Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Feline Chronic Gingivostomatitis pada Kucing Mix Domestic Long Hair Hana Cipka Pramuda Wardhani; Palestin; Era Hari Mudji Restijono; Intan Permatasari Hermawan; Kurnia Desiandura
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 11 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.11.2.116-121

Abstract

Terjadinya Feline Chronic Gingivostomatitis (FCGS) menunjukkan gejala yang cukup terlihat mulai dari nafsu makan menurun bahkan sampai hipersalivasi. Tindakan terapi FCGS perlu memperhatikan karena banyak faktor, antara lain adalah pain management, buprenorphine sebagai analgesik opioid yang cukup efektif diberikan pada kucing yang menderita oral disease. Dengan penggunaan buprenorphine dapat meningkatkan nafsu makan dan mengurangi reaksi hipersalivasi yang terjadi akibat rasa nyeri yang cukup hebat pada kucing dengan FCGS. Surgical treatment pada kasus ini adalah dengan cara menginsisi dan mengambil jaringan yang mengalami inflamasi. Kucing Mix Domestic Long Hair betina steril dengan berat 2.9 kg, berusia 4 tahun datang dengan keluhan keluar cairan putih berbau dari mulut sehingga mengotori rambut di area wajah, leher, dan kaki depan. Lidah menjulur keluar serta tidak bisa dimasukkan kembali ke dalam mulut. Kucing tersebut memiliki nafsu makan yang baik untuk pakan jenis pakan basah akan tetapi memiliki kesulitan dalam mengonsumsi pakan kering. Berdasarkan hasil anamnesa, kucing tersebut mengalami gingivitis berat selama 12 bulan. Hasil pemeriksaan fisik, kucing mengalami hipersalivasi bercampur pus serta halitosis yang berlebihan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, maka kucing tersebut didiagnosis mengalami feline chronic gingivostomatitis. Tindakan yang diambil untuk mengurangi rasa sakit yang berlebih dengan cara timdakan operatif, yang sebelumnya dilakukan tindakan pemeriksaan hematologi dan kimia darah. Hasil yang diperoleh adalah nerkosis pada intratumoral, terdapat infiltrasi sel radang hampir di seluruh wilayah, dan terdapat bentukan abnormal pada struktur nucleus. Surgical treatment pada kasus ini adalah dengan menginsisi dan mengambil jaringan yang mengalami inflamasi. Hal ini dipilih karena dinilai bisa mengurangi terjadinya inflamasi dan hipersalivasi yang berlebihan. Adapun tindakan lain yang dapat membantu penyembuhan FCGS adalah dengan melakukan tindakan dental extraction disertai dengan pemberian terapi interferon omega.
KULIAH KERJA NYATA : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN PRODUKTIF TEPAT GUNA Hana Cipka Pramuda Wardhani; Surya Putra Pakpahan; Izul Rizki Utriarta; Fahmi Riyansyah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2348-2353

Abstract

Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu bentuk wujud pengaplikasian mahasiswa yang diberikan untuk pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiwa di wajibkan untuk dapat aktif dalam komunikasi dan memberikan pemahaman serta dapat membantu masyarakat sekitar dalam program – program kerja yang ada. Pelaksanaan ini dilakukan dengan beberapa cara diantara yakni program sosialisasi, program kegiatan hidup sehat dan program perbantuan kepada kinerja kader desa setempat. Hal ini memberikan hasil yang positif dan berguna bagi masyarakat dan mahasiswa. Pembelajaran bekal secara terapan melalui terjun langsung pada masyarakat dan mahasiswa.
PENCEGAHAN MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DI BENDUL MERISI SURABAYA Reina Puspita Rahmaniar; Dyah Widhowati; Hana Cipka Pramuda Wardhani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2621-2627

