Ermaya Suradinata
1) Kelurahan Majaran Distrik Salawati Kabupaten Sorong Program Magister Terapan Studi Pemerintahan Daerah Institut Pemerintahan Dalam Negeri 2, 3) Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH REFORMASI BIROKRASI DAN BUDAYA KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD DR. R. SOEDJONO SELONG, KABUPATEN LOMBOK TIMUR Suardi; Ermaya Suradinata; Kusworo; Ali Hanafiah Muhi
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 2 No 3 (2019): JURNAL PAPATUNG Volume 2 Nomor 3 Tahun 2019
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.303 KB) | DOI: 10.54783/japp.v2i3.21

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reformasi birokrasi dan budaya kerja terhadap kinerja pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 270 orang pegawai yang diambil memalui teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi birokrasi dan budaya kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah dr. R. Soedjono Selong Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat reformasi birokrasi dan budaya kerja, maka akan semakin tinggi pula kinerja pegawai. Kata Kunci: reformasi birokrasi, budaya kerja, kinerja pegawai. Abstract This study aims to analyze the effect of bureaucratic reform and work culture on employee performance at the Regional General Hospital, dr. R. Soedjono Selong, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This study uses a quantitative method with 270 respondents employed through the stratified random sampling technique. The results showed that bureaucratic reform and work culture had a positive and significant effect on employee performance at the Regional General Hospital dr. R. Soedjono Selong, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province. This proves that the higher the level of bureaucratic reform and work culture, the higher the employee's performance will be. Keyword: bureaucratic reform, work culture, employee performance.
MODEL STRATEGI KEBIJAKSANAAN POROS MARITIM PEMBANGUNAN GLOBAL HUB BANDAR KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Joko Susilo Raharjo; Ermaya Suradinata; Sampara Lukman; Lalu Wildan
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 2 No 3 (2019): JURNAL PAPATUNG Volume 2 Nomor 3 Tahun 2019
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.419 KB) | DOI: 10.54783/japp.v2i3.22

Abstract

Abstrak Dalam menuju Poros Maritim Dunia dan memanfaatkan potensi ALKI II sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia dapat dimaksimalkan dengan melakukan pembangunan berbasis kemaritiman. Indonesia menuju poros maritim dunia yang dapat diwujudkan melalui rencana pembangunan pelabuhan global Hub Internasional di Bandar Kayangan Lombok Utara Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengembangan model baru, dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis implementasi kebijaksanaan publik model Grindle (1980) dan dilanjutkan dengan analisis strategi ASOCA. Kebijaksanaan pembangunan global Hub Bandar Kayangan belum maksimal. Oleh karena itu diperlukan strategi untuk pemecahan masalah dalam pengambilan keputusan. Dari hasil analisis implementasi kebijaksanaan publik berdasarkan temuan empirik analisis strategi ASOCA maka, diperoleh konsep baru strategi model 7 P JSRW, yaitu: Peran pemerintah (proses Pendelegasian), Peraturan zonasi, Peran media dalam membuat opini public, Pemanfaatan tenaga kerja lokal, Peran perguruan tinggi dalam mencetak tenaga ahli, Pelaku bisnis (menarik investor), dan Pemberlakuan hukum yang adil. Kata Kunci: Model, Strategi Kebijakan, Poros Maritim, Global Hub. Abstract In heading towards the World Maritime Axis and utilizing the potential of ALKI II as the Indonesian Archipelago Sea Channel, it can be maximized by conducting maritime-based development. Indonesia is heading towards the world's maritime axis which can be realized through the plan to develop an International Port global hub in Bandar Kayangan, North Lombok, West Nusa Tenggara Province. This study aims to find the development of new models, using qualitative research designs with descriptive research type. The analysis used in this study is an analysis of the implementation of Grindle's (1980) model of public policy and continued with the analysis of the ASOCA strategy. The Bandar Kayangan Hub global development policy has not been maximized. Therefore we need a strategy for solving problems in decision making. From the results of the analysis of the implementation of public policy based on empirical findings of ASOCA strategy analysis, a new concept of JSRW 7P model is obtained, namely: The role of government (Delegation process), Zoning regulations, The role of the media in making public opinion, Utilization of local workforce, The role of universities in printing experts, business actors (attracting investors), and the application of fair law. Keywords: Model, Policy Strategy, Maritime Axis, Global Hub.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TERHADAP TINGKAT STRESS DAN KOMITMEN KERJA PERSONIL MAKO KOARMADA I TNI ANGKATAN LAUT Sigit Dandung Utomo; Ermaya Suradinata; Sampara Lukman; Ika Sartika
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 3 No 2 (2020): JURNAL PAPATUNG Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v3i2.123

