Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

SOSIALISASI BUDIDAYA LEBAH MADU TANPA SENGAT (STINGLESS BEE) DAN MANFAATNYA Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.252 KB) | DOI: 10.36985/jpmsm.v2i2.517

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group.
Peran Pendamping Penyuluh Swasta Terhadap Sumber Daya Petani Sawit Mandiri Menuju Regeneratif Agricultural (RAG) di Nagori Pematang Kerasaan Kabupaten Simalungun Ramainim Saragih; Ummu Harmain; Hotmantuah; Debora Sari Hutahean
Jurnal Agrilink : Kajian Agribisnis dan Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian (Edisi Elektronik) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Agrilink Vol 5 No 2 Agustus 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jak.v5i2.773

Abstract

Peran pendampingan penyuluh pertanian dapat menjadi sarana sosialisasi kebijakan yang efektif untuk mendorong pembangunan pertanian dalam situasi petani yang tidak mampu mencapai tujuan karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan. penyuluh menempati posisi yang penting sebagai agen perubahan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendamping penyuluh swasta terhadap peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan. Sifat dari penelitian ini adalah kualitatif di mana metode yang digunakan adalah dengan menggali informasi yang mendalam dari para informan terutama petani dan penyelengara penyulugan atau penyuluh swasata langsung. Dari hasil penelitian ditemukan aspek dampak penyuluh swasta yaitu aspek peningkatan sumber daya petani sawit swadaya menuju pertanian berkelanjutan, aspek ekonomi aspek pengetahuan, aspek sosial kapital penyuluh swasta
Sosialisasi Dan Budidaya Lebah Madu Di Nagori Bahsulung Kecamatan Panombeian Panei Kabupaten Simalungun Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Ramainim Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.811

Abstract

Jenis lebah madu yang umum ditemukan di Indonesia adalah jenis Apis dan Trigona. Di Nagori Bahsulung ditemukan lebah Apis dorsata, Apis cerana dan trigona. Melihat hal ini maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan praktek budidaya lebah madu bagi masyarakat setempat. Metode yang dilakukan pra pelatihan (pemaparan materi), praktik budidaya lebah madu, studi banding serta pendampingan berkala dan berkelanjutan. Pada praktik budidaya dilakukan identifikasi jenis lebah yang ada di Nagori Bahsulung, yaitu dengan melihat langsung koloni lebah yang ada baik itu apis maupun trigona. Kegiatan studi banding dilakukan di eduwisata lebah KUBE Takoma, Pematang Sidamanik. Pendampingan berkala dan berkelanjutan terus dilakukan pada kelompok mitra hingga ipteks yang dialihkan dapat dilaksanakan secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Nagori Bahsulung berpotensi dalam mengembangkan budidaya lebah madu dengan banyaknya lebah madu yang ada, baik lebah apis maupun trigona. Selain itu lingkungan sekitar sangat mendukung dengan tersedianya sumber pakan yang berlimpah diantaranya vegetasi sumber nektar, polen dan resin. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan budidaya ini peserta kegiatan lebih memahami potensi desanya dan memiliki kemampuan dasar dalam budidaya lebah madu. Disarankan untuk menambah vegetasi sumber pakan lebah lainnya untuk menjamin ketersediaan pakan terutama pada saat musim hujan
Sosialisasi Pentingnya Mendirikan Museum Teh Di Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sebagai Sarana Eukasi Bagi Masyarakat Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jpmsm.v3i2.847

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik
Ketahanan Pangan di Kabupaten Simalungun: Pendekatan Rasio Ketersediaan Beras Jef Rudiantho Saragih; Ratna Sahara; Ummu Harmain
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.1027

