Sri Lestari Purnamaningsih
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 146 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENAMPILAN 8 GENOTIP TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) PADA CEKAMAN SALINITAS Isnasa, Irsanty Nadya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/441

Abstract

Lahan salin adalah lahan dengan kandungan garam tinggi (>4 mS cm-1) yang terlarut dalam air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Tanaman tomat memiliki sifat moderat sensitif terhadap cekaman garam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan 8 genotip tanaman tomat terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Rumah Plastik Kebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor pertama adalah 8 genotip tanaman tomat, yaitu G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, sedangkan faktor kedua adalah pemberian air garam dengan konsentrasi 0 ppm, 4.000 ppm dan 8.000 ppm. Setiap perlakuan dibuat dalam 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada parameter kuantitatif dan daya hantar listrik pada media tanam. Parameter kuantitatif meliputi: tinggi tanaman, kadar klorofil daun, berat kering akar, umur berbunga, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, fruit set, bobot buah per tanaman, bobot per buah, diameter buah, kekerasan buah, ketebalan daging buah, panjang buah. Interaksi antara genotip dan salinitas memberikan pengaruh yang nyata pada berat kering akar dan panjang buah, cekaman salinitas yang diberikan cenderung menurunkan parameter yang diamati kecuali pada kandungan klorofil daun dan kekerasan buah.
OBSERVASI DAN KARAKTERISASI MORFOLOGI TANAMAN PISANG (Musa spp.) DI KECAMATAN NGANCAR KABUPATEN KEDIRI Nedha, Nedha; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 5 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/448

Abstract

Kabupaten Kediri merupakan salah satu wilayah yang mempunyai keragaman plasma nutfah pisang di Jawa Timur. Salah satu daerah yang merupakan sentra produksi pisang di Kabupaten Kediri adalah Kecamatan Ngancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman tanaman pisang di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri berdasarkan karakteristik morfologinya. Penelitian dilaksanakan  pada bulan April sampai bulan Juli 2015 di 10 desa di Kecamatan yang terdiri dari desa  Bedali, Kunjang, Jagul, Pandantoyo, Margourip, Ngancar, Manggis, Babadan, Sempu dan Sugihwaras. Metode yang digunakan adalah metode survei, karakterisasi dan wawancara dengan petani pisang. Berdasarkan hasil observasi dan karakterisasi ditemukan 26 genotip tanaman pisang yaitu pisang kepok super, kepok urang, kepok gajih, raja nangka, raja brentel, raja temen, ambon, marlin, mas, susu, klutuk, morosebo, byar, pulud, bawen, kitiran, glintung, sri, kidang, jaran, ijo madura, ijo sembot, ijo lumut, masan, cavendish dan taiwan. Berdasarkan dendogram   diketahui bahwa 26 genotip yang diamati terbagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I terdiri dari 23 genotip pisang. Kelompok II terdiri dari pisang masan. Kelompok III terdiri dari pisang klutuk, sedangkan kelompok IV terdiri dari pisang sri. Genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terjauh adalah pisang kepok super dan morosebo dengan tingkat kemiripan sebesar 13%, sedangkan genotip pisang yang memiliki hubungan kekerabatan terdekat adalah pisang ijo sembot dan ijo madura dengan tingkat kemiripan sebesar 97,6%.
UJI TOLERANSI SALINITAS PADA BERBAGAI VARIETAS CABAI BESAR (Capsicum annuum L.) Kusuma, Devi Mira; Yulianah, Izmi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/459

