Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaan Beberapa Genotipe Bayam (Amaranthus tricolor L.) terhadap Cekaman Genangan Pratama, Muhamad Reza Budi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1157

Abstract

Bayam ialah tanaman yang dibudidayakan sebagai sumber pangan yang memiliki kandungan protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor dan zat besi. Keragaan pada tanaman digunakan untuk melihat karakter fenotipe pada genotipe sebagai pedoman untuk sumber daya genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa genotipe bayam yang tahan pada kondisi cekaman genangan yang memiliki nilai paling tinggi daripada varietas pembanding. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Penelitian dilakukan menggunakan split plot design (Rancangan Petak Terbagi). Peubah kuantitatif yang diamati adalah luas daun, jumlah daun, tinggi tanaman, diameter batang, berat segar tanaman, berat kering, panjang akar. Peubah kualitatif yang diamati adalah bentuk daun, warna daun, warna batang dan pengamatan gejala visual tanaman. Analisis data menggunakan Analysis of varian (Anova). Hasil penelitian menunjuk-kan bahwa 10 genotipe yang diuji terdapat 2 genotipe yang memiliki nilai paling tinggi yaitu BY2 dan BY3 yang dilihat dari semua karakter kuantitatif. Pada karakter kualitatif 10 genotipe bayam memiliki warnadaun, bentuk daun, dan warna batang yang berbedayang disebabkan karena adanya keragaman genetik pada masing masing genotipe.
Interaksi Genotip x Lingkungan Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Dua Lokasi Anggraini, Yulinar Diah; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 8 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1212

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) ialah tanaman dengan adaptabilitas dan nilai ekonomi tinggi. Rata–rata produktivitas padatahun 2011 hingga 2015 sebesar 5,01 ton ha-1 menjadi 6,45 ton ha-1, dan masih rendah dibandingkan potensi hasil 12–20 ton ha-1. Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor genotip dan lingkungan. Tanaman menunjukkan respon berbeda pada kondisi lingkungan berbeda karena interaksi genotip dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan beberapa genotip cabai rawit yang diuji di dua lokasi. Sebanyak enam genotip cabai rawitdiuji di dua lokasi di Kabupaten Blitar, yaitu di Karangrejo dengan ketinggian tempat 408 m dpldan di Kademangan dengan ketinggian tempat 142 m dpl pada bulan Februari hingga November 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat ulangan dimasing-masing lokasi, dan diuji lanjut menggunakan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terdapat interaksi genotip x lokasi yang nyata pada karakter panjang ruas batang, tebal daging buah, dan bobot 100 biji. Keenam genotip uji menunjukkan potensi hasil yang sama baik di lokasi Karangrejo dan Kademangan. Genotip V1 memliki karakter pertumbuhan yang paling baik di kedua lokasi.
Uji Keunikan dan Keseragaman Beberapa Genotip Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kabupaten Blitar Septilia, Yufita; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 9 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1236

Abstract

Tanaman cabai rawit ialah komoditas hortikultura yang diminati masyarakat Indonesia karena memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Namun ketersediaan cabai kurang memenuhi karena petani masih menggunakan varietas lokal. Perlu dilakukan uji keunikan dan keseragaman untuk menciptakan varietas unggul baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penciri khusus dan keseragaman genotip uji dengan genotip pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karangrejo, KabupatenBlitar, Jawa Timur pada bulan Februari – September 2018. Metode yang di-gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 6 perlakuan 4 ulangan diuji lanjut meng-gunakan BNJ dengan taraf 5%. Karakter pengamatan terdiri dari 23 karakter kuantitatif dan 41 karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan setiap genotip uji memiliki perbedaan dan penciri khusus serta termasuk dalam kategori seragam dibandingkan dengan genotip pembanding.
Identifikasi Sifat Ketahanan Plasma Nutfah Kedelai (Glycine Max L. Merrill) Terhadap Kutu Kebul (Bemisia tabaci Genn.) Reza, Nisrina Saraswati; Sulistyo, Apri; Purnamaningsih, Sri Lestari
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.658 KB) | DOI: 10.21776/ub.jpt.2019.004.1.5

Abstract

Superior variety with resistance to pest is neededin order to cover the high needs of soybean in Indonesia. Genetic resources from germplasm collections are needed for the assembly of new soybean variety resistant to whitefly. This research aims to find soybean germplasm as the source ofresistance gene and to learn soybean leaf characters resistant to whitefly. This research was conducted from February to May 2018 at Kendalpayak Experimental Station, Balitkabi, Malang. A total of 48 soybean genotypes were evaluated following a randomized block design with three replicates. Observations of whitefly population (number of eggs, nymphs, pupae, and imago), number of leaf trichomes, leaf chlorophyll index, leaf water content, and leaf color score were carried out on three plant samples for each genotype. The result showed that there are 6 resistant genotypes such as Wilis, Meratus, Argomulyo, Ringgit, Merbabu, and Malabar. There were no leaf characteristics that played a doimant role in soybean resistance to whitefly.
Penampilan Empat Genotip Tanaman Wortel (Daucus carota L.) pada Tiga Lokasi Fajaryanto, Budisatria; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1368

