Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

STRATEGI PENGASUH MEMBERIKAN KENYAMANAN PADA ANAK PANTI ASUHAN PUTRA MUHAMMADIYAH LUBUK BASUNG Wildana Ikhsan; Alfi Rahmi; Dabesri Bara
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.955

Abstract

Tujuan penelitian ini bagaimana strategi pengasuh memberikan kenyamanan pada anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubuk Basung. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa strategi pengasuh memberikan kenyamanan pada anak dari segi fisiknya yaitu mengajukan proposal kepada pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya, menerima bantuan dari masyarakat, menggunakan dana pribadi. Cara pengasuh memberikan kebutuhan fisik anak sesuai dengan kebutuhan anak, menyediakan tempat tinggal yang memadai dan fasilitas yang lengkap. Dari segi fsikologisnya yaitu mengingatkan para anak-anak mulai dari bangun subuh anak-anak selalu dibangunkan, diajarkan mengaji bersama-sama, mengajar kan menghafal Al Qur'an atau tahfiz, mandi selalu diajarkan untuk tertib dan saling mengantri, dan mengingatkan makan sarapan pagi serta mengingatkan jangan sampai lupa berdoa sebelum makan, mengantarkan anak-anak pergi ke sekolah begitupun pulangnya di jemput, sekolah ada sebagian diberikan motor untuk anak panti pergi ke sekolah dan ada pula di jemput teman dan juga pakai ojek untuk pergi ke sekolah, mengingatkan mereka jangan lupa sholat lima waktu dan mengajak anak-anak sholat secara berjam’ah, mengajak anak-anak berkumpul mendengarkan ceramah dari pengasuh dan cerita yang humor, anak-anak di suruh belajar setelah melakukan sholat isya, hari minggu pengasuh mengajak anak-anak refresing, tidak boleh yang namanya berkata kasar apalagi sampai bermain fisik sebesar apapun permasalahan yang diperbuat anak asuh, pengasuh tidak pernah melakukan kekerasan ataupun penganiayaan, pengasuh mengatakan permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tidak perlu melakukan kekerasan apalagi di kalangan anak-anak. Mimik muka harus tetap dijaga ketika menegur anak asuh karena anak panti asuhan sangatlah sensitif sekali, keiklasan dalam mengasuh itu anak bisa melihat dari muka seorang pengasuh. Dan paling inti memperdalam agama anak asuh agar ahklak anak tetap terjaga dimanapun anak panti asuhan berada.
SIKAP SISWA TERHADAP PENYIMPANGAN SEKS BEBAS DILINGKUNGAN SEKOLAH SMA SWASTA TUNAS BANGSA DI KAB. ROKAN HILIR KEC. BAGAN SINEMBAH Meri Syafitri; Alfi Rahmi
Inspirasi Dunia: Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Inspirasi Dunia : Jurnal Riset Pendidikan dan Bahasa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/insdun.v2i1.489

Abstract

Sekolah pada hakikatnya mempunyai perasaan yang cukup penting dalam membentuk kepribadian dan tingkah laku dan berakhlak karimah. Sekolah juga mempunyai peranan penting untuk memberikan pemahaman dan benteng pertahanan agar terhindar dari jeratan negative perkembangan arus globalisasi. Setiap orang juga memilki persepsi dan perilaku ketika interaksi dengan suatu objek tertentu dan mental kita juga ikut menentuka kecendrungan seseorang. Sekolah ini cukup menarik untuk diteliti karena masalah yang peneliti angkat tentang sikap dan perilaku siswa terdapat terdapat disekolah ini. Seperti berkelahi merokok pacaran, tetapi masih banyak pula siswa yang berkelakuan baik. melalui penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apa factor yang mempengaruhi sikap dan perilaku siswa serta apa saja upaya mengatasinya. Sikap terbentuk melalui hasil belajar dari interaksi dan pengalaman seseorang dan bukan factor bawaan ( factor intren) seseorang. Sikap terbentuk oleh adanya interaksi social tang dialami oleh individu. Pada intinya seks bebas tersebut bisa terjadi nya karena lemahnya kontrol dari perilaku seks bebas tersebut dan juga lemahnya control yang berada di masyarakat setempat karena ada pergeseran nilai dan noorma yang ada dimasyarakat sekitar. Seks bebas itu sifatnya negative karena melanggar norma yang ada di lingkungan sekolah dan masyarakat. Hasil yang dilakukan peneliti melihat perkembangan siswa terhadap lingkungan disekolah dan peneliti melakukan kegiatan sudah sebanyak beberapa kali dalam kondisi lingkungan serta proses pembelajaran hasil yang didapat siswa semangkin hari semangkin baik dan mulai terjaga yang namanya jauh dari penyimpangan seks bebas dan peningkatan terhadap siswa semangkin terjaga namun yang belum bisa di perbaiki tentang sikap dan etika siswa di SMA SWASTA TUNAS BANGSA. Tujuan dari kegiatan tersebut agar peneliti mengetahui bagaimana perkembangan siswa apakah mereka tahu penyimpangan itu sangat bahaya untuk mereka maka dari itu peneliti mengambil lokasi tersebut untuk dijadikan penelitian.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK MELALUI TEKNIK REINFORCEMENT POSITIVE UNTUK MENINGKATKAN DISIPLIN BELAJAR SISWA DI SMAN 1 KECAMATAN MUNGKA Widya Arianti; Alfi Rahmi; Dodi Pasila Putra; Syawaluddin Syawaluddin
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): September-Desember
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v4i2.279

