Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Factors Associated with the Incidence of Tuberculosis Angraini, Wulan; Sinta, Klara; Febriawati, Henni; Kosvianti, Emi; Rizal, Achmad Faisal; Sarkawi, Sarkawi
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 1 (2025): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i1.1237

Abstract

Tuberculosis or also known as TB is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis, in which the bacterium can not only attack the lungs but also attack other organs such as carbuncles, skin, meningitis, lymph nodes, intestines and other people. The transmission originates when the patient sneezes or coughs so that the germs spread through the air in the form of sputum. This study aims to determine the factors that influence the incidence of tuberculosis in the work area of the Bengkulu Pasar Ikan Market Health Center. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. The research was conducted at the Fish Market Health Center in Bengkulu City from November 25 to December 24, 2022. The research sample was taken from a total of 64 people using a purposive sampling technique. Data analysis was carried out by univariate and bivariate analysis using the chi-square test with α = 0.05. The results of the study showed that there was an influence between age, knowledge, attitudes, gender, smoking habits, ventilation, occupancy density, humidity and lighting related to the incidence of tuberculosis.
EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN BENCANA BANJIR PADA SISWA SD DI KOTA BENGKULU Laila, Zarli Nisfa; Kosvianti, Emi; Afriyanto, Afriyanto; Febriawati, Henni; Saputra, Surya Ade
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.15000

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siswa kelas 3 dan 4 SDIT UMMI Kota Bengkulu didapatkan bahwa sebagian besar siswa tidak mengetahui dan tidak pernah mengikuti penyuluhan mengenai tindakan pencegahan bencana banjir. Berkaitan dengan hal ini, penyuluhan pencegahan bencana banjir harus diberikan kepada anak-anak usia sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2023 dengan peserta sebanyak 47 orang siswa kelas 3 dan 4 SDIT UMMI Kota Bengkulu. Diperoleh data responden dengan hasil pre test baik sebanyak 26 orang (55,3%) dan responden dengan hasil kurang sebanyak 21 orang (44,7%). Responden dengan hasil post test baik sebanyak 35 orang (74,5%) dan responden dengan hasil kurang sebanyak 12 orang (25,5%). Tingkat pengetahuan tentang pencegahan bencana banjir pada siswa kelas 3 dan 4 SDIT UMMI Kota Bengkulu mengalami peningkatan setelah dilakukan edukasi melalui metode ceramah dengan power point. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi peningkatan pengetahuan bagi siswa kelas 3 dan 4 SDIT UMMI Kota Bengkulu ini bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang upaya pencegahan bencana banjir. Siswa diharapkan dapat menerapkan upaya pencegahan bencana banjir yang sudah disosialisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberikan manfaat yang cukup besar bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat dan juga di lingkungan sekolah.
Analisis Faktor Kejadian Stunting Pada Balita : Berbasis Transcultural Nursing weti; Nunik Andari, Fatsiwi; Kosvianti, Emi; Febriawati, Henni
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 8 No. 1 (2024): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v8i1.398

Abstract

Nutritional problems in the toddler period with or without repeated illness will have an impact on the physical condition of the child's body (stunting). Malnutrition in toddlers can occur due to cultural, habitual and social factors of society. The community in the operational area of Puskesmas Betungan is known as a patriarchal community that highly values culture as one of the determinants of behavior, especially health behavior related to food. The purpose of this study was to analyze the incidence of stunting factors in toddlers based on Transcultural Nursing. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The population in this study was all mothers who had toddlers, samples were taken by simple random sampling technique. The collected data were analyzed univariately and bivariately. Results: There was an association between the incidence of stunting in toddlers with technology variables (p = 0.045), family and social support factors (p = 0.048), cultural and lifestyle values (p = 0.013), and economic factors (p = 0.034). Conclusion: Although there is no correlation between the characteristics of education and the occurrence of stunting, the level of education possessed by a woman is one of the fundamental components that contribute to nutritional problems, especially stunting.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN GIZI MELALUI EDUKASI PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SMK NEGERI 3 KOTA BENGKULU Husin, Hasan; Kosvianti, Emi; Ramon, Agus; Suryani, Iis
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9443

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku sarapan sehat pada siswa SMK Negeri 3 Kota Bengkulu melalui edukasi gizi dan praktik sarapan bersama. Kegiatan ini didasarkan pada tingginya angka remaja yang melewatkan sarapan, yang berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, stamina, serta risiko gangguan kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, diskusi, pemutaran video edukatif, serta praktik sarapan bersama sebagai bentuk experiential learning. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas X dan XI serta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai manfaat sarapan bergizi, kemampuan mengidentifikasi menu pagi yang sehat, serta perubahan sikap positif terhadap kebiasaan sarapan sebelum berangkat sekolah. Keterlibatan guru sebagai role model dan dukungan sekolah turut memperkuat internalisasi perilaku makan sehat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi edukasi gizi yang terstruktur, melibatkan pengalaman langsung, dan didukung lingkungan sekolah mampu menjadi strategi efektif dalam membentuk perilaku sarapan sehat pada remaja. Diharapkan program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas belajar siswa.
Environmental factors associated with the incidence of pulmonary tuberculosis Putra Hadi Wijaya, Sakut; Nopia Wati; Emi Kosvianti; Hasan Husin
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 9 No. 2 (2026): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/1y7x7f56