Abstract

According to data sourced from Koarmada I TNI AL, during 2015 to 2019, the average mental pressure sufferer on Indonesian Navy personnel grew by around 5.19% per year. From the search results of the Indonesian Navy archives, mental stress sufferers are generally caused by internal family, economic problems, difficulty in adapting, to leadership problems in the unit which are deemed not accommodating the aspirations of the personnel concerned. Therefore, this study focuses on analyzing the influence of leadership on the level of stress and work commitment of the Indonesian Navy's Mako Koarmada I personnel. This research uses quantitative methods. The quantitative approach itself uses the estimation technique of Structural Equation Modeling (SEM) and a literature review to explain the quantitative findings of this study. This study uses data sourced from 324 respondents. The results of this study indicate that the leadership variable has a significant effect on reducing stress levels, increasing work commitment, and increasing the social welfare of the personnel of Mako Koarmada I TNI AL. The success of this leadership commitment can occur in the long term and sustainably if the basis is oriented towards the development of the quality of human and organizational resources or what is known as transformative leadership as a new concept in this dissertation.
STRATEGI DAN MODE PEMERINTAH KOTA PALEMBANG DALAM MENERAPKAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN RUMAH MURAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH Hamdi Darmawan; Ermaya Suradinata; Rossy Lambelanova; Sampara Lukman
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 4 No 1 (2021): JURNAL PAPATUNG Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v4i1.364

Abstract

According to our Constitution, every person has the right to physical and moral prosperity, to a home, and to a safe and stable living atmosphere. Residence plays a critical role in defining the nation's character and identity as part of the initiative to create a whole human being. However, not all Indonesian people can get a decent place to live as mandated by our constitution. Their small income causes them to be unable to buy a house which is getting more expensive. The city government of Palembang has launched a policy of low-cost housing for low-income communities (MBR). However, this policy has not been maximally successful. This study intends to find the right strategy and model in implementing the policy. This research uses a qualitative approach by making in-depth observations and a literature approach.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SELEKSI TERBUKA DALAM JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU A. Mius; Ermaya Suradinata; Muh. Ilham; H. M. Aries Djaenuri
Jurnal Kebijakan Pemerintahan Jurnal Kebijakan Pemerintahan, Volume 2, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Fakultas Politik Pemerintahan IPDN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jkp.v2i1.917

Abstract

Implementation of Open Selection Policy in Primary High Leadership Position in Pekanbaru City, Riau Province. The Open Selection Policy in the Top Manager is the implementation of Law Number 5 Year 2014 concerning the State Civil Apparatus (SCA). The objective of open selection is to create apparatuses that have professionalism based on merit system. Implementation of the Open Selection Policy in the City of Pekanbaru is the first policy implemented in Sumatra. This study uses a descriptive design with a qualitative approach. Data was collected by interviewing informants consisting of regional heads, heads of selection teams, SCA who passed selection, observation and documentation, then analyzed to get a description. The results of the study indicate that the Implementation of the Open Selection Policy for TOP Managers in the City of Pekanbaru is carried out with the effectiveness of communication and clear distribution authority for each organ implementing the policy. Large funds are needed to build assessment centers, suit workloads and program incentives. There are indications of time uncertainty at each selection stage. The ideal model for open selection policy in Pekanbaru City should be an enrichment of the Edwards III Policy Implementation policy which is equipped with environmental variables and transparency indicators in communication variables. Keywords: policy, open selection, management, merit system.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPETENSI, DAN KOORDINASI TERHADAP EFEKTIVITAS TUGAS DAN FUNGSI DPRD PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 1. Rusman Yaqub, 2. Ermaya Suradinata, 3. Ngadisah, 4. Lalu Wildan
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 11 No 2 (2019): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.274 KB) | DOI: 10.54783/jv.v11i2.196