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi setiap manusia untuk dikonsumsi setiap harinya untuk aktif dan produktif secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas areal panen padi, jumlah penduduk, dan ketersediaan beras tahun sebelumnya terhadap ketahanan pangan. Ukuran ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan rasio ketersediaan beras, yaitu Rasio Konsumsi Normatif per kapita terhadap Ketersediaan Beras. Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun pada bulan Pebruari sampai bulan April tahun 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun dalam periode tahun 1988-2018. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Rasio ketersediaan beras rata-rata di Kabupaten Simalungun pada tahun1988-2018 adalah 0,41. Dengan surplus rata-rata 225.856 ton per tahun, ketahanan pangan (beras) Kabupaten Simalungun berada pada status surplus tinggi. Luas areal panen padi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; yang berarti bahwa penambahan luas lahan areal panen padi akan menurunkan rasio ketersediaan beras. Penurunan rasio ketersediaan beras berarti meningkatkan ketahanan pangan. Jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana pertambahan penduduk akan menaikkan rasio ketersediaan beras. Meningkatnya rasio ketersediaan beras berarti menurunkan ketahanan pangan. Ketersediaan beras tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan sangat signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana peningkatan jumlah ketersediaan beras tahun sebelumnya akan menurunkan nilai rasio ketersediaan beras. Dengan kata lain, ketersediaan beras tahun sebelumnya berperan positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi sekaligus rekomendasi bahwa diperlukan pengendalian laju alihfungsi lahan sawah, peningkatan produktivitas padi sawah dan padi ladang; pengendalian jumlah penduduk, diversifikasi pangan pokok; yang pada gilirannya akan meningkatkan ketersediaan beras tahun sebelumnya dan meningkatkan rasio ketersediaan beras dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun.
Enhancing Farm Household Income Through Efficient Arabica Coffee Cultivation In Simalungun, North Sumatera Tri Martial; Ummu Harmain; Ahmad Rizki Harahap; Mitra Musika; Muhammad Arief Tirtana
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.425-452

Abstract

North Sumatera is the largest producer of arabica coffee in Indonesia with 29%. However, coffee farmers are always faced with various field problems such as high fertilizer prices, declining production and various traditional cultivation practices that cause low productivity levels. So that in maintaining overall cropping it is necessary to know the efficiency of farm management with efficient coffee management it can increase farmer income, improve the quality of life of farmers, absorb labor, reduce costs and create a sustainable system. The method used in this research is to use the Data Envelopment Analysis (DEA) model to determine the efficient value and the Ordinary Least Squares (OLS) model to determine the efficient influence. The results of this research with the DEA model show that from a total of 133 respondents, the inefficient value is 51%, low efficient 25%, medium efficient 13%, and low efficient 11%. While the OLS model shows that the total cost and total income of farmers can significantly affect the efficiency value, the total production of farmers has no influence on the efficiency value. The research findings imply that improving efficiency requires modernizing technology to overcome traditional management such as the use of superior seeds and fertilizer inputs to increase land production. It also requires the support of relevant policies and institutions that are able to guarantee the availability of production facilities such as superior seeds and fertilizers that are easily available to farmers at affordable prices.
Strategi Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Saitt Buttu Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik Melalui Desa Wisata Elfina Okto Posmaida Damanik; Muldri PJ Pasaribu; Rahmainim Saragih; Meylida Nurchmania; Ummu Harmain
JURNAL ADMINISTRASI & MANAJEMEN Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Administrasi dan Manajemen
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jam.v14i3.4284

