Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kurikulum 2013 Kelas V Sekolah Dasar Negeri Jombor 01 Purbosari, Para Mitta; Prasetyo, Koko; Sutrisno, Tri
Jurnal Dikdas Bantara Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jdb.v1i2.140

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi Kurikulum 2013 kelas V di SDN Jombor 01 Bendosari dilihat dari proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil belajar, dan hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 kelas V di SDN Jombor 01 Bendosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengungkapkan makna konseptual dan asosiatif apa adanya. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui data primer yang didapat dari hasil wawancara dengan guru kelas VB untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013, sedangkan untuk data sekunder meliputi dokumen-dokumen yang berupa berita atau dokumen lain yang berkaitan dengan pelaksanaan dan hambatan dalam implementasi Kurikulum 2013, serta catatan hasil observasi yang dilakukan. Prosedur pengumpulan data meliputi : teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data dalam penelitian ini adalah: Reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/ menarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Implementasi Kurikulum 2013 dalam kegiatan perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah mengkaji silabus, mengkaji buku guru, menyusun RPP dengan menjabarkan langkah kegiatan pembelajaran. Sedangkan dalam pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan pendekatan saintifik sesuai dengan Kurikulum 2013 yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ mencoba, mengasosiasikan/ menalar, dan mengkomunikasikan (5M). Kegiatan penilaian pembelajaran guru, menggunakan penilaian autentik untuk menilai kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Serta hambatan yang dihadapi guru dalam kegiatan perencanaan pembelajaran yaitu dari kondisi siswa sendiri, hambatan saat kegiatan pelaksanaan pembelajaran adalah kurang tersedianya sarana dan prasarana seperti sumber belajar (buku guru dan buku siswa) dan hambatan dalam penilaian pembelajaran adalah guru membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penilaian. Kata kunci : Implementasi, Kurikulum 2013
PENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING Kristiawan, Renaldo; Purbosari, Para Mitta; Sularmi, Sularmi
Jurnal Dikdas Bantara Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v4i2.1679

Abstract

Abstract The purpose of the study was to improve students' critical thinking skills and science learning outcomes through a problem based learning model for class V SD Negeri Begajah 01 for the 2020/2021 academic year. This research is a classroom action research conducted at SD Negeri Begajah 01 for the 2020/2021 academic year. The subjects of this research are students and teachers of class V, the object of this research is critical thinking skills and student learning outcomes through problem based learning models. Data collection techniques using test and non-test methods. The instruments used in conducting research evaluations are: questionnaires, observations, interviews, and tests. The research sample consisted of 22 students consisting of 9 males and 13 females with 2 research cycles. The analysis technique uses quantitative data analysis, comprehensive descriptive data and qualitative data analysis. The results of the research cycle I showed that students who achieved critical mastery in the first cycle were 72.72% (minimum critical enough) in the second cycle increased to 100% (minimum critical enough) and the learning outcomes in the first cycle were 72.72% and the second cycle was 84, 39%. Thus, from this study, it can be concluded that problem-based learning can improve critical thinking skills and learning outcomes for class V SDN Begajah 01 for the academic year 2020/2021.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DALAM MATERI PERKALIAN SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI SUGIHAN 01 purbosari, para mitta; sumiyem, sumiyem; prabowo, rochmad aji; dewanty, apriana; royani, untsa
Jurnal Dikdas Bantara Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/dikdasbantara.v5i1.2128