Abstract

Fenomena yang dijadikan objek penelitian adalah efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan penelitian adalah (1) Membahas pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi dan Koordinasi terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan (2) Mendapat konsep baru dari pembahasan pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi dan Koordinasi terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Sampel penelitian 149 responden diambil dari populasi 149. Penentuan 13 Informan Penelitian gunakan snow ball technique. Pengumpulan data menggunakan Studi Kepustakaan, Kuesioner, Wawancara dan Observasi. Teknik analisis data menggunakan Analisis SEM dan Analisis Deskriptif. Hasil penelitian adalah berikut. Besarnya pengaruh Kepemimpinan terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 0,67 ditentukan oleh communication, networking dan personifying the vision. Besarnya pengaruh Kompetensi terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 0,59 ditentukan oleh kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi etika; Besarnya pengaruh pengaruh Koordinasi terhadap Efektivitas Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 0,59 ditentukan oleh Kebijakan, Rencana, Prosedur dan Tata Kerja, Rapat dan Taklimat, Surat Keputusan Bersama/Surat Edaran Bersama, Tim, Panitia, Kelompok Kerja, Gugus Tugas. Konsep Baru yang diperoleh dari pembahasan hasil penelitian pengaruh Kepemimpinan, Kompetensi dan Koordinasi terhadap Efektivitas Tugas dan Fungsi DPRD Provinsi Kaltim adalah Konsep Baru I tentang Personifikasi Wawasan Kepemimpinan Legislatif; Konsep Baru II tentang Kompetensi Teknis Anggota Legislatif; Konsep Baru III tentang Forum Koordinasi Legislatif.
KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH DALAM PROSES PEMILIHAN UMUM BUPATI DAN WAKIL BUPATI DI KABUPATEN KARIMUN PROVINSI KEPULAUAN RIAU 1. Andri Hanico, 2. Ermaya Suradinata, 3. Kusworo
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 11 No 4 (2019): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.746 KB) | DOI: 10.54783/jv.v11i4.224

Abstract

Penelitian ini berjudul Kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Dalam Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Penelitian ini dilatarbelakangi karena ketertarikan penulis meneliti terhadap permasalahan yang timbul mengenai Kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Dalam Proses Pemulihan Umum Kepala Daerah di Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Penulis menemukan masalah Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Karimun masih lemah memanajemen kinerja organisasi dalam penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah kabupaten karimun pada 2015 hal tersebut terlihat dari tingkat partisipasi masyarakat yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Karimun dalam Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Karimun, faktor-faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhinya serta upaya-upaya yang mungkin dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam proses pemilihan kepala daerah di Kabupaten Karimun. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori Dwiyanto. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Kinerja Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Karimun dilihat dari indikator Produktivitas, Kualitas Layanan, Responsivitas, Responsibilitas, dan Akuntabilitas masih kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat dari minimnya anggaran serta sulitnya sarana dan prasarana penyeberangan laut. Saran kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam Proses Pemilihan Umum Kepala Daerah Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Karimun antara lain: perlu pengelolaan anggaran yang baik, meningkatkan sosialisasi, melakukan komunikasi dan kerja sama dengan instansi lain yang terkait.
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENYELESAIAN KONFLIK TANAH ULAYAT MALAMOI DI DISTRIK SALAWATI KABUPATEN SORONG PROVINSI PAPUA BARAT 1. Endang Irianti, 2. Ermaya Suradinata, 3. Hyronimus Rowa
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 11 No 4 (2019): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.243 KB) | DOI: 10.54783/jv.v11i4.230

Abstract

Penelitian ini berjudul strategi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik tanah ulayat adat Malamoi di Distrik Salawati Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat dan difokuskan pada strategi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik, faktor pendukung dan penghambat strategi, serta menemukan model dan menganalisis strategi yang sesuai dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Distrik Salawati Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Datadata dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara terhadap responden (sampel berjudul), penelahaan dokumen serta observasi lapangan. Teori yang digunakan dalam strategi pemerintah daerah menggunakan teori Ermaya Suradinata (2013: 18-37). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima strategi pemerintah daerah dalam penyelesaian konflik tanah ulayat Malamoi di Distrik Salawati Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat yaitu strategi AbO (Ability Opportunity), strategi SO (Strength Opportunity), strategi AgO (Agility Opportunity), strategi AbC (Ability Culture) dan strategi SC (Strength Culture). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik tanah ulayat Malamoi di Distrik Salawati Kabupaten Sorong yaitu tumpang tindih peraturan; nilai ekonomi tanah yang tinggi; kesadaran masyarakat meningkat; dan kemiskinan. Upaya penyelesaian konflik tanah ulayat Malamoi di Distrik Salawati Kabupaten Sorong yaitu dengan negosiasi; mediasi; konsiliasi; memecahkan masalah; dan rekonsiliasi.
MANIFESTASI DESENTRALISASI POLITIK DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH ERA UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 2014 DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH 1. Sri Mulyono, 2. Ermaya Suradinata, 3. Ngadisah, 4. Tjahya Supriatna
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 1 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.105 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i1.275