Abstract

Desa Sait Buttu Saribu merupakan salah satu nagori yang ada di kecamatan Pematang Sidamanik, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara,Indonesia. Nagori Sait Buttu Saribu merupakan salah satu dari 9 Nagori dan 1 kelurahan di Kecamatan Pamatang Sidamanik. Dengan luas wilayah +1347 Ha atau 30 dari luas Kecamatan Pamatang Sidamanik sebesar 13.654Ha. Nagori Sait Buttu Saribu terletak pada ketinggian rata – rata 800m di atas permukaan laut. jumlah dari Penduduk Nagori Sait Buttu Saribu berjumlah 4972 jiwa Sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian dari bertani, berdagang, dan beternak. Tahun 2021 desa Saitt Buttu Saribu ini ditetapkan sebagai salah satu desa wisata menawarkan wisata Agroekoedukasi dan Orientasi Budaya yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Sampai saat ini Desa Wisata Saitt Buttu mengalami kendala dalam menjalankan desa wisata, dimana jumlah wisatawan yang berkunjung tidak signifikan naik, sehingga pendapatan masyarakat sebagian besar dari hasil pertanian. Sehingga untuk dapat meningkatkan pendapatan masayarakat dari desa wisata ini diperlukan suatu strategi pengembangan yang diterapkan Desa Wisata Saitt buttu agar mendapatkan strategi yang cocok dengan menggunakan Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil analisis faktor-faktor internal dan faktor-faktor eksternal tersebut diolah dengan menggunakan Matriks SWOT. Hasil dari pengolahan tersebut menghasilkan beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh Desa Wisata Saitt Buttu. Hasil penentuan strategi dalam pengembangan Desa Wisata Saitt Buttu adalah membuat paket wisata baru dengan mempertahankan yang sudah ada dan memanfaatkan potensi yang masih belum dimaksimalkan; menjaga, melestarikan, dan menambah fasilitas dan potensi yang sudah ada; kegiatan wisata Direct Interaction lebih diperkuat pada segi lingkungan; memperbaiki jalan, menambah petunjuk arah dan tiket masuk atau karcis masuk; menerapkan perkembangan dan penggunaan teknologi dan melakukan kerjasama atau bermitra dengan biro perjalanan wisata untuk promosi; meningkatkan atau menambah pelayanan, kualitas, dan fasilitas yang sudah ada; dan melakukan kerjasama atau bermitra dengan tempat wisata lain Kata kunci: Pendapatan, Desa wisata saitt buttu, SWOT
SOSIALISASI DAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI NAGORI BAHSULUNG KECAMATAN PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN Ummu Harmain; Ramainim Saragih; Jef Rudiantho Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/e5rtvd74

Abstract

Jenis lebah madu yang umum ditemukan di Indonesia adalah jenis Apis dan Trigona. Di Nagori Bahsulung ditemukan lebah Apis dorsata, Apis cerana dan trigona. Melihat hal ini maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan praktek budidaya lebah madu bagi masyarakat setempat. Metode yang dilakukan pra pelatihan (pemaparan materi), praktik budidaya lebah madu, studi banding serta pendampingan berkala dan berkelanjutan. Pada praktik budidaya dilakukan identifikasi jenis lebah yang ada di Nagori Bahsulung, yaitu dengan melihat langsung koloni lebah yang ada baik itu apis maupun trigona. Kegiatan studi banding dilakukan di eduwisata lebah KUBE Takoma, Pematang Sidamanik. Pendampingan berkala dan berkelanjutan terus dilakukan pada kelompok mitra hingga ipteks yang dialihkan dapat dilaksanakan secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Nagori Bahsulung berpotensi dalam mengembangkan budidaya lebah madu dengan banyaknya lebah madu yang ada, baik lebah apis maupun trigona. Selain itu lingkungan sekitar sangat mendukung dengan tersedianya sumber pakan yang berlimpah diantaranya vegetasi sumber nektar, polen dan resin. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan budidaya ini peserta kegiatan lebih memahami potensi desanya dan memiliki kemampuan dasar dalam budidaya lebah madu. Disarankan untuk menambah vegetasi sumber pakan lebah lainnya untuk menjamin ketersediaan pakan  terutama pada saat musim hujan
SOSIALISASI PENTINGNYA MENDIRIKAN MUSEUM TEH DI KECAMATAN SIDAMANIK KABUPATEN SIMALUNGUN SEBAGAI SARANA EDUKASI BAGI MASYARAKAT Ahmad Fakhri Hutauruk; Ummu Harmain; Andres M. Ginting; Syifa Salsabila; Dosni M R Saragih; Lamser Dabukke
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xz4vc030