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini untuk meningkatkan kualitas susu melalui pencegahan mastitis subklinis pada wilayah peternakan sapi perah di Bendul Merisi Surabaya. Urgensi dilakukan pengabdian ini yaitu atas dasar tidak adanya KUD yang mengontrol Kesehatan sapi perah di wilayah tersebut, penyakit mastitis subklinis mempengaruhi kualitas susu namun tidak dapat dilihat secara langsung oleh peternak, lokasi peternakan dekat dengan penduduk, sehingga perlu edukasi agar tidak mudah terjadi kontaminasi silang dari agen infeksi yang menyebabkan penyakit. Pelaksanaan pengabdian ini terdiri beberapa tahapan. Pertama dilakukan kontrol penyakit mastitis subklinis melalui pengujian CMT, kemudian dilakukan isolasi bakteri pada sampel susu. Tahap selanjutnya dilakukan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit mastitis pada sapi perah serta penggunaan antiseptik dan desinfektan. Berdasarkan hasil uji CMT didapatkan bahwa empat sampel negatif dan sampel yang positif hanya sampai positif dua. Hasil pengujan isolasi bakteri menunjukkan adanya pertumbuhan koloni bakteri Escherichia coli. Sampel pada uji CMT positif tidak selalu menunjukkan adanya bakteri, begitu juga sampel yang dilakukan uji CMT dengan hasil negatif, terdapat pertumbuhan bakteri. Pengujian tersebut penting untuk dilakukan untuk Tindakan pencegahan dan pengendalian penyakit. Peternak di bendul merisi Surabaya harus menerapkan prinsif aseptis dan menggunakan desinfektan pada kandang
The Potency of Citrus aurantiifolia Swingle and Sea Salt Solution as a Cleansing Agent for Edible Bird’s Nests Ningrum, Siti Gusti; Candra, Adhitya Yoppy Ro; Wardhani, Hana Cipka Pramuda
Makara Journal of Science Vol. 27, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study aimed to evaluate the potency of Citrus aurantiifolia Swingle and sea salt solution as a promising cleansing agent for edible bird’s nests (EBNs). Ascorbic acid, sodium, and chloride analyses of the C. aurantiifolia Swingle and sea salt solution were conducted using HPLC, ICP-OES, and titrimetry, respectively. The characteristics of physical samples and hydrogen peroxide detection were examined in this study. The reduction activity of the Citrus aurantiifolia Swingle and sea salt solution on the nitrite of 120 white EBNs was studied. This nitrite reduction activity was compared with the available method (standard), drinking water method, 6% C. aurantiifolia Swingle extraction method, and sea salt water. An organoleptic test was performed by three trained panelists to determine the color of the samples before and after treatments. The results showed that the C. aurantiifolia Swingle and sea salt solution contained 0.27 mg/100 mL of ascorbic acid, 76370.93 mg/L of sodium, and 7555.61 mg/100 mL of chloride. In comparison results, the C. aurantiifolia Swingle and sea salt solution can reduce nitrite levels up to 86%, remove hydrogen peroxide, and improve the natural color of EBNs. The present study provides the first potential future cleansing agent for EBNs.
KADAR PLATELET DAN MEAN PLATELET VOLUME PADA KUCING DOMESTIK DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN INDOOR LIFE DAN OUTDOOR LIFE DI SURABAYA Wardhani, Hana Cipka Pramuda; Desiandura, Kurnia; Hermawan, Intan Permatasari; Rahman, Muhammad Noor
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v9i2.4707

