Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

DOUBLE BURDEN IN THE ERA OF GLOBALIZATION: THE CASE OF WOMEN WORKERS IN INDONESIA Ardelia, Dela; Pramiyanti, Alila
TOPLAMA Vol. 3 No. 1 (2025): TOPLAMA
Publisher : PT Altin Riset Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61397/tla.v3i1.366

Abstract

This study aims to analyze the double burden phenomenon experienced by working women in Indonesia in the era of globalization, focusing on how the gender division of labor, role conflict, and structural and cultural factors affect their social welfare. The approach used is mixed methods by combining a nationwide quantitative survey and qualitative analysis through in-depth interviews, focus group discussions, and participatory observation. The research subjects consisted of women workers in the formal and informal sectors with an age range of 30-50 years, education levels from elementary school to bachelor's degree, and married marital status. Data analysis was carried out in stages through descriptive statistics, regression, and thematic analysis, then integrated through triangulation to strengthen the validity of the results. The research findings show that the majority of women workers face a double workload, namely the responsibility of public work for an average of eight hours per day, as well as domestic work that remains attached to them. This triggers fatigue, stress, and role conflicts that have an impact on well-being. The results of the discussion confirm that the double burden phenomenon is closely related to patriarchal structures, global capitalism, and the lack of social policy support. In conclusion, gender-sensitive policies, redistribution of domestic roles, and recognition of the value of care work are needed to reduce inequality and improve the welfare of working women in Indonesia.
Pengalaman Body Shaming Remaja Perempuan Di Instagram Firdausia, Salsabila; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan perkembangan Teknologi yang sangat pesat saat ini, semua hal yang diinginkan dan dibutuhkan olehsemua orang dapat diwujudkan secara mudah dan terbilang instan apalagi dalam perkembangan mediakomunikasi. Salah satu kemajuan media komunikasi yang sering digunakan pada saat ini adalah Instagram.Instagram memiliki banyak kelebihan dan kekurangan salah satu kekurangannya ialah dapat menimbulkantindakan body shaming. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan metode kualitatif deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara semi-terstruktur terhadap 4 orang informan yangpernah mengalami body shaming di Instagram. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa para korbanmendapatkan body shaming secara verbal yang berbeda-beda seperti komentar kurus, gendut, berjerawat, danterlalu pendek Kemudian para korban berpendapat bahwa tindakan body shaming yang terjadi sangat susah untukdiatasi karena Instagram merupakan salah satu media sosial yang mengizin kan penggunanya untuk bertukarkomentar dengan sebebas-bebasnya. Selanjutnya menunjukan bahwa para korban mengalami penurunankesehatan mental akibat gangguan komentar negatif terhadap fisik mereka dan menyebabkan terganggunyaaktifitas dan pola prilaku korban ketika melakukan aktifitas di media sosial instgaram.Kata kunci-Instagram, body shaming, remaja perempuan
Konstruksi Cantik Di Media Sosial Instagram: Studi Etnografi Virtual Maraknya Akun Instagram Kampus Mahasiswi Cantik Doniek, Ullaya Yasmin Putri; Pramiyanti, Alila; Pasaribu, Anggian Lasmito
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi cantik pada perempuan masih terjadi hingga saat ini. Tak hanya terjadi pada media konvensional, namun kini sudah beralih pada media sosial khususnya Instagram dan salah satunya terjadi pada akun Instagram kampus mahasiswi cantik @uicantikid dan @ugmcantik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konstruksi cantik yang dibangun oleh kedua akun tersebut. Peneliti menggunakan teori Mitos Kecantikan yang dicetuskan oleh Naomi Wolf. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode etnografi virtual yang berfokus pada empat level. Adapun teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah observasi dan wawancara secara daring. Hasilnya pada level ruang media, admin memilih Instagram sebagai media dikarenakan tidak adanya hak cipta dalam mengunggah ulang. Pada level dokumen media, hampir semua unggahan merupakan foto mahasiswi cantik yang memiliki kesamaan dalam ciri-cirinya, yaitu perempuan berkulit putih dan berbadan kurus serta sisanya adalah iklan berbayar. Pada level objek media, terdapat tujuh jenis komentar yang ditemukan pada kedua akun yang mana komentar tersebut merujuk pada konstruksi cantik hingga objektifikasi perempuan. Terakhir, level pengalaman, realitas dalam memilih foto yang akan diunggah, admin memiliki kriteria tertentu yang harus dipenuhi, salah satunya merupakan mahasiswi terkenal. Serta realitas dari sisi kedua informan ialah, admin memilih sendiri foto yang akan diunggah dari mahasiswi yang sudah terpilih.Kata Kunci-Konstruksi Cantik; Instagram; Mitos Kecantikan
Analisis Wacana Kritis: Realitas Isu Keperawanan Perempuan Dalam Konten Youtube Deddy Corbuzier Fadiilah, Nafiisah Al; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian mengenai analisis realitas isu keperawanan yang ada dalam konten disaluran Youtube Deddy Corbuzier. Diskriminasi perempuan masih menjadi sebuah polemik, khususnyamengenai isu keperawanan yang kerap dilekatkan pada perempuan. Keberadaan media baru terutama mediasosial dalam internet menghadirkan kebebasan khalayak untuk berkomunikasi dan berkreasi di dalamnya,termasuk mantan pesulap yang saat ini aktif menjadi Youtuber yaitu, Deddy Corbuzier. Deddy Corbuziersempat membuat heboh lantaran kontennya bersama Agung Karmalogy dan juga kontennya bersama Catheezyang dianggap tidak sopan karena menyinggung keperawanan perempuan. Penelitian ini bertujuan untukmenelusuri lebih dalam tentang realitas dari isu keperawanan. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif.dengan fokus penelitian ada pada konten podcast Deddy Corbuzier bersama Agung Karmalogy dankonten podcast bersama Catheez yang dianggap publik telah menyinggung keperawanan perempuan.Mengandalkan analisis wacana kritis sebagai metode penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan denganobservasi, dokumentasi, hingga wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga poin yang menjadisebuah realitas dari kedua konten di saluran Youtube Deddy Corbuzier tersebut yaitu, isu keperawanandipandang sebagai topik yang menarik, masih lekatnya nilai keperawanan untuk perempuan, dan banyaknyarespons negatif dari audiens terhadap sikap Deddy Corbuzier dalam dua kontennya. Kata Kunci-realitas, keperawanan, konten, audiens
Fenomena Perilaku Phubbing Siswa Smk Dalam Menggunakan Media Sosial Budiantho, Edita Salsabila; Pramiyanti, Alila
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena phubbing semakin menjadi perhatian di kalangan siswa sebagai salah satu isu sosial. Pada masa ini, merekacenderung terdistraksi oleh teknologi dan menghabiskan waktu dengan menggunakan smartphone dan mediasosialnya. Akibatnya, mereka sering kali melupakan pentingnya bersosialisasi secara langsung dengan lingkungansekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan apa yang menyebabkan siswa/i SMK melakukanperilaku phubbing di media sosial ketika di lingkungan sosial, serta mengapa mereka cenderung melakukan phubbingdan hanya fokus pada media sosial di smartphone. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif denganpendekatan fenomenologi, teori yang digunakan adalah fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini melibatkan 4informan kunci dan 4 informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku phubbing yang dilakukansiswa/i SMK berupa penggunaan media sosial Instagram dan Tiktok ketika berinteraksi sosial, membalas pesan, danmencari konten. Kemudian perilaku tersebut mereka lakukan dalam situasi sedang diskusi kelompok, adanyaketidaknyamanan tidak memegang smartphone, pembicaraan tidak menarik, dan sudah menjadi kebiasaannya. Sebabutama perilaku tersebut muncul ketika mereka menarik diri dari percakapan karena diabaikan, beralih kepadasmartphone karena tidak mendapatkan tanggapan, memilih smartphone saat obrolan tidak menarik, dan perasaan tidakdihargai. Kemudian motif tujuan tersebut muncul untuk menghindari interaksi sosial, menghindari ketidaknyamanandalam berinteraksi, dan mendapatkan hiburan serta pelarian dari interaksi sosial.Kata Kunci: Phubbing, Smartphone, Media Sosial, Siswa/i SMK
PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKSUALITAS SEJAK DINI YANG KOMPREHENSIF DI ERA DIGITAL: (PELATIHAN PADA GURU PAUD DI BOJONGLOA KALER, BANDUNG) Anggian Lasmarito Pasaribu; Alila Pramiyanti; Dindin Dimyati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7837

