Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Weblog sebagai Media Pembelajaran untuk Menumbuhkan Minat Baca Mahasiswa dalam Mata Kuliah Extensive Reading Endang Setiyo Astuti; Irwani Zawawi
DIDAKTIKA Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.922 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i1.690

Abstract

Rendahnya minat mahasiswa pada kegiatan membaca yang ditugaskan dalam pembelajaran mata kuliah extensive reading melatarbelakangi penelitian ini dilakukan. Dalam mata kuliah extensive reading, mahasiswa biasanya ditugasi untuk membaca bacaan yang mereka pilih sendiri dengan mengunduhnya di internet. Namun, melimpahnya jumlah bacaan di internet justru membuat beberapa mahasiswa mengalami kesulitan untuk menentukan bacaan mana yang sesuai minat dan kemampuan baca mereka. Maka, tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mendeskripsikan bagaimana weblog kelas dan kegiatan apa saja yang dilakukan untuk dapat membantu mahasiswa danjuga dosen dalam mengatasi permasalahan yang ada di kelas extensive reading ini.Weblog kelas berfungsi untuk membatasi jumlah materi yang melimpah di internet dengan mengumpulkan sejumlah link dan materi bacaan yang sesuai dengan minat dan kemampuan baca mahasiswa. Selain itu, weblog kelas juga berfungsi sebagai forum diskusi antar mahasiswa dan dosen untuk membahas masalah komponen bahasa yang ditemukan dalam teks bacaan. Sedangkan kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat membaca mahasiswa tidak hanya dilakukan di luar kelas namun juga di dalam kelas seperti independent reading, diskusi kelompok, dan presentasi kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrument angket, interview, dan observasi dalam pengumpulan data.
Pengembangan Alat Evaluasi Berbasis Three Tier Multiple Choice Menggunakan Wondershare Quiz Creator untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Nanda Eka Damayanti; Irwani Zawawi; Fatimatul Khikmiyah
DIDAKTIKA Vol 28 No 1 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.232 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v28i1.3902

Abstract

Evaluation can be used to measure the understanding of students' concepts in geometry material. However, there are still many students who have difficulty in understanding the concept of geometry. This often leads to misconceptions. An effort to identify misconceptions is to conduct a three-tier multiple choice-based evaluation test. Evaluation can take advantage of online question maker technology such as the Wondershare Quiz Creator application. The purpose of this research is to develop a three tier multiple choice based evaluation tool using wondershare quiz creator to identify misconceptions that can be used online. The development research model uses the 4D model. The research subjects were students of class VII-A SMPN 5 Lamongan. The research instruments used were interview sheets, validation sheets, test instruments, and questionnaires. The data analysis technique used qualitative and quantitative analysis. The result of the research is an evaluation tool based on three tier multiple choice using wondershare quiz creator to identify misconceptions as seen from: (1) the appropriateness of the evaluation tool meets the valid and effective criteria which reaches more than 60%. As well as with the statistical tests carried out, the instrument has met the criteria given so that the evaluation tool can be used. (2) Types of misconceptions consist of classification misconceptions, correlational misconceptions, and theoretical misconceptions. Of the three types of misconceptions, students experienced the most misconceptions at level 2, namely answering incorrect choice of reasons.
REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK MENURUT PANDANGAN BRUNER DALAM MENYELESAIKAN SOAL GEOMETRI DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA DAN JENIS KELAMIN Bony Fattah; Irwani Zawawi; Midjan Midjan
DIDAKTIKA Vol 24 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.404 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i2.333