Abstract

 Dalam dunia pendidikan terdapat beberapa mata pelajaran utama salah satunya yaitu matematika., dalam mata pelajaran tersebut siswa harus memiliki empat keterampialan salah satunya keterampilan perkalian. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman konsep matematika dalam materi perkalian, mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam memahami konsep matematika dalam materi perkalian, mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam memahami materi perkalian. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Sugihan 01 yang berjumlah 15 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan tes, observasi serta wawancara. Teknik analisis data penelitian ini yaitu analisis interaktif yang meliputi pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 10 siswa dari 15 siswa yang belum memahami konsep matematika dalam perkalian; Kesulitan yang dialami siswa untuk memahami konsep matematika dalam materi perkalian adalah menyelesaikan soal perkalian dalam konversi bentuk penjumlahan berulang,tidak memahami soal cerita; Faktor yang mempengaruhi kesulitan yang dialami siswa antara lain karena belum memahami konsep materi perkalian dan hanya menggunakan metode hafalan dalam belajar materi perkalian.Kata kunci : Pemahaman Konsep, Perkalian
Analisis Penggunaan Aplikasi Plickers dalam Penilaian Formatif untuk Meningkatkan Partisipasi Siswa Rachma Sita, Erlin; Mitta Purbosari, Para; Prasetyo, Koko
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.710

Abstract

Mengintegrasikan teknologi dengan pendidikan bukan hal baru lagi di abad 21 ini. Naik turunnya partisipasi siswa menjadi masalah serius dalam dunia pendidikan yang perlu diatasi oleh guru. Penggunaan Aplikasi Plickers menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Peneliti dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Aplikasi Plickers dalam penilaian formatif untuk meningkatkan partisipasi siswa, sehingga dapat diketahui tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan penggunaan Aplikasi Plickers untuk meningkatkan partisipasi siswa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 25 siswa kelas IV A dan wali kelas IV A. pengumpulan data dalam pelaksanaan penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan Triangulasi. Teknik Triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Data dianalisis melalui teknik analisis data kualitatif, menurut Huberman dan Miles, 1994. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan Aplikasi Plickers berperan penting terkait keikutsertaan siswa selama pembelajaran. Banyak dari siswa yang merasa sangat suka dan merasa tertarik dengan penggunaan aplikasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa hadirnya Aplikasi Plickers mempermudah guru mengumpulkan jawaban, mengontrol pilihan siswa dan membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang baru dan inovatif sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa.
Analisis Dampak Tik-Tok terhadap Karakter Sopan Santun Yulia, Mona; Mitta Purbosari, Para; Angganing, Paradika
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh yang ditimbulkan aplikasi Tik-Tok terhadap karakter sopan santun anak kelas V SDN Se-Dabin 1 Kecamatan Tasikmadu. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa data primer, penelitian ini dilaksanakan di SDN Se-Dabin 1 Kecamatan Tasikmadu dengan sumber data utama adalah wali kelas V, 4 siswa kelas V dari tiap sekolah beserta orangtua masing-masing. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Penulis menerapkan teknik analisis data dari Miles dan Huberman dilakukan secara terstruktur. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, anak menggunakan Tik-Tok sangat lama hanya untuk mengisi waktu luang dan mencari hiburan. Dampak bermain Tik-Tok terhadap sopan santun siswa yaitu sikap kurang sopan baik dengan teman sebaya, guru dan orangtua, sikap menghargai dan menghormati orang lain menjadi pudar, terbiasa berkata kasar, tidak memiliki rasa malu, tidak mengenal lingkungan ketika sedang membuat video Tik-Tok, suka membantah orang lain, suka menunda-nunda dan menjadi seorang pemalas.
IbM PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAHARAN INTERAKTIF BERBASIS ICT BAGI GURU SDN DALANGAN 02 DAN 03 TAWANGSARI Sari, Nurratri Kurnia; Purbosari, Para Mitta; Prasetyo, Koko; Angganing, Paradika
Jurnal Terapan Abdimas Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v6i1.7506

