Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING DI RUANG RAWAT INAP RSM SITI KHODIJAH GURAH KABUPATEN KEDIRI Fresty Africia; Suci W. Wahyuningsih
JURNAL SABHANGA Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL SABHANGA
Publisher : LPPM STIKes SATRIA BHAKTI NGANJUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.445 KB) | DOI: 10.53835/jssbn.v2i1.24

Abstract

Introduction : Discharge planning is the planning of returned patient with the aim to increase patient and family independence, reduce the risk of reccurence, the severity of the disease, even death. This discharge planning should be done by the nurse. Many factors that influence discharge planning by nurse one of them motivation. This study aimed to determine the correlation between nurses’ motivation and the implementation of discharge planning in the inpatient room at RSM Siti Khodijah, Gurah, Kediri Regency. Methods : This study used analytic with cross sectional approach, the number of population were 30 respondents, in the wich taken by using total sampling, taken 30 of the total population. The data collection used questionnaires of motivation of the nurse and questionnaires of discharge planning implementation. Result : The result from spearman rank test relevated that p (0,002) < (0,05). It means that Ho was rejected that there was an correlated nurses’ motivation and the implementation of discharge planning. Conclusion : Nurses with great motivation will make the discharge planning runs well.
PENINGKATAN PERAN KADER KESEHATAN REMAJA (KKR) PADA PELAKSANAAN UKS: ENHANCING THE ROLE OF ADOLESCENT HEALTH CADRES (KKR) IN IMPLEMENTATION SCHOOL HEALTH UNITS (UKS) Africia, Fresty; Bambang Wiseno; Didik Susetiyanto Atmojo; Susanti Tria Jaya; Aris Dwi Cahyono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.142

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju mengakibatkan pola hidup yang kurang baik di kalangan remaja, antara lain merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol, kurangnya melakukakan aktivitas fisik, lebih banyak mengonsumsi makanan siap saji dan berpenyedap rasa yang berlebihan, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur. Permasalahan remaja memerlukan penanganan yang komprehensif. Kader kesehatan remaja diharapkan dapat menjadi wadah untuk memfasilitasi remaja dalam menangani permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan remaja dalam kegiatan usaha kesehatan sekolah melalui pelatihan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 27 September 2022 di SMPN 1 Ngasem, sasaran 50 kader kesehatan remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi kebijakan sekolah sehat, usaha kesehatan sekolah, peran kader kesehatan remaja, dan praktik skrining kesehatan. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader kesehatan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pelatihan terhadap kader kesehatan remaja dapat meningkatkan peran dan fungsi kader kesehatan remaja di SMPN 1 Ngasem. Kata kunci: peran, kader kesehatan remaja, usaha keseahatan sekolah Abstract The development of the times and increasingly advanced technology resulted in poor lifestyles among adolescents, including smoking, consuming alcoholic beverages, lacking of physical activity, consuming more fast foods and excessive taste, and consuming less fruits and vegetables. Adolescent problems require comprehensive treatment. The Adolescent health cadre is expected to be a forum to facilitate adolescents in dealing with adolescent health problems. This community service activity aims to increase the role of adolescent health cadres at the school health unit through training. The activity was held on August 27, 2022, at SMPN 1 Ngasem, targeting 50 youth health cadres. This activity is in the form of health education in PowerPoint, the material presented was about healthy school policies, school health units, the role of adolescent health cadres, and health screening practices. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of adolescent health cadres. The training of community service activity to adolescent health cadres can optimize the role and function of adolescent health cadres at SMPN 1 Ngasem.  Keywords: role, adolescent health cadres, school health unit
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING: OPTIMIZATION THE ROLE OF TODDLER CADRES IN STUNTING MANAGEMENT Africia, Fresty; Pratiwi Yuliansari; Nurin Fauziyah; Vide B. Dinastiti; Fannidya H. Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.171

