Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Struktural Kontruktif Dalam Cerpen Kenangan Corona Dan Lebaran Karya M.Tauhed Supratman Susanti Susanti; Sulistina Sulistina; Muhammad Ali Fahmi Ramadana; Ferdiana Wardani Hakim; Nurul Riska Febriyanti; Narisa Indi Adesta; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap struktur sosial yang membentuk praktik tokoh serta hubungan antara ranah, modal, dan habitus dalam cerpen Kenangan Korona dan Lebaran karya M. Tauhed Supratman dengan menggunakan pendekatan struktural konstruktivis Pierre Bourdieu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog dalam cerpen yang berkaitan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak-catat dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Kenangan Korona dan Lebaran merepresentasikan kehidupan masyarakat pada masa pandemi COVID-19 yang mengalami perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Ranah sosial dalam cerpen tergambar melalui interaksi tokoh dengan lingkungan keluarga dan masyarakat yang dipengaruhi oleh situasi pandemi. Modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik yang dimiliki tokoh berperan dalam menentukan posisi serta strategi mereka dalam menghadapi berbagai keterbatasan. Habitus tokoh tercermin melalui pola pikir, sikap, dan tindakan yang terbentuk dari pengalaman hidup serta kondisi sosial yang melingkupinya. Relasi antara ranah, modal, dan habitus memperlihatkan bagaimana individu beradaptasi dan mempertahankan keberlangsungan hidup di tengah perubahan sosial yang terjadi. Dengan demikian, cerpen ini tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang memiliki nilai estetis, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial masyarakat pada masa pandemi yang dapat dikaji melalui perspektif struktural konstruktivis Pierre Bourdieu.
Karakteristik Realisme Magis Wendy B. Faris dalam Cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam? Karya Sasti Gotama Huliya Dewi; Amirullah Amirullah; Abriel Hidayat; Farel Agus Prasetyo; Desy Auliya; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1260

Abstract

Kemampuan menulis cerita pendek merupakan salah satu keterampilan literasi yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun alur, serta menghasilkan tulisan yang kohesif dan koheren. Media gambar berseri sebagai media pembelajaran visual dinilai mampu memberikan stimulus konkret yang membantu siswa mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai efektivitas penggunaan media gambar berseri dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan dari basis data Google Scholar, Garuda, dan jurnal nasional terakreditasi, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, sintesis, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa media gambar berseri terbukti efektif meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek siswa, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal yang signifikan. Media ini juga berkontribusi terhadap pengembangan ide, kreativitas, serta kohesi dan koherensi cerita, sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa. Keberhasilan penggunaan media gambar berseri dipengaruhi oleh kompetensi guru dalam mengintegrasikan media dengan strategi pembelajaran yang tepat, kualitas media yang digunakan, karakteristik dan jenjang kelas siswa, serta pendekatan pedagogis yang menyertainya. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media gambar berseri merupakan media pembelajaran visual yang efektif dan relevan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita pendek siswa, namun penggunaannya perlu dipadukan dengan strategi pedagogis yang sesuai agar hasil pembelajaran menjadi lebih optimal dan komprehensif.
Praktik Hegemoni Dalam Cerpen Mata Celurit Karya Muna Masyari: Tinjauan Teori Antonio Gramsci Fatimah Azzahra; Abdul Malik; Abdiyatussolehah Abdiyatussolehah; Warda Maulidiya; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1319

Abstract

Penelitian ini mengkaji praktik hegemoni dalam cerpen Mata Celurit karya Muna Masyari dengan menggunakan kerangka teori Antonio Gramsci. Cerpen ini mengangkat realitas politik lokal masyarakat Madura melalui kisah perebutan kekuasaan dalam pemilihan kepala desa (kalebun), di mana kecurangan, intimidasi, dan konflik kepentingan mewarnai dinamika komunal yang kompleks. Analisis difokuskan pada tiga dimensi utama: bentuk-bentuk hegemoni yang hadir dalam teks, mekanisme kekuasaan yang beroperasi melalui tradisi, relasi patronase, dan simbolisme budaya, serta dampaknya terhadap tokoh-tokoh cerita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif-interpretatif dengan teknik analisis tekstual dan hermeneutis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hegemoni dalam cerpen ini bersifat berlapis: mencakup hegemoni politik lokal yang memanfaatkan simbol celurit sebagai alat legitimasi kekuasaan, hegemoni patriarki yang mengaitkan maskulinitas dengan dominasi dalam ruang publik desa, serta hegemoni nilai kehormatan komunal yang berfungsi sebagai sistem kontrol sosial. Kekuasaan dalam cerpen ini tidak bekerja semata melalui paksaan fisik, melainkan justru lebih dominan melalui persetujuan yang dikonstruksi secara kultural, melalui internalisasi nilai, tekanan komunitas, dan relasi patronase yang membuat dominasi tampak sah dan alamiah. Dampaknya pada tokoh-tokoh adalah kepatuhan yang ambivalen, konflik batin yang tersembunyi, serta benih-benih counter-hegemony yang mulai berkecambah namun belum cukup kuat untuk menggeser tatanan yang ada. Penelitian ini menegaskan bahwa sastra lokal Madura adalah arena pertarungan ideologis yang kaya dan layak dikaji secara kritis melalui pendekatan teori sosial.
Kekerasan Simbolik dan Resistensi Kelas dalam Tiang Garam Karya Royyan Julian: Kajian Sosiologi Sastra Habiburrahman Habiburrahman; Irmalia Putri; Aisah Juli Yanti; Rico Rafly Maulana; Siti Yuliana; Anisa Fajriana Oktasari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1488