Abstract

Abstract. Dalangan Elementary School 02 and 30 Tawangsari, Sukoharjo District, Sukoharjo Regency are located in the village of Dalangan, which is an in-depth area. School facilities such as LCDs, notebooks and even the internet already exist in several schools in the Merauke Cluster Elementary Schools in Nguter District, Sukoharjo Regency. The fact is that teachers are still few in using ICT media as a medium of learning, teachers in these schools still mostly use image media and conventional media. Whereas in every school, LCD and notebook are available. However, only a few teachers have not yet mastered the technology of making ICT-based media. The use of ICT media uses more exposure to power pints. The use of power points that is displayed is less interactive and tends to be exposive. So that the use of ICT media is not optimal. Based on these problems, the formulation of the problem to be answered is "Can training be able to provide knowledge about the making of interactive learning media through power point animation and Flash for the RA Kartini KKG Group in Sukoharjo District, Sukoharjo Regency? The results achieved through this activity are as follows; 1) There is increased skills in designing and converting offline RPP to online. 2) There is an increase in the knowledge and skills of the teachers about the making of video presentation learning media through OBS studio and online evaluation Quiziz. 3) Availability of online lesson plans, presentation video learning media through OBS studio and online evaluation Quiziz. 4) The involvement of partner teachers in community service activities, 100% starting from socialization, counseling, training and assistance in making ICT-based interactive learning media. 5) Activity reaches 80% of partner participants who are actively participating in the training must be able to do in developing and making ICT-based interactive learning media Abstrak.Sekolah Dasar Negeri Dalangan 02 dan 30 Tawangsari kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo terletak di desa Dalangan yang termasuk daerah pendalaman. Fasilitas sekolah seperti LCD, notebook bahkan internet sudah ada di beberapa sekolah Gugus Merauke Sekolah Dasar seKecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. Kenyataan guru masih sedikit dalam menggunakan mediia ICT sebagai media pembelajaran, guru di sekolah tersebut lebih banyak masih menggunakan media gambar dan media konvensional. Padahal di setiap sekolah sudah tersedia LCD dan notebook. Akan tetapi hanya beberapa guru yang belum bisa menguasai teknologi pembuatan media berbasis ICT. Penggunaan media ICT, lebih banyak menggunakan pemaparan pada power pint. Penggunaan power point yang ditampilkan masih kurang interaktif dan cenderung pemaparan. Sehingga penggunakan media ICT belum maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, rumusan masalah yang akan dijawabadalah “Apakah dengan pelatihan mampu memberikan pengetahuan tentang pembuatan media pembelajaran interaktif melalui animasi power point dan Flash bagi KKG Gugus RA Kartini seKecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo? Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini adalah sebagai berikut; 1)Adanya peningkatan ketrampilan dalam merancang dan merubah RPP luring ke daring. 2)Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran video presentasi melalui OBS studio dan evaluasi online Quiziz. 3)Tersedianya RPP daring, media pembelajaran video presentasi melalui OBS studio dan evaluasi online Quiziz. 4)Keterlibatan guru mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat, 100% mulai dari kegiatan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis ICT. 5)Kaeaktifan mencapai 80% peserta mitra yang secara aktif mengikuti pelatihan harus mampu melakukan dalam  mengembangkan dan membuat media pembelajaran interaktif berbasis ICT.
Analysis of Critical Thinking Skills on the Project of Strengthening the Pancasila Profile of Grade IV Students of Plumbon Elementary School Muthmainnah, Annisa; Purbosari, Para Mitta; Angganing, Paradika
Indonesian Journal of Primary Education Vol 8, No 2 (2024): Indonesian Journal of Primary Education : December 2024 (In Press)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v8i2.61318