Abstract

This study aims to determine the effect of group counseling with positive reinforcement techniques on student learning discipline at SMAN 1 Mungka District. The problem identified is the low learning discipline of students, such as being late for class, making noise during lessons, and not taking learning activities seriously. This study used a quantitative experimental method with a One Group Pretest-Posttest design, with a sample of 43 students of class XI IPA and XI IPS selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that students' learning discipline before being given group counseling services was in the moderate category, with an average score of 66.40. After the treatment, students' learning discipline increased to a high category with an average score of 95.50. The Wilcoxon test results show a p-value of 0.005, which is smaller than 0.05, which means that the alternative hypothesis is accepted. Thus, group counseling using positive reinforcement techniques is proven effective in improving students' learning discipline.
The Role of Islamic Education In The Struggle For Palestine Independence: History of Resistance and Education Under Israel Opposition Januar; Alfi Rahmi; Al Ihksan; Md Noor Bin Hussin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 19 No 2 (2024)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v19i2.10682

Abstract

This research aims to find out the history of the Palestinian struggle and the close relationship between Islamic education and the struggle for independence. In addition, this research explores the role of education as a source of strength, how the struggle for independence is reflected in the curriculum, and the challenges and hopes of Islamic education in Palestine. The research method used is a qualitative descriptive approach, which makes it possible to explore and explain the contribution of Islamic education to the Palestinian struggle. Research methods include document analysis, literature study, and interviews with Islamic education experts. In this case, those interviewed were Islamic Education experts from UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi and Islamic Education experts from UIN Arraniry Banda Aceh. The research results show that Islamic education had a key role in the struggle for independence under Israeli occupation, despite facing significant challenges such as access restrictions, school closures, and limited resources. Even so, Islamic education remains an important force in maintaining the spirit of struggle, nurturing cultural identity, and connecting the young Palestinian generation with the history of their struggle. The educational curriculum reflects the values ​​of struggle and justice, which are the motivation for efforts to achieve independence. Amid ongoing conflict and pressure resulting from the occupation, education remains one of the main pillars of maintaining Palestinian identity and advancing the ideals of independence.
PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SISWA BERPRILAKU INTROVERT Rahmi Andayani; Budi Santosa; Alfi Rahmi; Hidayani Syam
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.485

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP N 3 Sungai Pua yang menunjukan bahwasanya beberapa siswa kurang memiliki keterampilan komunikasi.Diketahui ada gejala keterampilan komunikasi siswa berprilaku introvert yang rendah antara lain, kurang komunikasi sesama teman, suka menyendiri, menghindari keramaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap meningkatkan keterampilan komunikasi SMP N 3 Sungai Pua.Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimen. Populasi pada penelitian ini yaitu, 24 orang siswa dalam sampel penelitian 8 orang siswa di ambil, dengan teknik pengambilan Purposive sampling, yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari keterampilan komunikasi. Kelas yang akan menjadi sampel penelitian yaitu kelas VII 2. Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini yaitu Skala Likert. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu, Hipotesis uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan Statistik product and service solutions (SPSS 26).Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan mengenai keterampilan komunikasi siswa berprilaku introvert maka dapat disimpulkan bahwa Sig 0,025 < 0,05 artinya Ho ditolak yaitu terdapat perbedaan Antara pretest dan posttest. Dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama ada keterampilan komunikasi siswa.
PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMILIHAN KARIR SISWA DI SMA N 1 2X11 KAYUTANAM Sri Astuti Eka Putri; Budi Santosa; Linda Yarni; Alfi Rahmi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.528

