Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DENGAN MEDIA ANIMASI BERBASIS FLASH DAN VIDEO INTERAKTIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMORI DAN KREATIVITAS Para Mitta Purbosari; Ashadi Tri Ashadi; Sri Mulyani
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 2, No 03 (2013): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v2i03.9796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh penggunaan media animasi berbasis flash danvideo interaktif pada model pembelajaran TGT, kemampuan memori, kreativitas, dan interaksinya terhadapprestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model eksperimen, dilakukan di SMK Negeri 2 Sukoharjotahun Pelajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini sampel dipilih secara cluster random sampling. Kelaseksperimen I menggunakan model pembelajaran TGT dengan media animasi berbasis flash dan kelaseksperimen II menggunakan media video interaktif. Uji hipotesis menggunakan uji nonparametrik yaitu ujiKruskal-Wallis. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1). ada pengaruh penggunaan model TGT melaluimedia animasi berbasis flash dan video interaktif terhadap prestasi belajar siswa, (2). tidak ada pengaruhkemampuan memori tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa, (3). tidak ada pengaruh kreativitastinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa, (4). ada interaksi antara media pembelajaran TGT dengankemampuan memori terhadap prestasi belajar siswa, (5). ada interaksi antara media pembelajaran TGTdengan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa, (6). tidak ada interaksi antara kemampuan memori dengankreativitas terhadap prestasi belajar siswa, (7). ada interaksi antara media pembelajaran TGT, kemampuanmemori, dan kreativitas terhadap prestasi belajar siswa.Kata kunci: prestasi belajar, eksperimen, uji non parametrik, lambang unsur, tata nama senyawa.
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL MELALUI MODEL GUIDED INQUIRY BERBASIS ETHNOSCIENCE DALAM PEMBELAJARAN IPA SD Dwi, Dwi Anggraeni Siwi; Para Mitta Purbosari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.48275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Jombor 02 dan SD Negeri Kenep 03. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sekolah dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience mampu menciptakan pembelajaran IPA yang lebih kontekstual, bermakna, dan aktif. Implementasi pembelajaran dilakukan dengan mengaitkan konsep-konsep IPA dengan budaya serta potensi lingkungan sekitar siswa, sehingga siswa lebih mudah memahami materi melalui pengalaman nyata. Proses pembelajaran mendorong siswa untuk mengamati, menanya, menyelidiki, berdiskusi, dan menarik kesimpulan berdasarkan fenomena lokal yang ditemukan di lingkungan sekitar. Selain meningkatkan pemahaman konsep IPA, pendekatan ini juga mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, kerja sama, serta kepedulian terhadap kearifan lokal dan lingkungan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pembelajaran dan kesiapan guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis Ethnoscience. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui model Guided Inquiry berbasis Ethnoscience efektif mendukung pembelajaran IPA SD yang kontekstual dan berorientasi pada penguatan karakter serta pemahaman konsep siswa. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Guided Inquiry, Ethnoscience, Pembelajaran IPA, Sekolah Dasar
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Et-Smart Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Peserta Didik Para Mitta Purbosari; Desti Shinta Kurniawati; Kartika Purwitasari
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1953

Abstract

Keterampilan sosial peserta didik kelas VI SD Negeri Mojorejo 02 masih tergolong rendah, terutama pada aspek komunikasi dan partisipasi aktif yang masing-masing baru mencapai 45%. Peningkatan keterampilan sosial peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan media Et-SMART merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Metode yang diterapkan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengarah pada pola spiral Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam tiga siklus yang terdiri perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VI SD Negeri Mojorejo 02. Proses pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan dokumentasi, lalu diamati dengan cara kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selain itu, pengolahan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Penelitian ini memperoleh hasil peningkatan rata-rata keterampilan sosial secara bertahap, dari 56% pada pra-siklus menjadi 70% pada Siklus I, 80% pada Siklus II, dan 91% pada Siklus III. Berdasarkan hasil yang didapat, disimpulkan jika model Problem Based Learning dengan media Et-SMART bisa meningkatkan keterampilan sosial peserta didik.
Efektivitas Pembelajaran Membatik Terhadap Pengelolaan Sosial Emosional Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri Jombor 01 Sukoharjo Paramitta Purbosari; Freshyanta Aulia; Amalia Enjang; Novita Fitriyani
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v5i2.1863

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pengaruh kegiatan membatik terhadap perkembangan sosio-emosional siswa sekolah dasar, dengan menekankan pelestarian warisan budaya Indonesia melalui praktik pendidikan yang menarik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara semi-terstruktur di SDN Jombor 1, yang melibatkan interaksi langsung dengan siswa dan guru untuk menangkap fenomena waktu nyata. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kegiatan membatik secara signifikan meningkatkan aspek sosio-emosional, termasuk pengaturan emosi, interaksi sosial, kesabaran, kreativitas, dan kepercayaan diri. Siswa menunjukkan peningkatan kemampuan untuk mengelola frustrasi selama proses waxing dan pewarnaan, menumbuhkan perilaku prososial seperti empati dan kerja sama, serta mengembangkan ketahanan melalui tugas-tugas yang berulang dan menuntut keterampilan. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan keahlian guru diidentifikasi sebagai hambatan potensial. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa membatik berfungsi sebagai alat pendidikan holistik yang efektif untuk membangun karakter dan pelestarian budaya, yang mendorong keseimbangan psikologis dan nilai-nilai sosial di kalangan pelajar muda. Rekomendasi untuk studi mendatang meliputi perluasan sampel di berbagai wilayah, integrasi teknologi digital, dan analisis komparatif antara metode tradisional dan inovatif untuk menilai ketahanan emosional jangka panjang. Studi ini berkontribusi pada wacana tentang integrasi seni budaya ke dalam pendidikan anak usia dini untuk pertumbuhan sosio-emosional yang berkelanjutan.