Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Dynamic Neuromuscular Stabilization untuk Meningkatkan Keseimbangan pada Lansia; Narrative Review Wardhani, Riska Risty; Nisa, Salsabila Khairun
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5018

Abstract

Latar Belakang : Lansia mengalami penurunan fisiologis tubuh yang disebabkan oleh faktor usia, sehingga salah satu gangguan yang dialami lansia mempengaruhi peningkatan risiko jatuh. Keseimbangan merupakan interaksi yang kompleks dari interaksi system sensorik, vestibular, dan somatosensory. Intervensi untuk peningkatan keseimbangan Lansia salah satu DNS yang memungkinkan respon motorik yang efektif, efisien dan tepat waktu akibat adanya gangguan dari sistem sensoris (propioseptif dan vestibular) dalam mempertahanakan keseimbangan pada tugas dinamis. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pemberian dynamic neuromuscular stabilization untuk meningkatkan keseimbangan pada lansia. Metode penelitian ini menggunakan metode narrative review. Metode : Pencarian jurnal melalui portal jurnal online seperti Google Scholar, Pubmed,,NCBI, Research gate sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil : penelitian ini berdasarkan review terhadap 10 jurnal dari negara iran dan korea, semua mengidentifikasi menjelaskan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan dan tentang lansia dengan gangguan keseimbangan akibat dari suatu penyakit. Kesimpulan : Penelitian membuktikan adanya peningkatkan keseimbangan pada lansia dan alat ukur yang paling rekomendasi untuk mengukur keseimbangan pada lansia yaitu Berg Balance Scale. Kata kunci: Keseimbangan,Dynamic Neuromuscular Stabilization, Lansia, Berg Balance Scale.
Correlation Between Physical Activity and Musculoskeletal Disorders Among the Elderly Nadiyah, Sabrina Fitri; Wardhani, Riska Risty; Rosida, Luluk
Jurnal Keterapian Fisik Jurnal Keterapian Fisik Volume 10 Issue 1 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jkf.v10i1.367

Abstract

Background: Engaging in physical activity helps prevent Musculoskeletal Disorders (MSDs) in the elderly, which affect both soft and hard supporting tissues of the limbs. Low physical activity levels in older adults often lead to MSD complaints, especially in the lower back, knees, shoulders, and hands. This study aims to evaluate the correlation of physical activity in the incidence of MSDs among the elderly.  Methods: This study employed analytical observational research with a cross-sectional design and purposive sampling technique. The participants consisted of 50 older adults aged 60 and above. The research utilized the Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) to assess physical activity, while musculoskeletal disorders were evaluated using the Nordic Body Map (NBM). Data analysis was performed using the Spearman rank statistical test, facilitated by SPSS version 23 software.  Results: The findings showed a notable relationship between physical activity and the occurrence of musculoskeletal disorders in older adults, yielding a p-value of <0.001 and a correlation coefficient of -0.474, indicating a moderate level of strength. This means that the lower a person's level of physical activity, the higher the degree of Musculoskeletal Disorder complaints.  Conclusion: This study demonstrates a significant correlation between low levels of physical activity and the prevalence and severity of MSDs among older adults at the Arum Sari Health Post. The findings emphasize the need to raise public awareness and investigate additional risk factors to enhance the prevention and management of MSDs in the elderly.
Efektifitas Latihan Aerobik Terhadap Kontrol Glikemik Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Narrative Review Annashoffan, Adhitya Wahyu; Imron, Moh Ali; Wardhani, Riska Risty
Jurnal Kesehatan Vol 13 No 2 (2026): In Press
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM) merupakan sebuah penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia sebagai masalah kesehatan global yang memerlukan penanganan komprehensif. Kontrol glikemik yang optimal adalah pilar utama dalam manajemen T2DM untuk mencegah komplikasi. Latihan fisik, terutama latihan aerobik, secara luas direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang esensial. Tujuan penelitian ini menyajikan tinjauan naratif untuk merangkum dan menganalisis bukti-bukti ilmiah dari literatur terkini mengenai efektivitas berbagai bentuk latihan aerobik terhadap parameter kontrol glikemik pada pasien T2DM. Metode Penelitian berupa tinjauan naratif dengan melibatkan pencarian literatur sistematis pada database PubMed, ScienceDirect, dan Wiley. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian eksperimental full-text yang diterbitkan antara tahun 2018 dan 2024 dengankata kunci "Aerobic exercise", "Type-2 DM patients", dan "Glycemic Control". Rentang tahun ini dipilih untuk memastikan bahwa bukti yang dikaji bersumber dari penelitian terbaru yang merepresentasikan perkembangan terkini dalam intervensi latihan aerobik, metode pemantauan glikemik, serta teknologi pendukung sehingga hasil tinjauan ini relevan dengan praktik klinis modern. Proses seleksi menghasilkan 30 artikel yang dianalisis dari total 1.530 artikel yang teridentifikasi. Hasil analisis terhadap 30 studi internasional mengonfirmasi bahwa intervensi latihan aerobik secara signifikan efektif dalam meningkatkan kontrol glikemik. Manfaat yang dilaporkan meliputi penurunan kadar HbA1c, perbaikan glukosa darah puasa, dan peningkatan komposisi tubuh serta kapasitas fisik.Berbagai modalitas latihan terbukti bermanfaat, termasuk program jalan kaki terjadwal, latihan interval intensitas tinggi (HIIT), latihan di lingkungan akuatik, dan tele-rehabilitasi. Waktu pelaksanaan olahraga, seperti setelah makan, juga terbukti efektif dalam mengurangi lonjakan glukosa postprandial. Kesimpulan bahwa latihan aerobik merupakan intervensi yang terbukti kuat dan efektif untuk memperbaiki dan mempertahankan kontrol glikemik pada individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2.
Camera-Based Smart Mirror with Machine Learning for Postural Analysis: System Development and Reliability Evaluation Fitri Yani; Yoga Sahria; Siti Nadhir Ollin Norlinta; Riska Risty Wardhani
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 8 No. 3 (2026): May - July
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v8i3.3097