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang tumbuh tegak dengan ketinggian antara 30 cm - 100 cm dan berumur pendek antara 70-120 hari tergantung pada varietasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui penampilan pada empat genotip tanaman wortel yang ditanam pada tiga lokasi berbeda dan mengetahui interaksi genotip dengan lingkungan.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan empat genotip diulang sebanyak empat kali pada tiga lokasi. Ketiga lokasi penelitian antara lain di UB Forest Kabupaten Malang, Dusun Junggo Kota Batu, dan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Penelitian dilaksanakan pada 11 April 2019 sampai 6 Agustus 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan berbeda pada lokasi Junggo dan Nongkojajar, sedangkan pada lokasi UB Forest penampilan yang ditunjukkan sama. Terjadi interaksi genotip dengan lingkungan pada karakter tinggi tanaman, panjang daun, panjang umbi, dan diameter umbi.
Interaksi Genotip x Lingkungan pada Tiga Genotip Lobak (Raphanus sativus L.) di Tiga Lokasi Dzikrulloh, Fariz Al; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1370

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.) termasuk dalam famili Brassicaceae dan merupakan tanaman sayuran ber umbi yang belum banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya interaksi genotip dan lingkungan pada beberapa karakter ke tiga genotip lobak, mengetahui genotip lobak yang memiliki potensi hasil tinggi disemua lokasi serta mengetahui lokasi yang sesuai untuk tanaman lobak. Penelitian ini dilaksanakan pada tiga lokasi yang berbeda yaitu, Junggo Kota Batu, UB Forest Karangploso Kabupaten Malang dan Tutur Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan Genotip, diulang sebanyak 4 kali pada 3 lokasi yang berbeda Dari hasil penelitian yang dilakukan. Karakter tinggi tanaman, panjang daun dan panjang umbi di permukaan dipengaruhi oleh genotip dan lokasi. Genotip yang memiliki potensi hasil tinggi di semua lokasi adalah GL2 dan GL3. Lokasi Malang dan Pasuruan memiliki potensi hasil tinggi dan memiliki kondisi lingkungan yang sesuai untuk budidaya tanaman lobak.
Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Afandiyah, Gioniva; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 4 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1401

Abstract

Cabai rawit termasuk dalam tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Nilai produktivitas cabai rawit mencapai 6,69 ton ha-1 sedangkan nilai potensi produksi cabai rawit mencapai 10-20 ton ha-1. Rendahnya nilai produksi cabai rawit dipengaruhi oleh rendahnya mutu benih yang meliputi mutu fisik, fisiologis dan genetik. Peningkatan mutu benih dapat dilakukan dengan penanganan pascapanen yang tepat yang mencakup proses ekstraksi benih dan penggunaan genotipe berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perlakuan metode ekstraksi, genotipe dan interaksinya terhadap viabilitas dan vigor benih cabai rawit. Penelitian dilakukan pada Februari hingga Mei 2019 di Greenhouse dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Pada penelitian ini, diuji 3 genotipe (CRUB2, CRUB3, CRUB4) dan 1 varietas (Varietas Manteb) dengan menggunakan 2 metode ekstraksi (Ekstraksi Kering dan Ekstraksi Basah) pada 2 waktu pengamatan (benih umur 2 bulan dan 4 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ekstraksi basah dapat meningkatkan viabilitas pada variabel potensial tumbuh maksimum dan vigor pada variabel kecepatan dan keserempakan tumbuh saat benih umur 4 bulan. CRUB4 menunjukkan respon terbaik pada viabilitas benih variabel potensial tumbuh maksimum dan CRUB2 menunjukkan nilai tertinggi pada viabilitas benih variabel laju perkecambahan saat benih umur 4 bulan sedangkan Manteb menunjukkan keserempakan tumbuh terendah pada vigor benih saat umur 2 bulan serta terdapat interaksi antar perlakuan pada variabel daya berkecambah.
PERLAKUAN PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP DAYA TUMBUH BENIH 3 VARIETAS KACANG TANAH (Arachis hypogaea) Nurussintani, Widya; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.205 KB) | DOI: 10.21776/11