Abstract

Cabai besar (Capsicum annuum L.) adalah salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomis cukup penting. Penyempitan lahan pertanian akibat alih fungsi lahan menyebabkan pergeseran lahan pertanian yang subur ke lahan marjinal seperti lahan salin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan varietas cabai besar yang toleran terhadap cekaman salinitas. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2014 sampai April 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan pada penelitian ini mencakup polibag, sekop, gelas ukur, sprayer, meteran, tali rafia, timbangan analitik, gunting, kamera digital dan alat tulis. Bahan yang digunakan pada penelitian ini mencakup benih cabai besar, air, NaCl, tanah, pupuk kompos, pupuk daun dan pestisida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi larutan NaCl: 0 ppm (S0) dan 8.000 ppm (S1). Faktor kedua adalah varietas cabai besar: Trisula (V1), Gantari (V2), Branang (V3), Lingga (V4) dan Ciko (V5). Analisis data menggunakan parameter penapisan: Intensitas Cekaman (IC), Indeks Toleransi (IT), Indeks Sensitivitas Cekaman (ISC) dan persentase penurunan hasil untuk mengetahui tingkat toleransi tiap varietas terhadap cekaman salinitas. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah dan bobot buah per tanaman mengalami cekaman berat akibat salinitas berdasarkan nilai IC. Namun Varietas Gantari menunjukkan toleransi salinitas yang lebih baik dibandingkan varietas lain yang diujikan berdasarkan nilai IT, ISC dan persentase penurunan hasil yang lebih rendah pada keempat peubah tersebut.
PENAMPILAN SIFAT KETAHANAN PENYAKIT LAYU BAKTERI (Ralstonia solanacearum) DAN PRODUKTIVITAS TINGGI TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) PADA 24 FAMILI F5 Sholeh, Aziz; Yulianah, Izmi; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/465

Abstract

Rendahnya produktivitas cabai disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman cabai ialah penyakit layu bakteri. Program pemuliaan tanaman ialah salah satu upaya untuk mendapatkan tanaman yang tahan terhadap serangan layu bakteri dan meningkatkan produktivitas tanaman cabai merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan cabai merah (Capsicum annuum L.) terhadap serangan layu bakteri (Ralstonia solanacearum) dan produktivitas tinggi pada 24 famili F5 yang berdaya hasil tinggi. Percobaan menggunakan metode single plot yang terdiri dari 24 famili F5 cabai merah. Setiap famili ditanam sebanyak 60 tanaman dan 20 tanaman pada tetua. Alat  dan bahan yang digunakan penelitian ialah rak tray, plastik semai, gembor, cangkul, meteran, alat pelubang mulsa, ajir bambu, tali rafia, timbangan analitik, papan penelitian, bambu, kamera, ose, petridish, pinset, bunsen, erlenmeyer, backer glass, botol media, glass L, auotoclave, LAFC, spektrofotometer, tabung reaksi, pipet, alat tulis, cocopeat, pupuk kompos, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCl, pepton, casein, glukosa, aquades, agar, TZC, dan 24 famili cabai merah generasi F5. Penelitian dilaksanakan di Desa Gesingan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang pada bulan Februari hingga Agustus 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 24 famili cabai merah, terdapat 22 famili terseleksi berdasarkan ketahanan penyakit layu bakteri. Berdasarkan respon ketahanan penyakit layu bakteri dan produktivitas tanaman, didapatkan 5 famili yang terpilih yaitu famili A3 8 14, A4 92 12, B2 46 6, B5 27 20 dan B6 42 13.
UPAYA PENINGKATAN PEMBUNGAAN DAN HASIL POLONG PADA TIGA GENOTIP KECIPIR (Psophocarpus tetragonolobus L.) Ayu Wulandari, Panca Ida; Purnamaningsih, Sri Lestari; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 7 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.711 KB) | DOI: 10.21776/488