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa siswa yang memiliki dukungan orang tua yang tinggi namun anaknya memiliki pemilihan karir yang rendahpada dirinya karena anaknya tidak sadar akan pentingnya karir dalam dirinya sendiri seperti mereka tidak peduli dengan informasi dunia karir yang diberikan oleh orang tuanya serta adanya dukungan orang tua yang rendah akan tetapi anaknya memiliki pemilihan karir yang bagus pada diri karena orang tidak memberikan informasi mengenai dunia karir dan perkuliah dengan baik kepada anaknya dan ada sebagian siswa memiliki pengetahuan karir yang bagus akan tetapi dukungan orang tuanya rendah penyebabnya kurang perhatian orang tua terhadap fasilitas anak dalam memilih karir seperti informasi karir yang kurang, kurang bertanya kepada anak mengenai karir. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas yaitu dukungan orang tua terhadap variabel terikat yaitu pemilihan karir siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama dukungan orang tua berpengaruh terhadap pemilihan karir siswa dengan diperolehnya keputusan bahwa HO ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan karir siswa. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dukungan orang tua terhadap pemilihan karir siswa yaitu sebesar 20,4%. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis koefisien determinasi dengan nilai sebesar 0,204 termasuk kepada tingkat hubungan lemah atau rendah yaitu berada pada rentang interval koefisien korelasi product moment 0,20 – 0,399, menunjukkan bahwa proporsi pengaruh variabel dukungan orang tua sebesar 20,4% sedangkan sisanya 79,6% yang memiliki hubungan yang kuat dengan rentang interval koefisien korelasi product moment 0,60 – 0,799, yang berarti dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP RENDAH DIRI SISWA DI SMP NEGERI 1 AMPEK ANGKEK Nadra Hauda; Fadhilla Yusri; Darul Ilmi; Alfi Rahmi
EDU RESEARCH Vol 6 No 1 (2025): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v6i1.594

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 1 Ampek Angkek yang menunjukkan bahwasanya siswa mengalami rasa rendah diri yaitu, siswa merasa memiliki masalah pada merasa kaku saat bergaul dengan teman yang baru di kenal, merasa kaku dalam menyampaikan pendapat, merasa tidak yakin orang lain mau berteman, merasa takut akan di tolak oleh orang lain dalam berteman. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian one group pre-test dan post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu 117 siswa dan sampel penelitian sebanyak 8 orang, dengan teknik purposive sampling, pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan dari rendah diri siswa. Hasil penelitian dari nilai Wilcoxon (Z) yang menunjukkan adanya perbedaan antara pre-test dan post-test. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon diperoleh nilai asymp sig (0,012), yang artinya lebih kecil < a (a=0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan rendah diri siswa di SMP Negeri 1 Ampek Angkek melalui layanan konseling kelompok Adlerian.
PEMANFAATAN INVENTORI MINAT DALAM LAYANAN BIMBINGAN KARIR DI MAN ASAHAN Liza Ulmi Widi Arnaz; Alfi Rahmi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.938