Abstract

Pergeseran nilai kebudayaan lokal akibat penetrasi kapitalisme agraris sering kali melahirkan ketimpangan struktur kelas dan subordinasi gender yang masif di pedesaan. Artikel ini bertujuan untuk mengurai konstelasi ranah sosial (arena), formasi habitus tokoh utama (Kana), dan mekanisme pertarungan modal (ekonomi, kultural, sosial, dan simbolik) di Dusun Kotasek, sebagaimana direpresentasikan dalam novel Tiang Garam karya Royyan Julian. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra berbasis strukturalisme konstruktif Pierre Bourdieu, analisis difokuskan pada teks novel sebagai data primer yang dibedah melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, dominasi kelas borjuis lokal yang direpresentasikan oleh tokoh Haji Badawi ditopang oleh penguasaan mutlak atas sarana ekonomi dan manipulasi modal simbolik. Eksploitasi ini mereduksi nilai sakral masyarakat Madura, khususnya tanah sangkol (tanah warisan leluhur), menjadi komoditas pasar melalui rekayasa gaya hidup yang menipu kesadaran kelas bawah. Kedua, tokoh Kana merepresentasikan resistensi keagenan subaltern yang dinamis. Ia bertransformasi dari objek kekerasan simbolik yang teralienasi oleh stigma infertilitas patriarkal menjadi subjek rasional yang berdaya. Dengan mengakumulasi modal kultural dan ekonomi baru di luar ranah asalnya, Kana meruntuhkan hegemoni struktur dan merekonversi modalnya untuk melawan dominasi kelas penguasa lokal. Kajian ini menyimpulkan bahwa takdir sosiologis dan subordinasi perempuan di bawah bayang-bayang kuasa patriarki-kapitalistik bukanlah suatu entitas yang statis, melainkan arena yang dapat diretas melalui mobilitas spasial dan kebangkitan kesadaran kritis.
Representasi Isu Gender dan Kesadaran Ekologis dalam Novel Tiang Garam: Kajian Ekofeminisme Vandana Shiva: Representation of Gender Issues and Ecological Awareness in the Novel Tiang Garam: A Vandana Shiva Ecofeminist Study Rofi'ati Nur Diana Islam; Lailiyatut Tamamah; Jazirotur Riskiyah; Imad Aghnir Ridlo; Moh. Ansori; Anisa Fajriana Oktasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2910

Abstract

Penelitian ini mengkaji pertautan ketidakadilan gender dan kesadaran ekologis dalam novel Tiang Garam karya Royyan Julian melalui perspektif ekofeminisme Vandana Shiva. Penelitian berangkat dari celah kajian terdahulu yang cenderung membahas persoalan lingkungan dalam novel tersebut secara terpisah dari relasi kuasa gender yang melekat pada latar sosial Madura. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data berupa kata, kalimat, dialog, dan narasi yang dipilih melalui pembacaan cermat serta teknik catat. Data diklasifikasi, disajikan, dan ditafsirkan dengan prosedur analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan isu gender berupa stigma reproduksi, subordinasi, stereotip, marginalisasi, ketimpangan beban domestik, serta perlawanan dan pemberdayaan perempuan. Kesadaran ekologis tampak melalui pengetahuan ekologis, keterikatan pada tanah, empati terhadap hewan, solidaritas komunitas, dan perlawanan terhadap penguasaan sumber daya yang eksploitatif. Penelitian menyimpulkan bahwa Tiang Garam menautkan emansipasi perempuan dengan keadilan ekologis dan memperkaya pembacaan ekofeminis sastra Madura kontemporer sebagai kontribusi bagi kajian sastra Indonesia mutakhir.