Abstract

Kecipir memiliki daun dan sulur yang berjumlah banyak tanpa didukung dengan hasil produksi yang berlimpah. Salah satu teknologi yang telah dikenal untuk meningkatkan pembungaan dan produksi bunga dan buah adalah dengan cara pemangkasan dan aplikasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jatikerto, Kabupaten Malang dengan ketinggian ± 300 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Agustus 2015. Bahan utama dalam penelitian ini adalah 3 genotip tanaman kecipir terseleksi (Galur UB 1, Black Wates, dan Brown Wates), aquades, Asam Gibberellin (GA3) 40 ppm, kertas label, pupuk kandang, pupuk Urea, SP36, KCl, dan pestisida. Sedangkan alat yang digunakan adalah tali rafia, cangkul, meteran, gembor, timbangan analitik dua desimal, gelas ukur, sprayer, jangka sorong, ajir, gunting, kamera digital, dan alat tulis. Penelitian menggunakan tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari umur berbunga (HST), jumlah bunga, jumlah bunga rontok, jumlah polong pertanaman, bobot polong pertanaman (kg), diameter polong (cm), dan panjang polong (cm). Data yang telah diperoleh dari setiap variable pengamatan akan dianalisa perbedaan antar pasangan perlakuan yaitu masing-masing perlakuan (kontrol (P0) VS pemangkasan (P1), kontrol (P0) VS aplikasi ZPT (P2), dan pemangkasan (P1) VS aplikasi ZPT (P2)) pada setiap genotip menggunakan Uji T dua kelompok berpasangan dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa cara pemangkasan dan aplikasi ZPT GA3 mampu meningkatkan pembungaan dan hasil polong pada masing masing genotip yang diuji. Peningkatan dapat terlihat pada perbandingan antara tanaman yang diberi perlakuan dengan tanaman kontrol pada setiap variabel pengamatan.
PENAMPILAN 6 GENOTIPE TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK DAN ANORGANIK Selviana, Lila; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 9 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/528

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tomat yang baik dan tidak mudah terserang hama dan penyakit sudah dilakukan. Namun, cara budidaya yang tepat belum banyak diketahui oleh para petani, sehingga mampu tanaman tomat mampu tumbuh optimal pada lingkungan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengetahui hasil tanaman tomat yang ditumbuhkan secara organik dan anorganik. Penelitian dilaksanakan  pada bulan April sampai bulan Juli 2015 di Desa Surat Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan adalah Rancangan Tersarang dengan dua faktor. Faktor pertama genotipe tomat (G1, G2, G3, G4, G5, G6) dan faktor kedua cara budidaya (organik dan anorganik). Penelitian dilakukan pada polybag. Penelitian menggunakan rancangan tersarang dengan  3 ulangan dan terdapat 36 petak percobaan. Setiap satuan percobaan terdiri atas 6 tanaman. Total populasi tanaman tomat 216. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan genotipe menunjukan hasil tidak berbeda nyata, sehingga semua genotip menunjukan hasil yang sama pada budidaya organik, maupun anorganik. Sedangkan pada perlakuan budidaya, budidaya anorganik memiliki hasil yang lebih tinggi (166,65 g /tanaman) dibandingkan budidaya organik (96,33 g/tanaman).
TINGKAT TOLERANSI BEBERAPA VARIETAS MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP CEKAMAN SALINITAS Pratama, Riko Aditya; Respatijarti, Respatijarti; Purnamaningsih, Sri Lestari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.644 KB) | DOI: 10.21776/548

Abstract

Mentimun merupakan tanaman yang sensitive terhadap salinitas, untuk meningkatkan produksi diperlukan varietas yang toleran terhadap salinitas. Hal ini dilakukan sebagai solusi terhadap lahan salin yang belum banyak digunakan untuk pengembangan tanaman pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat toleransi beberapa varietas mentimun terhadap  berbagai konsentrasi larutan garam NaCl. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dan kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di Jatikerto, Malang. Menggunakan dua rancangan yaitu rancangan acak lengkap faktorial dan rancangan petak terbagi. Terdiri dari dua faktor yaitu faktor pertama berbagai tingkat larutan NaCl 0 ppm, 5000 ppm dan 10000 ppm, dan faktor kedua terdiri dari beberapa varietas mentimun yaitu Mercy, Metavy, Monza, Lokal Blitar, Lokal Jember, dan Lokal Panda. Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat salinitas sedang dengan konsetrasi 5000 ppm varietas yang toleran adalah Metavy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas semi toleran adalah Mercy dan Monza, sedangkan varietas tidak toleran adalah Lokal Jember. Selanjutnya pada salinitas tinggi dengan konsentrasi 10000 ppm varietas yang toleran adalah Mercy, Lokal Blitar dan Lokal Panda, kemudian varietas tidak toleran adalah Metavy, Monza dan Lokal Jember.
IDENTIFIKASI MORFOLOGI PISANG TANDUK DI KABUPATEN MALANG DAN LUMAJANG Arifin, Muhammad Farid; Purnamaningsih, Sri Lestari; Respatijarti, Respatijari
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/549