Abstract

This study aims to look at the implementation of career guidance services by utilizing interest inventories at MAN Asahan. Planning for further studies for a course is not an easy thing for students to decide considering it supports their future life. They will have difficulties in determining a career, for example in terms of information, doubts about their own interests, as well as input from their parents and surroundings. Students need direction and guidance from the guidance and counseling teacher at school, in order to gain understanding and be able to make future career decisions. Therefore, it is necessary to implement career guidance by utilizing an interest inventory. This interest inventory will later be used as reference material for students in understanding their own interests. This research is a type of descriptive research with observation and interview methods. The results of the implementation of career guidance by utilizing interest inventories at MAN Asahan make it easier for students to understand the direction of their interests and obtain more accurate information about their interests associated with the study program that students will choose later. The obstacle faced in the implementation of this career guidance is the lack of time that can be used considering that this service is carried out on the sidelines of study time so that the implementation is not optimal, however this is different from students who take the initiative themselves to go to the counseling teacher to carry out career guidance services at the right time. after school or during free hours.
STRATEGI PENGASUH MEMBERIKAN KENYAMANAN PADA ANAK PANTI ASUHAN PUTRA MUHAMMADIYAH LUBUK BASUNG Wildana Ikhsan; Alfi Rahmi; Dabesri Bara
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v3i1.955

Abstract

Tujuan penelitian ini bagaimana strategi pengasuh memberikan kenyamanan pada anak Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubuk Basung. Untuk mengungkapkan persoalan tersebut secara mendalam dan menyeluruh peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa strategi pengasuh memberikan kenyamanan pada anak dari segi fisiknya yaitu mengajukan proposal kepada pemerintah dan lembaga-lembaga lainnya, menerima bantuan dari masyarakat, menggunakan dana pribadi. Cara pengasuh memberikan kebutuhan fisik anak sesuai dengan kebutuhan anak, menyediakan tempat tinggal yang memadai dan fasilitas yang lengkap. Dari segi fsikologisnya yaitu mengingatkan para anak-anak mulai dari bangun subuh anak-anak selalu dibangunkan, diajarkan mengaji bersama-sama, mengajar kan menghafal Al Qur'an atau tahfiz, mandi selalu diajarkan untuk tertib dan saling mengantri, dan mengingatkan makan sarapan pagi serta mengingatkan jangan sampai lupa berdoa sebelum makan, mengantarkan anak-anak pergi ke sekolah begitupun pulangnya di jemput, sekolah ada sebagian diberikan motor untuk anak panti pergi ke sekolah dan ada pula di jemput teman dan juga pakai ojek untuk pergi ke sekolah, mengingatkan mereka jangan lupa sholat lima waktu dan mengajak anak-anak sholat secara berjam’ah, mengajak anak-anak berkumpul mendengarkan ceramah dari pengasuh dan cerita yang humor, anak-anak di suruh belajar setelah melakukan sholat isya, hari minggu pengasuh mengajak anak-anak refresing, tidak boleh yang namanya berkata kasar apalagi sampai bermain fisik sebesar apapun permasalahan yang diperbuat anak asuh, pengasuh tidak pernah melakukan kekerasan ataupun penganiayaan, pengasuh mengatakan permasalahan dapat diselesaikan dengan baik tidak perlu melakukan kekerasan apalagi di kalangan anak-anak. Mimik muka harus tetap dijaga ketika menegur anak asuh karena anak panti asuhan sangatlah sensitif sekali, keiklasan dalam mengasuh itu anak bisa melihat dari muka seorang pengasuh. Dan paling inti memperdalam agama anak asuh agar ahklak anak tetap terjaga dimanapun anak panti asuhan berada.
Peran Pengasuh Panti Asuhan dalam Membina Disiplin Diri Anak-Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Cab Guguak II Sri Astuti Eka Putri; Alfi Rahmi; Jhon Erita
JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL (JUPENDIS) Vol. 2 No. 2 (2024): APRIL : JURNAL PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jupendis.v2i2.1471

Abstract

The problem in this research is that there are some orphanage children who have not shown good self discipline, where the orphanage children do not wake up on time, pray, and spend a lot of time playing on cellphones annot enough time studying. The aim of this research is to describe the role of caregivers in fostering self discipline in orphanage children. The research method used is a qualitative approach with a descriptive type. The first informant of this research was the caretaker of the orphanage and the supporting informants were the children of the Muhammadiyah Cab Guguak II orphanage. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The results og the research show that the role of caragivers in fostering self discipline in orphanage children who are not discipline. The aims to ensure that the orphanage children become independent, firm and successful individuals. In the future, as well as giving praise to the`orphanage children who have been able to discipline themselves well, this aims to ensure that the orphanage children can maintain and improve their good self discipline with the role of caregivers like that it can make the orphanage’s children are comfortable and successin their future and can make the people around them proud.