Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PEMBINAAN KESADARAN HUKUM PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KECAMATAN SIANTAR SITALASARI KOTA PEMATANGSIANTAR Sisca Juita Malau; Muldri Pudamo James Pasaribu; Christian Daniel Hermes; Juni Irianti Sitinjak; Andrio Situmorang; Bonar Marpaung; Ummu Harmain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/v90ex672

Abstract

Rendahnya kesadaran hukum yang dimiliki oleh masyarakat sangat mempengaruhi pelaksanaan pembangunan yang sedang dilaksanakan. Sebab pembangunan yang dimaksudkan sebagai tujuan negara di dalam mencapai masyarakat adil dan makmur bukanlah hanya sekedar pembangunan infrastuktur, melainkan juga pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pembangunan perlu dilakukan melalui peningkatan kesadaran masyarakat melalui pembinaan hukum yang pada gilirannya menciptakan suatu kesadaran hukum bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT) ini dilakukan di Kecamatan Siantar Sitalasari. Bentuk kegiatan adalah sosialisasi dan pembinaan hukum. Berdasarkan fakta yang ditemukan di masyarakat di lokasi Pengabdian Masyarakat ditemukan bahwa masyarakat masih belum memahami dengan jelas Undang-undang PKDRT. Sebagai hasil kegiatan dilakukan pembentukan kelompok kesadaran hukum masyarakat yang nantinya akan mendapatkan pembinaan berkala dari Universitas Simalungun melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat
EDUKASI PERAN EKOLOGIS LEBAH MADU SEBAGAI POLINATOR ALAMI PADA GENERASI ALFA Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap; Benteng H Sihombing
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/r879qa78

Abstract

Lebah madu berperan penting dalam menjamin tersedianya sumber pangan bagi mahluk hidup di bumi ini. Untuk mengenal lebih dekat peran itu dilakukan edukasi pada Generasi Alfa untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik tentang pentingnya keberlanjutan dan peran mereka dalam menjaga ekosistem. Kegiatan ini dilakukan di SD Muhammadiyah 1 Pematangsiantar dengan peserta berasal dari kelas empat sampai kelas enam berjumlah sekitar 150 orang. Kegiatan menggunakan alat dan bahan peraga untuk lebih mengenal lebih dekat lebah madu. Para peserta antusias dalam mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Peserta kegiatan mengetahui peran penting lebah bukan hanya sebagai pengahasil madu namun juga sebagai penyerbuk tanaman
Enhancing Farm Household Income Through Efficient Arabica Coffee Cultivation in Simalungun, North Sumatera Martial, Tri; Harmain, Ummu; Harahap, Ahmad Rizki; Musika, Mitra; Tirtana, Mhd Arief
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 23 NO 02 2024 (SEPTEMBER)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.23.02.425-452

Abstract

North Sumatera is the largest producer of arabica coffee in Indonesia with 29%. However, coffee farmers are always faced with various field problems such as high fertilizer prices, declining production and various traditional cultivation practices that cause low productivity levels. So that in maintaining overall cropping it is necessary to know the efficiency of farm management with efficient coffee management it can increase farmer income, improve the quality of life of farmers, absorb labor, reduce costs and create a sustainable system. The method used in this research is to use the Data Envelopment Analysis (DEA) model to determine the efficient value and the Ordinary Least Squares (OLS) model to determine the efficient influence. The results of this research with the DEA model show that from a total of 133 respondents, the inefficient value is 51%, low efficient 25%, medium efficient 13%, and low efficient 11%. While the OLS model shows that the total cost and total income of farmers can significantly affect the efficiency value, the total production of farmers has no influence on the efficiency value. The research findings imply that improving efficiency requires modernizing technology to overcome traditional management such as the use of superior seeds and fertilizer inputs to increase land production. It also requires the support of relevant policies and institutions that are able to guarantee the availability of production facilities such as superior seeds and fertilizers that are easily available to farmers at affordable prices.
Marketing Channels, Margin and Farmer Share, and The Marketing Mix of Stingless Bee Honey in North Sumatra, Indonesia: A Field Survey Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Tri Martial
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2505

