Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Analisis Faktor Kejadian Stunting Pada Balita : Berbasis Transcultural Nursing weti; Nunik Andari, Fatsiwi; Kosvianti, Emi; Febriawati, Henni
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.398

Abstract

Nutritional problems in the toddler period with or without repeated illness will have an impact on the physical condition of the child's body (stunting). Malnutrition in toddlers can occur due to cultural, habitual and social factors of society. The community in the operational area of Puskesmas Betungan is known as a patriarchal community that highly values culture as one of the determinants of behavior, especially health behavior related to food. The purpose of this study was to analyze the incidence of stunting factors in toddlers based on Transcultural Nursing. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was all mothers who had toddlers, samples were taken by simple random sampling technique. The collected data were analyzed univariately and bivariately. Results: There was an association between the incidence of stunting in toddlers with technology variables (p = 0.045), family and social support factors (p = 0.048), cultural and lifestyle values (p = 0.013), and economic factors (p = 0.034). Conclusion: Although there is no correlation between the characteristics of education and the occurrence of stunting, the level of education possessed by a woman is one of the fundamental components that contribute to nutritional problems, especially stunting.
EVALUASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Denny, Erlita Sandra; Ramon, Agus; Kosvianti, Emi; Wati, Nopia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/h0b4pj17

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan berbagai program, termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan remaja melalui fokus pada Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan  observasi, informan penelitian ini terdiri dari 4 informan yaitu Kepala Puskesmas, Petugas PKPR, Petugas Pendukung PKPR dan Remaja Yang Terpapar PKPR. Analisis data menggunakan SN PKPR Kemenkes RI 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar 1 Sumber Daya Manusia Kesehatan dikategorikan sebagai Obtimal, Standar 2 Fasilitas Kesehatan dinilai sebagai Paripurna, Standar 3 Remaja juga dinilai sebagai Paripurna, Standar 4 Jejaring dikategorikan sebagai Optimal, sementara Standar 5 Manajemen Kesehatan mendapatkan kategori Paripurna.Disarankan Pihak puskesmas meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas dan pelayanan konseling pada remaja melalui pelatihan atau kursus-kursus tentang PKPR dan Konseling Remaja
Analisis Perilaku Higiene dan Sanitasi Pada Keluarga Dengan Risiko Stunting Pada Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Dinda Rezalia; Kosvianti, Emi; Yanuarti, Riska; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/1cbmcj13

Abstract

Tujuan dari ipenelitian iiini untuk menelaah kebiasaan higiene serta sanitasi pada keluarga bisa bikin risiko stunting di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Stunting sekarang jadi masalah gizi serius di Indonesia dan efeknya besar untuk tumbuh dan kembang fisik serta mental pada anak. Menurut data dari Studi Kesehatan Dasar 2018, jumlah anak stunting di Indonesia menembus angka 30,8%, dengan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sulitnya akses mendapatkan gizi yang cukup, buruknya sanitasi, serta kebiasaan higiene yang tidak optimal. Penelitian menggunakan Metode mixed methods, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner yang mana mengukur kebiasaan higiene, sanitasi, dan prevalensi stunting pada anak, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga yang mempunyai anak berusia balita dan batita. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kelurahan Pagar Dewa memiliki kebiasaan higiene yang cukup baik, namun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapannya karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan sabun. Dalam aspek sanitasi, sekitar 80,2% keluarga memiliki sanitasi lingkungan yang kurang memadai, dengan masalah utama pada pengelolaan sampah, pembuangan limbah yang terbuka, dan kualitas air yang buruk. Kebiasaan higiene yang baik, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut, dan memotong kuku, serta sanitasi lingkungan yang layak, terbukti berperan penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menyebabkan stunting. Kata kunci: Stunting, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Keluarga Berisiko Stunting.
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA: STUDI KUALITATIF DI DESA KUTO REJO KECAMATAN KEPAHIANG Dwi Putra, Raditya; Kosvianti, Emi; Samidah, Ida; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/zcb2n068

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum usia 19 tahun dan masih marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Desa Kuto Rejo, Kecamatan Kepahiang. Pernikahan dini berisiko menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental, terutama pada remaja perempuan yang belum siap secara psikologis dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah enam orang remaja perempuan yang menikah di usia 16–19 tahun dan berdomisili di Desa Kuto Rejo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berdampak pada ketidaksiapan psikologis dalam menjalani peran sebagai istri, serta menimbulkan gejala kecemasan seperti sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, dan ketakutan tanpa sebab. Kecemasan juga berdampak terhadap aktivitas harian dan hubungan sosial. Sebagian besar remaja memilih strategi koping yang pasif dan tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pernikahan dini memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, terutama dalam hal ketidaksiapan mental dan munculnya kecemasan.
Hubungan Kondisi Fisik Rumah Dengan Kejadian TB Paru: Systematic Literature Review Andrean Gueslau; Emi Kosvianti; Eva Oktavidiati; Hasan Husin
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 21 No. 1 (2026): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v21i1.10136

