Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Eksperimental Performa Sepeda Motor dengan Menambahkan Torque Expansion Chamber Satu Tabung dan Dua Tabung pada Exhaust Manifold Subroto Subroto; Sartono Putro; Pramuko Ilmu Purboputro
Creative Research in Engineering (CERIE) Vol 4, No 1 (2024): Creative Reserach in Engineering (CERIE)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/cerie.v4i1.20082

Abstract

This research aims to determine the effect of adding a one-tube and two-tube Torque Expansion Chamber (TEC) to the exhaust manifold on motorbike performance. Torque Expansion Chamber includes one tube with one channel and two channels, two tubes with one channel and two channels. Motorbike performance testing includes torque, power and specific fuel consumption (kbbs) using the Dyno Test. Research shows that by adding TEC, variations in the number of tubes and number of channels have an effect on better performance than standard exhaust manifolds. The best torque with the addition of one two-channel tube and two two-channel TEC. Best power with the addition of one two-channel tube and two two-channel TEC. Best fuel consumption with the addition of one tube two channel TEC.
Detection and Analysis Signal Energy of Piston Ring Damages on Four Strokes Engine Kurniawan, Dondi; Purboputro, Pramuko Ilmu; Siswanto, Waluyo Adi
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to develop the piston ring damage detection technique using vibration analysis. Vibration analysis was performed by measuring vibration in four stroke engine which were worn and scratched on its piston ring, then compare it with the vibrations generated by engine which had a good conditions. Tests carried out on engine rotations of 750, 1500, and 2250 rpm, where the sensor were placed on the cylinder head and cylinder block. Vibration measurement produced a signal in the time domain, which then be analysed their signal energy by manual calculation which based on trapezoidal rule. Result of the research showed that the vibration signal energy decrease in all of the strokes of the defect piston ring. It was caused by the pressure of the defect piston ring smaller than the good piston ring. The decrease of vibration signal energy in suction and compression stroke were greater than the power and exhaust stroke. Indication of piston ring defect could be shown from the decrease in the vibration signal energy in all of the strokes.
Pengaruh Komposisi Kompon Ban dengan Batikan Zig-Zag terhadap Koefisien Gesek Ban pada Lintasan Aspal Basah dan Kering Rahmanto, Ary Dwi; Purboputro, Pramuko Ilmu; Supriyono, S
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia akan mobilitas yang cepat aman dan nyaman saat ini sangatlah penting. Dizaman yang sudah modern seperti ini manusia dituntut lebih kreatif agar bisa menyesuaikan zaman. Kebutuhan dalam hal transportasi saat ini menjadi suatu keharusan bagi manusia. Penggunaan kendaraan bermotor seperti sepeda motor, mobil serta bus ini sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat. Karena dalam keseharianya manusia pasti menggunakan alat transportasi seperti ini. Salah satu komponen pendukung alat transportasi diatas adalah ban. Ban merupakan bagian yang penting dalam kendaraan seperti di atas. Faktor keamanan dan kenyamanan sangat ditentukan oleh komposisi yang ada daam ban tersebut. Tujuan penelitian disini adalah untuk mengetahui komposisi kompon yang baik dalam pembuatan ban, serta mengeahui kuat tarik dan kekerasan pada ban tersebut Bahan yang digunakan dalam pembuatan kompon adalah karet alam RSS dan karet sintetis SBR dicampur dengan bahan kimia black carbon, white oil, Zno, strearic acid, prafin wax, MBTS, resin cumaron dan sulfur, dicampur menggunakan alat rolling mixing hingga membentuk lembaran. Dilakukan pengujian rheometer untuk mengetahui nilai kematangan setelah itu divulkanisasi dengan mold batikan zig-zag pada mesin vulkanizing press. Pengujian kekerasan menggunakan alat uji shore hardness tester dengan standar SNI dengan hasil kompon pasaran 60, kompon 1,2,3 masing-masing 68,33, 69, 74. Pengujian tarik menggunakan alat uji rubber testing equipment dengan standar SNI dengan hasil kompon pasaran 205,163, kompon 1,2,3 masing-masing 178,64, 141,007, 111,737. Pengujian koefisien gesek dengan menggunakan alat uji kampas rem yang telah direkayasa untuk pengujian grip ban dengan hasil kompon pasaran 0,773, kompon 1,2,3 masing-masing 0,756, 0,751, 0,725 pada kondisi kering dan kompon pasaran 0,727, kompon 1,2,3 masing-masing 0,702, 0,693, 0,685 dalam kondisi basah.