Abstract

Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan angka pelecehan dan kekerasan pada anak yang cukup tinggi sepanjang tahun 2023. Merujuk pada data yang dikeluarkan oleh SIMFONI-PPA bahwa masih cukup tinggi kasus pelecehan dan kekerasan yang terjadi pada anak PAUD. Salah satu penyebab tingginya kasus pelecehan dan kekerasan pada anak ini adalah karena masih rendahnya pendidikan seksual kepada anak usia dini. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan seksual sejak usia dini masih belum terbangun dan pendidikan seksualitas sendiri masih dibenturkan dengan nilai-nilai ketabuan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mencoba menghapuskan ketabuan tersebut dan menciptakan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan seksualitas pada anak usia dini sebagai cara untuk mengurangi angka pelecehan dan kekerasan pada anak. Pengabdian pada masyarakat yang dilakukan ini akan memberikan pelatihan kepada para guru di PAUD Nurmaina, Bojongloa Kaler, Bandung. Edukasi dan pelatihan mengenai hal ini dimulai dari guru-guru yang mengajar di sana yang harapannya agar kemudian para guru-guru ini dapat kembali mengedukasi Pendidikan seksualitas kepada anak-anak yakni siswa/siswi di PAUD Nurnaima dan juga kepada orang tua siswa/siswi, sehingga dapat terwujud harmonisasi dari berbagai pihak untuk bisa sunguh- sungguh mengupayakan pencegahan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak.
Pembuatan Konten Berbasis Storytelling untuk Meningkatkan Engagement Audiens Anggian Lasmarito Pasaribu; Alila Pramiyanti; Syakirah Ramsi Hasbi; Kayla Aulia Zaelani; Fazle Mawla Kurniadi
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10341

Abstract

Bercerita merupakan hal yang krusial dalam kehidupan kita sebagai manusia, dengan bercerita, informasi yang diberikan mampu meningkatkan perhatian dari audiens. Penelitian ini membahas tentang perkembangan media yang fokus dengan pengembangan media digital, pendorongan brand, organisasi, dan perusahaan. Di tengah tingginya arus informasi, brand dan kreator dituntut untuk menghadirkan konten yang tidak hanya informatif tetapi juga mampu membangun kedekatan emosional. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengarah kepada pendekatan emosional untuk brand dengan memberikan cerita bagi audiens tersebut. Era digital dengan cepatnya informasi yang masuk dengan jumlah yang masif juga mudah, pembuatan konten merupakan salah satu media untuk meningkatkan engagement pada brand, organisasi dan perusahaan. Kolaborasi antara pembuatan konten dan story-telling adalah hal yang efektif untuk meningkatkan engagement audiens.