Abstract

Early postural assessment using camera-based systems remains technically challenging due to variability in user positioning and limited evaluation of measurement repeatability. This study presents the development and repeatability evaluation of a smart mirror system for automated postural analysis using pretrained pose estimation and rule-based geometric classification. The system consists of a fixed camera mounted above a mirror and a connected computing device for real-time processing and visual feedback. Anatomical landmarks were detected from standardized anterior, posterior, and lateral views using an AI-based pose estimation model, and postural asymmetry was quantified using bilateral distance ratios and angular deviation thresholds derived from literature. Reliability was evaluated through repeated measurements to assess the consistency of landmark detection and postural classification outputs. Forty adolescents (age 12.8 ± 0.56 years; 28 males, 12 females) participated in present study. The system intra-rater reliability was evaluated by calculating Intraclass Correlation Coefficients (ICC) for the landmark data and Cohen's Kappa for posture classifications. The system demonstrated excellent reliability for key landmarks in scapula (ICC = 0.98, 95%CI 0.97-0.99) and hip-knee-ankle (ICC = 0.98, 95%CI 0.98-0.99). The classifications for scoliosis assessment also showed excellent agreement (κ = 0.90). These results indicate that the proposed system can produce repeatable posture measurements under controlled conditions; however, this study evaluates repeatability only and does not assess diagnostic accuracy or clinical validity. Further validation against clinical reference standards is required before broader application. 
The Relationship Between Resilience Level And Quality Of Life Of The Elderly In Sanden District, Bantul, Yogyakarta Gyfaya Luthfi Aulya Danty; Tri Laksono; Riska Risty Wardhani
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/4ak05k43

Abstract

The increase in the number of elderly people in Indonesia is a demographic phenomenon that has an impact on various aspects of life, especially physical and psychosocial health. The aging process causes the elderly to be vulnerable to experiencing a decline in physical function, chronic diseases, changes in social roles, and psychological disorders such as anxiety and depression that can reduce the quality of life. The quality of life of the elderly is not only influenced by physical conditions, but also by the ability to adapt to the pressures of life. Resilience as an individual's ability to rise and adapt to stressors is an important factor in maintaining the welfare of the elderly. However, the level of resilience in the elderly is not always optimal and there is still variation in quality of life among the elderly community.However, research that specifically examines the relationship between resilience levels and quality of life in community elders in Yogyakarta is still limited. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of resilience to quality of life in the elderly in Sanden District, Bantul, Yogyakarta. Methods: This study is a quantitative study with a cross sectional design. The research sample amounted to 120 elderly people aged ≥60 years. Resilience levels were measured using the Connor-Davidson Resilience Scale (CD- RISC 25), while quality of life was measured using WHOQOL-BREF. Data analysis was carried out using the Spearman correlation test. Results: Data analysis using the Spearman correlation test showed a significant relationship between the level of resilience and quality of life of the elderly with a correlation coefficient value of r = 0.294 and a significance value of p = 0.001 (p < 0.05). A positive relationship, which means that the higher the level of resilience, the better the quality of life of the elderly. Conclusions: There is a significant relationship between resilience levels and quality of life in the elderly. Resilience plays an important psychosocial factor in supporting the quality of life of the elderly
EFEKTIVITAS STRENGTHENING DAN STRECHING EXERCISE PADA KONDISI LOWER CROSS SYNDROME Fitri Yani; Riska Risty Wardhani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3697