Studi Pengaruh Perlakuan Panas terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanis Baja SKD-11 yang Digunakan pada Komponenstud Pin Winder Aji, Rizki Bimo; Riyadi, Tri Widodo Besar; Purboputro, Pramuko Ilmu
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2024: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pembuatan benang, garmen dan tekstil di indonesia banyak menggunakan mesin-mesin pemintal benang buatan luar negeri. Sehingga bila ada kerusakan harus mendatangkankomponen-komponen mesin dari negara asal pembuat dan membutuhkan waktu yang lama dalam pengadaan barang serta menanggung biaya yang tinggi pula. Oleh karena itu industri dalam negeri membutuhkan ketersedian komponen tersebut, agar dalam proses perbaikan dan perawatan dapat dilakukan dengan cepat dan menekan biaya produksi. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi material baja SKD-11 melalui proses perlakuan panas dengan cara normalizing dan tempering. Dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara memanaskan material hingga temperatur austenit 1000⁰C dengan waktu penahanan 2 jam dan didinginkan di udara terbuka. Kemudian dilakukan tempering dengan variasi temperatur 200⁰C, 300⁰C, 500⁰C, 550⁰C, 600⁰C dengan waktu penahanan 1 jam. Kemudian dilakukan pengujian kekerasan, impak (ketangguhan), dan struktur mikro. Hasil dari pengujian menunjukkan nilai kekerasan tertinggi ada pada sampel baja SKD 11 dengan proses anneling yaitu sebesar 75,4 HRC dan terendah ada pada sampel baja SKD 11 dengan variasi temperatur tempering 550⁰C sebesar 50 HRC, serta baja SKD 11 yang tidak mengalami proses perlakuan panas sebesar 36,19 HRC. Pada uji impact nilai ketangguhan stud pin original sebesar 1,76 J/mm2, nilai ketangguhan tertinggi pada sampel material baja SKD 11 tanpa melalui proses perlakuan panas yaitu sebesar 0,14 J/mm2dan nilai ketangguhan terendah ada pada sampel material baja SKD 11 dengan variasi temperatur tempering 550⁰C sebesar 0,05 J/mm2. Berdasarkan studi lapangan bahwa stud pin patah karena gaya impact, maka baja SKD 11 tidak bisa menggantikan stud pin original.