Abstract

Representasi matematis sangat dibutuhkan oleh peserta didik agar dapat dengan mudahmenyampaikan ide-ide dan gagasan dengan menginterpretasikan pemikiran terhadap suatumasalah matematika. Dalam teori perkembangan kognitif, Bruner membedakan representasiatas enactive, iconic dan symbolic. Representasi matematis dapat dilatih dan dikembangkanmelalui kebiasaan menyelesikan soal-soal geometri. Selain itu representasi matematis eratkaitannya dengan kemampuan matematika dan jenis kelamin. Sehingga tujuan penelitian iniadalah untuk mendeskripsikan representasi matematis peserta didik menurut pandangan Brunerdalam menyelesaika soal geometri ditinjau dari kemampuan matematika (tinggi, sedang, danrendah) dan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) di SMPN 1 Duduk SampeyanPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 6peserta didik kelas VIII-H SMPN 1 Duduk Sampeyan. Metode pengumpulan data yangdigunakan adalah metode tes dan wawancara. Instrument yang digunakan dalam penelitian iniadalah tes kemampuan matematika, tes representasi matematis, dan pedoman wawancara.Dari hasil analisis data, representasi matematis peserta didik laki-laki yang memilikikemampuan matematika tinggi dapat memenuhi ketiga indikator representasi matematis, pesertadidik laki-laki yang memiliki kemampuan matematika sedang dapat memenuhi ketiga indikatorrepresentasi matematis, sedangkan peserta didik laki-laki yang memiliki kemampuanmatematika rendah hanya dapat memenuhi dua indikator representasi matematis. Representasimatematis peserta didik perempuan yang memiliki kemampuan matematika tinggi dapatmemenuhi ketiga indikator representasi matematis, peserta didik perempuan yang memilikikemampuan matematika sedang dapat memenuhi dua indikator representasi matematis,sedangkan peserta didik perempuan yang memiliki kemampuan matematika rendah tidak dapatmemenuhi ketiga indikator representasi matematis.
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATRIKS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) admin admin; Sri Suryanti; FATIMATUL Khikmiyah; Irwani Zawawi; Siti Fauziyah
DIDAKTIKA Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.527 KB)

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran yang memfokuskan pada peningkatan penguasaan konsep mahasiswa terhadap materi matriks. Sebagaicalon pendidik, mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika dibekali dengan kompetensi professional yang berkaitan dengan penguasaan materi secara mendalam. Kompetensi profesional ini diberikan melalui mata kuliah aljabar yang salah satunya adalah mata kuliah Matriks. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tim lesson study (LS) mencoba menerapkan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray. Kegiatan LS dilaksanakan sebanyak 4 siklus dan setiap siklusnya terdapat 3 tahap yaitu, plan, do dan see. Hasil observasi dari siklus 1 sampai 4 menunjukkan penguasaan mahasiswa terhadap konsep meningkat, pada siklus ke-3 dan ke-4 mahasiswa mampu mempresentasikan hasil diskusi mereka tanpa membawa catatan serta dapat menyimpulkan sendiri materi yang mereka pelajari tanpa arahan dari dosen dan tanpa melihat buku.Dan berdasarkan nilai kuis mahasiswa pada siklus ke-2, ke-3, dan ke-4, menunjukkan adanya peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Pada siklus ke-2 nilai rata-rata mahasiswa 71,25; pada siklus ke-3 nilai rata-rata mahasiswa 87,28; pada siklus ke-4 nilai rata-rata mahasiswa 87,625. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray dapat meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa terhadap materi yang mereka pelajari.
Pengembangan Bahan Ajar E-Modul dengan Mengggunakan Aplikasi Kvisoft Flipbook Maker Materi Bangun Ruang Vinda Ambita; Irwani Zawawi; Sri Suryanti
DIDAKTIKA Vol 28 No 1 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.576 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v28i1.3903