Abstract

Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dengan tanda tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting mempunyai dampak yang buruk pada anak jika tidak segera ditangani. Kader merupakan salah satu unsur pendukung keberhasilan dalam pemantauan pertumbuhan balita. Sehingga kader perlu untuk selalu mendapatkan edukasi untuk diteruskan ke masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader balita dalam penatalaksanaan stunting dengan meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Kegiatan dilaksanakan tanggal 14-15 Juni 2023 di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri, dengan sasaran 44 kader balita. Kegiatan hari pertama berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi stunting dan peran kader posyandu serta membagikan booklet kepada kader balita. Kegiatan hari kedua berupa kunjungan ke rumah keluarga dengan anak stunting bersama dengan kader balita, bidan desa, dan petugas Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap kader balita dapat meningkatkan peran dan fungsi kader balita di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri. Penalaksanaan stunting membutuhkan kader yang memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan berperan aktif dalam melaksanakan perannya. Kata kunci: Peran, Kader, Balita, Stunting Abstract Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old whose height was below standard. Stunting harms children if it is not treated immediately. Cadre is one of the supporters of success in monitoring the growth of children. So that cadres need to always get education for things related to the community. This community service activity aims to optimize the role of toddler cadres in the management of stunting through increased knowledge about stunting. The activity was held on August 14-15, 2023, at Kaliombo Village Kediri City, targeting 44 toddler cadres. On the first day, this activity is in the form of health education in powerpoint, the material presented was about stunting and the role of posyandu cadres and distributing booklets to toddler cadres. The second day's activities consisted of visiting the homes of families with stunted children together with toddler cadres, village midwives, and officers at the City Health Center in the Southern Region of Kediri. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of toddler cadres. The community service activity to toddler cadres can optimize the role and function of toddler cadres at Kaliombo Village Kediri City. Stunting management requires cadres who have knowledge, skills, and are active in carrying out their roles. Keywords: Role, Cadres, Toddler, Stunting
PENINGKATAN PENGETAHUN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO: INCREASING ADOLESCENT KNOWLEDGE ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH TO PREVENT RISKY SEXUAL BEHAVIOR Africia, Fresty; Nirmala KS; Dwi Rahayu; Erni Rahmawati; Pratiwi Yuliansari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i2.255

Abstract

Remaja merupakan masa tansisi dari anak-anak menuju dewasa. Remaja suatu periode yang kritis, serta dimulainya eksplorasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksual dan romantisme. Tanpa dibekali dengan pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, akan ada banyak masalah kesehatan reproduksi bagi remaja termasuk remaja akan cenderung berperilaku seksual berisiko. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun remaja tentang kesehatan reproduksi melalui edukasi kesehatan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masayarakat ini dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan tanggal 13 Agustus 2023 di Desa Sambirobyong Kabupaten Kediri, sasaran 16 remaja. Kegiatan berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dan video edukasi dengan materi defnisi dan klasifikasi remaja, perubahan pada remaja, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta masalah-masalah kesehatan reproduksi. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk mengetahui dampak kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini dapat meningkatkan pengetahuan remaja, yaitu didapatkan data sebelum edukasi nilai mean 65 dan sesudah edukasi nilai mean 81,87. Dengan pengetahuan yang baik diharapkan dapat meminimalkan perilaku seksual berisiko pada remaja sehingga angka pernikahan dini juga menurun. Kata kunci: kesehatan reproduksi, pengetahuan, remaja, Abstract Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. Adolescence was a critical period, and it was the beginning of concerning sexual and romanticism. Without good reproductive health knowledge, there were more problems of reproductive health in adolescents that related to sexual behavior. This community service activity aims to increase adolescents’s knowledge about reproductive health through health education. The methods of community service activity were preparation, implementation, and evaluation. The activity was held on August 13, 2023, at Sambirobyong Village, Kediri Regency, targeting 16 adolescents. This activity is in the form of health education in PowerPoint and an educational video with material on the definition and classification of adolescents, changes in adolescents, how to maintain the cleanliness of reproductive organs, and reproductive health problems. Evaluation of community service activities has used a questionnaire by giving pre-tests and post-tests to determine the impact of health education. Health education through community service activity to adolescents can increase knowledge, the data obtained before education has a mean value of 65 and after education the mean value is 81,87. Good knowledge can minimize risky sexual behavior in teenagers so that the rate of early marriage also decreases.  Keywords: reproductive health, knowledge  adolescen
EXCLUSIVE BREAST FEEDING AS AN EFFORT TO OVERCOME STUNTING IN TODDLERS WITH THE FAMILY EMPOWERMENT STRATEGY APPROACH Rahayu, Dwi; Fresty Africia; Zauhani Kusnul H; Erwin Yektiningsih; ., Yunarsih
Journal for Quality in Women's Health Vol. 6 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jqwh.v6i2.226

