Claim Missing Document
Check
Articles

Gaya Bahasa Perbandingan pada Cerpen dalam Cerpenmu.com Edisi 2020 Apriana Tebai; Nanik Setyawati; Icuk Prayogi
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v11i2.16167

Abstract

The purpose of this study is to describe the comparative language style of the latest selection of short stories 2020 from January to December on the short story pagemu.com. The method of providing data used is the listening method and followed by the note-taking technique. The listening method is done by listening to the use of language, while the note-taking technique is done by recording the data that is used as the object of research. The methods and techniques of data analysis carried out in this study are the matching and agih methods. methods and techniques for presenting the results of data analysis using informal presentation methods. The results of the analysis found by researchers in this study were 183 data including; 36 parables, 36 personifications, 25 metaphors, 7 depersonification, 9 allegory, 1 anithesis, 27 pleonasm/toutology, 35 periphrasis, 3 corrections/epanorthesis styles the language of prolepsis/anticipation cannot be found in the selection of the short story. The most dominant comparative language style in the twenty five short stories chosen is parable and personificationABSTRAKTujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud gaya bahasa perbandingan pada pilihan cerpen terbaru 2020 bulan Januari hingga Desember dalam laman cerpenmu.com. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dan dilanjutkan dengan teknik catat. Metode simak dilakukan dengan menyimak penggunaan bahasa, sedangkan teknik catat dilakukan dengan mencatat data- data yang dijadikan sebagai objek penelitian. Metode dan teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini yakni metode padan dan agih. Metode dan teknik penyajian hasil analisis data yaitu menggunakan metode penyajian informal. Hasil analisis yang ditemukan peneliti dalam penelitian ini sebanyak 183 data diantaranya; 36 gaya bahasa perumpamaan, 36 gaya bahasa personifikasi, 25 gaya bahasa metafora, 7 gaya gaya bahasa depersonifikasi, 9 gaya bahasa alegori, 1 gaya bahasa anithesis, 27 gaya bahasa pleonasme/toutologi, 35 gaya Bahasa periphrasis, 3 gaya bahasa koreksio/epanortesis sedangkan gaya bahasa prolepsis/antisipasi tidak dapat di temukan dalam pilihan cerpen tersebut. Gaya bahasa perbandingan yang paling dominan dalam duapuluh lima cerpen pilihan tersebut adalah gaya bahasa perumpamaan dan personifikasi
Discourse functions of lexical bundles in Indonesian EFL learners’ argumentative essays: A corpus study Ikmi Nur Oktavianti; Icuk Prayogi
Studies in English Language and Education Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v9i2.23995

Abstract

Lexical bundles are functional units that are essential to building texts. However, lexical bundles vary due to some aspects, e.g., nativity, professionalism, text genre, etc. This study explored functional categories of lexical bundles in EFL written production, i.e., argumentative essays, focusing on 3-, 4-, and 5-word sequences employed by English major students in Indonesia. The data were taken from a learner corpus comprising 169 argumentative essays with 87.939 tokens. The lexical bundles were identified by using computerized and manual procedures. The identified bundles were then classified into functional categories and subcategories by Hyland. The results show that all functional categories were identified in the learner corpus proving the importance of those functions in students’ essays. Regarding the distribution, research-oriented bundles are the most frequent bundles in the corpus, while text-oriented bundles are the least frequent. Although all functional categories were found, the structuring signals (a subcategory of text-oriented bundles) were absent in the corpus. Moreover, this study found the gap between tokens and types of each bundle function, indicating the restricted variants of bundles used by the learners. Considering the low frequency of text-oriented bundles, the absence of structuring bundles, and restricted bundles, thus the exposure of more lexical bundles serving multiple functions in writing materials is necessary, especially bundles used for organizing and structuring texts.
Bahasa Pelesetan sebagai Olok-olokan dalam Roasting Kiki Saputri di YouTube Channel Nanik Setyawati; Eva Ardiana Indrariani; Icuk Prayogi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i2.639

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sasaran bahasa pelesetan sebagai olok-olokan dalam roasting Kiki Saputri di YouTube Channel. Penelitian berjenis kualitatif ini bersumber data dari roasting Kiki Saputri di YouTube Channel. Data berupa bahasa pelesetan dalam roasting tersebut. Data divalidasi dengan triangulasi sumber. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling. Dalam penelitian ini dimanfaatkan metode agih dan metode padan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahasa pelesetan sebagai olok-olokan ditujukan kepada: crazy rich, artis, gubernur, politikus, menteri, dan anggota DPR. Pelesetan sebagai olok-olokan kepada crazy rich paling dominan ditemukan karena terdapat kedekatan emosional antara Kiki Saputri dengan para crazy rich. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar bagi peneliti lain saat meneliti hal serupa; memberi wawasan kepada khalayak luas akan adanya wujud kreativitas bahasa berupa bahasa pelesetan, dan memotivasi pengguna pelesetan agar dapat menggunakan bahasa pelesetan dengan lebih baik.
Conceptual Metaphors in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Viani, Yetty Okta; Sidiq Budiawan, Raden Yusuf; Prayogi, Icuk
SUAR BETANG Vol 19, No 1 (2024): June 2024
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v19i1.14672