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar e-modul dengan menggunakan aplikasi kvisoft flipbook maker materi bangun ruang di kelas VIII SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan 4D dengan langkah-langkah yaitu define, design, development, disseminate. Uji pengembangan dilakukan pada 39 peserta didik kelas VIII-E SMP Negeri 14 Surabaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, tes dan pengamatan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar wawancara, kuesioner gaya belajar peserta didik, kuesioner respon peserta didik, lembar validasi, soal tes, dan lembar pengamatan aktivitas peserta didik. Dan teknik analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa e-modul tidak perlu revisi berdasarkan saran dari para ahli. Validitas bahan ajar e-modul termasuk sangat valid. Menurut penilaian para ahli bahan ajar e-modul termasuk praktis. Keefektifan media dilihat dari rata-rata persentase pertemuan pada kriteria aktif, persentase respon peserta didik termasuk kriteria baik, dan ketuntasan klasikal peserta didik terpenuhi. Sehingga e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif.
PENGARUH PENDEKATAN MATEMATIS REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK Ilmi Aliyah Firdaus; Irwani Zawawi; Sri Suryanti
JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) Vol 5, No 4 (2022): JPMI
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/jpmi.v5i4.10837

Abstract

The research was conducted with the aim of knowing mathematic learning with a realistic mathematics approach has an effect on the ability to understand students’ mathematical concepts better. Conducted using a quasi-experimental research type, the learning process applied involves two types of classes, namely the experimental class and the control class. PMR-based learning is used in the experimental class, while the control class is used for conventional learning. Considering that mathematics lessons cannot be separated from students' creative learning abilities, in addition to the posttest only control design in the form of a final test of understanding the concept of research instruments, such as learning creativity questionnaire sheets are also given to students. Using Statistical Product and Service Solutions (SPSS) data analysis techniques with a probability value (significant) of 5%, it shows a positive influence which means that H0 is rejected and H1 is accepted. Based on the descriptive data obtained, it is known that the mean posttest learning outcomes in the experimental class (PMR) are greater than the control class (conventional), which illustrates the application of learning using PMR has a significant influence on the ability to understand mathematical concepts and learning creativity of class VIII SMP Muhammadiyah 1 Babat.
Pengembangan LKPD berbasis Masalah Kontekstual Untuk Meningkatkan Kemandirian Peserta didik, Bawean Noor Shabiha Farhana; Irwani Zawawi; Sri Suryanti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i3.13637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa LKPD berbasis masalah kontekstual pada mata pelajaran matematika materi perbandingan kelas VII SMP/MTs.sederajat untuk meningkatkan kemandirian belajar peserta didik yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian research and development (R&D) dengan model ADDIE yang ADDIE terdiri dari 5 tahapan yakni Analisis (Analysis), Desain (Design), Pengembangan (Development), Penerapan (Implementation), Evaluasi (Evaluation). Intrumen kevalidan berupa angket validasi dari ahli materi dan ahli media dengan memperoleh nilai persentase 89,41%. Instrumen kepraktisan berupa angket respon peserta didik dengan memperoleh nilai persentase 81,35%..  Subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 peserta didik MTs. Penaber, Bawean dengan mengisi angket kemandirian dan mengerjakan pretest, kemudian dilakukan pembelajaran menggunakan LKPD dan diberikan posttest, angket kemandirian setelah pembelajaran, angket respon, dan dilakukan wawancara kepada peserta didik sebagai media evaluasi pengembangan LKPD ini.  Instrumen keefektifan berupa dilakukannya pretest dan posttest dengan memperoleh nilai 0,704 yang termasuk kategori tinggi serta angket kemandirian sebelum dan sesudah dilakukannya pembelajaran dengan memperoleh nilai sebesar 0,38 yang termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan analisis tersebut LKPD yang dikembangkan dapat dikatakan valid dan dapat digunakan dalam pembeelajaran di kelas VII SMP/MTs. Sederajat.Kata kunci : LKPD berbasis kontekstual, LKPD perbandingan, ADDIE
Analisis kemampuan literasi numerasi peserta didik smp ditinjau dari pola pikir matematis Nur Khomariah; Irwani Zawawi; Sri Suryanti
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2022): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v13i3.13632