Abstract

Undang-Undang Desentralisasi berjalan dinamis dalam upaya menemukan model yang paling cocok untuk pemerintahan daerah di Indonesia. pada era Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Pembentukan Perda sebagai salah satu bagian desentralisasi politik mengalami perubahan mendasar dengan apa yang dikenalkan oleh Sadu (2017) sebagai keseimbangan vertikal dan horizontal. Keseimbangan horizontal adalah fungsi Bapemperda DPRD kabupaten/kota sebagai aktor utama dalam pembentukan Perda kabupaten/kota. Di pihak lain, mekanisme pembentukan Perda yang sebelumnya diserahkan seluas luasnya kepada daerah kini berubah drastis harus tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang undangan yang lebih tinggi atau yang dikenal sebagai Perda Amanah. Kondisi ini membuat nilai nilai atau muatan kepentingan Pemerintah Pusat mendominasi setiap Perda di Kabupaten Semarang. Penelitian ini mengambil judul Manifestasi Desentralisasi Politik dalam Pembentukan Peraturan Daerah Era Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah di Pemerintahan Daerah Kabupaten Semarang. Perda yang menjadi Objek Penelitian adalah seluruh Perda Kabupaten Semarang pada 2015, 2016, dan 2017. Proses pembentukan Perda dianalisis menggunakan teori William N. Dunn (1999). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara, observasi, wawancara dan mengumpulkan dokumentasi (Arikunto (2002). Merujuk Spradley, Penentuan informan pada penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan akhirnya diperoleh simpulan bahwa: 1) Manifestasi desentralisasi politik dalam pembentukan Perda Kabupaten Semarang lebih tepat merupakan Amanah daripada devolusi. Desentralisasi Amanah memang lebih tepat dalam kerangka NKRI. 2) Desentralisasi politik amanah dominan dipengaruhi nilai nilai dari Pemerintah Pusat. 3) Aktor dominan dalam pembentukan Perda adalah eksekutif Kabupaten Semarang sehingga keseimbangan horizontal yang dikemukakan Sadu (2017) belum termanifestasikan di lapangan. 4) Muncul aktor baru dalam pembentukan Perda Kabupaten, yakni Gubernur yang punya peran penting dalam proses evaluasi, fasilitasi dan pemberian nomor register untuk setiap Perda. 5) Proses pembentukan Perda Kabupaten Semarang membutuhkan teknologi digital untuk menjamin kualitas, transparansi, efektivitas dan efisiensi.
KINERJA PEMERINTAH KAMPUNG DALAM PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA (ADD) DI KAMPUNG NOHON DISTRIK PASSUE KABUPATEN MAPPI PROVINSI PAPUA Ucok Pardosi; Ermaya Suradinata; Rossy Lambelanova
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 4 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.677 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i4.335

Abstract

Kinerja dari Pemerintah Kampung Nohon dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dianggap kurang maksimal, hal ini dikarenakan masih lambatnya sumber daya aparatur, kurangnya pemahaman tentang teknologi dan informasi dan juga sarana dan prasarana pendukung lainnya yang masih kurang. Penelitian ini secara kualitatif terkait indikator kinerja organisasi, yaitu Produktivitas, Kualitas Layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan Akuntabilitas (Dwiyanto dalam Sudarmanto,2015:16) diimbangi dengan faktor pendukung dan faktor penghambat serta strategi dalam rangka meningkatkan kinerja Pemerintah Kampung Nohon menggunakan analisis ASOCA (Suradinata,2013). Hasil penelitian menunjukkan kemampuan kinerja Pemerintah Kampung Nohon sudah cukup baik, namun perlu adanya peningkatan kualitas dari Perangkat Kampung, selain itu juga perlu adanya standar operasional prosedur tentang pelaksanaan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) serta perlu adanya peningkatan sarana dan prasarana pendukung. Strategi yang juga merupakan saran yakni motivasi serta dorongan kerja dari Kepala Kampung kepada perangkatnya, adanya standar operasional prosedur yang dibuat, bimbingan teknis, dan koordinasi antara Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Pemerintah Kampung terkait pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD), serta pemberian insentif kerja kepada Perangkat Kampung.