Abstract

Background : Stunting is a major problem experienced by toddlers in the world and Indonesia is included in the fifth country with the highest number of toddlers experiencing stunting in the world. Method : The research design used is a non-experimental quantitative research design. This type of research is a correlational descriptive study using a cross sectional approach. Result : The results of the study showed that 76% of toddlers who experienced stunting did not get exclusive breastfeeding. Analysis : Some researchers suspect that the effect of exclusive breastfeeding on stunting does not come from aspects of nutritional intake, but from efforts to prevent infection. Conclution : there is a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in infants.
THE EFFECTIVENESS OF POSITIVE DEVIANCE (HEARTH) TO REDUCE MALNUTRITION IN UNDER FIVE CHILDREN Africia, Fresty; Lily Herlinah; Nurhayati; Dhea Natashia; Syamsul Anwar
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.7010

Abstract

Positive deviance (pos gizi) merupakan program gizi yang berbasis keluarga dan masyrakat bagi balita yang mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian yakni menganalisis keefektivan intervensi positive deviance (pos gizi) sebagai penatalaksanaan gizi kurang pada balita. Jenis penelitian yang digunakan yakni quasi experimental dengan menggunakan rancangan one group pre post test design. Intervensi positive deviance (pos gizi) diberikan selama 2 minggu (12 hari). Jumlah perhitungan subjek dengan G-power didapatkan minimal 10 responden, responden diambil secara total sampling, dan didapatkan 12 balita yang mengalami gizi kurang dengan BB/TB pada rentang Z score = -2 s/d =-3. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku orang tua dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji T dependen. Sedangkan data berat badan dan tinggi badan diukur sebelum dan setelah intervensi dengan analisis GLM-RM. Hasil penelitian adalah terdapat peningkatan berat badan dan tinggi badan sebelum dan setelah intervensi positive deviance (pos gizi) karena makanan yang diberikan kandungan gizinya disesuaikan kebutuhan nutrisi balita. Selain itu terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sehingga praktik dalam memberikan makanan untuk balita menjadi lebih baik. Kesimpulannya bahwa positive deviance (pos gizi) sebagai salah satu intervensi komprehensif yang dapat diterapkan untuk mengatasi gizi kurang pada balita di masyarakat.  
EDUKASI BAHAYA MEROKOK DI SD NEGERI PELEM 2 DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI: EDUCATION ON THE DANGERS OF SMOKING IN PELEM 2 ELEMENTARY SCHOOL, PELEM VILLAGE, PARE SUB-DISTRICT, KEDIRI DISTRICT Erni Rahmawati; Nirmala KS; Fresty Africia; M. Ikhwan Khosasih; Bambang Wiseno
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.381

