembentukan sentra peternakan sapi potong di Kabupaten Simalungun ditinjau dari aspek finansial dan non finansial. Alat analisis yang digunakan pada aspek finansial adalah revenue-cost ratio (r/c ratio), adapun aspek non finansial yang dilakukan adalah aspek teknik, aspek manajemen, aspek pasar, aspek hukum, aspek ekonomi dan sosial serta aspek lingkungan. Responden dalam penelitian ini adalah peternak yang mewakili kelompok ternak sejumlah 29 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan sentra peternakan sapi di Kabupaten Simalungun layak dilakukan ditinjau dari aspek finansial dengan nilai R/C sebesar 1,88. Demikian pula bila ditinjau dari aspek pasar, aspek ekonomi dan sosial dan aspek lingkungan, sedangkan aspek teknis, manajemen dan hukum masih perlu dibenahi
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Batang Toru Di Kecamatan Tarutung Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Utara Junalius; Simon H Sidabukke; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v6i1.1116

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru adalah salah satu DAS di Wilayah Sungai Sibundong Batang Toru. Lokasi penelitian ini berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru yang secara administrasi lokasi yang ditinjau berada di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara. Kecamatan Tarutung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara yang berada pada ketinggian antara 900 - 1200 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi Daerah Resapan di DAS Batang Toru di Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara dan juga untuk menganalisis tentang kesesuaian fungsi lahan DAS Batang Toru di Kecamatan Tarutung terhadap RTRW Kabupaten Tapanuli Utara 2017-2037 yang didapat melalui scoring dan analisis overlay, sedangkan teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan alat analsis software ArcGis 10.3. Kemiringan lahan pada DAS Batang Toru beragam, dari datar (0-8%) sampai dengan sangat curam (> 40 %), kemiringan lereng datar dengan 5370,18 Ha adalah yang terluas. Ketinggian lahan pada DAS Batang Toru di Kecamatan Tarutung. Dari hasil overlay peta infiltrasi alami dan peta penggunaan lahan akan menghasilkan peta daerah resapan yang akan dioverlay terhadap Peta Rencana Tata Ruang Kabupaten Tapanuli Utara sehingga menghasilkan tingkat kesesuaian fungsi kawasan yaitu: untuk kawasan pada eksisting ada yang tidak sesuai sebesar 1304,76 Ha (7,47 %), pada katagori tidak kritis, dan seluas 1215,70 Ha (6,96 %), pada kategori kritis. Dan kawasan eksisting yang sesuai adalah seluas 13909,10 Ha (79,67 %) pada kategori tidak kritis, dan seluas 1029,89 Ha (5,90 %) Ha pada katagori kritis.
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Tungka Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah Ronal Richard Haposan Sibuea; Ummu Harmain; Simon H Sidabukke
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v6i1.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi resapan kawasan DAS Tungka terhadap RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah dimana penggunaan lahan dan dinamika yang sangat pesat di Kecamatan Pandan dan Tukka mengindikasikan ketidaksesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang menggunakan pengumpulan data seperti wawancara, survey lapangan dan dan studi pustaka terkait kondisi umum lokasi penelitian. Hasil analisis identifikasi sebaran daerah resapan pada kawasan DAS Tungka Kabupaten Tapanuli Tengah deskripsi baik pada tahun 2014 sebesar 5.151,60 Ha sedangkan pada tahun 2021 sebesar 4.849,06 Ha, normal alami pada tahun 2014 sebesar 910,54 Ha sedangkan pada tahun 2021 sebesar 736,93 Ha, mulai kritis pada tahun 2014 sebesar 482,50 Ha sedangkan pada tahun 2021 sebesar 483,39 Ha, agak kritis pada tahun 2014 sebesar sebesar 390,36 Ha sedangkan pada tahun 2021 sebesar 573,60 Ha, kritis pada tahun 2014 sebesar249,90 sedangkan pada tahun 2021 sebesar 541,92 Ha dan sangat kritis pada tahun 2014 sebesar 0,00 Ha sedangkan pada tahun 2021 sebesar 0,00 Ha. Hasil analisis identifikasi tingkat kesesuaian fungsi kawasan eksisting terhadap RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah pada hutan lindung sebesar 971,54 Ha atau 91 %, perkebunan sebesar 79,90 Ha atau 21 %, permukiman sebesar 633,25 Ha atau 74 %, pertanian sebesar 131,45 Ha atau 22 %, hutan produksi sebesar 3.500,94 Ha atau 98 %, sempadan sungai sebesar 412,40 Ha atau 60 %, air sungai sebesar 21,76 Ha atau 59 %, tingkat kesesuaian terhadap semua pola ruang adalah 80 %
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Deli Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (Studi Kasus: Kecamatan Medan Maimun) Eko Fernando Agustinus Sitanggang; Benteng H Sihombing; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v6i1.1119

