Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Telenursing for Cancer Early Detection and Prevention Putu Oka Yuli Nurhesti; Putu Anda Tusta Adiputra; Made Oka Ari Kamayani; Ni Ketut Guru Prapti
Journal of A Sustainable Global South Vol 7 No 2 (2023): August 2023
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/jsgs.2023.v07.i02.p07

Abstract

Abstract The increasing incidence and prevalence of cancer in the world is a global problem that requires definitive efforts to prevent it through community empowerment. The 2018 cancer incidence rate in the world is 14.1 million cases with a death rate of 8.2 million and this figure is expected to continue to increase every year. The prevalence of cancer in the province of Bali is 2.3%, this incidence continues to increase. Prevention and early detection of cancer will reduce both cancer morbidity and mortality. The purpose of this activity is to empower the community through the utilization of science and technology and telenursing in the prevention and early detection of cancer in Kedisan Village, Tegalallang, Gianyar. The method used is training and simulation of the use of virtual meeting media regarding the prevention and early detection of cancer in youth committee members and members. The results of the activity show that there is a significant difference in the knowledge of respondents before and after training and simulation with a value of p = 0.001, there is an increase in knowledge before and after training and simulation. This method can be a community empowerment method in preventing cancer, especially in the younger generation. Cancer prevention can be done by conducting cancer prevention training and simulations using various virtual methods Index Terms— prevention, early detection, cancer, telenursing
PENGARUH WORKPLACE STRETCHING EXERCISE TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS UDAYANA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hariani, Ni Wayan Deva Diah; Prapti, Ni Ketut Guru; Antari, Gusti Ayu Ary
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2023.v11.i05.p06

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan serangkaian sakit atau rasa tidak nyaman yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa keperawatan selama pembelajaran daring. Salah satu intervensi yang dapat mengurangi keluhan muskuloskeletal adalah Workplace Stretching Exercise (WSE). WSE merupakan serangkaian peregangan aktif yang dapat dilakukan di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh WSE terhadap MSDs. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test only. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 mahasiswa yang tergabung dalam satu kelompok dengan menggunakan teknik purposive sampling. Keluhan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM). Jenis keluhan sebelum diberikan intervensi yang paling sering dialami oleh mahasiswa adalah di bahu kanan 78,6%. Setelah diberikan intervensi keluhan paling sering adalah leher atas 53,6%. Skor rata-rata MSDs sebelum dan setelah diberikan intervensi mengalami penurunan dari 51,00 menjadi 39,25. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon test pada tingkat kemaknaan 95% didapatkan hasil p-value 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh WSE terhadap MSDs pada mahasiswa keperawatan Universitas Udayana.
GAMBARAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PEKERJA KANTORAN DALAM DUA DEKADE MENDATANG Astari, Ni Made Winda; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Prapti, Ni Ketut Guru; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 12 No 2 (2024): April 2024
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i02.p15

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan kontributor utama penurunan kualitas hidup dan kecacatan dengan angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskular memiliki periode asimtomatik yang panjang sehingga upaya pencegahan dan pengendalian sangat penting dilakukan, salah satunya adalah melalui penilaian risiko penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran risiko penyakit kardiovaskular pada pekerja kantoran dalam dua dekade mendatang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di salah satu bank yang berlokasi di Kabupaten Gianyar. Sampel dari penelitian ini adalah 30 orang pegawai yang dipilih menggunakan teknik probability sampling jenis total sampling. Penelitian ini terdiri dari pengukuran antropometri dan penilaian risiko penyakit menggunakan kuesioner Healthy Heart Score yang berfokus terhadap penilaian sembilan gaya hidup yang diketahui paling efektif dalam menilai risiko penyakit kardiovaskular. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 46,7% responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang dan sebanyak 40% lainnya memiliki risiko sedang. Selain itu, hasil analisis pola hidup menunjukan bahwa mayoritas responden mengonsumsi buah dan sayur tidak sesuai rekomendasi (76,7%), sebagian besar mengonsumsi minuman manis (67,3%), sebagian tidak melakukan aktivitas fisik (50%) dan sebagian rutin mengonsumsi alkohol (50%) dalam satu tahun terakhir. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki risiko penyakit kardiovaskular yang tinggi dalam dua dekade mendatang yang dinilai berdasarkan gaya hidup.
DINAMIKA PERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER: STUDI KUALITATIF Sawitri, Ni Komang Ari; Rahajeng, Indah Mei; Prapti, Ni Ketut Guru; Sulistiowati, Ni Made Dian; I Gusti Agung Kumala Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.7