Abstract

The spread of tuberculosis (TB) is believed to be greatly influenced by environmental variables. Lung disease continues to be a public health problem. The objective of this study is to determine how environmental factors, including ventilation, lighting, housing density, and temperature, are associated with the prevalence of pulmonary TB in Sidomulyo. Using a case-control study paradineed gm, an analytical observational study was conducted. The study sample consisted of 21 individuals with pulmonary TB (cases) and 21 residents without TB (controls). Direct observations of housing conditions and structured questionnaire interviews were used to collect data. Bivariate data were analyzed to assess relationships between variables using the chi-square test. The findings showed a strong association between pulmonary TB (p=0.001) and incidence of lighting and housing density (p=0.000). Neither with home temperature (p=0.520).or ventilation (p=1.000). Based on these findings, public education on the importance of maintaining a healthy home environment, particularly regarding ventilation, lighting, and appropriate housing density, is recommended, in accordance with Ministry of Health guidelines year 2023.
EVALUASI PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN PEDULI REMAJA PUSKESMAS SAWAH LEBAR KOTA BENGKULU Denny, Erlita Sandra; Ramon, Agus; Kosvianti, Emi; Wati, Nopia
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/h0b4pj17

Abstract

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan berbagai program, termasuk Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), dengan tujuan utama meningkatkan kesehatan remaja melalui fokus pada Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan  observasi, informan penelitian ini terdiri dari 4 informan yaitu Kepala Puskesmas, Petugas PKPR, Petugas Pendukung PKPR dan Remaja Yang Terpapar PKPR. Analisis data menggunakan SN PKPR Kemenkes RI 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar 1 Sumber Daya Manusia Kesehatan dikategorikan sebagai Obtimal, Standar 2 Fasilitas Kesehatan dinilai sebagai Paripurna, Standar 3 Remaja juga dinilai sebagai Paripurna, Standar 4 Jejaring dikategorikan sebagai Optimal, sementara Standar 5 Manajemen Kesehatan mendapatkan kategori Paripurna.Disarankan Pihak puskesmas meningkatkan pengetahuan dan kompetensi petugas dan pelayanan konseling pada remaja melalui pelatihan atau kursus-kursus tentang PKPR dan Konseling Remaja
Analisis Perilaku Higiene dan Sanitasi Pada Keluarga Dengan Risiko Stunting Pada Kelurahan Pagar Dewa Kota Bengkulu. Dinda Rezalia; Kosvianti, Emi; Yanuarti, Riska; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/1cbmcj13

Abstract

Tujuan dari ipenelitian iiini untuk menelaah kebiasaan higiene serta sanitasi pada keluarga bisa bikin risiko stunting di Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Stunting sekarang jadi masalah gizi serius di Indonesia dan efeknya besar untuk tumbuh dan kembang fisik serta mental pada anak. Menurut data dari Studi Kesehatan Dasar 2018, jumlah anak stunting di Indonesia menembus angka 30,8%, dengan banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk sulitnya akses mendapatkan gizi yang cukup, buruknya sanitasi, serta kebiasaan higiene yang tidak optimal. Penelitian menggunakan Metode mixed methods, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh menggunakan kuesioner yang mana mengukur kebiasaan higiene, sanitasi, dan prevalensi stunting pada anak, sementara data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga yang mempunyai anak berusia balita dan batita. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga di Kelurahan Pagar Dewa memiliki kebiasaan higiene yang cukup baik, namun masih terdapat kendala dalam konsistensi penerapannya karena keterbatasan akses terhadap air bersih dan sabun. Dalam aspek sanitasi, sekitar 80,2% keluarga memiliki sanitasi lingkungan yang kurang memadai, dengan masalah utama pada pengelolaan sampah, pembuangan limbah yang terbuka, dan kualitas air yang buruk. Kebiasaan higiene yang baik, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan mulut, dan memotong kuku, serta sanitasi lingkungan yang layak, terbukti berperan penting dalam pencegahan penyakit yang dapat menyebabkan stunting. Kata kunci: Stunting, Higiene, Sanitasi Lingkungan, Keluarga Berisiko Stunting.
DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA: STUDI KUALITATIF DI DESA KUTO REJO KECAMATAN KEPAHIANG Dwi Putra, Raditya; Kosvianti, Emi; Samidah, Ida; Angraini, Wulan
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/zcb2n068

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan sebelum usia 19 tahun dan masih marak terjadi di berbagai wilayah, termasuk di Desa Kuto Rejo, Kecamatan Kepahiang. Pernikahan dini berisiko menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental, terutama pada remaja perempuan yang belum siap secara psikologis dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pernikahan dini terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian berjumlah enam orang remaja perempuan yang menikah di usia 16–19 tahun dan berdomisili di Desa Kuto Rejo. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berdampak pada ketidaksiapan psikologis dalam menjalani peran sebagai istri, serta menimbulkan gejala kecemasan seperti sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, dan ketakutan tanpa sebab. Kecemasan juga berdampak terhadap aktivitas harian dan hubungan sosial. Sebagian besar remaja memilih strategi koping yang pasif dan tidak mendapatkan dukungan sosial yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pernikahan dini memiliki dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, terutama dalam hal ketidaksiapan mental dan munculnya kecemasan.