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan metode yang lebih efektif dan efisien daripada perlakuan oven kering sampai 7 hari (rekomendasi ISTA), serta mempelajari pengaruh perbedaan varietas terhadap perlakuan pematahan dormansi, telah dilaksanakan di UPT PSBTPH Surabaya dari Juni sampai Agustus. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan pematahan dormansi berpengaruh nyata pada parameter pengamatan kecambah normal, abnormal, benih mati, intensitas dormansi dan vigor benih. Metode perendaman benih dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam  memberikan efektivitas yang sama dengan metode rekomendasi ISTA (International Seed Testing Association) dan lebih praktis dalam pelaksanaan, dengan batasan nilai uji daya tumbuh lebih dari 80% dan jumlah benih dorman kurang dari 5%. Varietas Lokal Tuban dan Bison memberikan respon baik hanya pada perlakuan P1 (perendaman dengan larutan KNO3 0,2% selama 48 jam), P2 (perendaman dengan air kelapa selama 48 jam) dan P3 (pemanasan dalam oven bersuhu 40oC selama 7 hari), sedangkan varietas Kelinci memberikan respon baik pada semua perlakuan.
PENAMPILAN SEPULUH GENOTIPE CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Ramadhani, Rizki; Damanhuri, Damanhuri; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.399 KB) | DOI: 10.21776/16

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui penampilan morfologi, agronomi dan ketahanan terhadap hama dan penyakit sepuluh genotipe cabai merah pada lahan terinfestasi hama dan patogen secara alami telah dilaksanakan di kelurahan Dadaprejo, kecamatan Junrejo, kota Batu dari Maret sampai Agustus 2012. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan genotipe sebagai perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman karakter morfologi masih terdapat dalam genotipe     CB 051, CB 053, CB 113, CB 116 dan         CB 118. CB053 menunjukkan nilai Koefisien Keragaman Fenotipe (KKF) tinggi pada karakter tebal daging buah, jumlah buah baik, bobot buah baik, jumlah buah jelek, bobot buah jelek, jumlah buah total per tanaman, dan bobot buah total per tanaman.  CB 051 memiliki nilai KKF tinggi hanya pada karakter jumlah buah jelek dan bobot buah jelek. Individu CB 053.23, CB 053.24, CB 053.33 tahan terhadap aphid, CMV, layu fusarium;  CB 055.32 tahan terhadap tungau dan CMV; CB 056.21, CB 056.31 tahan terhadap CMV dan layu fusarium; CB 113.17, CB 113.18 tahan terhadap tungau dan rebah semai. Individu-individu tersebut didukung keunggulan agronomi karakter jumlah buah total per tanaman dan bobot buah total per tanaman lebih tinggi dari individu lain dalam masing-masing genotipe.
KERAGAMAN DAN PENDUGAAN NILAI KEMIRIPAN 18 TANAMAN DURIAN HASIL PERSILANGAN Durio zibethinus DAN Durio kutejensis Hadi, Shabrina Kusuma; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Jurnal Produksi Tanaman Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.433 KB) | DOI: 10.21776/82

Abstract

Tanaman durian termasuk dalam famili Bombaceae, diduga tanaman ini berasal dari hutan tropis Indonesia. Di Indonesia, masih sedikit buah durian lokal mutu tinggi yang dijual dipasaran. Dalam rangka meningkatkan hasil buah durian perlu melakukan beberapa program pertanian dan program pemuliaan. Salah satu program pemuliaan tanaman adalah menghasilkan kultivar yang baru antara durian yang brebeda. Pada penelitian ini durian hasil persilangan diharapkan menghasilkan durian yang memiliki daging buah berwana pink merah muda (dari Durio kutejensis) dan daging buah yang tebal (dari Durio zibethinus). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Jatikerto, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, pada April-Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan cara pengamatan karakter vegetatif kemudian menjabarkan secara deskriptif. Data karakterisasi untuk karakter kualitatif dikelompokkan menurut nilai kemiripannya dengan analisis kluster, sedangkan karakter kuantitatif dihitung keragamannya dengan menghitung standard deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keragaman 18 tanaman durian yang ditunjukkan pada karakter tinggi tanaman, tinggi batang, lingkar batang, diameter tajuk, panjang daun dan lebar daun. Terdapat sebelas kelompok nilai kemiripan pada 18 tanaman durian : 100%, 96%, 93%,  91%, 90%, 87%, 86%, 85%, 84%, 82%, 81%. Pada persilangan antara Durio zibethinus ( ♀ ) >< Durio kutejensis ( ♂ ) dan Durio kutejensis ( ♀ ) ><Durio zibethinus ( ♂ ) semua individu tanaman memiliki kemiripan pada tetua kutejensis. Kata kunci : Keragaman, Nilai kemiripan, Durio zibethinus, Durio kutejensis
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi