Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA MEROKOK ADOLESCENCE’S KNOWLEDGE AND ATTITUDE ABOUT THE DANGERS OF SMOKING Fresty Africia; Nirmala K.S; Erni Rahmawati; M. Ikhwan Kosasih
JURNAL SABHANGA Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan perilaku yang sangat membahayakan bagi kesehatan. Merokokdapat menimbulkan dampak negative bagi orang yang ada di sekliling perokok. Prevalensi anakdan remaja yang merokok mengalami peningkatan setiap tahunnya. Edukasi tentang bahayarokok perlu disampaikan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganpengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya merokok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatifdengan pendekatan cross sectional pada 54 murid di salah satu sekolah dasar negeri diKecamatan Pare
HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP RSM SITI KHODIJAH GURAH KABUPATEN KEDIRI Fresty Africia; Suci W. Wahyuningsih
JURNAL SABHANGA Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.445 KB) | DOI: 10.53835/jssbn.v2i1.24

Abstract

Introduction : Discharge planning is the planning of returned patient with the aim to increase patient and family independence, reduce the risk of reccurence, the severity of the disease, even death. This discharge planning should be done by the nurse. Many factors that influence discharge planning by nurse one of them motivation. This study aimed to determine the correlation between nurses’ motivation and the implementation of discharge planning in the inpatient room at RSM Siti Khodijah, Gurah, Kediri Regency. Methods : This study used analytic with cross sectional approach, the number of population were 30 respondents, in the wich taken by using total sampling, taken 30 of the total population. The data collection used questionnaires of motivation of the nurse and questionnaires of discharge planning implementation. Result : The result from spearman rank test relevated that p (0,002) < (0,05). It means that Ho was rejected that there was an correlated nurses’ motivation and the implementation of discharge planning. Conclusion : Nurses with great motivation will make the discharge planning runs well.
PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN REMAJA (KKR) PADA PELAKSANAAN UKS: ENHANCING THE ROLE OF ADOLESCENT HEALTH CADRES (KKR) IN IMPLEMENTATION SCHOOL HEALTH UNITS (UKS) Africia, Fresty; Bambang Wiseno; Didik Susetiyanto Atmojo; Susanti Tria Jaya; Aris Dwi Cahyono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.142

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju mengakibatkan pola hidup yang kurang baik di kalangan remaja, antara lain merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, kurangnya melakukakan aktivitas fisik, lebih banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berpenyedap rasa yang berlebihan, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur. Permasalahan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Kader kesehatan remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam menangani permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan remaja dalam kegiatan usaha kesehatan sekolah melalui pelatihan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 27 September 2022 di SMPN 1 Ngasem, sasaran 50 kader kesehatan remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi kebijakan sekolah sehat, usaha kesehatan sekolah, peran kader kesehatan remaja, dan praktik skrining kesehatan. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan terhadap kader kesehatan remaja dapat meningkatkan peran dan fungsi kader kesehatan remaja di SMPN 1 Ngasem. Kata kunci: peran, kader kesehatan remaja, usaha keseahatan sekolah Abstract The development of the times and increasingly advanced technology resulted in poor lifestyles among adolescents, including smoking, consuming alcoholic beverages, lacking of physical activity, consuming more fast foods and excessive taste, and consuming less fruits and vegetables. Adolescent problems require comprehensive treatment. The Adolescent health cadre is expected to be a forum to facilitate adolescents in dealing with adolescent health problems. This community service activity aims to increase the role of adolescent health cadres at the school health unit through training. The activity was held on August 27, 2022, at SMPN 1 Ngasem, targeting 50 youth health cadres. This activity is in the form of health education in PowerPoint, the material presented was about healthy school policies, school health units, the role of adolescent health cadres, and health screening practices. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of adolescent health cadres. The training of community service activity to adolescent health cadres can optimize the role and function of adolescent health cadres at SMPN 1 Ngasem.  Keywords: role, adolescent health cadres, school health unit
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING: OPTIMIZATION THE ROLE OF TODDLER CADRES IN STUNTING MANAGEMENT Africia, Fresty; Pratiwi Yuliansari; Nurin Fauziyah; Vide B. Dinastiti; Fannidya H. Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.171

Abstract

Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dengan tanda tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting mempunyai dampak yang buruk pada anak jika tidak segera ditangani. Kader merupakan salah satu unsur pendukung keberhasilan dalam pemantauan pertumbuhan balita. Sehingga kader perlu untuk selalu mendapatkan edukasi untuk diteruskan ke masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader balita dalam penatalaksanaan stunting dengan meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Kegiatan dilaksanakan tanggal 14-15 Juni 2023 di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri, dengan sasaran 44 kader balita. Kegiatan hari pertama berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi stunting dan peran kader posyandu serta membagikan booklet kepada kader balita. Kegiatan hari kedua berupa kunjungan ke rumah keluarga dengan anak stunting bersama dengan kader balita, bidan desa, dan petugas Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap kader balita dapat meningkatkan peran dan fungsi kader balita di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri. Penalaksanaan stunting membutuhkan kader yang memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan berperan aktif dalam melaksanakan perannya. Kata kunci: Peran, Kader, Balita, Stunting Abstract Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old whose height was below standard. Stunting harms children if it is not treated immediately. Cadre is one of the supporters of success in monitoring the growth of children. So that cadres need to always get education for things related to the community. This community service activity aims to optimize the role of toddler cadres in the management of stunting through increased knowledge about stunting. The activity was held on August 14-15, 2023, at Kaliombo Village Kediri City, targeting 44 toddler cadres. On the first day, this activity is in the form of health education in powerpoint, the material presented was about stunting and the role of posyandu cadres and distributing booklets to toddler cadres. The second day's activities consisted of visiting the homes of families with stunted children together with toddler cadres, village midwives, and officers at the City Health Center in the Southern Region of Kediri. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of toddler cadres. The community service activity to toddler cadres can optimize the role and function of toddler cadres at Kaliombo Village Kediri City. Stunting management requires cadres who have knowledge, skills, and are active in carrying out their roles. Keywords: Role, Cadres, Toddler, Stunting
PENINGKATAN PENGETAHUN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO: INCREASING ADOLESCENT KNOWLEDGE ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH TO PREVENT RISKY SEXUAL BEHAVIOR Africia, Fresty; Nirmala KS; Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Pratiwi Yuliansari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.255