Abstract

The purpose of this study was to analyze the critical thinking skills of grade 04 Plumbon 03 Public Elementary Schools in the project to strengthen the profile of the Pancasila Merdeka Curriculum and the results of this study are expected to be used as a reference source for research in the field of critical thinking skills of elementary school students. The research method uses a qualitative descriptive research method. data collection techniques use observation, interviews, and documentation while data analysis techniques use the Miles and Huberman model, namely through several processes of data collection, reduction, and presentation. Research time from May to June 2023, location in Bulu Hamlet, Plumbon, Mojolaban, Sukoharjo. This study used observation, interview, and documentation methods involving all 9 grade IV students and 1 class teacher. The results of the study can be concluded that the critical thinking skills of fourth-grade students at SD Negeri Plumbon 03 in the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) are high because they have mastered the five indicators of critical thinking skills, namely observation, analysis, evaluation, inference, and explanation. This can happen because it is supported by factors of critical thinking skills, namely basic cognitive abilities, experience, interpersonal skills, educational and social environment, and the ability to manage emotions.
Analisis Penggunaan Alih Kode dan Campur kode Guru dalam Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar Putri Pancali, Diah; Mitta Purbosari, Para; Prasetyo, Koko
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis campur kode dan alih kode yang digunakan oleh guru, faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melaksanakan campur kode dan alih kode, serta dampaknya terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis campur kode dan alih kode yang diterapkan oleh guru, faktor-faktor yang mempengaruhi guru dalam melakukan campur kode dan alih kode, serta dampaknya terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa. Model analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru kelas IV. Dalam pembelajaran di kelas IV SD Negeri Triyagan 2 Kabupaten Sukoharjo, terdapat dua jenis alih kode: internal dan eksternal. Untuk campur kode, hanya ada satu jenis, yaitu campur kode internal. Faktor-faktor yang menyebabkan alih kode termasuk lingkungan atau budaya lokal, serta kompleksitas bahasa Jawa yang memiliki tingkatan ngoko, madya, dan krama. Sementara itu, ada tiga faktor yang menyebabkan campur kode: kebiasaan sehari-hari, keterbatasan kosakata, dan penggunaan istilah. Alih kode dan campur kode mempengaruhi pemahaman siswa dalam belajar bahasa Jawa.
Pola Asuh Orang Tua Pengganti dalam Perkembangan Kecerdasan Emosional Siswa Kurniasih, Trias; Mitta Purbosari, Para; Paradika Angganing, Paradika Angganing
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v5i2.955

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pola asuh orang tua pengganti dalam perkembangkan kecerdasan emosional dan menjelaskan faktor yang dapat mempengaruhi pola asuh orang tua pengganti dalam perkembangkan kecerdasan emosional siswa kelas tinggi Sekolah Dasar di Gugus Wotawati Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunungkidul Tahun Pelajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi lapangan. Teknik pengumpulan data  yang dinggunakan yaitu observasi ke rumah anak, wawancara kepada orang tua pengganti, serta dokumentasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas tinggi di gugus Wota Wati yang diasuh oleh orang tua pengganti. Dalam 1 gugus terdiri dari 5 sekolah dasar dan yang menjadi sampel yaitu 22 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dari Milles dan Huberman yaitu teknik triangulasi data yang berupa triangulasi sumber. Hasil pada perkembangan kecerdasan emosional anak dalam penelitian ini dominan baik namun juga ada juga yang memiliki sedikit kesulitan dalam hal tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh orang tua pengganti memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan kecerdasan emosional anak asuh. Pola asuh yang dominan digunakan adalah demokratis, namun pola otoriter dan permisif juga ditemukan.
MODEL PEMBELAJARAN ACTIVE LEARNING BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DISABILITAS INTELEKTUAL DAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DI KELAS 3 SEKOLAH DASAR NEGERI KARANGWUNI KECAMATAN POLOKARTO KABUPATENSUKOHARJO Dewi Sri Astuti; Para Mitta Purbosari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.30422

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Active Learning modelbased on Small Group Discussion for children with special needs (ABK) withintellectual disabilities and Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) in grade3 of SD Negeri Karangwuni, Polokarto District, Sukoharjo Regency. The studyused a qualitative descriptive approach with data collection techniques throughobservation, interviews, and documentation. The results of the study showed thatthe Active Learning learning model based on Small Group Discussion was able toencourage the activeness, understanding, and involvement of ABK students in thelearning process. Students with intellectual disabilities became more confident andactively asked questions, while students with ADHD showed high enthusiasm.Teachers play an important role as facilitators who adjust learning strategies tostudent characteristics. The obstacles faced include the teachers limitedunderstanding of students' special needs and the lack of supporting resources, butcan be overcome with small homogeneous groups and intensive mentoring.Overall, this model is effective in creating an inclusive and adaptive learningenvironment for the diversity of students in elementary schools.