Abstract

Setiap daerah memiliki identitas yang perlu dijaga dan dilindungi, sehingga generasi muda tidak kehilangan identitas. Sama halnyadaerah Sidamanik Kabupaten Simalungun yang memiliki ciri khas Teh sebagai komoditas pertanian ungulan yang saat ini dikelola oleh PTPN IV. Harapannya agar pihak PTPN IV juga mengakomodasi sejarah dan perkembangan kebun teh melalui museum yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana edukasi, sehingga dapat mengetahui sejarah dan hagemoni kejayaan kebun teh sejak era kolonial hingga saat ini. Dengan didirikannya museum dapat memberikan warna baru dalam kunjungan wisata di daerah Sidamanik, yang sebelumnya hanya dijadikan sebagai tempat berfoto atau tempat beristirahat sambil makan bersama keluarga tanpa mendapatkan edukasi tentang kebun teh yang memiliki sejarah besar mulai dari era kolonial hingga saat ini. Dengan alasan yang telah dikemukakan di atas, diharapkan nantinya pihak perkebunan teh Sidamanik milik PTPN IV dapat memahami kebutuhan hal tersebut, sehingga memiliki keinginan untuk mendirikan museum teh yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke Sidamanik
Pelatihan Pengelolaan Gula Semut Di Nagori Silou Buttu Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Tioner Purba; Ummu Harmain; Marulam MT Simarmata; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9rxsxp12

Abstract

Brown sugar is crystallized palm sugar. Some of the reasons why palm sugar is healthier than granulated sugar is that the calories contained in palm sugar are smaller than white sugar so palm sugar is often referred to as low-calorie sugar, and palm sugar also has a lower glycemic index, namely of 35 while in granulated sugar the glycemic index is 58. The optimal way to improve the structure of melted sugar is by processing it into granular sugar, namely through re-melting of molded sugar with the addition of water into a sugar solution. The addition of granulated sugar and seed was found to have an effect on the yield, total sugar, sucrose, and the level of preference for color, taste and aroma, but decreased water content, reducing sugar, browning index and aroma level.The best treatment is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C, in general it meets the requirements of SII where the water content, 2.75%, reducing sugar 4.35%, sucrose 81.14, total sugar 89.86, ash content, 1 .91%, browning index 0.20 abs/g and 81.36 yield. While the most preferred organoleptic test is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C with a color value of 6.95, aroma 5.70 and taste 5.70. Economic analysis of melted molded sugar gives a profit of IDR 778,800/month, while improving the quality by processing ant sugar gives a profit of Rp. 1,606,000/month (all inputs are calculated at cost), If the allocation of family labor is categorized as family income plus the use of other materials that are not paid, then the income is Rp. 4,278,000/month for sugar. printing and Rp. 5,456,000/month for ant sugar. The processing of ant sugar is classified as a profitable business with a relatively higher price level than printed sugar
Co-Authors Ahmad Fakhri Hutauruk Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Andres M Ginting Andres M. Ginting Andrio Situmorang Anggiat Sinurat Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Sihombing Bonar Marpaung Christian Daniel Hermes Dabukke, Lamser Debora Sari Hutahean Doloksaribu, Sulastri Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dwidjono H.D Dwidjono H.D Eko Fernando Agustinus Sitanggang Elfina Okto Posmaida Damanik Endang Christina Ester Ria Aurora Ginting, Andres M. Harahap, Ahmad Rizki Harahap, M Ade Kurnia Hermes, Christian Daniel Hisarma Saragih Hotmantuah Ika Rosenta Purba James Pasaribu, Muldri Pudamo Jef Rudianto Saragih Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Junalius Juni Irianti Sitinjak Lamser Dabukke Lamser Dabukke Lela, Janidar Lestari Rahayu W Malau, Sisca Juita Marpaung, Bonar Marulam MT Simarmata Meylida Nurchmania Mitra Musika Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Arief Tirtana Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri PJ Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Purwansyah, Jaka Karona Indra Rahmainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Riski Winanda Romauli Simanjuntak Ronal Richard Haposan Sibuea Salsabila, Syifa Samosir, Elida Saragih, Dosni M R Saragih, Jef Rudiantho Saragih, Jef Rudiyantho Saragih, Ramainim Simbolon, Ferdy Berger Simon H Sidabukke Sinurat, Anggiat Sisca Juita Malau Sitinjak, Juni Irianti Situmorang, Andrio Slamet Hartono Sofian Purba Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tioner Purba Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Triastuti Triastuti Viyona Leonita Sembiring Yudi Hantoro