Abstract

Pisang merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi besar terhadap produksi buah nasional. Terdapat lebih dari 200 kultivar pisang yang tumbuh di berbagai daerah. Namun, belum semunnya teridentifikasi, salah satunya yaitu pisang tanduk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan mengidentifikasi secara morfologi karakter pisang Tanduk di Kabupaten Malang dan Lumajang. Penelitian ini dilaksanakan di 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang dan 2 kecamatan di wilayah Kabupaten Lumajang pada bulan Juli - Oktober 2015. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pisang Tanduk dengan karakter morfologi yang bervariasi yaitu pisang Agung Jawa, Agung Talun, Candi Merah, Candi Putih, Byar kurang dari 12 buah/tandan dan Byar lebih dari 17 buah/tandan. Karakter morfologi yang menjadi ciri pembeda dari enam jenis pisang Tanduk adalah karakter batang, dan buah.
PENGARUH SUHU AIR DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) Alghofar, Wildan Arif; Purnamaningsih, Sri Lestari; Damanhuri, Damanhuri
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/552

Abstract

Sengon laut (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) merupakan tanaman asli Indonesia dan banyak dimanfaatkan untuk hutan tanaman industri (HTI). Permasalahan yang muncul dalam rangka pengadaan benih adalah sengon memiliki masa dormansi yang diakibatkan oleh tekstur kulit benih keras, sehingga menghambat masuknya air dan oksigen kedalam benih. Pematahan dormansi sengon dilakukan dengan perendaman benih dan menggunakan air panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh perlakuan lama perendaman pada berbagai suhu terhadap perkembangan dan pertumbuhan benih sengon. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2015 di desa Surat, kecamatan Mojo, kabupaten Kediri, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkecambahan terbaik dihasilkan pada benih sengon yang direndam dengan suhu 50oC – 90oC selama 12 jam atau 50oC – 70oC selama 24 jam. Perlakuan perbedaan suhu air dan lama perendaman tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman.
KERAGAMAN GENETIK DAN HERITABILITAS KARAKTER AGRONOMI PADA 7 FAMILI F5 BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) POLONG KUNING Gultom, Christina Solideo; Purnamaningsih, Sri Lestari; Soegianto, Andy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 10 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/555