Abstract

Pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah memerlukan perawatan diri yang adekuat dalam kehidupan sehari-hari.  Aktifitas perawatan diri dalam penyakit kronis secara keseluruhan dilakukan oleh individu dan keluarga. Penelitian ini akan mengesplorasi informasi dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan yang adekuat untuk penatalaksanaan penyakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara untuk pengambilan datanya. Wawancara mendalam kepada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh  darah, keluarga pasien, tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah baik di Puskesmas maupun poliklinik jantung di rumah sakit rujukan BPJS di Kota Denpasar. Didapatkan satu tema besar dan 3 subtema dalam penelitian ini. Tema besarnya adalah “keberlangsungan perawatan” dan subtemanya adalah “rujukan, “kerjasama” dan “dinamika dukungan”. Perawatan bagi pasien PJK mengalami dinamika yang berkaitan dengan mekanisme rujukan, kerjasama pasien-keluarga-tenaga kesehatan, serta dukungan yang bersifat positif dan negatif dari keluarga terhadap pasien penyakit jantung koroner (PJK).
Hemodialysis Duration and Symptom Burden in Patients with Chronic Kidney Disease Putri, Ni Kadek Winda Handayani; Antari, Gusti Ayu Ary; Manangkot, Meril Valentine; Prapti, Ni Ketut Guru
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.13078

Abstract

Background: hemodialysis is the most common renal replacement therapy for patients with chronic kidney failure. While hemodialysis therapy can prolong the life expectancy of patients, this therapy can also cause side effects that become a symptom burden for patients. Symptom burden is the combination of physical and psychological symptoms felt by patient. The severity of symptom burden can be influenced by various factors, one of them is the length of the patient undergoing hemodialysis. Purpose: the purpose of this study was to determine the relationship between the length of hemodialysis and symptom burden in patients with chronic kidney failure undergoing hemodialysis at Buleleng Regional General Hospital. Methods: this study was a descriptive correlational study with a cross-sectional approach and involved 70 respondents with chronic kidney failure obtained through purposive sampling technique. The instrument in this research used the Chronic Kidney Disease Symptoms Burden Index (CKD-SBI) and data analysis used the Chi Square test. Results: most respondents had undergone hemodialysis for ≥1 year (72.9%). Patients experienced an average of 14 symptoms with a mean symptom burden score of 21.07. The majority had mild symptom burden (84.3%). A significant relationship was found between the length of hemodialysis and symptom burden (p = 0.000) Conclusion: the duration of hemodialysis is significantly associated with symptom burden in chronic kidney failure patients. These findings highlight the importance of monitoring symptom burden, particularly among long-term hemodialysis patients.
Preoperative Anxiety in Elective Oncology Surgery: A Descriptive Study Kusuma, Putu Aldi Dana; Raya, Nyoman Agus Jagat; Nurhesti, Putu Oka Yuli; Prapti, Ni Ketut Guru
Jendela Nursing Journal (JNJ) Vol 9 No 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v9i2.13377

Abstract

Background: the phenomenon of cancer not only attacks the physical, but also the psychological. One of the actions to deal with physical problems is through elective oncology surgery, which often causes anxiety for patients. This anxiety cannot be considered a small thing because it can have an impact on delaying and even canceling oncology surgery. Objective: this study aims to describe the anxiety level of preoperative patients of elective oncology surgery. Methods: this study employed a descriptive observational study with a cross-sectional approach. Respondents were selected using a purposive sampling technique with specific inclusion and exclusion criteria. Data were collected through the distribution of demographic questionnaires and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) questionnaire and analyzed by descriptive statistics. Results: respondents in this study totaled 106, with 56 respondents who did not experience anxiety (52.8%), 27 respondents who experienced moderate anxiety (25.5%), 12 respondents who experienced severe anxiety (11.3%), 11 respondents who experienced mild anxiety (10.4%), and no one experienced panic attacks. Conclusion: most respondents did not experience anxiety, and almost half of the respondent’s experienced anxiety from low to severe levels. Nurses are expected to innovate in providing counseling, information, and education with digital media and technology related to reducing anxiety before oncology surgery, both in the inpatient and outpatient rooms.
GAMBARAN SAFETY CULTURE DALAM KEJADIAN DAN PENANGANAN KECELAKAAN KERJA PADA DEPARTEMEN FOOD AND BEVERAGE DI HOTEL X Suryaningtyas, Ni Luh Putu Yasinta; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Manangkot, Meril Valentine; Prapti, Ni Ketut Guru
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p11