Abstract

The uniqueness of stingless bee honey makes it an attractive choice as both food and natural medicine for honey consumers, who were previously dominated by honey produced by honeybees (Apis mellifera). This study examines the marketing of stingless bee honey in North Sumatra. The objectives were to determine marketing channels and functions, farmer share, share margin, and the marketing mix. This study uses a cross-sectional survey in five districts/cities in North Sumatra. Respondents were selected using the purposive sampling method (11 stingless bee farmers with at least 50 colonies and at least 5 years of experience), snowball sampling (5 resellers) by recording buying and selling prices. The study results show that three marketing channels are used, with farmers sharing 64.6% on channel 2, yielding an average margin of IDR 106,088/kg. This study found that the longer the distribution chain, the smaller the proportion of income received by farmers (farmer share). Direct channels provide full margins to farmers, whereas the involvement of resellers significantly reduces the farmer's share of the profit. The implications of these findings underscore the importance of developing more efficient and equitable marketing strategies for farmers, including the effective use of digital platforms to expand their markets. However, this study was limited to a specific region and sample. Further studies are recommended to analyze channel efficiency and the impact of digital promotions on increasing sales and farmer welfare.
Evaluasi Implementasi Samsat Keliling Dan Dampaknya Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Di Kota Pematangsiantar Eko Sahabat Sinaga; Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/kbhjyf38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi layanan Samsat Keliling serta menganalisis dampaknya terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Variabel penelitian meliputi jangkauan layanan Samsat Keliling, sebaran lokasi layanan, aksesibilitas pelayanan, dan tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, penyebaran kuesioner, serta pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji instrumen penelitian, serta analisis spasial untuk memetakan distribusi layanan dan tingkat kepatuhan wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan Samsat Keliling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar. Jangkauan layanan dan aksesibilitas pelayanan yang lebih baik mampu meningkatkan kemudahan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor. Namun demikian, distribusi lokasi layanan Samsat Keliling masih belum merata pada seluruh wilayah kecamatan sehingga masih terdapat beberapa wilayah dengan tingkat keterjangkauan pelayanan yang rendah. Kondisi tersebut berimplikasi pada perbedaan tingkat kepatuhan wajib pajak antarwilayah. Analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah yang memiliki akses pelayanan lebih dekat dan didukung jaringan transportasi yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pembayaran pajak yang lebih tinggi dibandingkan wilayah dengan akses pelayanan terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi penempatan titik layanan Samsat Keliling berbasis analisis spasial diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Kota Pematangsiantar
Pemberdayaan petani melalui sistem sawit-sapi terpadu (SISPADU) di Desa Limau Mungkur kabupaten langkat tri, tri martial; Putra, Irwan Agusnu; Mulianda, Randi; Harahap, Ahmad Rizki; Tirtana, Muhammad Arief; Nasution, Fahman urdawi; Harmain, Ummu
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rf1b0m27

Abstract

The smallholder oil palm farming system in Pematang Jaya District, Langkat Regency, faces challenges including high production costs, dependence on external inputs, and limited utilization of local resources. This community service program aimed to empower the Murni Farmer Group through the implementation of an Integrated Oil Palm–Cattle System (SISPADU) to improve production efficiency, resource utilization, and farmer independence. The program used a participatory approach involving farmers, village government, and agricultural extension workers through identification, planning, technical training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The technologies included fermented feed (FERMATIKSA) from oil palm waste, organic fertilizer production from cattle manure and urine, and improved group management through production and financial recording. The program involved 12 farmer members managing approximately 15 hectares of oil palm plantations and 153 cattle. Results showed improved farmer skills in utilizing oil palm waste as alternative feed and processing livestock waste into organic fertilizer. The SISPADU demonstration unit successfully integrated plantation and livestock activities into a circular production system, reducing dependence on external inputs and strengthening institutional capacity. The model has potential for replication in other smallholder oil palm areas to support sustainable agricultural development.
Sawah Di Tengah Gempuran Kota: Dinamika Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematangsiantar Parlaungan Purba; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ax80fa53

Abstract

Konversi lahan pertanian menjadi kawasan terbangun merupakan fenomena struktural yang terus berlangsung di kota-kota menengah Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Artikel ini mengkaji ulang fenomena alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Siantar Marimbun dengan memutakhirkan data hingga periode 2023–2025, mengingat kajian-kajian terdahulu di wilayah ini umumnya masih menggunakan data tahun 2007–2017. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif berbasis analisis data sekunder mutakhir yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar, serta kajian pustaka atas penelitian sejenis, yang dipadukan dengan data hasil penelitian lapangan terdahulu sebagai garis dasar (baseline) historis. Hasil kajian menunjukkan jumlah penduduk Kecamatan Siantar Marimbun meningkat dari 15.607 jiwa (2015) menjadi 20.909 jiwa (2023), tumbuh rata-rata di atas 3,7 persen per tahun, jauh melampaui proyeksi 0,90 persen per tahun yang digunakan pada kajian sebelumnya. Tekanan penduduk ini terus mendorong perluasan kawasan terbangun, meskipun kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan perbaikan jaringan irigasi berhasil menahan laju penyusutan sawah di tingkat kota, bahkan mencatatkan sedikit peningkatan luas baku sawah dari 1.279 Ha (2024) menjadi 1.314,5 Ha (2025). Faktor hukum/perizinan dan faktor sosial ekonomi (harga lahan dan pergeseran mata pencaharian) tetap menjadi determinan utama konversi lahan, sedangkan faktor fisik/topografi relatif tidak signifikan. Secara nasional, tren serupa terjadi, dengan penyusutan lahan baku sawah sebesar 79,6 ribu hektare pada periode 2019–2024. Artikel ini merekomendasikan penguatan implementasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), percepatan penetapan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), serta insentif ekonomi bagi petani sebagai strategi pengendalian alih fungsi lahan di Kecamatan Siantar Marimbun
Mengejar Laju Pertumbuhan Penduduk: Evaluasi Ketersediaan Dan Proyeksi Kebutuhan Sarana Perkotaan Kota Pematangsiantar Hingga Tahun 2035 Lersima Sihotang; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 2 Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/aptx9n03