Abstract

This study aims to compare PLT (Platelet) and MPV (Mean Platelet Volume) in domestic pet cats and stray cats in Surabaya. This examination uses a blood sample with a total of 30 samples of domestic pet cats and 30 samples of stray cats. PLT and MPV were determined by Pacar Laboratory Surabaya. The results showed that 4 samples of cats that had abnormal PLT and MPV values with an average PLT of PLT 86,25 10^3/µL and an average MPV 6,95 fL, while 30 samples were obtained in domestic pet cats there were samples of cats that abnormal PLT and MPV values with an average PLT 94,5 10^3/µL and an average MPV 8,98 fL. Data analysis used an independent sample t-test for Windows with a significant level of 0,05. The result of data analysis showed not significant. In conclusion between domestic pets cats and stray cats was that the treatment did not experience a significant difference because the care and feeding were almost the same.
Inovasi Spray Perasan Daun Pandan (Pandanus amarylifolius Roxb) Sebagai Insektisida Alami Terhadap Lalat Stomoxys Calcitrans Ummi Rahayu; Freshinta Jellia Wibisono; Hana Cipka Pramuda Wardhani Wardhani; Palestin Palestin; Miarsono Sigit
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan daging sapi secara nasional tidak dapat terpenuhi. Permasalahan utama ialah permintaan daging sapi yang tinggi dipasaran, namun terkendala oleh lambatnya pertumbuhan populasi sapi potong. Faktor penurunan produksi salah satunya disebabkan oleh vektor yaitu lalat Stomoxys calcitrans. Stomoxys calcitrans dapat menyebabkan kerugian ekonomi pada industri peternakan karena dapat menyebabkan stres pada hewan, menurunkan produktivitas dan kualitas susu dan daging, mengalami penurunan berat badan, serta menyebarkan penyakit infeksi yang dapat berdampak pada kesehatan hewan dan manusia. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi apakah perasan daun pandan dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan insektisida kimia. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun pandan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kematian lalat Stomoxys calcitrans. Perlakuan P3 dengan konsentrasi 60% perasan daun pandan menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan P1 (20%) dan P2 (40%). Namun, konsentrasi yang paling efektif dalam membunuh lalat adalah pada perlakuan P4 (80%) dan P5 (100%), di mana kedua konsentrasi ini menunjukkan tingkat kematian lalat yang tertinggi. Kesimpulan: Perasan daun pandan memiliki potensi sebagai insektisida alami yang efektif terhadap lalat Stomoxys calcitrans. Konsentrasi perasan daun pandan sebesar 80% (P4) dan 100% (P5) menunjukkan efektivitas yang paling tinggi dalam membunuh lalat penghisap darah tersebut. Penelitian ini memberikan bukti bahwa daun pandan dapat menjadi alternatif insektisida alami yang ramah lingkungan dan efektif untuk pengendalian hama, khususnya lalat penghisap darah.
Studi Kasus : Enteritis pada Kambing di Kabupaten Blitar Wardhani, Hana Cipka Pramuda; Hermawan, Intan Permatasari; Kami, Krisantus PB
VITEK : Bidang Kedokteran Hewan Vol. 11 No. 2 (2021): VITEK-Bidang Kedokteran Hewan
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jv.v11i2.92

Abstract

A male goat aged 1 year was reported to have had 1 day of stool mixed with blood, decreased appetite and drinking, hair loss, thin body condition, soft stool consistency, lice, and liver worms. On further examination, temperature checks and other physical examinations were carried out, where the temperature of the goat was 39.0 and for physical examination of the goat there were lice, dull buu, and experienced weight loss so that it looked thin. Infusion of RL and Dextrose 5% SC, Bio ATP and B Complex 10 ml IM, Penstrep 7 ml IM, and Verm-O 1 tab Oral.
Pengaruh Endosulfan terhadap Perubahan Histopatologi Hepar Mencit (Mus musculus) Wardhani, Hana Cipka Pramuda
Media Kedokteran Hewan Vol. 31 No. 1 (2020): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v31i1.2020.1-10