Abstract

This research aims to describe the conceptual metaphor used in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This research method is descriptive qualitative. Data collection was carried out using the technique of listening and noting phrases, clauses and sentences contained in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The data analysis technique was in the form of the collection method using the language in question as a determining tool. Categorization was carried out on lingual units containing conceptual metaphors according to Lakoff and Johnson's theory. The research results show that the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia uses conceptual metaphors which are categorized into structural metaphors, orientational metaphors and ontological metaphors. This conceptual metaphor data uses source domains related to humans, botany or plants, direction, travel, time, objects, dimensions and tools. The most frequently used metaphor is the structural metaphor. The implication of this research is that other concepts have been discovered that allow the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia to be interpreted multiple times. So, understanding is needed in interpreting the values of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. AbstrakTujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan metafora konseptual yang digunakan pada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan catat frasa, klausa, dan kalimat yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Teknik analisis data berupa metode agih dengan bahasa yang bersangkutan sebagai alat penentu. Selanjutnya, dilakukan kategorisasi pada satuan lingual yang mengandung metafora konseptual sesuai dengan teori Lakoff dan Johnson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menggunakan metafora konseptual yang dikategorisasikan menjadi metafora struktural, metafora orientasional, dan metafora ontologis. Data-data metafora konseptual itu menggunakan ranah sumber yang berkaitan dengan manusia, botani atau tanaman, arah, perjalanan, waktu, benda, dimensi, dan alat. Adapun metafora yang paling sering digunakan adalah metafora struktural. Implikasi penelitian ini adalah ditemukan konsep-konsep lain yang memungkinkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi multitafsir. Perlu pemahaman dalam menginterpretasikan nilai-nilai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pengembangan Mading Digital Sebagai Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Canva Suyitno, Suyitno; Ngatmini, Ngatmini; Handayani, Pipit Mugi; Prayogi, Icuk
Journal of Digital Community Services Vol. 1 No. 2 (2024): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v1i2.10

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi, media pembelajaran tradisional mulai beralih ke digital, sehingga perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang lebih baik. Mengingat majalah dinding digital merupakan peralihan dari majalah dinding fisik (board magazine) ke majalah dinding digital, maka potensi majalah dinding perlu dimanfaatkan dengan mengembangkan majalah digital berbasis aplikasi Canva. Canva merupakan aplikasi visual yang dapat digunakan siapa saja dengan akses penuh. Proposal ini bertujuan untuk mengembangkan media digital sebagai media pembelajaran bagi guru di MDTA 32 Darul Hasan dengan menggunakan aplikasi Canva. Permasalahannya adalah kurangnya inovasi gaya belajar guru, khususnya pemanfaatan teknologi untuk memperkaya metode guruan. Solusi yang diusulkan adalah mengembangkan media digital yang interaktif dan menarik menggunakan aplikasi Canva.Media digital ini akan memuat berbagai materi pembelajaran yang berkaitan dengan kurikulum di MDTA 32 Darul Hasan. Selain itu, majalah ini juga akan memiliki fitur interaktif, seperti video, audio dan link web, untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.Target hasil yang ingin dicapai antara lain, membangun media digital yang interaktif dan menarik untuk setiap mata pelajaran di MDTA 32 Darul Hasan. Melatih guru menggunakan media digital dan aplikasi Canva dalam pembelajaran.Memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran di MDTA 32 Darul Hasan dengan menggunaan aplikasi Canva.Dengan dikembangkannya media digital sebagai sarana pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di MDTA 32 Darul Hasan dan memperkaya pengalaman belajar guru dan siswa melalui pemanfaatan teknologi.
STUDI KASUS BERBASIS KORPUS TERHADAP PENGGUNAAN VERBA DALAM MATERI BIPA SAHABATKU INDONESIA TINGKAT DASAR Inas Rofidah; Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Icuk Prayogi
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan studi kasus berbasis korpus terhadap penggunaan verba dalam materi BIPA Sahabatku Indonesia tingkat dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dengan metode agih sebagai teknik analisis. Hasil menunjukkan bahwa dalam buku BIPA 1 ditemukan verba dasar sebanyak 692 kali dan buku BIPA 2 sebanyak 720 kali. Lalu, buku BIPA 1 dan buku BIPA 2 lebih sering menggunakan berprefiks meN-. Prefiks meN- dalam buku BIPA 1 digunakan sebanyak 253 kali, sementara dalam buku BIPA 2 dijumpai sebanyak 474 kali. Selanjutnya, tidak dijumpai sufiks dalam buku BIPA 1 dan hanya dijumpai 1 sufiks dalam buku BIPA 2 pada sufiks -kan. Kemudian, hanya dijumpai konfiks ber--an dalam buku BIPA 1 dan buku BIPA 2. Konfiks ber--an dalam buku BIPA 1 digunakan sebanyak 80 kali, sementara dalam buku BIPA 2 digunakan sebanyak 71 kali.
Studi Berbasis Korpus Digital terhadap Kesalahan Ejaan pada Skripsi Mahasiswa Alifya, Shafa Aura; Raden Yusuf Sidiq Budiawan; Prayogi, Icuk
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1580