Abstract

Lower Crossed Syndrome (LCS) merupakan kondisi ketidakseimbangan otot yang ditandai dengan kelemahan otot abdominal dan gluteal serta ketegangan otot iliopsoas, yang berpotensi menyebabkan nyeri punggung bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching terhadap perbaikan kondisi LCS pada mahasiswa program studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen pre-test post-test one group design. Sebanyak 20 mahasiswa (11 perempuan dan 9 laki-laki) berusia 20-22 tahun yang telah terdiagnosis LCS berdasarkan pemeriksaan fisik oleh fisioterapis, berpartisipasi dalam intervensi dengan latihan strengthening otot abdominal (curl-up) dan stretching otot iliopsoas (pelvic bridging) selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran kekuatan otot abdominal dan gluteal dilakukan menggunakan isometric abdominal endurance test dan manual muscle testing (skala Oxford), sedangkan panjang otot iliopsoas diukur dengan modified Thomas test menggunakan goniometer universal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kekuatan otot abdominal (dari 3,255 ± 0,5823 menjadi 4,861 ± 0,2181) dan kekuatan otot gluteal (dari 2,754 ± 0,256 menjadi 4,876 ± 0,1562), serta penurunan panjang otot iliopsoas (dari 15,510 ± 1,556 menjadi 4,244 ± 1,090) setelah intervensi (p < 0,05). Disimpulkan bahwa intervensi latihan kombinasi strengthening dan stretching efektif dalam meningkatkan kekuatan otot abdominal dan gluteal, serta fleksibilitas otot iliopsoas pada mahasiswa dengan LCS. Intervensi ini berpotensi menjadi bagian dari program penanganan komprehensif untuk LCS, yang dapat dikombinasikan dengan edukasi ergonomi dan modifikasi gaya hidup untuk hasil yang optimal. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dan efektivitas intervensi ini pada populasi yang lebih beragam.
The Effect Of Diaphragmatic Breathing Exercise On Reducing Stress Levels In Adolescents With Telephysiotherapy Method Siti Sundari; Dika Rizki Imania; Riska Risty Wardhani
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/qswh0193

Abstract

Background: Adolescents belong to an age group that often experiences psychological pressure. College students are adolescents who frequently feel stressed due to a heavy academic load (graduating on time), unmet expectations, a lack of self-control over various aspects of their lives, and the influence of their living environment. This study uses diaphragmatic breathing exercises to provide a relaxing and stabilizing effect on the nervous system, thereby reducing stress levels. Objective: This study aims to analyze the impact of diaphragmatic breathing exercises on reducing stress levels in the adolescent population through a telephysiotherapy approach. Method: This study used a quasi-experimental design and one-group pretest-posttest design. Participants were selected through a purposive sampling method, with a total of 20 individuals participating. The intervention protocol involved performing diaphragmatic breathing techniques twice a week over a four-week period. The measurement instrument used was the Perceived Stress Scale questionnaire. The data analysis procedure included descriptive normality testing, normality evaluation, and hypothesis testing. Results and Discussion: Hypothesis testing with the Wilcoxon test showed that the p-value was 0.001 (p<0.05), indicating a significant effect of the implementation of diaphragmatic breathing exercises in reducing adolescent stress levels through the telephysiotherapy method. Conclusion: The provision of diaphragmatic breathing exercises has an effect on reducing stress levels in adolescents.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Keseimbangan Statis Lansia melalui Teknologi Geriatric Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Maudy Sulistyo Andini; Riska Risty Wardhani; Wika Yuniarwati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24929