Abstract

ABSTRAKOrgan yang paling banyak terkontaminasi oleh paparan adalah hati, karena fungsinya sebagai adetoksifikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan histopatologi hati mencit (Mus musculus) akibat Endosulfan. Hewan percobaan yaitu 20 ekor mencit jantan dengan berat badan 20 gram. Paparan per-oral menggunakan Endosulfanon dengan dosis tunggal setiap perlakuan. Setelah 7 hari adaptasi, perlakuan kelompok pada hari kedelapan sebanyak 1cc per oral dengan dosis sebagai berikut: P1 6,25mg/kg berat badan/1cc/oral, P2 12,5mg/kg berat badan/1cc/oral dan P3 25mg/kg berat badan/1cc/oral. Pada hari kesepuluh dilakukan nekropsi untuk pengambilan hati mencit dan pembuatan mikro slide. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan undian. Sel hati yang mengalami inflamasi, degenerasi, dan nekrosis dihitung dengan sistem skoring. Hasil penilaian dianalisis oleh Kruska-Wallis. Jika hasil menunjukkan P <0,05 (berbeda nyata) maka dilanjutkan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Endosulfan berpengaruh terhadap perubahan histopatologi hati mencit. Dosis tertinggi 25mg/kg berat badan dapat menyebabkan keracunan dan kematian. Dosis terendah 6,25mg/kg berat badan dapat menyebabkan inflamasi, degenerasi, dan nekrosis secara histopatologi pada hati mencit. Dosis yang lebih tinggi diberikan untuk mendapatkan tingkatan yang semakin parah pada perubahan patologisnya.
Ivermectin Versus Selamectin and Fipronil as Ectoparasite Treatment in Cats and Dogs: A Literature Review Hermawan, Intan; Desiandura, Kurnia; Wardhani, Hana Cipka Pramuda
Media Kedokteran Hewan Vol. 35 No. 2 (2024): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v35i2.2024.179-196

Abstract

Ectoparasite is commonly found on the skin and can cause dermatological problems. In veterinary practices, ivermectin, selamectin, and fipronil are commonly used to treat ectoparasitosis. This article aims to deeply examines the indications and contraindications of ivermectin, selamectin and fipronil. Ectoparasites are commonly found in cats and dogs and make up a large percentage of cases compared to other diseases. Therefore, it is important to have an understanding of the drugs that are effective against ectoparasites. In the past, ivermectin was a popular antiparasitic drug due to its high efficacy. However, its safety is not directly proportional its efficacy. Ivermectin has adverse effects, as evidenced by numerous case reports of overdose, intoxication, and interference with certain organ functions. In the field of pharmacology, many new drugs have been developed with the expectation of improved efficacy and safety. Two examples of such drugs are selamectin and fipronil. This article allows veterinarians and other readers to compare the safety and efficacy of these drugs before administering them to their patients.
PENINGKATAN SUMBER DAYA EKONOMI PETERNAK KELINCI DI KEDIRI MELALUI PERBAIKAN MANAJEMEN PAKAN DAN PRODUKSI Sigit, Miarsono; Wika Adi Pratama, Junianto; Wardhani, Hana Cipka Pramuda; Nur Ardiansyah, Ferdi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2634-2645

Abstract

Kediri is a densely populated city that has problems regarding livestock. The problems that are often experienced are the land for raising livestock and the availability of feed. Raising rabbits is one of the ways used by the Sumber Rejeki livestock group in Kediri. Rabbits can digest various types of feed, so that it can facilitate the maintenance process, especially in the Kediri area which utilizes local feed resources. Rabbits have good potential and can be superior in terms of reproduction and production. The hope is that with rabbit cultivation, group members will be able to improve the economy and nutritional value of the family or the wider community. Constraints that are often experienced by rabbit breeders are the number of puppies that are relatively low in each period, the mortality rate is quite high in puppies and adult rabbits due to frequent bloating and diarrhea, and the lack of information about the local waste that can be used as feed for rabbits. Lack of knowledge in preparing rations for rabbits at each different phase, and lack of knowledge about online marketing. The solution that is expected is to carry out training on proper rabbit cultivation, pregnancy checks, counseling on handling forage, and training members of livestock groups to prepare rabbit rations. Additional provision of complete feed ingredients for rabbits supplemented with cabbage leaves, moringa leaves, and sengon leaves as well as pollard, rice bran, copra meal, soybean meal, drops, and mineral salts. And don't forget to teach marketing of their products in the form of rabbits and biscuits for rabbits online in electronic media and market places. The resulting outputs include increasing the number of children in the next period, reducing the mortality rate of rabbits, and making biscuit-shaped feed so that it is easier to bite and can be consumed by other rodents. This feed product will later be referred to as rabbit bio supplement biscuits. Making rations for weaning rabbits and brooders.