Abstract

Abstrak Merokok merupakan salah satu perilaku yang memiliki dampak negatif bagi kesehatan, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam tahap pertumbuhan. Masalah merokok sejak usia dini menjadi tantangan serius dalam upaya menciptakan generasi sehat, terutama karena paparan informasi dan pengaruh lingkungan yang mendorong normalisasi perilaku merokok di kalangan anak-anak. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang. Dari jumlah tersebut, 7,4% merupakan anak-anak dan remaja berusia 10–18 tahun . Secara spesifik, kelompok usia 10–14 tahun mencatatkan 18,4% dari total perokok aktif, menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai merokok pada usia sekolah dasar hingga awal remaja. Kegiatan dilaksanakan di SDN PELEM 2 Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri dengan melibatkan siswa dan siswi mulai kelas 4-6, fenomena ini teridentifikasi melalui observasi dan wawancara dengan guru, di mana beberapa siswa menunjukkan pengetahuan yang minim tentang bahaya merokok dan bahkan telah mencoba merokok karena pengaruh teman sebaya dan lingkungan keluarga. Untuk menjawab masalah tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi tentang bahaya merokok melalui media interaktif dan pendekatan partisipatif, seperti permainan edukatif, pemutaran video, dan diskusi kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan masa depan anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya merokok serta perubahan sikap yang lebih kritis terhadap perilaku merokok. Program ini diharapkan menjadi model intervensi berkelanjutan dalam pencegahan merokok sejak dini.  Kata kunci: edukasi kesehatan, merokok, pencegahan, perilaku anak, sekolah dasar   AbstractSmoking is one of the behaviours that has a negative impact on health, especially in children and adolescents who are still in the growth stage. The problem of smoking from an early age is a serious challenge in efforts to create a healthy generation, especially due to exposure to information and environmental influences that encourage the normalisation of smoking behaviour among children. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (IHS) conducted by the Ministry of Health, the prevalence of active smokers in Indonesia reached around 70 million people. Of these, 7.4% are children and adolescents aged 10-18 years. Specifically, the age group of 10-14 years recorded 18.4% of the total active smokers, indicating that most children start smoking at primary school age until early adolescence. The activity was carried out at SDN PELEM 2, Pare District, Kediri Regency by involving students and students from grades 4-6, this phenomenon was identified through observations and interviews with teachers, where some students showed minimal knowledge about the dangers of smoking and had even tried smoking due to the influence of peers and the family environment. To answer this problem, community service activities were carried out in the form of education about the dangers of smoking through interactive media and participatory approaches, such as educational games, video screenings, and group discussions. This activity aims to instil an early understanding of the negative impact of smoking on children's health and future. The evaluation results showed an increase in students' knowledge about the dangers of smoking as well as a more critical attitude towards smoking behaviour. This programme is expected to become a sustainable intervention model in early smoking prevention.  Keywords: health education, smoking, prevention, child behaviour, primary school  
UPAYA PENATALAKSANAAN DEPRESI DENGAN SCREENING DAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA: DEPRESSION MANAGEMENT EFFORTS WITH SCREENING AND COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TO ELDERLY IN TRESNA WERDHA SOCIAL ASSOCIATES Yektiningsih, Erwin; Khosasih , M.Ikhwan; Africia, Fresty; Hani Rahmawati, Iva Milia; Satriya, Moch.Gandung
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i1.411

Abstract

Abstrak   Kelompok usia lanjut yang tinggal terpisah dari keluarga yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha kecenderunagan rentan mengalami gangguan mental depresi dengan perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis, sehingga mengurangi kualitas hidup lansia. Jika kondisi tersebut tidak segera ditangani dapat terjadi masalah kegawatdarutan mental resiko bunuh diri yang rentan mengalami kematian. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk mencegah serta penatalaksanaan depresi pada lansia, supaya tercapainya kesejahteraan mental selama tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha. Kegiatan PKM ini digunakan tiga tahapan metode yaitu pertama perencanaan meliputi survey lokasi, proposal, perijinan, menyusun media screening Beck Deppression Inventory (BDI). Kedua  implementasi dilakukan screening BDI kepada semua lansia, kemudian tindakan cognitive behavior therapy (CBT) kepada lansia yang mengalami depresi. Ketiga tahap evaluasi pada keseluruhan proses kegiatan sekaligus pemberian intervensi  CBT pada lansia depresi dengan  menganalisa perubahan score BDI pada pre dan post intervensi CBT. Hasil kegiatan ini menunjukkan hasil screening BDI pada lansia depresi  menjadi menurun menjadi normal sebanyak 62.5%. Maka tindakan screening BDI dan CBT pada lansia direkomendasikan sebagai upaya screening depresi sekaligus CBT kuratif untuk membantu mengurangi masalah depresi pada lansia yang tinggal di lingkungan khusus di panti sosial dengan kolaborasi sinergis antara pihak Panti Sosial Tresna Werdha, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan aman yang mendukung peningkatan  kesehatan mental lansia supaya tetap aktif serta  produktif secara fisik dan sosial. Abstract   Elderly living separately from their families in the social care facility are prone to experiencing mental disorders such as depression, feelings of sadness, helplessness, and pessimism, which can reduce their quality of life. If condition is not addressed immediately, it can lead to mental emergencies suicide risk, which can lead to death. The purpose this community service was  prevented  and manage depression to elderly, in order to achieve mental well-being while living in the Tresna Werdha social care facility. This PKM activity used three methods stages: first, planning, including location surveys, proposals, permits, and compiling Beck Depression Inventory (BDI) screening media. Second, implementation involves BDI screening for all elderly, followed by specific cognitive behavioral therapy (CBT) measures for elderly with depression. Third, evaluation was carried out on  entire activity process, as well as providing CBT interventions for depressed elderly by analyzing changes in BDI scores pre- and post-CBT intervention. The results this activity indicate that the BDI screening results for depressed elderly people have decreased to normal by 62.5%. Therefore, BDI screening and CBT for the elderly  will recommend as a preventive BDI and curative CBT approach to help reduce depression to elderly residents living in special social care settings. This synergistic collaboration between the Tresna Werdha Social Care Center, families, and healthcare professionals creates a safe environment that supports mental health to elderly, allowing them to remain physically and socially active and productive.
EDUKASI PERILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH DALAM ADAPTASI KEBIASAAN BARU Africia, Fresty; Susanti, Duwi; Prahara, Dewi
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 1 No 1 (2021): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.981 KB) | DOI: 10.24034/kreanova.v1i1.4857