Abstract

Background: Pulmonary tuberculosis (TB) remains a public health problem in Indonesia. Environmental factors, particularly the physical condition of the house, are suspected to play a role in the transmission of pulmonary TB. This study aims to analyze the relationship between housing physical conditionsincluding ventilation, humidity, lighting, occupancy density, type of flooring, and type of walls and the incidence of pulmonary TB using a systematic literature review approach. Methods: This study employed a systematic literature review by searching for articles in Google Scholar. A total of 20 articles that met the inclusion and exclusion criteria were reviewed. The selection process was conducted systematically based on PRISMA guidelines, followed by data extraction and descriptive analysis to identify patterns of association among variables. Results: The findings indicate that ventilation, humidity, lighting, and occupancy density are the factors most consistently associated with the incidence of ulmonary TB. Most articles reported significant associations (p < 0.05) between inadequate ventilation, high humidity, poor lighting, and high occupancy density and an increased risk of pulmonary TB. Houses that do not meet health standards contribute to a higher likelihood of transmission within households.Meanwhile, the type of flooring and type of walls generally did not show a significant association with pulmonary TB incidence. However, these factors may still act as supporting risk factors when combined with poor housing conditions and low socioeconomic status. Overall, housing physical conditions play an important role in the transmission of pulmonary TB within residential settings. Keywords: Pulmonary tuberculosis, physical housing conditions, systematic literature review.
Meningkatkan Kemampuan Toilet Training Melalui Metode Demonstrasi dan Edukasi Pada Anak Sekolah Dasar Andri Kusuma Wijaya; M. Bagus Andrianto; Emi Kosvianti; Fatsiwi Nunik Andari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 6 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i6.2231

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya perilaku saniter saat menggunakan fasilitas toilet sekolah, melalui metode edukasi interaktif dan demonstrasi toilet training. Kelompok anak usia sekolah dasar, terutama kelas rendah, merupakan kelompok yang rentan mengalami penularan penyakit berbasis lingkungan akibat kurangnya pemahaman mengenai kebersihan eliminasi. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan di SDN 31 Srikuncoro dengan sasaran siswa kelas 2. Metode pelaksanaan meliputi empat tahapan utama yaitu pengkajian awal (pre-test), pemberian edukasi multimedia berbasis video animasi, demonstrasi taktis menggunakan alat peraga visual (phantom), serta evaluasi akhir (post-test). Dari total populasi, terdapat 23 siswa sebagai responden konstan yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Hasil evaluasi kognitif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat signifikan. Pada tahap pre-test, terdapat 3 anak yang belum memenuhi kriteria kelulusan personal (75%). Namun, setelah diberikan intervensi demonstrasi, hasil post-test menunjukkan angka kelulusan klasikal melonjak tajam mencapai 95,65%. Kesimpulannya, kombinasi edukasi interaktif dan demonstrasi alat peraga terbukti sangat efektif dalam merekonstruksi pemahaman kognitif siswa menuju pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat yang mandiri di lingkungan sekolah.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU Hasan Husin; Emi Kosvianti; Agus Ramon; Iis Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sarapan sehat pada siswa SMK Negeri 3 Kota Bengkulu melalui edukasi gizi dan praktik sarapan bersama. Kegiatan ini didasarkan pada tingginya angka remaja yang melewatkan sarapan, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, stamina, serta risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, serta praktik sarapan bersama sebagai bentuk experiential learning. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manfaat sarapan bergizi, kemampuan mengidentifikasi menu pagi yang sehat, serta perubahan sikap positif terhadap kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah. Keterlibatan guru sebagai role model dan dukungan sekolah turut memperkuat internalisasi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi gizi yang terstruktur, melibatkan pengalaman langsung, dan didukung lingkungan sekolah mampu menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku sarapan sehat pada remaja. Diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN PEMBUATAN PERCONTOHAN LUBANG SAMPAH ORGANIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT DUSUN 2 DESA SRIKUNCORO Iis Suryani; Emi Kosvianti; Andry Sartika; Eni Khairani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v6i1.11118

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan di berbagai wilayah, termasuk di Dusun 2 Desa Srikuncoro. Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, diketahui masyarakat masih mengelola sampah dengan cara dibakar sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap pembakaran. Selain itu, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah organik menyebabkan pengelolaan sampah belum dilakukan secara ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah melalui edukasi serta memberikan contoh penerapan Lubang Sampah Organik (LSO) sebagai alternatif pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Dusun 2 Desa Srikuncoro, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah dengan menggunakan metode edukatif dan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan percontohan LSO bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam diskusi maupun praktik pembuatan LSO. Edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah, dampak pembakaran sampah terhadap kesehatan dan lingkungan, serta manfaat pemanfaatan sampah organik melalui LSO. Demonstrasi pembuatan LSO juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dan direplikasi oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini dapat disimpulkan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Untuk menjamin keberlanjutan program, diperlukan pendampingan secara berkala serta dukungan pemerintah desa dan puskesmas agar penerapan LSO dan pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Environmental factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis Sakut Putra Hadi Wijaya; Nopia Wati; Emi Kosvianti; Hasan Husin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 2 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/1y7x7f56

Abstract

The spread of tuberculosis (TB) is believed to be greatly influenced by environmental variables. Lung disease continues to be a public health problem. The objective of this study is to determine how environmental factors, including ventilation, lighting, housing density, and temperature, are associated with the prevalence of pulmonary TB in Sidomulyo. Using a case-control study paradineed gm, an analytical observational study was conducted. The study sample consisted of 21 individuals with pulmonary TB (cases) and 21 residents without TB (controls). Direct observations of housing conditions and structured questionnaire interviews were used to collect data. Bivariate data were analyzed to assess relationships between variables using the chi-square test. The findings showed a strong association between pulmonary TB (p=0.001) and incidence of lighting and housing density (p=0.000). Neither with home temperature (p=0.520).or ventilation (p=1.000). Based on these findings, public education on the importance of maintaining a healthy home environment, particularly regarding ventilation, lighting, and appropriate housing density, is recommended, in accordance with Ministry of Health guidelines year 2023.