Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Motivasi Remaja Dengan Pemeliharaan Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa MTSN 8 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Azwar; Intan Liana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i105
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan dan berperan dalam meningkatkan kualitas hidup, terutama pada remaja yang sedang mengalami masa pertumbuhan pesat. Namun, motivasi remaja dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut sering kali masih rendah, sehingga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan oral. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat motivasi remaja dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas VII MTsN 8 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 56 siswa dijadikan sampel penelitian dengan teknik proportional random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang mengukur tingkat motivasi serta praktik pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 30 siswa (53,6%) memiliki motivasi rendah, sementara 29 siswa (51,8%) menunjukkan perilaku pemeliharaan gigi dan mulut yang kurang baik. Berdasarkan hasil analisis chi-square diperoleh nilai p = 0,003, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi dengan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi remaja memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Upaya peningkatan motivasi melalui pendidikan kesehatan di sekolah, peran aktif orang tua, serta dukungan tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Hubungan Pelayanan BPJS Kesehatan Pada Poliklinik Gigi Dengan Kepuasan Pasien Di Pukesmas Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar Alvia Rahmadhani; Intan Liana
urn:multiple://2988-7828multiple.v3i129
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kunjungan pasien di klinik gigi menunjukkan adanya potensi masalah dalam kepuasan pasien, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan antara kualitas pelayanan BPJS dengan kepuasan pasien di Puskesmas Suka Makmur, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien agar dapat memberikan rekomendasi perbaikan layanan. Metode yang digunakan adalah analitik dengan desain cross-sectional, dilaksanakan pada 21–28 Mei 2025, melibatkan 72 responden yang dipilih melalui wawancara langsung. Instrumen penelitian mencakup kuesioner kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, sementara analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kualitas pelayanan sangat baik (69 responden, 95,8%) dan kepuasan pasien sangat tinggi (67 responden, 93,1%), dengan nilai p = 0,000 < α = 0,05, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Kesimpulannya, kualitas pelayanan BPJS berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, sehingga disarankan agar tenaga kesehatan mempertahankan dan meningkatkan mutu layanan gigi serta melakukan survei kepuasan pasien secara berkala untuk perbaikan yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN KELUARGA PADA PEMANFAATAN BUAH BERSERAT SEBAGAI SELF CLEANSING GIGI DAN MULUT MELALUI HOME VISIT DALAM MENURUNKAN SKOR DEBRIS PADA MASYARAKAT MEUNASAH BARO ACEH BESAR Linda Suyani; Andriani Andriani; Nonong Hanis; Sisca Mardelita; Arnela Nur; Intan Liana; Cut Ratna Keumala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 6, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Home visit merupakan sebuah program yang berorientasi pada kunjungan rumah  dalam memberikan edukasi pemeliharaan kesehatan gigi pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dengan strategi adalah pendekatan dan dukungan keluarga. Melihat hasil pemeriksaan pada data awal 75% anak di desa Meunasah Baro mengalami karies gigi dan rata-rata nilai debris indek dengan kategori buruk dengan skor 2,5. Data tersebut masih jauh dari harapan karena tidak sesuai dengan ketetapan WHO bahwa status kebersihan gigi dan mulut  skor (OHI-S) < 1,2. Debris adalah salah satu penyebab utama pembentukan karang gigi dan gigi berlubang. Usaha promotif dan preventif sangat perlu diberikan kepada masyarakat. menurunkan angka debris indeks sebagai status kebersihan gigi, meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, meningkatkan keterampilan keluarga dalam menyikat gigi yang baik dan benar, meningkatkan kesadaran keluarga pada pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi. Metode Pengabdian dilakukan kegiatan home visit dilakukan 3 kali kunjungan. Memberikan edukasi kesehatan gigi tentang pemanfaatan buah berserat sebagai self cleansing gigi dan cara pengunyah yang benar. Menjelaskan dan mendemontrasikan teknik menyikat gigi yang baik dan benar. nilai. Hasil pengabdian masyarakat diperoleh hasil bahwa terjadi penurunan nilai Debris Indek dari kriteria buruk 31 orang (51%) menjadi kategori baik yaitu 52 orang (87%). Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dan anak mengenai pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut dengan membiasakan mengkonsumsi buah dengan mengunyah buah yang baik dan benar sehingga dapat membantu self cleansing gigi pada masyarakat desa Meunasah Baro Kabupaten Aceh Besar.Kata kunci : Home Visit, Self Cleansing, Debris IndekHome visit is a program that is oriented towards home visits in providing dental health maintenance education on the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth with a strategy of family approach and support. Looking at the results of the examination of the initial data, 75% of children in Meunasah Baro village experienced dental caries and an average debris index value in the poor category with a score of 2.5. The data is still far from expectations because it does not comply with WHO's provisions that the dental and oral hygiene status score (OHI-S) <1.2. Debris is one of the main causes of tartar formation and cavities. Promotive and preventive efforts are very necessary to be given to the community. reducing the number of debris indexes as dental hygiene status, increasing family knowledge about dental and oral health maintenance, increasing family skills in brushing teeth properly, increasing family awareness of the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth. The Community Service Method is carried out by home visit activities carried out 3 times. Providing dental health education about the use of fibrous fruit as self-cleansing teeth and the correct way to chew. Explaining and demonstrating good and correct tooth brushing techniques. value. The results of community service obtained results that there was a decrease in the Debris Index value from the bad criteria of 31 people (51%) to the good category of 52 people (87%). Increasing the knowledge and behavior of parents and children regarding the maintenance of dental and oral hygiene by getting used to consuming fruit by chewing fruit properly and correctly so that it can help self-cleansing teeth in the Meunasah Baro village community, Aceh Besar Regency.Keywords: Home Visit, Self Cleaning, Debris Index