Abstract

Kemampuan literasi numerasi peserta didik merupakan salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan dalam menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Salah satu faktor yang mempengaruhi literasi numerasi peserta didik adalah pola pikir matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi peserta didik dengan pola pikir matematis dalam menyelesaikan soal kontekstual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desktiptif yang dilaksanakan di UPT SMPN 18 Gresik pada semester gasal tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengambilan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Subjek pada penelitian ini adalah 2 peserta didik kelas VIII-I dengan jenis pola pikir matematis yang berbeda. Pengambilan data melalui angket, tes dan wawancara dan dianalisis menggunakan model Milles dan Hubberman meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi dan pengambilan keputusan. Teknik uji keabsahan data yang diperoleh berupa triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang memiliki growth mindset berada pada level 1,2,3,4,5, sedangkan peserta didik yang memiliki fixed mindset berada pada level 1,2,3.
Development Evaluation Tool Two Tier Multiple Choice Using Wondershare Quiz Creator to Identify Mathematical Connection Sri Ayu Lestari; Irwani Zawawi; Fatimatul Khikmiyah; Nur Fauziyah
JME (Journal of Mathematics Education) Vol 6, No 2 (2021): JME
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.739 KB) | DOI: 10.31327/jme.v6i2.1607

Abstract

The research objective is to develop an  evaluation tool two tier multiple choice using the wondershare quiz creator to identify students mathematical connection capabilities. The research model uses ADDIE. The test subjects in the study were class VII-D of Islamic Qon Middle School. The research instruments used were interview sheets, validation sheets, test instruments, and questionnaires. Data analysis techniques were carried out quantitatively and qualitatively. The results are: (1) the evaluation tool is feasible because it meets 2 valid and effective criteria. Valid criteria based on the assessment of media experts 94% (very feasible), and 80% material experts (feasible). Effective criteria are seen from the response of students and the quality of the items. The results of the students' responses were 82% (very interesting). While the quality of the items, the validity test contained 1 invalid question. Reliability test, there is 1 unreliable question. The difficulty level test has 7 moderate questions, 3 easy questions, and there are no difficult questions. The distinguishing power test contained 2 very good questions, 6 good questions, 2 enough questions, and not in the bad category. There were 11 distractors at the first level and 6 at the second level who were selected from all students. (2) The percentage of mathematical connections is very high 39.3%, high percentage 46.4%, moderate percentage 3.6%, low percentage 3.6%, and very low percentage 7.1%.
PENGEMBANGAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM BERBASIS MOODLE MODEL PEMBELAJARAN ICARE PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL Aliyatur Roikha; Fatimatul Khikmiyah; Irwani Zawawi
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 15, No 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.11072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Learning Manajement System berbasis Moodle dengan model pembelajaran ICARE pada materi aritmetika sosial. Pengembangan System ini dilakukan untuk membantu siswa pada pembelajaran aritmetika sosial agar lebih efektif. Penelitian ibi terdapat 3 kriteria kelayakan dalam pengembangan ini yaitu valid,efektif dan praktis. Penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate) adalah metode yang digunakan. Pada proses pengembangan ini menggunakan lembar validasi ahli sebagai tolak ukur kevalidan. Menggunakan kuisioner respon peserta didik sebagai tolak ukur keefektifan dan tes hasil belajar sebagai tolak ukur kepraktisan. Subjek pada penelitian ini sebanyak 15 peserta didik kelas VII B Mts Tarbiyatus Shibyan Petung, siswa mempelajari materi yang sudah dikemas dalam Moodle, lalu siswa mengerjakan soal yang sudah disediakan dan dipelajari setelah itu diberikan kuisioner sebagai tolak ukur kefektifan Learning Manajement System dan hasil belajar peserta didik sebagai tolak ukur kepraktisan Learning Manajement System. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan Learning Manajement System berdasarkan validasi ahli materi sebanyak (87,3%) dan validasi ahli media sebanyak (90%), keefetifan memperoleh hasil (83,1%) serta kepraktisan memperoleh hasil (93,47%). Penelitian ini diharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan Learning Manajement System berbasis Moodle model pembelajaran ICARE pada materi aritmetika sosial.