Perancanganchassis Mobil Listrik Prototype "Ababil" dan Simulasi Pembebanan Statik dengan Menggunakan Solidworks Premium 2016 Hendrawan, Muh Alfatih; Purboputro, Pramuko Ilmu; Saputro, Meda Aji; Setiyadi, Wayan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chassis merupakan bagian yang terpenting pada stabilitas kendaraanselain suspensi, ban, setir dan pengereman. Perancangan chassis inibertujuan mendapatkan hasil yang optimal antara tingkat keamanandan ukuran konstruksi chassis untuk kebutuhan mobil listrik prototype“Ababil” agar bisa kokoh menopang semua komponen yang melekat dichassis ini. Rancangan menggunakan desain rangka tipe ladder framekarena tipe ini sederhana tapi kokoh untuk menopang beban. Materialyang digunakan adalahtipeSquare Tube Aluminium Alloy 6063-T6.Untuk mendapatkan hasil yang akurat maka perancangan chassismenggunakan software SolidWorks Premium 2016. Dengan menggunakanfitur stress analysis yang dilengkapi dengan metode FiniteElement Analysis (FEA)dapat diketahui fenomena yang terjadi padastruktur chassis mobil listrik yang telah dirancang sebelumnya,yaitudengan hasil keluaran Von Mises Stress, Displacement dan SafetyFactor. Dari hasil perancangan diperoleh dimensi keseluruhan chassismobil listrik prototype “Ababil” yaitu panjang = 2300 mm, lebar=620 mm, tinggi = 538 mm dan beban total 1059,48 N. Sedangkanhasil dari simulasidengan fitur stress analysis diperoleh besartegangan maksimum Von Mises Stress yang terjadi pada strukturchassis sebesar 2.15 x107 N/m2. Defleksimaksimum yang terjadi padachassis tersebut adalah 1,31 mm. Angka keamanan (safety factor) yangdiperoleh dari analisa tersebut adalah sebesar 2,6.Simulasi rollbaruntuk mengetahui kekuatan rangka rollbar dapat diketahui bahwakekuatan rollbar kuat untuk menahan beban sebesar 700 N.
Uji Kemampuan Rancangan Sistem Kemudi, Transmisi, dan Pengereman pada Mobil Listrik Prototype "Ababil" Purboputro, Pramuko Ilmu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan rancangan beserta uji performasisistem transmisi, sistem kemudi dan sistem pengereman mobil listrik“Ababil”. Asumsi dasar mobil listrik dirancang adalah tipe protottype(Mobil beroda tiga, depan dua roda dan belakang satu roda) yangdisesuakan pada regulasi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yangdiselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti.Panjang wheel base 1,8 m, jarak antar roda depan 0,80 m tinggiground clearance 10 cm dan berat total mobil maksimum 108 kg.Motor listrik yang digunakan adalah tipe BLDC dengan spesifikasidaya 350 watt, 48 volt dan putaran 470 rpm dengan baterry Li-Ionberkapasitas 48 V/DC 20 AH. Rancangan sistem transmisi menggunakansprocket chain, sistem kemudi menggunakan dua tie rod, lengantie rod, dan ball joint, sedangkan pengereman menggunakan sistemcakram hidrolik. Dari hasil pengujian diperoleh hasil mobil yangmampu bergerak stabil saat melaju di trek lurus maupun belok.Kecepatan maksimum 50 km/jam. Untuk sistem kemudi, radius belokminimal 3 meter dengan sudut belokan roda depan 34º, radius belokmaksimal sebesar 6 m dengan belok roda depan 17º. Besarnya gayapengereman yang dibutuhkan pada pada jalan datar adalah sebesar594,57 Newton.
PENGARUH KOMPOSISI KOMPON BAN DENGAN BATIKAN MIRING 45o TERHADAP KOEFISIEN GRIP BAN PADA LINTASAN ASPAL PADA KONDISI BASAH DAN KERING Purboputro, Pramuko Ilmu; Hendrawan, Muh. Alfatih; Fathoni, Rois
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian awal yang bertujuan yang pada akhirnya untuk mendapatkan koefisien grip. Penelitian ini untuk mendapatkan kompossisi bahan yang tepat untuk bahan karet luar ban dan peneltian dilanjutkan untuk mendapatkan angka koefisien cengeram (grip) ban pada batikan panah. Metoda yang dilakukan adalah dengan mencampur komponen ban, dengan komposisi yang berbeda. Spesimen tersebut kemudian dilakukan percobaan kekerasan shore dan percobaan keausan. Hasil yang didapat dibandingkan bahan kompon yang sudah ada di pasaran. Dari penelitian ini didapat kompon variasi 1 dengan komposisi 30% carbon black dan 2% sulfur dari jumlah seluruh komposisi kompon, menghasilkan harga koefisien grip sebesar 0,761 kondisi lintasan kering dan 0,718 pada kondisi lintasan basah. Selain itu, penambahancarbon black dan sulfur juga berpengaruh pada kekerasan. Pada pengujian shore A terbesar pada kompon variasi 3 sebesar 71,17 dengan komposisi 33% carbon black dan 2,2 % sulfur.