Abstract

Penelitian ini berupaya memberikan analisis komprehensif terhadap kesalahan ejaan yang terdapat pada skripsi mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang pada tahun ajaran 2022/2023 dengan berbasis korpus digital. Linguistik korpus digunakan sebagai metodologi pengumpulan dan analisis data untuk mengidentifikasi permasalahan ejaan pada skripsi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang tahun akademik 2022/2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode campuran, yang mencakup data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik campuran sekuensial eksplanatori. Temuan penelitian ini mengungkap adanya kesalahan ejaan pada skripsi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Semarang tahun ajaran 2022/2023 yang teridentifikasi melalui penggunaan aplikasi korpus digital. Teks tersebut mengandung total 2.646 kesalahan ejaan, yang dapat dipecah menjadi 62 kesalahan penulisan huruf kapital, 1.543 kesalahan kata depan, 6 kesalahan kombinasi kata, 310 kesalahan penulisan partikel, 446 kesalahan penulisan kata dasar, 93 kesalahan penulisan imbuhan, dan 186 kesalahan penulisan tanda baca.. Namun, tidak ditemukan kesalahan dalam penulisan unsur serapan karena keterbatasan pada korpus. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi korpus digital dapat berfungsi sebagai pilihan yang tepat untuk menganalisis kesalahan ejaan dalam kumpulan data yang luas, sehingga menawarkan temuan baru di lapangan
PEMANFAATAN KONJUNGSI SUBORDINATIF DALAM TEKS MOTIVASI DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Setyawati, Nanik; Prayogi, Icuk; Indrariani, Eva Ardiana; Kurniawan, Latif Anshori
J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 Sep (2024): J-Simbol: Jurnal Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Good knowledge and understanding of conjunctions, especially subordinating conjunctions, will help language users communicate effectively. In this research, the relationship between meaning and subordinating conjunction markers in motivational texts on Instagram social media will be explored through a qualitative approach. Data collection was carried out by observing the use of subordinating conjunctions in motivational texts on social media from four accounts on Instagram. To find out the meaning relationship contained in subordinating conjunctions, the researcher carried out data analysis using the matching method; Meanwhile, to find out the markers for subordinating conjunctions, the data was analyzed using the agih method. Data that has been successfully analyzed is presented informally. The results obtained are that there are ten relationships in the meaning of subordinating conjunctions and their markers, namely: (1) relationships in the meaning of time, including: the beginning of the event marked since; the beginning of the time of an event marked by another event marked by, when, and while; the beginning of an event that is preceded by another event marked after; and the duration of an event marked with a certain event marked until; (2) the meaning relationship of terms marked as long as, if, if, if, and if; (3) the relationship between meaning and goal marked in order; (4) concessive meaning relationships marked although and although; (5) the meaning relationship between marked comparisons such as; (6) the meaning relationship of comparison is marked rather than;  (7) causal meaning relationship marked because; (8) the meaning relationship of the results marked then, until, and so; (9) the relationship between the meaning of marked tools with and without; and (10) the meaning relationship of complementation is marked by that. Pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang konjungsi, khususnya konjungsi subordinatif akan membantu para pemakai  bahasa dalam berkomunikasi secara efektif. Dalam penelitian ini akan dieksplorasi seputar hubungan makna dan penanda konjungsi subordinatif dalam teks motivasi di media sosial Instagram melalui pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyimakan terhadap pemanfaatan konjungsi subordinatif dalam teks motivasi di media sosial dari empat akun di Instagram. Untuk mengetahui hubungan makna yang terdapat dalam konjungsi subordinatif, analisis data peneliti lakukan dengan metode padan; sedangkan untuk mengetahui penanda konjungsi subordinatif, data dianalisis dengan  memanfaatkan metode agih. Data yang telah berhasil dianalisis disajikan secara informal. Hasil yang diperoleh adalah adanya sepuluh hubungan makna konjungsi subordinatif dan penandanya, yaitu: (1) hubungan makna waktu, meliputi: awal peristiwa berpenanda sejak; awal waktu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa lain berpenanda demi, ketika, dan selagi; awal suatu peristiwa yang didahului dengan peristiwa lain berpenanda setelah; dan lamanya suatu peristiwa yang ditandai dengan peristiwa tertentu berpenanda hingga; (2) hubungan makna syarat berpenanda asalkan, bila, apabila, jika, dan kalau; (3) hubungan makna tujuan berpenanda agar; (4) hubungan makna konsesif berpenanda walau dan meski; (5) hubungan makna pembandingan berpenanda seperti; (6) hubungan makna  perbandingan berpenanda daripada;  (7) hubungan makna sebab  berpenanda karena; (8) hubungan makna hasil berpenanda maka, sampai, dan sehingga; (9) hubungan makna alat berpenanda dengan dan tanpa; dan (10) hubungan makna komplementasi berpenanda bahwa. 
Mengungkap Hubungan Makna Konjungsi Koordinatif dalam Teks Motivasi di Media Sosial Instagram Setyawati, Nanik; Prayogi, Icuk; Indrariani, Eva Ardiana; Kurniawan, Latif Anshori
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 20 (2024): Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhamm
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v20i.1307

