Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Ketahanan Keausan Pada Bahan Kampas Rem Sepeda Motor Dari Komposit Bonggol Jagung Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v15i1.2299

Abstract

PENINGKATAN KEKAKUAN PEGAS DAUN DENGAN CARA QUENCHING Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2009)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v10i1.3186

Abstract

PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP KARAKTER DINAMIS DAN WAKTU GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v16i2.1526

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP ). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.                Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan dengan fraksi berat serat kelapa sebesar 40 %, serbuk tembaga sebesar 20 %, fiberglass 20 % dan resin phenolic 20% didapat harga kekerasan 4,098 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,14 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,19 mm/jm. Sehingga mendekati harga kampas kopling SGP dengan harga kekerasan 3,974 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,15 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,20 mm/jm. Waktu pengkoplingan tersingkat pada kondisi kering adalah 1,75 detik,pada variasi 3.
PEMBUATAN KAMPAS REM MENGGUNAKAN VARIASI BUTIRAN MESH ALUMUNIUM SILICON (Al-Si) 50, 60, 100 DENGAN SERBUK KAYU JATI TERHADAP NILAI TINGKAT KEKERASAN, KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 21, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v21i1.9753

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membuat dan meneliti sampel kampas rem sepeda motor, dengan menggunakan bahan komposit yang ramah lingkungan dengan menggunakan bahan alami yaitu serbuk kayu jati dengan variasi ukuran besar butiran atau mesh untuk mengetahui nilai kekerasan, keausan dan koefisien gesek kampas rem tersebut. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Serbuk Kayu Jati, Kalsium Karbonat, Barium Sulfat, Resin Phenolic, Karbon Kayu Sonokeling, dan Alumunium Silicon (Al-Si) dengan variasi Mesh 50,60 dan 100. Kemudian diuji kekerasan menggunakan alat Durometer dengan standar ASTM D2240, dan diuji gesek dengan beban 16 kg selama 3 jam dengan uji kering, uji basah, uji air garam, uji minyak rem, dan uji oli, serta dihitung keausan dan koefisien geseknya. Dari hasil uji kekerasan nilai tertinggi terdapat pada variasi Mesh Alumunium Silicon (Al-Si) Mesh 100 dengan nilai kekerasan 81,60 HD. Hasil pengujian gesek pada semua kondisi nilai keausan terendah terdapat pada variasi Alumunium Silicon (Al-Si) mesh 100 yaitu pengujian kering 253,13 mm3/jam, air 182,29 mm3/jam, oli 352,08 mm3/jam, air garam 243,75 mm3/jam, minyak rem 341,67 mm3/jam, Dan hasil nilai koefisien gesek tertinggi bervariasi nilai koefisien gesek tertinggi saat kondisi kering yaitu pada variasi Mesh 100 dan merk pasaran 0,651, saat kondisi air dan air garam yang tertinggi pada variasi Mesh 50, 0,658 dan 0,614 sedangkan saat kondisi oli dan minyak rem yang tertinggi pada variasi Mesh 60, 0,621 dan 0,613.
PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP TEMPERATUR GESEK BAHAN KOPLING GESEK KENDARAAN Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v16i2.1510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP ).Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic.               Pembuatan dilakukan dengan  proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling.               Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa variasi 1 memiliki temperatur rata-rata yang paling tinggi yaitu dengan 77,70C dan yang paling rendah adalah variasi 2 yaitu 710C. Hasil temperatur gesek terendah adalah 77oC pada variasi 2pada kondisi kering. Pada kondisi basah temperatur gesek terendah adalah  47,7oC pada  variasi 3. 
PENGARUH METALLIC CATALYTIC CONVERTER TEMBAGA BERLAPIS CHROME DALAM MENURUNKAN EMISI GAS BUANG MESIN SEPEDA MOTOR EMPAT LANGKAH Sudirman Rizki Ariyanto; Retno Wulandari; Suprayitno Suprayitno; Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 23, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v23i1.16604