Abstract

Produksi buncis di Indonesia berfluktuatif tiap tahunnya. Hal tersebut dapat disebabkan oleh penggunaan varietas yang tidak mempunyai daya hasil tinggi oleh banyak petani buncis. Usaha yang dapat dilakukan dengan mengembangkan varietas baru yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas baik. Pengembangan varietas telah mencapai generasi ke-5 (F5) untuk polong kuning. Kegiatan pemuliaan ini hasil dari persilangan tetua unggul, yaitu varietas introduksi dan varietas lokal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keragaman genetik dan nilai duga heritabilitas karakter agronomi 7 famili F5 buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kajang Lor, Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan Maret-Juli 2015. Penelitian dilaksanakan menggunakan petak tunggal atau single plot dengan menanam tujuh famili F5 dan tiga tetua. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar famili memiliki keragaman genetik yang tergolong sempit, namun masih ditemukan kategori cukup tinggi yang juga tergolong keragaman luas pada beberapa famili, yaitu jumlah polong segar per tanaman dalam famili CS.GK 63-15-37 dan CS.GK 63-15-7, serta bobot biji (benih) per tanaman dalam famili CS.GI 63-21-29. Pendugaan heritabilitas menunjukkan khusus pada karakter jumlah polong segar per tanaman adalah karakter yang termasuk haritabilitas tinggi dalam semua famili yang diamati. Keragaman genetik antar famili F5 pada seluruh karakter menunjukkan kategori yang rendah hingga agak rendah dan untuk nilai heritabilitas seluruh karakter tergolong dalam kategori tinggi.
Co-Authors Abdillah Syahroni, Abdillah Adiredjo, Afifuddin Latif Afandi, Sutanto Wahyu Afandiyah, Gioniva Ainurrasjid Ainurrasjid Ainurrasjid, Ainurrasjid Akbar Prima Utomo Al-Jabbar, Bambang Alghofar, Wildan Arif Alghofar, Wildan Arif Ally, Amalia Azizah Ally, Amalia Azizah Anasari, Nofia Rizki Anasari, Nofia Rizki Andy Soegianto Anggraini, Yulinar Diah Anggraini, Yulinar Diah Annisa Farhah Resdiyanti Apri Sulistyo Ariefa, Astritia Rizky Ariefa, Astritia Rizky Arif, Muhamat Arifin, Muhammad Farid Arifin, Muhammad Farid Aritonang, Ahmad Madani Aritonang, Ahmad Madani Armach S., Siti Armach S., Siti Ayu Wulandari, Panca Ida Ayu Wulandari, Panca Ida Aziz Rifianto Bagus Muhamad Arif Basuki, Nur Budi Waluyo Chaireni Martasari Charolin Pebrianti Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Desti Margi Utami, Desti Margi Dwi, Afpia Dwi, Afpia Dzikrulloh, Fariz Al Eggy Akhmad Armandoni Emy Sulistyowati Fahriz, Muharshal Fahriz, Muharshal Fajaryanto, Budisatria Fari, Zalfa Salsabila Farida Yulianti Fatimah, Nikmatul Fatimah, Nikmatul Gioniva Afandiyah Gultom, Christina Solideo Gultom, Christina Solideo Hadi, Shabrina Kusuma Hasanah, Binti Hasanah, Binti Idayanti Idayanti Idayanti, Idayanti Indah, Ayu Nurlaila Indah, Ayu Nurlaila Iriani, Yoanita Fadlilah Iriani, Yoanita Fadlilah Isnasa, Irsanty Nadya Isnasa, Irsanty Nadya Izmi Yulianah Jauhari, Thontowi Kartikasari, Dasa Novi Kartikasari, Dasa Novi Khairiyah, Lulu Lazimatul Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lailil Fitra Annisa lita soetopo Lita Soetopo Lysandra, Cindy Letitia Lysandra, Cindy Letitia Marmadion, Tomy Martasari, Astri Dwi Martasari, Astri Dwi Mawardani, Putri Merintan, Sisca Febriana Merintan, Sisca Febriana Mochammad Dawam Maghfoer Muhamat Arif Muhammad Triant, Wahyu Nur Mustofa, Age Maulal Nedha, Nedha Nedha, Nedha Niken Kendarini Ning Fias, Nofita Ayu Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nofita Ayu Ning Fias, Nofita Ayu Novita, Silvia Rizky Nur Basuki Nurhayati, Etik Nurhayati, Etik Nurussintani, Widya Oktaviana, Zella Oktaviana, Zella Palandro, Nadhea Pebrianti, Charolin Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetiyo, Ferry Singgih Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Muhamad Reza Budi Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Naufal Abiyasa Pratama, Riko Aditya Pratama, Riko Aditya Pratiwi, Wahyunita Pratiwi, Wahyunita Purnomo, Sekar Yulianti Rachmawati, Rizia Yasminda Rahayu, Fefira Suci Rahayu, Fefira Suci Rahmi Kusuma Wardhani Rahmi, Yusvita Maulidia Ramadhani, Rizki Respatijarti Respatijarti Respatijarti, Respatijari Reza, Nisrina Saraswati Rizia Yasminda Rachmawati Rizki Ramadhani Santana, Harwin Santana, Harwin Sari, Syama Putri Selviana, Lila Selviana, Lila Septilia, Yufita Septilia, Yufita Shabrina Kusuma Hadi Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Siswanto Putri, Amaniz Diharwati Sulistyowati, Emy Sumeru Ashari Sutanto Wahyu Afandi Suyuti, Ivan Syahroni, Abdillah Tomy Marmadion Tursilawati, Syehlania Tursilawati, Syehlania Utomo, Akbar Prima Wahyu Nur Muhammad Triant, Wahyu Nur Wahyudi, Alief Rodhlian Wahyudi, Alief Rodhlian Wardhani, Rahmi Kusuma Wibowo, Tiara Rizki Wibowo, Tiara Rizki Widya Nurussintani Wijaya, Syamsu Agung Wijaya, Syamsu Agung Wulananggraeni, Retno Wulananggraeni, Retno Yulianti, Farida Yusvita Maulidia Rahmi