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menyebar di seluruh negara termasuk di Indonesia. Kabupaten Kediri juga mengalami dampaknya dan menjadi daerah dengan kategori zona merah pandemi Covid-19. Terus menyebarnya covid 19 membuat pemerintah menerapkan kondisi untuk berdamai dengan virus corona melalui perilaku hidup sehat dan bersih. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan melakukan cuci tangan dengan benar, dan etika batuk yang tepat dalam tatanan kehidupan baru. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan menggunakan leaflet, lagu/gerakan dan pembagian masker. Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat mengenai cuci tangan dan etika batuk menuju adaptasi kebiasaan baru.
Manajemen Pencegahan Infeksi Akibat Luka Bakar di Lingkungan Rumah sebagai Upaya Realisasi Home Safety Yuliansari, Pratiwi; Sumirat, Widhi; Africia, Fresty; Zulvana; Yektiningsih, Erwin
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.21146

Abstract

Pendahuluan: Luka bakar adalah kecelakaan rumah tangga yang paling umum. Luka bakar dapat terjadi akibat memasak, menyalakan listrik, kebocoran gas, dan bahkan karena kelalaian dalam mencegah dan mengawasi anak-anak yang suka menjelajahi peralatan listrik berbahaya di rumah. Infeksi luka bakar adalah komplikasi serius yang berpotensi terjadi akibat penanganan yang tidak tepat pada periode pasca-cedera akut. Sekitar 73% dari semua kematian dalam lima hari pertama setelah cedera luka bakar terbukti disebabkan secara langsung atau tidak langsung oleh proses infeksi. Metode: Kegiatan penyuluhan tentang manajemen pencegahan infeksi luka bakar ini dilakukan di Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, yang melibatkan 40 ibu rumah tangga dan kader kesehatan. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah infeksi luka bakar melalui pertolongan pertama yang tepat. Metode yang digunakan meliputi penyajian materi, demonstrasi, dan simulasi kasus manajemen luka bakar yang tepat, menggunakan media pembelajaran seperti video, brosur, dan permainan. Keberhasilan pendidikan kesehatan kemudian dievaluasi melalui tes pra dan pasca-pelatihan. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata peserta dari 62,5 (tes pra-pelatihan) menjadi 85 (tes pasca-pelatihan). Lebih lanjut, 85% peserta melakukan prosedur pertolongan pertama yang benar selama simulasi. Kesimpulan: Program ini secara efektif meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan memberdayakan keluarga untuk mencegah infeksi luka bakar di rumah.