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan terhentinya aliran darah ke jaringan otak, sehingga suplai oksigen dan nutrisi terganggu. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan sel-sel otak secara cepat dan dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis, seperti kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, gangguan keseimbangan, gangguan bicara, serta penurunan kemampuan fungsional. Penyintas lansia stroke sering mengalami gangguan keseimbangan statis yang meningkatkan risiko jatuh dan keterbatasan aktivitas fungsional, sehingga memerlukan pendampingan caregiver yang terarah. Namun, proses pemeriksaan dan pemantauan keseimbangan di Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) Yogyakarta masih dilakukan secara manual. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberdayaan caregiver melalui pelatihan penggunaan aplikasi Geriatric Care dalam meningkatkan kemampuan pendampingan dan keseimbangan lansia penyintas stroke. Metode yang digunakan adalah pre–post intervention study dengan melibatkan 30 caregiver dan 30 lansia. Caregiverdiberikan pelatihan penggunaan aplikasi, khususnya fitur pemeriksaan Single Leg Balance. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3% serta perbaikan kemampuan keseimbangan lansia yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil Single Leg Balance setelah intervensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Geriatric Care efektif dalam mendukung pendampingan dan peningkatan keseimbangan lansia penyintas stroke di komunitas. Kata Kunci: Stroke, Lansia, Keseimbangan, Single Leg Balance, Caregiver, Aplikasi Geriatric Care.  ABSTRACT A stroke is a rupture or blockage of blood vessels in the brain that causes a cessation of blood flow to brain tissue, resulting in disruption of oxygen and nutrient supplies. This condition results in rapid damage to brain cells and can cause various neurological disorders, such as weakness or paralysis of the limbs, balance disorders, speech disorders, and decreased functional ability. Elderly stroke survivors often experience static balance disorders that increase the risk of falls and limited functional activities, so they require targeted caregiver assistance. However, the process of checking and monitoring the balance at the Indonesian Stroke Foundation (YASTROKI) Yogyakarta is still carried out manually. This community service aims to evaluate the effectiveness of caregiver empowerment through training on the use of the Geriatric Care application in improving the mentoring and balance skills of elderly stroke survivors. The method used was a pre-post intervention study involving 30 caregivers and 30 elderly people. Caregivers are given training on the use of the application, especially the Single Leg Balance check feature. Results showed an increase in caregiver understanding by 46.3% and an improvement in the balance ability of the elderly as shown through an increase in Single Leg Balance results after intervention. Thus, it can be concluded that the use of the Geriatric Care application is effective in supporting assistance and improving the balance of elderly stroke survivors in the community. Keywords: Stroke, Elderly, Balance, Single Leg Balance, Caregiver, Geriatric Care App
Perbedaan Pengaruh Jack Knife Stretching dan Neurodynamic Sliding terhadap Peningkatan Fleksibilitas Otot Hamstring pada Remaja Putri Novalia Rahmadini; Muhammad Irfan; Riska Risty Wardhani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1271

Abstract

Masa remaja ditandai oleh percepatan pertumbuhan sistem muskuloskeletal yang meningkatkan kerentanan gangguan fleksibilitas dan cedera, khususnya pemendekan otot hamstring. Risiko tersebut lebih tinggi pada remaja akhir, terutama remaja putri, seiring meningkatnya beban akademik, durasi duduk statis yang panjang, serta rendahnya aktivitas fisik. Kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan ROM, gangguan postur, perubahan pola berjalan, cedera muskuloskeletal berulang, risiko nyeri punggung bawah, serta patellofemoral syndrome. Oleh karena itu, diperlukan intervensi fisioterapi seperti Jack Knife Stretching dan Neurodynamic Sliding untuk meningkatkan fleksibilitas otot hamstring. Jack Knife Stretching merupakan kombinasi antara peregangan statis dan dinamis, sedangkan Neurodynamic Sliding adalah teknik mobilisasi saraf yang bertujuan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan ROM. Penelitian ini menggunakan metode quasi experimental dan rancangan penelitian menggunakan nilai Pre Test dan Post Test two group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga didapatkan sampel penelitian berjumlah 32 responden, lalu dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing berjumlah 16 responden. Intervensi diberikan selama 2 minggu dengan frekuensi 3 kali per-minggu. Jack Knife Stretching dilakukan sebanyak 5 repetisi dengan istirahat 10 detik, sedangkan Neurodynamic Sliding dilakukan selama 60 detik, istirahat 30 detik, dan diulang 5 kali. Fleksibilitas otot hamstring diukur menggunakan Sit and Reach Test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh dari latihan Jack Knife Stretching dan Neurodynamic Sliding dengan nilai (p = 0,002) dan (p = 0,005). Namun, tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua latihan terhadap peningkatan fleksibilitas otot hamstring pada remaja putri (p = 0,946).
Hubungan Antara Keseimbangan Dinamis Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Lansia Dalam Aktivitas Sehari-Hari Bisma Pracanda; Riska Risty Wardhani; Indriani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1085

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisiologis yang dapat memengaruhikeseimbangan dinamis dan kepercayaan diri lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguankeseimbangan dapat meningkatkan risiko jatuh dan menyebabkan lansia merasa kurang yakin dalamberaktivitas Tujuan: Mengetahui hubungan antara keseimbangan dinamis dengan tingkat kepercayaandiri lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Metode: Penelitian ini merupakan penelitiankuantitatif observasional analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 110responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Keseimbangan dinamis diukurmenggunakan Tinetti Performance Oriented Mobility Assessment (POMA/Tinetti), sedangkan tingkatkepercayaan diri diukur menggunakan Activities-specific Balance Confidence (ABC) Scale. Analisisdata menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki keseimbangandinamis dengan risiko jatuh rendah (56,4%) dan tingkat kepercayaan diri sangat percaya diri (65,5%).Hasil uji Spearman menunjukkan p = 0,000 (p &lt; 0,05) dengan r = 0,553, menunjukkan hubunganpositif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara keseimbangandinamis dan kepercayaan diri lansia dalam aktivitas sehari-hari. Semakin baik keseimbangan dinamis,semakin tinggi kepercayaan diri lansia. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel danwilayah penelitian yang lebih luas serta menambahkan variabel lain yang relevan.