Abstract

Keutuhan sebuah teks motivasi dapat dibangun dengan hadirnya konjungsi koordinatif. Fungsi konjungsi tersebut sebagai penghubung antarkata, antarklausa atau antarkalimat, dan bisa pula antarparagraf; sehingga dapat memiliki hubungan yang lebih kuat dan jelas antarunsur tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis konjungsi koordinatif dan hubungan makna konjungsi koordinatif dalam teks motivasi di media sosial Instagram. Penentuan sampel dalam penelitian kualitatif ini secara purposive sampling. Sumber data yang berasal dari media sosial Instagram diambil dari akun yang bervariasi dan data disiapkan secara bervariasi agar tujuan penelitian dapat tercapai. Pengumpulan data menggunakan metode observasi atau penyimakan. Metode agih, dengan teknik dasar berupa teknik bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan teknik parafrase dimanfaatkan sebagai analisis data. Metode padan dengan teknik teknik pilah unsur penentu dimanfaatkan sebagai analisis data pula. Hasil analisis data disajikan secara informal. Hasil penelitian ini terlihat adanya hubungan makna konjungsi koordinatif berupa: (a) makna penambahan dengan penanda dan sejumlah 7 data; (b) makna pemilihan dengan penanda atau sejumlah 4 data; (c) makna pertentangan ada 2 data (1 data berpenanda padahal dan 1 data berpenanda sedangkan); (d) makna perlawanan sebanyak 9 data (1 data berpenanda tetapi dan 8 data berpenanda tapi); dan makna pembatasan dengan penanda kecuali terdapat 2 data.
REALISASI TEMPORALITAS, ASPEKTUALITAS, DAN MODALITAS DALAM BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA Oktavianti, Ikmi Nur; Prayogi, Icuk
Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.681 KB) | DOI: 10.14421/ajbs.2018.02202

Abstract

In linguistic typology, the terms “tense”, “aspect”, “mood/modality” are commonly used and recognized as verb paradigms or verbal systems (morphosyntactically) as well as verb semantic aspects (semantically) in describing language characteristics. Those terminologies, however, are treated as equivalents, while theoretically they remain problematic. Tense and aspect belong to grammatical categories, while modality is a semantic notion. There is also another term ‘mood’ that is often misunderstood as the synonym of modality of which they are basically two distinct yet related concepts. This paper then aims at revisiting those terms above by using the terms “temporality’, “aspectuality, and “modality” and investigating the realizations of those notions in English and Indonesian in order to obtain comprehensive understanding. This study employed contrastive analysis to compare English and Indonesian. The data were collected from two synchronic corpora, Corpus of Contemporary American English (COCA) for English data and Wortschatz Leipzig Corpora Collection (WLCC) for Indonesian data. The results of the analysis show that English and Indonesia have distinct realizations of temporality, aspectuality, and modality of which English is more various in manifesting temporality, while Indonesian is more various in manifesting aspectuality. As for modality, English has more realizations, including core modals and quasi-modals. It can be concluded that basically English is morphosyntactically and syntactically richer than Indonesian, but Indonesian is morphologically richer than English.