Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sebuah Review: Manfaat Platelet Rich Plasma, Platelet Rich Fibri, dan Platelet Rich Fibrin Matrix pada Kasus Rinologi Agri, Hardianti; Tobo, Gadis Sabrina; Punagi, Abdul Qadar; Djamin, Riskiana; Syahrijuita, Syahrijuita; Alimah, Yarni
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 2, No 3 (2024): Vol 2 No 3 Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v2i3.99

Abstract

Penggunaan PRP banyak dikombinasi dengan materialmaterial graft seperti graft autogenus, graft sintetic atau dapat dengan kombinasi sel stem mesenkim. Keuntungannya antara lain keamanan (karena merupakan bahan autologus), peningkatan pengendapan trombosit dan faktor pertumbuhan di area penyembuhan, dan waktu persiapan yang singkat. Struktur spesifik ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan migrasi sel, proliferasi sel, dan pembentukan siklik. Tinjauan ini menjelaskan bukti yang ada mengenai penggunaan plasma kaya trombosit dalam operasi THT. Hasil Kajian Pustaka menunjukkan Penggunaan PRP di bidang THT, dari berbagai literatur khususnya di bidang rinologi PRP dapat digunakan pada pasien dengan gangguan penghidu post covid, rhinitis atropican dan pasien rhinosinusitis kronik post operasi FESS. Platelet rich plasma (PRP) mengandung banyak platelet yang terdiri dari growth factor dan komponen lain yang sangat menunjang terjadinya proses penyembuhan regenerative. Perkembangan terbaru dalam PRP telah menciptakan produk baru yang disebut matriks fibrin kaya trombosit (PRFM), yang memiliki struktur lebih padat dan fleksibel. Matriks fibrin kaya trombosit (PRFM) merupakan konsentrat trombosit generasi terbaru dengan persiapan sederhana tanpa bahan biokimia (bovine trombin). Kesimpulan dari review literatur ini bahwa PRP meningkatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jaringan, diferensiasi, dan penyembuhan bekas luka seperti faktor pertumbuhan turunan trombosit, faktor pertumbuhan transformasi, faktor pertumbuhan fibroblas, faktor pertumbuhan endotel, dan faktor pertumbuhan mirip insulin. Oleh karena itu, PRP telah terbukti memberikan hasil positif yang dapat diterima dalam berbagai studi klinis dan secara efektif meningkatkan penyembuhan luka dan regenerasi jaringan, termasuk dalam bidang THT. Adapun penggunaam PFRM dalam bidang THT pada operasi septorhinoplasti, miringoplasti dan penutupan defek luka.
Perforasi Septum Nasi pada Abses Septum dengan DM Tipe 2 yang Tidak Terkontrol (Laporan Kasus) Pandiangan, Marojahan; Mahmuddin, Ihsan; Punagi, Abdul Qadar; Djamin, Riskiana; Syahrijuita, Syahrijuita; Alimah, Yarni
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 2, No 3 (2024): Vol 2 No 3 Desember 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v2i3.95

Abstract

Abses septum nasi merupakan penyakit yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan komplikasi serius. Kasus abses septum dengan diabetes mellitus (DM) tipe 2 yang tidak terkontrol adalah suatu keadaan yang jarang. Laporan ini menjelaskan tentang kasus abses septum pada seorang pria dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol. Melaporkan kasus abses septum nasi pada pasien dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol dan memberikan penekanan pada pentingnya diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. Laporan Kasus: Seorang pria berusia 65 tahun dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol datang dengan keluhan hidung tersumbat, rinore serous, post nasal drip, dan riwayat epistaksis. Pemeriksaan fisik menunjukkan pembengkakan pada septum nasi bilateral. Pemeriksaan penunjang meliputi foto rontgen dan Foto waters yang tidak menunjukkan kelainan radiologis yang signifikan. Pasien menjalani tindakan operasi berupa insisi dan drainase abses septum nasi sinistra, diikuti dengan terapi antibiotik. Pasien menjalani insisi dan drainase abses septum nasi sinistra, serta menerima terapi antibiotik. Pada tindak lanjut terakhir pascaoperasi, pasien tidak mengalami nyeri, hidung tersumbat, atau epistaksis. Gangguan pada telinga dan tenggorokan juga tidak ditemukan. Abses septum nasi pada pasien dengan DM tipe 2 yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi serius. Diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengurangi risiko kematian. Laporan ini menggaris bawahi pentingnya kesadaran klinis terhadap abses septum nasi dan perlunya tindakan segera untuk mencegah komplikasi yang mengancam nyawa.
Hepatic Alteration due to Formaldehyde Exposure on Wistar Rats (Rattus norvegicus) Makbul, Hidayat; Wedayani, Anak Agung Ayu Niti; Punagi, Abdul Qadar; Pieter, Nova Audrey Luetta; Cangara, Muhammad Husni; Lestarini, Ima Arum; Restuningdyah, Novia Andansari Putri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6455

Abstract

Formaldehyde is a hazardous chemical substance that can be found commonly in the environment which has various effects on cellular functions and could induce the cellular oxidative stress. Oxidative stress has a direct impact on the hepatic condition and could induce the activation of inflammatory mediators, lipid peroxidation, proteosomal degradation, and mitochondrial dysfunction resulting in hepatocyte injury that could be marked by hepatic enzyme elevation and hepatic weight alterations. This research was conducted using 16 Wistar rats (Rattus norvegicus), divided into 4 groups each containing 4 Wistar rats. The first group was the control group, while the other groups were exposed to formaldehyde 10% by inhalation at doses of 20, 30, and 40 ppm formaldehyde persistently for 6 hours daily for about 16 weeks. The result of this study reveals that formaldehyde induction has a significant impact on hepatic weight elevations (p=0.007) and ALT enzyme elevations (p=0.000) in the treatment groups compared with the control group. Collectively, our results provide valuable information on the hazardous effects of formaldehyde inhalation, especially on the liver.
Inhaled Formaldehyde Induction Effect on Urea and Creatinine Levels of Wistar Rats (Rattus Norvegicus) Ramadhita, Nova Izza Salsa; Lestarini, Ima Arum; Wedayani, Anak Agung Ayu Niti; Punagi, Abdul Qadar; Pieter, Nova Audrey Luetta; Cangara, Muhammad Husni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1.6457

Abstract

Formaldehyde is a chemical substance that has the molecular formula H2-C=O. These chemicals are frequently present in the form of contaminants in the outdoor environment. Previous research has been undertaken to investigate the effects of formaldehyde inhalation on various organs such as the nasopharynx, upper respiratory tract, and lungs. The purpose of this study is to determine the effect of inhaled formaldehyde exposure on kidney function. The parameters of the kidney function tests that were measured were urea and creatinine levels in the rat's blood serum. For 16 weeks, 12 male Wistar rats were used in an experimental investigation with a post-test-only control group design. The rats were divided randomly control and treatment groups. Treatment group exposed to 10% formaldehyde levels as high as 40 ppm by inhalation. Blood serum samples were obtained through the retro orbit at week 16 and analyzed using a UV VIS spectrophotometer. According to data analysis utilizing the Independent T-test, there was a significant difference in the urea content test data (p < 0.05). Mann-Whitney analysis of creatine data revealed that there is no significant difference between the groups. From the statistical analysis, it can be concluded that formaldehyde exposure has an effect on increasing urea levels and has no effect on creatinine levels.