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut (1) untuk mengetahui kondisi daerah resapan di Kecamatan Medan Maimun, (2) Untuk menganalisis tingkat kesesuaian fungsi kawasan Daerah Aliran Sungai Deli di Kecamatan Medan Maimun terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah. Teknis analisis yang digunakan adalah analisis spasial dengan cara melakukan analisis tumpang susun (overlay) dan skoring. Analisis spasial potensi infiltrasi alami merupakan kondisi potensial, analisis ini dilakukan dengan cara melakukan tumpang susun (overlay) peta kelas kemiringan lereng, peta tingkat jenis tanah, peta curah hujan dan peta potensi air tanah dengan cara pemberian skor pada masing-masing atribut, penjumlahan skor dan pengkelasan skor potensi infiltrasi alami. Pembuatan dan pengolahan peta atau data spasial penutupan lahan kawasan daerah aliran sungai pada Kecamatan Medan Maimun dilakukan dengan cara melakukan klasifikasi penutupan lahan dan melakukan digitasi dengan menggunakan peta penginderaan jauh. Hasil analisis spasial reklasifikasi kelas kondisi daerah resapan aktual pada Kecamatan Medan Maimun diperoleh 2 kelas kekritisan lahan yaitu kategori resapan kritin (Rk) yang mempunyai luas 285,21 Ha dengan persentase luas 94,13 % dan kelas kekritisan lahan kategori resapan tidak kritis (Rt) seluas 17,79 Ha dengan persentase 5,87 %. Hasil analisis spasial kesesuaian antara penutupan lahan dengan rencana pola ruang RTRW Kota Medan diperoleh kesesuaian penutupan lahan seluas 285, 12 Ha dan ketidaksesuaian seluas 15,61 Ha
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Bangop Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Studi Kasus: Kecamatan Sarudik) Ahyar Abdi Nasution; Jef Rudiantho Saragih; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jrp.v6i1.1120

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian fungsi kawasan eksisting Daerah Aliran Sungai Bangop di Kecamatan Sarudik dengan rencana pola ruang RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah (2013-2033) serta mengetahui lokasi fungsi kawasan terbaik dalam kaitannya menghindari daerah rawan banjir di Kecamatan Sarudik. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis spasial berbasis sistem informasi geospasial. Teknik yang digunakan adalah teknik overlay dan scoring terhadap peta - peta yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi lokasi dan keterangan sesuai kebutuhan yang telah direncanakan sebelumnya. Fotometri dilakukan menggunakan drone yang hasil fotonya diolah untuk dapat dipergunakan sebagai peta dasar digitasi penggunaan lahan aktual di Kecamatan Sarudik. Penelitian mengenai sebaran dan kondisi daerah resapan Kecamatan Sarudik mendapatkan hasil bahwa terdapat kondisi daerah resapan tidak kritis 4.306,61 Ha (95,29%), dan kondisi daerah resapan kritis 212,75 Ha (4,71%). Tingkat kesesuaian fungsi kawasan di Kecamatan Sarudik dengan rencana pola ruang RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah (2013-2033) adalah Hutan Lindung (99,90%), Hutan Produksi Konversi (91.34%), Kawasan Perikanan (99,99%), Pemukiman (99,99%), dan Sempadan Sungai (70,04%). Sebagai upaya menghindari dampak banjir, diperoleh lahan seluas 242,07 Ha yang berada diluar daerah kerawanan banjir dan memiliki kondisi daerah resapan yang baik
Co-Authors Ahmad Fakhri Hutauruk Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andres M Ginting Andres M. Ginting Andrio Situmorang Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Bonar Marpaung Christian Daniel Hermes Dabukke, Lamser Debora Sari Hutahean Doloksaribu, Sulastri Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dwidjono H.D Dwidjono H.D Eko Fernando Agustinus Sitanggang Elfina Okto Posmaida Damanik Endang Christina Ester Ria Aurora Ginting, Andres M. Harahap, Ahmad Rizki Harahap, M Ade Kurnia Hermes, Christian Daniel Hotmantuah James Pasaribu, Muldri Pudamo Jico Sigiro Junalius Juni Irianti Sitinjak Lamser Dabukke Lamser Dabukke Lela, Janidar Lestari Rahayu W Malau, Sisca Juita Marpaung, Bonar Marulam MT Simarmata Meylida Nurchmania Mitra Musika Muhammad Arief Tirtana Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri PJ Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Purwansyah, Jaka Karona Indra Rahmainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Romauli Simanjuntak Ronal Richard Haposan Sibuea Salsabila, Syifa Samosir, Elida Saragih, Dosni M R Saragih, Jef Rudiantho Saragih, Jef Rudiyantho Saragih, Ramainim Simbolon, Ferdy Berger Simon H Sidabukke Sinurat, Anggiat Sisca Juita Malau Sitinjak, Juni Irianti Situmorang, Andrio Slamet Hartono Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tioner Purba Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Triastuti Triastuti Yudi Hantoro