Abstract

Transition metals have emerged and have begun to be widely researched as alternative materials in the manufacture of metallic catalytic converters (MCC). The selection of transition metals is based on the availability of abundant materials in the market, besides that the price of transition metals tends to be cheaper when compared to PGM. Therefore, through this study, an analysis of the effect of chrome-plated copper MCC (CuCr) was carried out on CO and HC exhaust emissions. Emission testing is carried out under two conditions. The first condition is the condition where the test vehicle still uses a standard exhaust, while in the second condition the test vehicle uses a modified exhaust equipped with MCC CuCr technology. The test vehicle used was the 2005 Honda Supra Fit. The emission testing process was carried out based on the SNI 09-71118.1-2005 standard which was then compared with the Regulation of the Minister of the Environment, Number 05 of 2006. The research findings show that MCC CuCr is proven to be able to reduce exhaust emissions by an average reduction of 24% for CO emissions and 30% for HC emissions. The emission test results show that the measured CO emission is 1.68% Vol while the CO emission threshold is 5.5% Vol. Meanwhile, the measured HC emission is 1719 ppmVol while the HC emission threshold is 2400 ppmVol. Therefore, it can be concluded that MCC CuCr passed the emission test in accordance with the Regulation of the State Minister of the Environment number 5 of 2006.
VARIASI UKURAN MESH (Al-Si) DAN KARBON TEMPURUNG KELAPA DENGAN MENGGUNAKAN POLYESTER BQTN 157 TERHADAP NILAI PENGUJIAN KEKERASAN Pramuko Ilmu Purboputro; Diki Awaluddin
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v19i2.7501

Abstract

Pada penelitian ini peneliti ingin memahami dan membuat sampel kampas rem sepeda motor dengan menggunakan bahan komposit ramah lingkungan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fiberglass, karbon, serbuk Al-Si variasi mesh 50, 60, 100, kalsium karbonat, barium sulfat dan resin polyester dengan katalis sebagai matriks. Kemudian di uji gesek dengan uji kering, uji air, uji air garam, uji oil dan uji minyak rem dengan beban 20 kg selama 3 jam dan di uji kekerasan menggunakan Durometer dengan standar ASTM D2240. Dari hasil uji kekerasan nilai tertinggi pada variasi Al-Si mesh 100 yaitu 92,7 ShoreD. Hasil pengujian gesek nilai keausan tertinggi pada semua kondisi dari variasi Al-Si mesh 100 yaitu 33,171 mm³/jam, 29,025 mm³/jam, 29,025 mm³/jam, 30,393 mm³/jam, 37,310 mm³/jam. Dari hasil pengujian gesek di dapat nilai koefisien gesek nilai tertinggi pada semua kondisi dari variasi Al-Si mesh 100 yaitu 0,7084, 0,6322, 0,6025, 0,6393, 0,6345. Pada foto mikro setelah uji gesek kampas rem variasi mesh 50 mengalami kegagalan bonding adhesive sedangkan variasi mesh 60, 100 dan pasaran x mengalami kegagalan bonding kohesive. Dari hasil pebahasan dapat di simpulkan besar kecil butiran Al-Si mempengaruhi nilai kekerasan, keausan dan koefisien gesek kampas rem.
PENGARUH PANJANG SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT ENCENG GONDOK DENGAN MATRIKS POLIESTER Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2006)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v7i2.3088

Abstract

PENGEMBANGAN BAHAN KAMPAS REM SEPEDA MOTOR DARI KOMPOSIT SERAT BAMBU TERHADAP KETAHANAN AUS PADA KONDISI KERING DAN BASAH Pramuko Ilmu Purboputro
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v17i2.2877

Abstract

Penelitian ini untuk menemukan komposisi bahan kampas rem yang optimal  non asbes, yang mempunyai karakteristik dinamik yang lebih baik. Komposisi dilakukan dari serat bambu,fiberglass, serbuk aluminium, dengan pengikat poliester. Pengujian awal yang dilakukan adalah kekerasan bahan dan keausan pada kondisi kering dan pembasahan air. Hasil yang didapat adalah kampas rem dengan komposisi Variasi 1 adalah paling keras , dengan harga kekerasan sebesar  14,47 BHN yang lebih keras dibanding produk di pasaran dengan harga kekerasan 13,7 BHN.  Pengujian Keausan Ogoshi pada kondisi kering maksimal mempunyai nilai keausan yang paling rendah yaitu sebesar 0.00041mm2/kg. Untuk Pengujian Keausan Ogoshi Kondisi basah dengan air, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 1 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0062 mm2/kg. Kondisi basah dengan oli, diperoleh bahwa, bahan kampas rem dengan Variasi 2 paling rendah keausannya yaitu sebesar 0,0003 mm2/kg.
PENGARUH BATIKAN LURUS TERHADAP KOEFISIEN GRIP BAHAN BAN PADA DAN JALAN SEMEN UNTUK KONDISI JALAN KERING DAN BASAH Pramuko Ilmu Purboputro; Muhammad Alfatih Hendrawan
Media Mesin: Majalah Teknik Mesin Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/mesin.v18i1.3943

Abstract