Abstract

Ketersediaan sarana perkotaan yang memadai merupakan prasyarat bagi Kota Pematangsiantar dalam menjalankan fungsinya sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Utara dan pusat pelayanan bagi wilayah hinterland-nya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketersediaan sarana perkotaan eksisting dan memproyeksikan kebutuhan sarana hingga tahun 2035 berdasarkan pertumbuhan penduduk terbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar tahun 2023–2025 serta data primer hasil observasi lapangan sebagai pembanding. Tingkat ketersediaan sarana dinilai menggunakan skala pembobotan (baik, cukup, kurang) mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41/PRT/M/2007 dan SNI 03-1733-2004, sedangkan proyeksi kebutuhan dihitung dengan metode pertumbuhan geometrik (bunga berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Pematangsiantar meningkat dari 274.838 jiwa (2023) menjadi 278.320 jiwa (2024) dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,89% per tahun, sehingga penduduk diproyeksikan mencapai sekitar 341.973 jiwa pada tahun 2035, bertambah 63.653 jiwa (22,87%) dari kondisi 2024. Sarana pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, dan olahraga secara umum berada pada kategori “baik” (bobot 90%–100%), sementara sarana pemerintahan dan pelayanan umum masih berada pada kategori “cukup” (74,55%). Peningkatan jumlah rumah sakit dari 7 unit (2016) menjadi 10 unit dan puskesmas dari 8 menjadi 19 unit pada 2023 mengindikasikan perbaikan pelayanan kesehatan, namun proyeksi penduduk hingga 2035 tetap menuntut penambahan signifikan pada sarana pendidikan dasar-menengah dan sarana pemerintahan. Penelitian ini merekomendasikan agar Pemerintah Kota Pematangsiantar memperbarui basis data sarana perkotaan secara berkala dan mengintegrasikan proyeksi kependudukan terbaru ke dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Co-Authors Ahmad Fakhri Hutauruk Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Andres M Ginting Andres M. Ginting Andrio Situmorang Anggiat Sinurat Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Sihombing Bonar Marpaung Christian Daniel Hermes Dabukke, Lamser Debora Sari Hutahean Doloksaribu, Sulastri Dosni M R Saragih Dosni M R Saragih Dwidjono H.D Dwidjono H.D Eko Fernando Agustinus Sitanggang Eko Sahabat Sinaga Elfina Okto Posmaida Damanik Endang Christina Ester Ria Aurora Fahman Urdawi Nasution Ginting, Andres M. Harahap, Ahmad Rizki Harahap, M Ade Kurnia Hermes, Christian Daniel Hisarma Saragih Hotmantuah Ika Rosenta Purba James Pasaribu, Muldri Pudamo Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Junalius Juni Irianti Sitinjak Lamser Dabukke Lamser Dabukke Lela, Janidar Lersima Sihotang Lestari Rahayu W M Ade Kurnia Harahap Malau, Sisca Juita Marpaung, Bonar Marulam MT Simarmata Meylida Nurchmania Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Arief Tirtana Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri P.J. Pasaribu Muldri PJ Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Musika, Mitra Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Parlaungan Purba Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Purwansyah, Jaka Karona Indra Putra, Irwan Agusnu Rahmainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ramainim Saragih Randi Mulianda Ratna Sahara Riski Winanda Romauli Simanjuntak Ronal Richard Haposan Sibuea Salsabila, Syifa Samosir, Elida Saragih, Dosni M R Saragih, Jef Rudiantho Saragih, Ramainim Simbolon, Ferdy Berger Simon H Sidabukke Sinurat, Anggiat Sisca Juita Malau Sitinjak, Juni Irianti Situmorang, Andrio Slamet Hartono Sofian Purba Syifa Salsabila Syifa Salsabila Tioner Purba Tirtana, Mhd Arief Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial tri, tri martial Triastuti Triastuti Viyona Leonita Sembiring Yudi Hantoro