Increasing Torque Capacity on Clutch Made From Coconut Fiber Composite: Peningkatan Kapasitas Torsi pada Kopling Berbahan Komposit Sabut Kelapa Purboputro, Pramuko Ilmu; Hendrawan, Muh. Alfatih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to investigate composition of coconut fiber, copper powder, fiberglass and phenolic resin as matrice for material of motorcycle clutch. The coconut fiber is in the dicontinuous fiber, for subtituting asbestos componen that unfair for lung healty and environmental issues. The result were compared with existing clutch product SGP for their hardness, wearness and their friction coefficient in wet and dry condition. The method was materials compacted in 2 tons pressure during 60 minutes holding time, then sintered on 800C at 40 minutes holding time, and take out from oven, then it conduct on Brinell hardness tester, and wearing test according ASTM F 1957-99 and ASTM D 3702-94 standard of testing materials The result shown that composition with 40% weight of coconut fiber, 20% copper powder, 20% fiberglass and 20% phenolic resin given 4.098 kg/mm2 on hardness number. Wearing at dry condition is 0,14 mm/hr and 0,19 mm/hr on oil wet condition. The exising material was SGP with 3,974 kg/mm2 hardness, its wearing on dry condition was 0,15 mm/hr and 0,20 mm/hr, on oil wet condition.
Pembuatan Kampas Rem Menggunakan Serat Pelepah Pisang dengan Variasi Butiran Alumunium Silicon (Al-Si) Mesh 50, 60, 100 Terhadap Tingkat Kekerasan, Keausan dan Koefisien Gesek Purboputro, Pramuko Ilmu
Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri 2021: Prosiding Simposium Nasional Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.261 KB)

Abstract

Pada penelitian ini, peneliti ingin membuat dan meneliti sampel kampas rem sepeda motor menggunakan bahan komposit yang ramah lingkungan yaitu serat pelepah pisang dengan variasi butiran mesh alumunium silicon untuk mengetahui kekerasan, keausan dan koefisien gesek kampas rem tersebut. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat pelepah pisang, kalsium karbonat, barium sulfat, resin phenolic, karbon kayu jati, alumunium silicon (Al-Si) variasi mesh 50,60 dan 100. Kemudian diuji kekerasan menggunakan alat Durometer shore D dengan standar ASTM D2240, dan diuji gesek dengan beban 16 kg selama 3 jam pada kondisi uji kering, uji basah, uji air garam, uji minyak rem, dan uji oli, lalu dihitung keausan dan koefisien geseknya. Dari hasil uji kekerasan nilai tertinggi terdapat pada variasi mesh alumunium silicon (Al-Si) mesh 100 dengan nilai kekerasan 80,23 Shore D Hasil pengujian gesek pada semua kondisi nilai keausan terendah terdapat pada variasi alumunium silicon (Al-Si) mesh 100 yaitu pengujian kering 256,25 mm3/jam, air 196,88 mm3/jam, oli 345,83 mm3/jam, air garam 258,33 mm3/jam, minyak rem 342,71 mm3/jam, Dan hasil nilai koefisien gesek tertinggi bervariasi nilai koefisien gesek tertinggi saat kondisi kering yaitu pada variasi mesh 100 dan kampas dipasaran 0,651, saat kondisi air dan air garam yang tertinggi pada variasi mesh 50, 0,657 dan 0,612 sedangkan saat kondisi oli dan minyak rem yang tertinggi pada variasi mesh 60, 0,627 dan 0,609. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan variasi butiran mesh 50,60,100 mempengaruhi tingkat kekerasan, keausan, dan koefisien gesek.