Abstract

Keperawatan pariwisata mengkaji berbagai aspek terkait dengan kesehatan wisatawan, kesehatan masyarakat setempat, dan penyedia layanan pariwisata, dengan sektor perhotelan sebagai layanan pariwisata terpopuler. Salah satu departemen yang krusial dalam industri perhotelan adalah Departemen Food and Beverage (F&B), yang bertanggung jawab menyediakan makanan dan minuman berkualitas. Akan tetapi, departemen ini juga menghadapi risiko tinggi terkait dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, penting untuk meningkatkan safety culture di sektor perhotelan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan safety culture dalam kejadian dan penanganan kecelakaan kerja pada Departemen F&B di Hotel X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner SCART yang telah dimodifikasi kepada 121 pegawai Departemen F&B dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan, mayoritas pegawai adalah laki-laki (56,2%) dengan usia 26-35 tahun (33,1%). Mayoritas pegawai memiliki latar pendidikan SMA/SMK (38,0%) dan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun (62,0%). Terdapat 14,0% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan kuliner/hospitality dan sebanyak 22,3% pegawai tidak pernah mengikuti pelatihan K3. Insiden paling sering terjadi akibat benda tajam yaitu sebesar 30,6%, dengan mayoritas kecelakaan dikategorikan sebagai ringan (51,2%). Evaluasi safety culture Departemen F&B mendapatkan skor 739,25 yang mendapatkan kategori B. Pelatihan K3 secara konsisten dan berkala perlu dilakukan sehingga penyedia layanan pariwisata dapat mengoptimalkan kualitasnya.
PENGARUH TERAPI AKUPRESUR TERHADAP TEKANAN DARAH PADA WANITA DENGAN PREHIPERTENSI Swandewi, Ni Putu Asri; Prapti, Ni Ketut Guru; Sawitri, Ni Komang Ari; Widyanthari, Desak Made
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p01

Abstract

Prehipertensi merupakan tahapan awal hipertensi, dengan 29% tingkat kejadian di seluruh dunia. Prehipertensi mempunyai fokus terapi secara nonfarmakologi. Salah satu terapi yang relevan adalah terapi akupresur. Terapi akupresur dengan penekanan pada titik Hegu (LI 4), Neiguan (PC 6), dan Quichi (LI 11) berfungsi dalam penurunan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengaruh akupresur pada tekanan darah responden wanita prehipertensi. Penelitian menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan control group yang menggunakan total sampling, pada 15 orang kelompok intervensi serta 15 orang kelompok kontrol. Uji analisis data menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan tekanan darah pada kelompok intervensi dan kontrol, dan Mann Whitney untuk melihat perbedaan tekanan darah antara kelompok intervensi maupun kontrol. Hasil penelitian menyatakan ada pengaruh signifikan pada pemberian terapi akupresur terhadap penurunan tekanan darah (p = 0.001). Hasil analisis perbandingan baik pada kelompok intervensi maupun kontrol, tidak terdapat perbedaan signifikan sebelum perlakuan (sistolik = 0.888, diastolik = 0.684) dan terdapat perbedaan signifikan hasil tekanan darah setelah dilakukan perlakuan (sistolik = 0.000, diastolik = 0.007). Simpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh signifikan antara terapi akupresur terhadap tekanan darah dari kedua kelompok. Penelitian selanjutnya dapat meninjau pemberian terapi dengan pertimbangan waktu pengambilan data, stres, dan aktivitas fisik sebelum pengukuran.
GAMBARAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS DAN KELELAHAN PADA TOUR GUIDE DI NUSA PENIDA Kairupan, Shasya Thalia; Prapti, Ni Ketut Guru; Suarningsih, Ni Kadek Ayu; Antari, Gusti Ayu Ary
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p09

Abstract

Tour guide merupakan salah satu pekerja agen wisata yang memiliki risiko dalam mengalami kejadian keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dan kelelahan akibat tuntutan pekerjaan. Keterlibatan seluruh aktivitas tour guide bersama dengan wisatawan seringkali melibatkan aktivitas statis dan dinamis dalam waktu lama sehingga berpotensi meningkatkan penekanan pada otot serta tendon. Hal ini mampu berdampak pada sejumlah faktor keluhan yang bersifat sementara maupun tetap seperti keluhan MSDs dan kelelahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs dan kelelahan pada tour guide di Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah 105 responden tour guide yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Subjective Self Rating Test (SSRT). Hasil analisis univariat dan crosstabulation didapatkan bahwa prevalensi keluhan MSDs tertinggi pada mayoritas tour guide di Nusa Penida terdapat di area pinggang (46,7%), punggung (28,6%), betis kanan (25,7%) dan paha kanan (22,9%). Sedangkan pada kelelahan, tour guide di Nusa Penida menunjukkan sebagian besar responden memiliki kelelahan tertinggi pada kategori pelemahan kegiatan yaitu seringkali mengantuk (44,8%) dan menguap (41,9%). Tour guide di Nusa Penida sering mengalami keluhan tingkat sedang terkait dengan keluhan MSDs dan kelelahan, dengan risiko MSDs sebesar 78,1% dan tingkat kelelahan sebesar 75,2%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai perilaku menjaga kesehatan fisik untuk mencegah keluhan muskuloskeletal dan kelelahan serta pengembangan literasi kesehatan yang dimiliki.