Abstract

Remaja merupakan masa tansisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja suatu periode yang kritis, serta dimulainya eksplorasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksual dan romantisme. Tanpa dibekali dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, akan ada banyak masalah kesehatan reproduksi bagi remaja termasuk remaja akan cenderung berperilaku seksual berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2023 di Desa Sambirobyong Kabupaten Kediri, sasaran 16 remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dan video edukasi dengan materi defnisi dan klasifikasi remaja, perubahan pada remaja, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta masalah-masalah kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja, yaitu didapatkan data sebelum edukasi nilai mean 65 dan sesudah edukasi nilai mean 81,87. Dengan pengetahuan yang baik diharapkan dapat meminimalkan perilaku seksual berisiko pada remaja sehingga angka pernikahan dini juga menurun. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pengetahuan, remaja, Abstract Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence was a critical period, and it was the beginning of concerning sexual and romanticism. Without good reproductive health knowledge, there were more problems of reproductive health in adolescents that related to sexual behavior. This community service activity aims to increase adolescents’s knowledge about reproductive health through health education. The methods of community service activity were preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on August 13, 2023, at Sambirobyong Village, Kediri Regency, targeting 16 adolescents. This activity is in the form of health education in PowerPoint and an educational video with material on the definition and classification of adolescents, changes in adolescents, how to maintain the cleanliness of reproductive organs, and reproductive health problems. Evaluation of community service activities has used a questionnaire by giving pre-tests and post-tests to determine the impact of health education. Health education through community service activity to adolescents can increase knowledge, the data obtained before education has a mean value of 65 and after education the mean value is 81,87. Good knowledge can minimize risky sexual behavior in teenagers so that the rate of early marriage also decreases.  Keywords: reproductive health, knowledge  adolescen
EXCLUSIVE BREAST FEEDING AS AN EFFORT TO OVERCOME STUNTING IN TODDLERS WITH THE FAMILY EMPOWERMENT STRATEGY APPROACH Rahayu, Dwi; Fresty Africia; Zauhani Kusnul H; Erwin Yektiningsih; ., Yunarsih
Journal for Quality in Women's Health Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v6i2.226

Abstract

Background : Stunting is a major problem experienced by toddlers in the world and Indonesia is included in the fifth country with the highest number of toddlers experiencing stunting in the world. Method : The research design used is a non-experimental quantitative research design. This type of research is a correlational descriptive study using a cross sectional approach. Result : The results of the study showed that 76% of toddlers who experienced stunting did not get exclusive breastfeeding. Analysis : Some researchers suspect that the effect of exclusive breastfeeding on stunting does not come from aspects of nutritional intake, but from efforts to prevent infection. Conclution : there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in infants.
THE EFFECTIVENESS OF POSITIVE DEVIANCE (HEARTH) TO REDUCE MALNUTRITION IN UNDER FIVE CHILDREN Africia, Fresty; Lily Herlinah; Nurhayati; Dhea Natashia; Syamsul Anwar
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.7010

Abstract

Positive deviance (pos gizi) merupakan program gizi yang berbasis keluarga dan masyrakat bagi balita yang mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian yakni menganalisis keefektivan intervensi positive deviance (pos gizi) sebagai penatalaksanaan gizi kurang pada balita. Jenis penelitian yang digunakan yakni quasi experimental dengan menggunakan rancangan one group pre post test design. Intervensi positive deviance (pos gizi) diberikan selama 2 minggu (12 hari). Jumlah perhitungan subjek dengan G-power didapatkan minimal 10 responden, responden diambil secara total sampling, dan didapatkan 12 balita yang mengalami gizi kurang dengan BB/TB pada rentang Z score = -2 s/d =-3. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji T dependen. Sedangkan data berat badan dan tinggi badan diukur sebelum dan setelah intervensi dengan analisis GLM-RM. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan berat badan dan tinggi badan sebelum dan setelah intervensi positive deviance (pos gizi) karena makanan yang diberikan kandungan gizinya disesuaikan kebutuhan nutrisi balita. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sehingga praktik dalam memberikan makanan untuk balita menjadi lebih baik. Kesimpulannya bahwa positive deviance (pos gizi) sebagai salah satu intervensi komprehensif yang dapat diterapkan untuk mengatasi gizi kurang pada balita di masyarakat.